Staff Khusus Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI
Solusi Ditengah Krisis
Krisis ekonomi global yang sekarang melanda perusahaan-perusahaan dalam negeri yang mengakibatkan gelombang PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) massal para buruh tak dapat dihindari. Untuk itu, semua orang sekarang ini harus siap menghadapi kemungkinan yang terburuk, yakni terkena PHK. Dan solusi untuk mengatasinya hanyalah ada pada diri manusia itu sendiri, salah satunya dengan mengembangkan daya kreatifitas yang dimilikinya, serta berusaha untuk membuka sendiri lapangan pekerjaan.
Itulah yang diungkapkan oleh Dra Pinky Saptandari MA, Staff Khusus Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia, tentang solusi setelah terkena PHK massal akibat krisis ekonomi, kepada MAYA pada Sabtu (13/12), bertempat di Gedung Pascasarjana UNAIR Surabaya.
Menurut Pinky Saptandari, krisis ekonomi global yang sekarang sedang melanda dunia kalau ditelusuri adalah akibat dari ulah keserakahan manusia. “Dari kasus ini dapat ditarik kesimpulan bahwa uang itu adalah sebuah ilusi. Uang memang berguna, tetapi saat ini yang terjadi, seolah-olah manusia malah menghamba kepada uang tersebut, dalam arti uang adalah segala-galanya. Uang yang seharusnya dapat mensejahterahkan, tapi malah mensengsarakan. Yang ironis adalah orang-orang yang sebetulnya tidak terlibat dalam keserakahan-keserakahan itu, tetapi malah harus menanggung akibat dari keserakahan tersebut,” ujar dosen Departemen Antropologi FISIP UNAIR
“Dan yang mengerikan lagi adalah sense of crisis masyarakat kita hampir tidak ada sama sekali. Orang masih tetap bersikap konsumtif. Mereka masih senang shoping ke Mall, berlibur keluar negeri. Meskipun okey, itu uang mereka sendiri, tetapi harus dilihat sejauh mana orang itu membelanjakan uang tersebut untuk sebuah kebutuhan yang mendesak. Inilah salah satu tanda bahwa masyarakat kita tidak mempunyai sense of crisis dalam menghadapi krisis ekonomi tersebut,” lanjutnya.
Untuk itu harus ada perubahan mindset yang luar biasa dan itu harus dengan komitmen yang sungguh-sungguh untuk ‘mengetatkan ikat pinggang’ mulai saat ini. “Okey, dalam kondisi apapun orang miskin dan kaya sama-sama susahnya sekarang, tetapi tentu susahnya orang miskin dengan yang kaya tentu berbeda. Mungkin orang kaya susahnya paling-paling harus menurunkan standart saja, misalnya dari liburan ke Amerika menjadi hanya ke Singapura. Tetapi bagaimana dengan orang miskin, they have nothing. Mereka tidak punya sesuatu, bahkan sering kali tidak punya pilihan. Maka untuk membangun sense of crisis adalah semua komponen bangsa harus bersatu menghadapi bersama-sama dengan bijaksana,” jelas perempuan kelahiran
Karena akibat dari PHK masal nantinya adalah banyaknya pengangguran, baik yang kentara maupun tidak kentara. Yang berarti angka kriminalitas akan meningkat. “Antara lain crime didalam keluarga, yakni kekerasan didalam rumah tangga meningkat akibat banyak orang stress karena di PHK. Dan yang paling mengerikan adalah banyak terjadi kasus trafficking, penjualan anak dan perempuan, karena perempuan dan anak itu adalah ‘solusi’ cepat dalam mengatasi kondisi kemiskinan. Contohnya, seseorang yang memiliki hutang tinggi biasanya dapat diampuni oleh si penghutang dengan syarat menyerahkan anak gadisnya, inilah yang disebut trafficking. Ini yang seharusnya sudah menjadi pemikiran jangka panjang yang harus segera dieliminasi atau dicegah,” urainya.
Kalaupun terkena PHK, menurut Pinky Saptandari, seseorang tidak lantas harus putus asa dan stress. Karena seseorang itu harus bisa mengeluarkan segala daya kreatifitas, keahlian dan kemampuannya untuk membuka sendiri lapangan pekerjaan. “Biasa orang yang terkena PHK, kalau orang tersebut memiliki daya kreatifitas yang tinggi, maka dia tidak akan mudah stress. Bahwa kita harus mengembangkan potensi yang kita miliki itu menjadi sesuatu yang punya nilai. Karena dengan memiliki daya kreatifitas atau mengembangkan diri, ia akan bisa mengatasinya. Kita harus merubah mindset, yakni yang selama ini kita mentalnya pencari kerja atau pekerja yang pasif, maka harus diubah dengan mental yang kreatif. Kreatifitas mengolah limbah, kreatif seni atau kreatifitas apa saja yang bisa dikembangkan,” tegas Pingky Saptandari.
Misalnya, setelah menerima uang pesangon karena di PHK, uang tersebut harus dijadikan sebagai modal usaha. Yakni untuk modal berjualan makanan, kue, membuat kerajinan khas daerahnya masing-masing dan lain sebagainya. “Seperti misalnya orang pergi kesuatu daerah, pasti pulangnya selalu bawa oleh-oleh khas daerah tersebut, contohnya Empek-empek
“Ini waktunya kita merenungkan kembali tentang prilaku kita sebagai manusia tentang harkat dan martabat kita, tentang kemanusiaan kita. Hilangkan pemikiran bangga memiliki usaha yang besar, padahal usaha besar tentu resiko jatuhnya juga besar. Justru berbanggalah memiliki usaha yang mikro, atau kecil-kecilan, karena kalaupun jatuh tidak terlalu besar ruginya,” lanjutnya.
Selain itu juga perbanyak mengikuti kursus-kursus keterampilan yang bersertifikat. Seperti kursus computer, memasak, membuat kue, menjahit, pertukangan, spa, merias dan lain-lainnya. “Hal ini bertujuan agar memiliki skill dalam membuka lapangan pekerjaan sendiri atau membuka usaha sendiri,” ujarnya mengakhiri.(bam)
Berkah
Saimin
Staff Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan
Badan Ketahanan Pangan Propensi Jatim
Pelanggan Susu Sehatnya Bertambah Banyak
Karena kegemarannya yang selalu beramal kepada anak-anak yatim, ia pun mengaku mendapatkan banyak berkah dari Allah. Yakni selain diberikan kelancaran rejeki dan kesehatan, juga Allah telah memberinya berkah kelancaran usahanya.
Pria bernama Saimin, kelahiran Nganjuk pada tanggal 24 Oktober 1968 ini memang sudah sejak lama memiliki kegemaran untuk berbuat amal atau bersedekah kepada orang-orang yang tidak mampu terutama anak-anak yatim. Karena itulah, ketika diajak sang istri untuk bergabung menjadi donatur bagi anak-anak yatim melalui Yatim Mandiri, ia pun langsung setuju. “Sebenranya proses masuk ikut menjadi donator di Yatim Mandiri itu berkat istri saya. Karena ia tahu kalau saya itu sangat senang sekali beramal atau bersedekah kepada orang yang kurang mampu, lantas istri saya membawakan majalah yatim untuk saya baca terlebih dahulu,” ujar Saimin ketika ditemui MAYA pada Rabo (3/12) di kantornya Badan Ketahanan Pangan Propensi Jawa Timur, Jalan Gayung Kebonsari No 173 Surabaya.
Setelah membaca-baca isi dari Majalah Yatim serta program-program dari Yatim Mandiri, Saimin pun lantas mengaku tertarik dengan Program Orang Tua Asuh. “Terutama saya tertarik untuk ikut serta, ketika membaca program orang tua asuh yang ada di yatim mandiri. Dari situlah, alhamdulillah sekitar 7 bulan yang lalu saya putuskan untuk mengikuti program orang tua asuh di yatim mandiri dengan mengangkat anak asuh sebanyak dua anak tingkat sekolah dasar,” tegas pria yang menjabat Staff Ketersediaan dan Distribusi Pangan.
Tak hanya itu, dibulan berikutnya Saimin pun menambah dua anak asuh lagi, sehingga menjadi empat anak asuh. “Dan alhamdulillah, karena saya diberikan lagi Allah rejeki maka saya mengangkat lagi 4 anak asuh sehingga total hingga saat ini saya ikut program orang tua asuh di yatim mandiri telah mengangkat 8 anak asuh,” kata bapak dua anak ini sembari tersenyum ramah.
Selain itu, masih menurut Saimin, ia lebih memilih ke Yatim Mandiri karena donasi dari para donaturnya benar-benar disalurkan untuk anak-anak yatim. “Karena di Yatim Mandiri adalah sebuah lembaga yang memang khusus atau fokus menyalurkan dana sumbangan dari donaturnya untuk membantu anak-anak yatim. Dan di Yatim Mandiri inilah saya bisa menemukan apa keinginan saya tersebut. Sehingga saya benar-benar percaya kepada Yatim Mandiri ini untuk mengelola dana dari donaturnya guna membantu anak-anak yatim tersebut,” tegasnya.
Saimin pun juga menegaskan bahwa sebagian dari rejeki yang didapat adalah merupakan hak anak-anak yatim. “Dan saya percaya bahwa rejeki itu bukan milik saya semuanya, sebagian itu adalah milik anak-anak yatim. Karena itu saya sangat senang sekali untuk beramal atau bersedekah kepada anak-anak yatim yang kurang mampu,” terang Saimin.
Dan ia yakin dengan banyak beramal atau bersedekah, maka Allah akan memberikan banyak balasan, yakni berupa berkah. Diantaranya, Saimin mengaku mendapatkan berkah kelancaran rejeki dari Allah. “Saya juga diberikan kesehatan selalu oleh Allah, serta keluarga saya juga diberikan kesehatan. Meskipun sakit, itupun sakitnya yang ringan-ringan saja dan masih bisa teratasi. Kemudian bagi saya, bersedekah itu seperti ada kenikmatan tersendiri,” ujarnya.
Selain itu, berkah lain yang ia terima yakni diberikan Allah kelancaran dan kemudahan dalam menjalankan usahanya memasarkan sebuah produk susu sehat bermerek Naco. “Memang sejak bulan November 2007 yang lalu, saya selain bekerja di Badan Ketahanan Pangan Propensi Jatim juga ikut multi level marketing dengan memasarkan sebuah produk susu sehat Naco,” terang Saimin.
Dan setelah bergabung menjadi donatur bagi anak-anak yatim melalui Yatim Mandiri, Saimin mengaku usahanya tersebut berkembang sangat pesat dan jumlah member atau pelanggannya bertambah banyak. “Syukur alhamdulillah, hingga saat ini jumlah member atau pelanggan saya tercatat 200 orang. Alhamdulillah, saya pun lantas mendapatkan banyak bonus dari memasarkan produk tersebut. Dari sinilah saya percaya bahwa Allah telah memberikan berkah kelancaran usaha saya tersebut, untuk itu sebagian bonus-bonus yang saya dapatkan tersebut saya sisihkan untuk membantu anak-anak yatim melalui Yatim Mandiri,” terang Saimin.
Untuk itu kedepannya nanti Saimin berharap ingin terus meningkatkan amal atau sedekahnya, baik itu dari jumlah ataupun kerutinitasnya ke Yatim Mandiri untuk digunakan membantu anak-anak yatim yang kurang mampu. “Serta saya mudah-mudahan diberikan rahmat, berkah dan barokah, umur panjang dan keluarga yang sehat-sehat oleh Allah,” ujarnya mengakhiri.(bam)
Potret
Panti Asuhan Al-Ikhlash Purboyo Sidoarjo
Senang Menjadi Mitra Yatim Mandiri
Sejak menjalin mitra dengan Yatim Mandiri, Panti Asuhan Al-Ikhlash Purboyo merasa sangat terbantu dalam usahanya memajukan panti serta membantu pendidikan para anak asuhnya.
Seperti yang diungkapkan Achmad Zainuddin, pengasuh Panti Asuhan Al-Ikhlash Purboyo, bahwa panti yang diasuhnya mulai bergabung dengan Yatim Mandiri sejak akhir 2006 yang lalu. “Waktu itu, kami langsung mendapat Bantuan Dana Pendidikan (BDP) dari Yatim Mandiri, dan alhamdulillah BDP tersebut kami terima secara rutin hingga sekarang,” ujar Achmad Zainuddin ketika ditemui MAYA pada Kamis (4/12) di Panti Asuhan Al-Ikhlash Purboyo.
Selain Dana Bantuan Pendidikan, panti tersebut juga mendapatkan bantuan dana buka puasa Ramadhan. “Dan kami juga pernah menerima sumbangan dari Yatim Mandiri berupa sepatu dan sandal sebanyak beberapa dos, terus bantuan gizi dan sumbangan hewan qurban setiap tahunnya dari Yatim Mandiri,” terang pria kelahiran Sidoarjo pada tanggal 1 Januari 1969 ini.
Achmad Zainuddin sangat senang bermitra dengan Yatim Mandiri, karena selain membantu perkembangan Panti Asuhan Al-Ikhlash Purboyo, juga manfaatnya sangat besar bagi anak-anak asuhnya. “Dan lagi yatim mandiri sangat membantu kami dalam membina dan mendidik anak-anak asuh serta mengembangkan panti asuhan kami ini. Dan kami merasa senang juga dengan semua program-program yang ada di yatim mandiri itu, karena bertujuan untuk membantu panti asuhan terutama anak-anak asuhnya, yang jelas kita semakin termotivasi dalam membina anak-anak. Yang jelas, semua bantuan dari Yatim Mandiri tersebut langsung diterima oleh anak-anak asuh kami,” kata Achmad Zainuddin ramah.
Masih menurut Achmad Zainuddin, sebelum mendirikan panti, para pengurus Yayasan Al-Ikhlash Purboyo tersebut awalnya hanya menyantuni anak-anak yatim yang kurang mampu di wilayah Balongbendo, Sidoarjo. “Karena kami merasa kurang kalau hanya menyantuni saja, lantas pada tahun 1999 para pengurus mendirikan Panti Asuhan Al-Ikhlash Purboyo yang terletak di Desa Suwaluh, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. Tujuannya selain menyantuni sekaligus juga menampung dan membina anak-anak yatim tersebut,” jelasnya. Di panti tersebut sekarang telah memiliki sekitar 40 anak asuh, sementara yang tinggal diasrama sebanyak 10 anak asuh.
Sementara itu dana operasional Panti Asuhan Al-Ikhlash Purboyo tersebut berasal dari sumbangan para pengurus panti maupun pengurus yayasan. “Karena memang selama panti ini berdiri hingga sekarang, kami tidak mempunyai donatur tetap. Kami hanya mengandalkan sumbangan dari pengurus tadi. Padahal untuk biaya operasional panti asuhan ini selama sebulan bisa menelan dana sekitar Rp 6 Juta. Tetapi kalau ada masyarakat yang ingin menyumbang, kami akan sangat berterima kasih sekali. Tetapi sekali lagi syukur alhamdulillah, semua kebutuhan panti dan anak-anak telah tercukupi,” paparnya.
Sedangkan untuk saat ini, menurut Achmad Zainuddin, Panti Asuhan Al-Ikhlash Purboyo, sedang membangun asrama bagi anak asuhnya. Pasalnya, asrama yang lama dirasa kurang layak untuk tempat istirahat bagi anak-anak asuh tersebut. “Selain itu, asrama anak-anak yang sekarang kondisinya sangat sederhana sekali. Makanya agar anak-anak asuh tersebut bisa istirahat dengan baik, kami membuat asrama yang insyaallah layak bagi anak-anak,” terangnya.
“Dan dana pembangunan asrama tersebut berasal dari upaya para pengurus panti asuhan ini. Karena kami memang tidak pernah mengajak secara langsung masyarakat untuk ikut menyumbang, tetapi kalau ada masyarakat yang terketuk hatinya dan mau menyumbang langsung, maka kami akan menerimanya. Jadi kami membangunnya secara bertahap, yakni kalau memang waktu itu ada dana ya kami langsung melanjutkan untuk membangunnya sedikit demi sedikit. Yang terpenting, kami membangun panti ini tujuan utamanya adalah untuk kepentingan anak-anak asuh tersebut,” lanjutnya.
Untuk itu, Achmad Zainuddin berharap kedepannya nanti jalinan kerjasama antara Yatim Mandiri dengan Panti Asuhan Al-Ikhlash Purboyo ini dapat terus berlangsung dengan baik. “Dan untuk anak-anak asuh yang ada disini selepas dari panti asuhan ini dapat lebih mandiri dan berguna bagi masyarakat, serta tidak menjadi beban keluarga tetapi harus dapat meringankan beban keluarganya,” katanya mengakhiri.(bam)
Kebersamaan
Laboratorium Klinik Tanjung
Bukti Kepedulian Terhadap Anak Yatim
Dengan semangat ingin membantu anak-anak yatim yang kurang mampu, karyawan Laboratorium Klinik Tanjung pun bergabung menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri.
Seperti yang diungkapkan Eko Meistyananto, karyawan Laboratorium Klinik Tanjung, bahwa awal bergabungnya dengan Yatim Mandiri adalah sejak tahun 2006 yang lalu. “Pada waktu itu Yatim Mandiri belum buka cabang di Pasuruan. Saya pun kontak ke cabang Sidoarjo untuk meminta informasi lengkap tentang Yatim Mandiri. Setelah itu, kami pun diikutkan menjadi donatur di Yatim Mandiri Cabang Sidoarjo. Kemudian pada 2008 yatim mandiri telah membuka kantor cabangnya di pasuruan, jadi secara otomatis, kami pun tidak lagi ikut yang di cabang sidoarjo melainkan langsung ke yatim mandiri cabang pasuruan,” ujar Eko Meistyananto ketika diwawancarai MAYA, Kamis (5/12).
Menurut Eko Meistyananto, kehadiran Yatim Mandiri di Laboratorium Klinik Tanjung yang terletak di Jalan Raya Tanjung NO 15 B, Gempol, Pasuruan ini, direspon positif oleh rekan-rekannya. “Meskipun sedikit banyak memang mereka harus diberikan motivasi tentang pentingnya menyantuni anak-anak yatim. Dan mereka pun dengan ikhlas ikut bergabung membantu anak-anak yatim yang ada dipanti asuhan melalui Yatim Mandiri,” terang pria kelahiran Jepara pada tanggal 17 Mei 1975 ini.
Ditambah lagi peran Majalah Yatim juga sangat besar dalam memberikan pemahaman rekan-rekannya untuk turut peduli terhadap pendidikan anak-anak yatim yang kurang mampu. “Hanya dengan memberikan Majalah Yatim kepada mereka karena lebih mudah untuk dipahami dan isinya lengkap mulai tentang profil lembaga, kegiatannya, sampai pemahaman tentang perlunya menyantuni anak yatim. Dari situlah, insyaallah biasanya rekan-rekan tersebut langsung tertarik untuk turut serta membantu anak-anak yatim melalui Yatim mandiri,” jelas Eko Meistyananto.
“Alhamdulillah, sekarang jumlah donatur di Laboratorium Klinik Tanjung ini sebanyak 17 orang. Itulah bukti bahwa rekan-rekan di Laboratorium Klinik Tanjung ini sangat peduli terhadap nasib dan pendidikan anak-anak yatim yang ada dipanti asuhan – panti asuhan,” lanjutnya.
Selain itu, Eko Meistyananto dan rekan-rekannya lebih percaya menyantuni anak-anak yatim melalui Yatim Mandiri karena yayasan tersebut benar-benar fokus membantu pendidikan anak-anak yatim. “Dari sekian banyak yayasan sejenis, di Yatim Mandiri ini saya melihat benar-benar fokus untuk membantu anak-anak yatim yang tidak mampu hingga mereka bisa hidup lebih mandiri kedepannya nanti. Selain itu, semua program kegiatan di yatim mandiri juga sangat bagus untuk membantu anak yatim,” tegasnya.
Karena itu, kedepannya nanti ia berharap Yatim Mandiri tetap eksis dan keberadaannya di Pasuruan dapat berkembang lagi. “Sehingga bisa lebih memberikan manfaat yang besar bagi anak-anak yatim di Pasuruan untuk bekal hidup mandiri,” ujarnya mengakhiri.(bam)
Berita MEC
Melatih Kemandirian Dengan Memasak
Pada Sabtu (13/12), Kampus MEC mengadakan lomba memasak dalam rangka memperingati hari Raya Idul Adha. Acara yang bertema Gema Idul Adha MEC Yatim Mandiri ini diikuti oleh seluruh mahasiswa MEC. Menurut Maksum Arif, selaku penanggung jawab acara, bahwa lomba memasak ini diadakan untuk melatih kemandirian para mahasiswa MEC, terutama untuk menyalurkan bakat mereka dalam bidang memasak. “Selain itu juga untuk mengisi liburan dan menghilangkan kejenuhan dengan rutinitas perkuliahan, serta meningkatkan suplemen gizi mereka. Dan acara ini adalah tradisi tahunan yang diadakan oleh Kampus MEC setiap hari raya Idul Adha,” terang Maksum Arif ketika ditemui MAYA Sabtu (13/12), di Kampus MEC.
“Sedangkan hikmah yang dapat diambil dari lomba memasak ini adalah agar mereka bisa merasakan sendiri tentang proses memasak yang demikian rumit dan melelahkan, agar mereka yang biasanya tinggal makan tanpa harus memasak terlebih dahulu, bisa lebih menghargai makanan tersebut,” lanjutnya.
Acara tersebut menampilkan aneka macam masakan yang semuanya berbahan daging kambing, diantaranya adalah nasi goring crispy, sup kambing liar, nasi kebuli, gule, sate kambing baker, kambing tusuk dan lain-lainnya.(bam)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar