Yussyta Aini Sudiarti
Diberikan Kemudahan Dan Kelancaran Rejeki
Banyak berkah yang telah didapatnya setelah membantu anak-anak yatim yang ada dipanti asuhan-panti asuhan. Seperti kelancaran rejeki, kesehatan dan diberikan kemudahan dalam menjalankan usaha salon dan rias pengantin yang tengah digelutinya saat ini.
Seperti yang diungkapkan wanita pemilik nama lengkap Yussyta Aini Sudiarti, awalnya bergabung menjadi donatur bagi anak-anak yatim melalui Yatim Mandiri adalah berkat ajakan suaminya, Irfan Afandi. “Suami saya yang terlebih dahulu ikut menjadi donatur di Yatim Mandiri dikantornya, yang kemudian mengajak saya untuk turut serta bergabung ke Yatim Mandiri. Setelah membaca Majalah Yatim, saya pun akhirnya mantap untuk memilih ke Yatim Mandiri ini,” ujar Yussyta Aini Sudiarti ketika ditemui MAYA dirumahnya Jalan Raya Ponokawan RT7/RW3 No 78, Krian, pada Rabo (29/10).
“Selain itu, saya percaya Yatim Mandiri adalah lembaga ini memang benar-benar amanah dalam mengelola dana dari para donaturnya. Dan menjadi donatur di Yatim Mandiri juga mendapatkan Majalah Yatim yang secara rutin tiap bulan, dan isinya sangat berguna untuk menambah wawasan keagamaan,” tambah wanita pemilik satu anak bernama Mezzaluna yang kini berusia 20 bulan ini.
Tak hanya ia dan suaminya yang menjadi donatur di Yatim Mandiri, adiknya pun juga diajaknya bergabung untuk bersama-sama membantu anak-anak yatim yang tidak mampu.
“Dan Alhamdulillah ia pun bersedia ikut menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri. Saya pun juga ikut program orang tua asuh dengan membantu satu orang anak yang sekarang duduk dibangku sekolah dasar,” kata wanita kelahiran Sidoarjo pada 19 September 1978 ini sembari tersenyum.
Setelah menjadi donatur di Yatim Mandiri, Yussyta Aini Sudiarti merasakan banyak berkah yang didapatkannya dari Allah. “Saya merasakan kenikmatan dalam hidup ini berupa ketentraman batin. Serta saya juga merasa Allah telah memberikan berkah berupa kesehatan kepada saya dan keluarga. Dan juga diberikan kemudahan dan kelancaran rejeki oleh Allah,” terangnya.
Selain itu, usaha yang sedang dijalaninya, yakni salon dan rias pengantin juga diberikan kemudahan dan kelancaran oleh Allah hingga saat ini. “Dan Alhamdulillah, sedikit demi sedikit saya bisa memperbanyak peralatan rias pengantin. Bahkan rencananya dalam waktu dekat ini akan merenovasi salah satu rumah yang dekat dengan jalan raya untuk membuka salon dan gallery lagi. Ditambah lagi saya sedikit-sedikit juga bisa menabung,” papar Yussyta Aini Sudiarti dengan ramah.
Tak hanya itu, ada suatu peristiwa yang dikenangnya hingga saat ini, yakni masalah hutang-piutang. “Ceritanya begini, ada orang yang hutang kepada suami saya, tetapi orang tersebut sangat susah sekali untuk mengembalikan hutang tersebut kepada suami saya. Ditagih selama berkali-kali selalu saja tidak berhasil, dan hanya mendapatkan janji-janji saja, dan tetap tidak juga dibayar oleh orang tersebut,” kenangnya.
Dari sinilah akhirnya sang suami sempat putus asa untuk menagih hutang tersebut, yang memang waktu itu untuk suatu keperluan yang sangat mendesak sekali. Yussyta Aini pun berusaha untuk membesarkan hati dan meminta sang suami untuk tetap terus berdoa kepada Allah, agar orang tersebut bersedia melunasi hutang-hutangnya.
“Kemudian saya ingat kalau di Yatim Mandiri ada layanan doa bagi para donaturnya, dan saya pun menitipkan doa ke Yatim Mandiri supaya orang tersebut dapat melunasi hutangnya kepada suami saya. Dan akhirnya tak beberapa lama, rupanya doa tersebut dikabulkan oleh Allah. “Syukur Alhamdulillah, selang tiga minggu kemudian orang tersebut datang kerumah saya untuk melunasi semua hutang-hutangnya kepada suami saya,” ujarnya.
Untuk itu, kedepannya nanti Yussyta Aini Sudiarti pun insyaallah berencana untuk menambah lagi anak asuh melalui program Orang Tua Asuh. “Serta saya ingin mengembangkan lagi usaha salon, rias pengantin dan gallery ini,” ujarnya mengakhiri.(bam)
Rihat
Pentingnya Berzakat Melalui Lembaga Zakat
Zakat merupakan perintah didalam Al-Quran yang disertai dengan penyebutan delapan penerimanya yang mengharuskan adanya institusi Amil didalamnya. Sehingga pelaksanaan ibadah zakat juga dikaitkan dengan pengelola zakat (amil). Kesempurnaan penunaian zakat, hanyalah dimungkinkan dengan pelibatan pengelola zakat (secara kelembagaan). Itulah inti materi yang disampaikan oleh Ahmad Juwaini, Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa Republika, dengan tema Manajemen Lembaga Zakat Modern, pada kuliah Ekonomi Zakat dan Wakaf, di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya, pada Rabo (5/11).
Menurutnya, ada banyak alasan mengapa zakat perlu ditunaikan melalui lembaga, diantaranya yaitu:
- Kalau setiap muzakki membayarkan zakat melalui lembaga, maka akan dapat dikikis sikap egoisme muzakki, yang seolah memandang harta zakat adalah miliknya semata.
- Dengan penyaluran zakat melalui lembaga, maka tidak akan terjadi proses perendahan mustahik. Karena mustahik tidak secara langsung berhubungan dengan muzakki.
- Jika zakat diserahkan langsung oleh muzakki kepada individu mustahik, maka tidak dapat dicapai pemerataan, keadilan dan ketepatan sasaran.
- sudah menjadi fitrah manusia, apabila mengamanahkan dana besar akan melalui lembaga, bukan kepada perorangan. Karena yang kemudian muncul adalah rasa ketidakadilan masyarakat manakala dana besar diberikan kepada satu atau dua orang saja.
- Kalau tidak dikelola (melalui lembaga), maka potensi zakat yang besar tidak dapat dimobilisasi dan didayagunakan untuk keperluan strategis umat. Berapapun jumlah zakat yang dibayarkan oleh setiap individu, muzakki, tetaplah jumlahnya terbatas. Jika jumlahnya mau diperbesar, dioptimalkan dan disinergikan, maka haruslah dilakukan pengelolaan melalui lembaga.
Masih menurut Ahmad Juwaini, bahwa zakat adalah ibadah Maalihyah Ijtima;iyyah, yang memiliki peran dan hikmah yang sangat banyak, antara lain adalah sebagai berikut:
- Sebagai perwujudan iman kepada Allah SWT, menysukuri nikmat-Nya, menumbuhkan akhlak mulia dengan memiliki rasa kepedulian yang tinggi, menghilangkan sifat kikir dan rakus, menumbuhkan ketenangan hidup, sekaligus mengembangkan dan mensucikan harta yang dimiliki (QS. 9:103, QS. 30:39, QS.14:7)
- Karena zakat adalah hak dari mustahik, maka berfungsi untuk menolong, membantu dan membina masyarakat, kearah kehidupan yang lebih baik dan lebih sejahterah, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan layak dan dapat beribadah kepada Allah SWT.
- Sebagai pilar jama’I antara kelompok aghniya yang berkecukupan hidupnya, dengan para mujahid yang waktunya sepenuhnya untuk berjuang dijalan Allah, sehingga tidak memiliki waktu yang cukup untuk berusaha bagi kepentingan nafkah diri dan keluarganya.(QS. 2:273). Zakat merupakan salah satu bentuk pengejawantahan perintah Allah SWT untuk senantiasa melakukan tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa.(QS.Al-Maidah:2)
- Hampir semua ulama sepakat bahwa orang yang menuntut ilmu berhak menerima zakat atas nama golongan fakir dan miskin maupun sabilillah.
- Zakat adalah ibadah yang harus dikeluarkan dari harta yang bersih, bukan dari harta yang berasal dari yang haram atau didapatkan dari cara yang tidak halal.
- Zakat juga merupakan institusi yang komprehensif untuk distribusi harta, karena hal ini menyangkut harta setiap muslim secara praktis, saat hartanya telah sampai atau melewati nishab. Akumulasi harta ditangan seseorang atau sekelompok orang kaya saja, secara tegas dilarang Allah SWT.(QS. 59:7).
- Zakat yang dikelola dengan baik, akan mampu membuka lapangan kerja dan usaha yang luas, sekaligus penguasaan asset-aset oleh umat Islam.(bam)
Yatim Mandiri
Tetap Jalin Kerjasama Dengan Panti Asuhan di Surabaya
Pada Selasa (21/10), Yatim Mandiri Cabang Surabaya mengadakan kunjungan ke Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah II Kebonsari-Surabaya, Jalan Kebonsari Baru 36A
Menurut Mutrofin, kunjungan tersebut selain bertujuan silahturahim ke panti asuhan-panti asuhan yang ada di
Sementara itu, Hj Nur Cholillah menyampaikan terima kasih atas bantuan dan informasi yang diberikan Yatim Mandiri kepada Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah II. “Semoga amal baik para donatur Yatim Mandiri dapat diterima oleh Allah,” kata Nur Cholillah. Acara tersebut ditutup dengan pemberian bantuan uang saku sekolah anak yatim yang diterima langsung Nur Cholillah.(bam)
Rihat
Kepintaran Menyelamatkan Dari Maut
Suatu hari Khalifah Abdul Malik bin Marwan mengadili seseorang dengan dakwaan terlibat dalam kelompok yang ingin mengadakan kudeta terhadap Khalifah.
Khalifah memerintahkan, “Penggal Lehernya!”
Orang itu berkata, “Saya tidak menyangka bahwa ini adalah balasan yang saya terima dari anda.”
Khalifah berkata, “Balasan apa yang kamu harapkan atas kejahatan yang telah kamu lakukan?”
Orang itu menjawab, “Demi Allah! Saya tidak bergabung dengan orang-orang yang akan mengadakan kudeta terhadap anda, kecuali hanya demi kebaikan anda. Sesungguhnya saya adalah pembawa sial. Setiap kelompok yang saya ikuti pasti kalah, dan telah terbukti bukan perkataan saya.”
Jawaban itu membuat Khafilah tertawa lalu membebaskannya. (bam dari Humor Orang Cerdik & Bijak, Abdurrahman Bakar, hal:114)
Konsultasi Kesehatan
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Dengan ini saya mohon nasihat dokter. Saya punya teman yang keluarganya seperti berikut: Anik dan Bastian, keduanya bersaudara. Anik mempunyai 3 anak, yakni: Cakra, Dedi, dan Endah. Yang Dedi mempunyai sakit jiwa. Sedangkan Bastian mempunyai cucu (dari anak perempuannya) bernama: Fitri, Gina, dan Heri. Yang Heri mempunyai sakit jiwa.
Jadi, yang sakit jiwa adalah anak laki-laki dari dua orang ibu. Pertanyaan saya: Adakah kemungkinan anak cucu Gina akan sakit jiwa?
Atas nasihat dokter saya ucapkan terima kasih.
Wassalam
Donatur
Sidoarjo
Jawaban
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Donatur di Sidoarjo yang saya hormati. Masalah sakit jiwa memang cukup rumit. Banyak ditanyakan apakah sakit jiwa adalah sakit keturunan?
Jawabannya antara ya dan tidak. Tetapi sangat tergantung dari kematangan emosi dan keadaan lingkungan terutama adalah lingkungan keluarga inti yaitu ayah, ibu dan saudara-saudara sekandung.
Memang jika ada keluarga yang sedarah mempunyai sakit jiwa, maka dikeluarga tersebut lebih rentan untuk terjadinya kelainan jiwa daripada keluarga lain yang disilsilahnya tidak ada yang sakit jiwa.
Tetapi tidak selalu anak atau cucu dari orang yang sakit jiwa, akan jadi sakit jiwa juga. Semua tergantung dari lingkungan yang ada, tingkat stress yang dihadapi dan bagaimana kita menghadapi stress tersebut.
Oleh karena itu peran orang tua sangat-sangat penting untuk mengamati perilaku anak sejak dini. Jangan remehkan perilaku yang agak lain walau sekecil apapun pada anak-anak kita. Bimbinglah dengan baik dan yang terutama adalah pendidikan agama sedini mungkin.
Tekankan pada anak kita seberat apapun masalah kita, asal kita berusaha sekuat tenaga dan selalu mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa pasti ada jalan keluar.
Jadi sebenarnya sakit jiwa bisa dicegah, dengan cara orang tua tetap mengamati dan membimbing anak-anak dalam segala hal, kesulitan di sekolah, kesulitan pergaulan, dan lain-lain. Juga mengamati lingkungan teman-teman dari anak-anak kita.
Jadi apakah anak-cucu Gina akan bisa terkena sakit jiwa, jawabnya bisa ya bisa tidak. Kuncinya ada pada orangtua untuk selalu dekat dengan anak dan membantu anak. Jangan hanya menyalahkan anak-anak. Kalau tidak ranking disekolah dimarahi, kalau tidak dapat nilai 9-10 ibu marah-marah.
Bagaimana anak tidak stress? Dari hal-hal kecil ini akan berkembang jiwa anak tersebut. Justru kita harus menghargai hasil jerih payah anak-anak kita, jika belum berhasil, hiburlah. Dengan begitu anak merasa dihargai tidak diremehkan.
Bagaimana kalau sejak bayi sudah menunjukkan gejala kelainan jiwa? Tetap saja ada jalan keluar.
Kalau sangat kesulitan ada psychiater/dokter ahli jiwa yang akan membantu sehingga sakitnya tidak makin parah. Dan malah bisa sembuh. Demikian jawaban saya. Semoga bermanfaat! Wassalamualaikum Wr. Wb. Ibu Sri Redjeki.
Subhanallah
Cairan Ajaib: Air Susu Ibu
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman, 31:14)
Air susu ibu (ASI) adalah sebuah cairan tanpa tanding ciptaan Allah untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. Keseimbangan zat-zat gizi dalam air susu ibu berada pada tingkat terbaik dan air susunya memiliki bentuk paling baik bagi tubuh bayi yang masih muda. Pada saat yang sama, ASI juga sangat kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf. Makanan-makanan tiruan untuk bayi yang diramu menggunakan tekhnologi masa kini tidak mampu menandingi keunggulan makanan ajaib ini. Daftar manfaat ASI bagi bayi selalu bertambah setiap hari.
Penelitian menunjukkan, bayi yang diberi ASI secara khusus terlindung dari serangan penyakit sistem pernapasan dan pencernaan. Hal itu disebabkan zat-zat kekebalan tubuh di dalam ASI memberikan perlindungan langsung melawan serangan penyakit. Sifat lain dari ASI yang juga memberikan perlindungan terhadap penyakit adalah penyediaan lingkungan yang ramah bagi bakteri ”menguntungkan” yang disebut ”flora normal”. Tambahan lagi, telah dibuktikan pula bahwa terdapat unsur-unsur di dalam ASI yang dapat membentuk sistem kekebalan melawan penyakit-penyakit menular dan membantunya agar bekerja dengan benar.
Karena telah diramu secara istimewa, ASI merupakan makanan yang paling mudah dicerna bayi. Meskipun sangat kaya akan zat gizi, ASI sangat mudah dicerna sistem pencernaan bayi yang masih rentan. Karena itulah bayi mengeluarkan lebih sedikit energi dalam mencerna ASI, sehingga ia dapat menggunakan energi selebihnya untuk kegiatan tubuh lainnya, pertumbuhan dan perkembahan organ. Air susu ibu yang memiliki bayi prematur mengandung lebih banyak zat lemak, protein, natrium, klorida, dan besi untuk memenuhi kebutuhan bayi. Bahkan telah dibuktikan bahwa fungsi mata bayi berkembang lebih baik pada bayi-bayi prematur yang diberi ASI dan mereka memperlihatkan kecakapan yang lebih baik dalam tes kecerdasan.
Salah satu hal yang menyebabkan ASI sangat dibutuhkan bagi perkembangan bayi yang baru lahir adalah kandungan minyak omega-3 asam linoleat alfa. Selain sebagai zat penting bagi otak dan retina manusia, minyak tersebut juga sangat penting bagi bayi yang baru lahir. Omega-3 secara khusus sangat penting selama masa kehamilan dan pada tahap-tahap awal usia bayi yang dengannya otak dan sarafnya berkembang secara nomal.
Selanjutnya, penelitian yang dilakukan para ilmuwan Universitas Bristol mengungkap bahwa di antara manfaat ASI jangka panjang adalah dampak baiknya terhadap tekanan darah, yang dengannya tingkat bahaya serangan jantung dapat dikurangi. Selain itu, kelompok penelitian yang dipimpin Dr. Lisa Martin, dari Pusat Kedokteran Rumah Sakit Anak Cincinnati di Amerika Serikat, menyatakan, hormon-hormon yang didapatkan semasa bayi melalui ASI mengurangi resiko penyakit-penyakit seperti kelebihan berat badan, diabetes jenis 2 dan kekebalan terhadap insulin, dan penyakit pada pembuluh nadi utama jantung.
Fakta Tentang ASI
Fakta tentang ASI tidak berhenti hanya sampai di sini. Peran penting yang dimainkannya terhadap kesehatan bayi berubah seiring dengan tahapan-tahapan yang dilalui bayi dan jenis zat-zat makanan yang dibutuhkan pada tahapan tertentu. Kandungan ASI berubah guna memenuhi kebutuhan yang sangat khusus ini. ASI, yang selalu siap setiap saat dan selalu berada pada suhu yang paling sesuai, memainkan peran utama dalam perkembangan otak karena gula dan lemak yang dikandungnya.
Di samping itu, unsur-unsur seperti kalsium yang dimilikinya berperan besar dalam perkembangan tulang-tulang bayi. Meskipun disebut sebagai susu, cairan ajaib ini sebenarnya sebagian besarnya tersusun atas air. Ini adalah ciri terpenting, sebab selain makanan, bayi juga membutuhkan cairan dalam bentuk air. Keadaan yang benar-benar bersih dan sehat mungkin tidak bisa dimunculkan pada air atau bahan makanan, selain pada ASI. Namun ASI (sedikitnya 90% adalah air), memenuhi kebutuhan bayi akan air dalam cara yang paling bersih dan sehat.
ASI dan Kecerdasan
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan otak pada bayi yang diberi ASI lebih baik daripada bayi lain. Penelitian pembandingan terhadap bayi yang diberi ASI dengan bayi yang diberi susu buatan pabrik oleh James W. Anderson – seorang ahli dari Universitas Kentucky – membuktikan bahwa IQ [tingkat kecerdasan] bayi yang diberi ASI lebih tinggi 5 angka daripada bayi lainnya. Berdasarkan hasil penelitian ini ditetapkan bahwa ASI yang diberikan hingga 6 bulan bermanfaat bagi kecerdasan bayi, dan anak yang disusui kurang dari 8 minggu tidak memberikan manfaat pada IQ. Selain itu, ASI juga melindungi bayi terhadap kanker. Ketika sebuah protein ASI membunuh sel-sel tumor yang telah ditumbuhkan di dalam laboratorium tanpa merusak sel yang sehat mana pun, para peneliti menyatakan bahwa sebuah potensi besar telah muncul.
Catharina Svanborg, Profesor imunologi klinis di Universitas
Karunia Allah
Ciri menakjubkan lain dari ASI adalah fakta bahwa ASI sangat bermanfaat bagi bayi apabila disusui selama dua tahun. Seperti yang telah diwahyukan oleh Allah empat belas abad silam didalam ayat-Nya: ”
Sang ibu bukanlah yang memutuskan untuk membuat ASI, sumber zat makanan terbaik bagi bayi yang lemah yang memerlukan makanan di dalam tubuhnya. Sang ibu bukan pula yang menentukan beragam kadar gizi yang dikandung ASI. Allah Yang Mahakuasa-lah, Yang mengetahui kebutuhan setiap makhluk hidup dan memperlihatkan kasih sayang kepadanya, Yang menciptakan ASI untuk bayi di dalam tubuh sang ibu. (bam dari HarunYahya.com)
Potret
Panti Asuhan Hikmatul Hayat Kabupaten Tulungagung
Fasilitas Untuk Anak Asuh Yang Serba Terbatas
Meskipun dengan kondisi bangunan dan fasilitas yang sangat sederhana, tetapi Panti Asuhan Hikmatul Hayat yang terletak di Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung ini bertekad untuk tetap membina dan mendidik anak-anak yatim yang ada di wilayah Tulungagung dan sekitarnya. Panti asuhan ini berdirinya diawali dengan pembangunan gedung MWCNU Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Menurut Zaenul Vhunaisi, pengurus Panti Asuhan HIkmatul Hayat, MWCNU Sumbergempol kemudian membentuk sebuah yayasan.
“Yayasan tersebut bernama Hikmatul Hayat yang mengelola Panti Asuhan Hikmatul Hayat, dan resmi berdiri pada tahun 2004,” jelas Zaenul Vhunaisi ketika diwawancarai MAYA pada Kamis (6/11). Pada tahun 2004 tersebut, jumlah anak asuh yang ada di Panti Asuhan Hikamtul Hayat tercatat 17 anak. “Kebanyakkan mereka berasal dari daerah Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung saja,” lanjut pria yang di pengurusan Panti Asuhan Hikmatul Hayat ini menjabat Sekretaris.
Kemudian lambat laun jumlah anak asuh yang ada di Panti Asuhan Hikmatul Hayat ini bertambah hingga sekarang menjadi 38 anak asuh. Mereka tidak hanya berasal dari daerah Sumbergempol saja, tetapi juga ada berasal dari wilayah
Masih menurut Zaenul Vhunaisi, ketika jumlah anak asuhnya yang semakin bertambah banyak, pihak pengurus Panti Asuhan Hikmatul Hayat memutuskan sejak tahun 2007 lalu, untuk merenovasi bangunan panti. Yakni dengan meningkat bangunan panti yang sudah ada. “Memang awalnya lantai 1 yang terdiri dari dua kamar, sudah tidak mampu lagi menampung anak asuh sebanyak 38. Jadi kami menambah satu lantai lagi, dan hingga saat ini dana renovasi tersebut sudah habis lebih dari Rp 100 Juta. Itupun kondisi lantai duanya masih sangat sederhana sekali,” jelas pria kelahiran Tuluangagung pada tanggal 21 Desember 1980 ini.
Tetapi meskipun begitu, kondisi lantai dua bangunan panti tersebut masih sangat terbatas, karena masih belum dilengkapi pintu dan jendela. Selain itu juga fasilitas untuk anak-anak asuh tidur pun juga sangat memprihatinkan. Mereka tidur dengan beralaskan karpet yang sudah usang, sebab Panti Asuhan Hikmatul Hayat ini tidak mempunyai kasur. “Saya terkadang merasa kasihan juga kepada anak-anak dengan kondisi tempat tidur mereka yang sangat sederhana tersebut,” kata Zaenul Vhunaisi.
Selain itu, fasilitas belajar para anak asuh juga masih sangat terbatas sekali. Ditambah lagi dengan tidak dilengkapinya fasilitas kamar mandi di Panti Asuhan Hikmatul Hayat ini. “Sehingga kamar mandinya untuk anak asuh putra masih menumpang di masjid. Sedangkan untuk anak asuh putri, masih numpang di salah satu rumah pengurus panti asuhan,” sambungnya.
Sementara itu sumber dana Panti Asuhan Hikmatul Hayat ini berasal dari sumbangan dari masyarakat. “Dana terbesar memang berasal dari sumbangan masyarakat yang kebetulan lewat maupun yang berkunjung ke panti ini. Seperti pada bulan Ramadhan kemarin, yang dalam sebulan kami bisa mendapat sekitar Rp 15 juta. Hal ini dikarenakan letak Panti Asuhan Hikmatul Hayat yang sangat strategis. Yakni dipinggir jalan raya propensi,” jelas Zaenul Vhunaisi. Selain itu juga ada dana sumbangan rutin dari para pengurus panti yang kebetulan juga pengurus MWCNU Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. “Mereka tiap bulan secara rutin memberikan sumbangan seikhlasnya ke Panti Asuhan Hikmatul Hayat,” lanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar