Meskipun panti asuhan ini kondisinya serba terbatas, tetapi semangat para pengurus panti dan anak asuhnya untuk tetap survive sangat membanggakan. Itulah yang terlihat di Panti Asuhan Yatim Piatu Darussalam.
Panti asuhan yang terletak di Jalan Tegal Mulyorejo Baru nomor 70, Surabaya, siang itu nampak terlihat genangan air dimana-mana, bekas hujan yang mengguyur sesaat sebelum MAYA mengunjungi panti tersebut. Dibeberapa bagian bangunan panti masih terlihat belum jadi. Bahkan, sebagian kamar dipanti tersebut tanpa dilengkapi atap, sehingga nampak terbuka. Sedangkan bagian lainnya yang dilengkapi atap dan keramik adalah bagian ruangan kantor yang terletak paling depan, ruangan untuk belajar dan ruangan tempat para anak asuh tidur.
Panti Asuhan yang beroperasi sejak 6 September 1993 ini merupakan milik Yayasan Ulul Albab yang waktu itu diketuai Bapak Haji Amin Suharto. Oleh Haji Amin Suharto, panti tersebut langsung dinamakan Panti Darussalam. Awalnya, saat pertama kali panti ini berdiri, hanya ada
Meskipun dengan kondisi bangunan yang belum seratus persen rampung, tetapi semangat Khoirul Anam dan istrinya untuk tetap mengabdi di Panti Asuhan Darussalam, patut diteladani. Menurutnya, kondisi anak asuhnya berbeda dibandingkan dengan anak yang tinggal di pondok pesantren.
“Jelas, pembentukan akhlak anak asuh di panti lebih susah dibandingkan dengan di pondok pesantren. Karena mereka yang ada di panti asuhan itu, seakan-akan tidak membutuhkan keilmuan. Jadi kita sendiri yang harus mengatur, bagaimana mereka bisa mendapatkan keilmuan tersebut,” ujar bapak satu anak ini.
“Karena khan kalau di pondok pesantren para anak asuh itu butuh ingin pintar dan sebagainya. Tetapi kalau di panti itu, menurut saya, tergantung dari kinerja para pengurusnya. Seandainya di panti itu pengurusnya bagus dan bisa mengatur anak asuh, saya kira panti tersebut juga akan bagus,” lanjut Khoirul Anam.
Selain kondisi anak asuh, kondisi fisik bangunan Panti Asuhan Darussalam juga tak kalah pentingnya. Untuk menciptakan suasana yang tentram dan nyaman bagi anak asuh yang tinggal maupun belajar di panti tersebut, jelas masih banyak kekurangannya. “Memang untuk saat ini, beberapa bangunan panti terlihat belum selesai. Keinginan kami sih, bagian-bagian panti yang belum selesai itu, agar secepatnya dapat diselesaikan. Tetapi karena terkendala masalah dana dan sebagainya, kemungkinan besar belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat ini,” kata bapak dari Happy Syahida Al Haq ini.
“Rencana dari yayasan memang mau di deck untuk asrama dan aulanya juga. Sebenarnya dari masyarakat sekitar panti mengusulkan kalau setiap Bulan Ramadhan, sholat tarawihnya diadakan di panti ini. Tetapi karena kendala itu tadi, sampai sekarang keinginan masyarakat tersebut belum terlaksana. Tetapi itu sudah masuk rencana jangka panjang kami,” lanjut Khoirul Anam.
Memang untuk bisa menyelesaikan kondisi fisik bangunan ini, membutuhkan dana yang tidak sedikit, yakni sekitar Rp 200 juta. Untuk itulah, Khoirul Anam berharap banyak uluran tangan dari para donatur lewat YP3IS, untuk menyumbang ataupun membantu kekurangan dana tersebut.
“Harapan kami untuk para donatur, ikutlah membantu meskipun sedikit-demi sedikit, atau mensurvey langsung ke panti ini. Biar orang yang menyumbang itu yakin, kalau kondisi panti Darussalam ini seperti ini,” ujarnya mengakhiri. (bam)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar