Menabung Untuk Membeli Rumah Buat Ibu
Semenjak masih balita, ia sudah menyandang status anak yatim. Karena sang bapak tercinta, Aswar, telah meninggal dunia karena serangan sebuah penyakit. Dan baru menginjak bangku Sekolah Dasar MI Raden Fatah Probolinggo kelas III, gadis bernama lengkap Yusliawati ini, diberitahu sang ibu, Tumyana, bahwa bapaknya telah meninggal dunia.
“Sebenarnya menurut cerita ibu, sewaktu jenazah bapak akan dimasukkan ke liang lahat, saya yang waktu itu masih balita, sempat memanggil bapak tiga kali,” kenang gadis kelahiran Probolinggo, 6 Mei 1988, saat ditemui MAYA di Kampus MEC Pusdiklat YP3IS, Jalan Jambangan 70,
“Baru ketika saya kelas III sekolah dasar, ibu menceritakan kalau bapak sudah meninggal dunia. Saya sempat sedih waktu itu, merasakan sebagai anak yang sudah tidak punya bapak lagi,” lanjut anak tunggal ini sembari membetulkan letak duduknya. Tetapi rasa sedih yang ada dibenaknya itu, malah membuat gadis berjilbab ini semakin terlecut untuk belajar dan sekolah setinggi-tingginya, agar kelak bisa membahagiakan sang ibu.
Pasalnya, kondisi perekonomian keluarganya tergolong kurang mampu. Bapaknya ketika masih hidup, tercatat sebagai pegawai pabrik, sedangkan ibunya hingga saat ini sebagai buruh tani di
Saran tersebut langsung ia setujui, dan seizin sang ibu, di tahun 2000, Yusliawati pun meninggalkan kota kelahirannya Probolinggo guna meneruskan cita-citanya menuntut ilmu dan tinggal di Panti Asuhan Khadijah I, Surabaya. “Saat itu, satu minggu lamanya ibu baru mengizinkan saya untuk pergi ke
Karena baru pertama kali tinggal di panti asuhan, Yusliawati, mengaku sempat susah untuk beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman yang baru. “Saya beberapa minggu pertama tinggal di panti, hampir tiap malam menangis karena kangen dengan ibu di rumah. Tetapi, Alhamdulillah, rasa kangen itu sedikit-demi sedikit bisa saya atasi dengan banyak melakukan aktifitas di Panti Asuhan Khadijah I,” lanjutnya.
Di panti tersebut, Yusliawati menamatkan sekolahnya di tingkat SMP hingga SMA di Khadijah I,
Beberapa waktu kemudian, pihak pengurus Panti Asuhan Khadijah I, memberitahu tentang Pusdiklat YP3IS. Dari situlah Yusliawati mencoba untuk mengikuti tes masuk Pusdiklat Mandiri. Dan syukur Alhamdulillah, ia pun akhirnya diterima menjadi siswi pusdiklat tahun ajaran 2006-2007. Di pusdiklat itulah, Yusliawati mendapatkan berbagai keterampilan yang kelak bisa menjadi bekal untuk siap hidup mandiri.
Bahkan tak hanya itu, gadis murah senyum ini juga bisa melanjutkan pendidikannya ke tingkat universitas, yakni di STIE Syariah pada Oktober 2006, berkat bantuan YP3IS. “Mulai saat itulah, setiap pukul 08.00 sampai 16.00 saya mengabdi di Khadijah I. Dan pukul 18.00 hingga 21.30 saya kuliah di STIE Syariah,” jelasnya ramah.
Hingga akhirnya, Program Pusdiklat YP3IS Periode 2006-2007 pada bulan Juni 2007 resmi berakhir dan masa pengabdian di Khadijah I juga selesai, datang tawaran kerja sebagai staff administrasi di Kampus MEC (Mandiri Entrepreneur Center) milik YP3IS. Tak perlu berpikir lama, tawaran tersebut diambilnya, dan mulai saat itu Yusliawati resmi bekerja sebagai staff administrasi di Kampus MEC tersebut.
“Alhamdulillah, gajinya selain untuk biaya kuliah, yang sekarang masih semester III, juga untuk bayar tempat kost,” jawab gadis yang mempunyai target menikah di usia 25 tahun ini. Tak hanya itu, bahkan Yusliawati mengaku juga bisa menyisihkan sebagian gajinya untuk ditabung. Karena ia yakin, suatu saat nanti jika uang tabungannya sudah banyak, bisa digunakan untuk membeli rumah buat sang ibu.(bam)
Sholat Bisa Mencegah Penyakit Osteoporosis
Bertempat di Auditorium Gedung Indosat, Jalan Kayun 72 Surabaya, YP3IS mengadakan halal bihalal bersama donaturnya, pada Ahad (4/11). Acara yang bertema Pererat Silaturahim Dan Kuatkan Potensi ini, menampilkan pembicara KH. Fahmi Basya Hamdi SSQ (Sains Spiritual Qur’an), yang juga penulis buku One Million Phenomena. Hadir dalam halal bihalal itu, Direktur Penyaluran Dana YP3IS Mohammad Hasyim, Direktur Pengembangan Dana YP3IS Yusuf Zain SPd, Ketua BKSPAIS Drs HM Molik, Ketua Forum Donatur YP3IS Tommy Ariefiyanto ST dan lebih dari 500 donatur dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang dan Kediri, serta beberapa pengurus panti asuhan.
Dalam ceramahnya, Fahmi Basya banyak memberikan tausiyah tentang sholat. Salah satunya, yakni sholat bisa mencegah pengapuran pada tulang atau penyakit Osteoporosis karena gerakan dalam sholat. “Jika dihitung lamanya kita berdiri saat sholat 5 waktu dalam sehari adalah selama 340 detik,” jelasnya. Jadi, dihitung selama setahun lamanya berdiri dalam sholat ialah 34 jam. Dan, jika selama 10 tahun sama dengan 340 jam. “Itu hanya lamanya berdiri, belum termasuk lamanya gerakan sholat yang lainnya,” lanjutnya.(bam)
Berkah
Pamadya Vitasmoro S.Pd
Hati Tenang Bila Membelanjakan di Jalan Allah
Tak lama setelah menjadi donatur di YP3IS Cabang Kediri, wanita bernama lengkap Pamadya Vitasmoro S.Pd ini, mendapat berkah dengan dikaruniai Allah calon anak yang sekarang sedang dikandungnya. “Alhamdulillah, Allah telah mengabulkan keinginan saya untuk segera memiliki anak setelah menikah,” tegas dosen Bahasa Inggris, di Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kadiri,
Wanita kelahiran Magetan 19 Maret 1979 ini, sebelum menjadi donatur di YP3IS, memang sudah mempunyai keinginan untuk menyalurkan bantuannya ke anak-anak yatim. Tetapi, rencana Pamadya Vitasmoro tersebut belum juga terlaksana, dikarenakan ia dan suaminya masih belum menemukan tempat atau lembaga yang tepat. Yakni lembaga yang benar-benar profesional dan amanah dalam mengelola dana untuk anak yatim. “Pada dasarnya, kami ingin menyisihkan sedikit harta kami untuk disalurkan guna membantu anak yatim ditempat yang tepat,” ujarnya ketika ditemui MAYA Senin (12/11), di ruang kerjanya, di Fakultas Ilmu Kesehatan.
Dan secara kebetulan suaminya, yang juga karyawan ditempat tersebut, ikut pertemuan sosialisasi bagi seluruh karyawan di Fakultas Ilmu Kesehatan tentang YP3IS. Sepulang dari pertemuan tersebut, sang suami, yang bernama Bambang Irwanto, menawarinya untuk menyalurkan bantuan ke anak yatim lewat YP3IS dengan menjadi donatur. Ajakkan tersebut lantas disetujuinya, dengan menjadi donatur di YP3IS Cabang
“Setelah diberitahu suami dan membaca Majalah Yatim, ternyata YP3IS adalah lembaga yang bagus dan amanah. Kami pun akhirnya mempercayakan untuk menyalurkan bantuan anak yatim lewat YP3IS Cabang Kediri. Ditambah lagi, YP3IS juga memberikan laporan lengkap tentang pengelolaan dana dari donaturnya untuk program bagi anak yatim,” jelas calon ibu yang sekarang tinggal di Perum Mojoroto Indah ini.
Bahkan tak hanya itu, tak lama setelah menjadi donatur, Pamadya Vitasmoro juga ikut Program Orang Tua Asuh di YP3IS. Menurutnya, setelah mengetahui lebih lengkap tentang Program Orang Tua Asuh, ia tertarik untuk mengasuh satu anak yatim yang sekarang duduk dibangku sekolah dasar. “Karena di Program Orang Tua Asuh diberikan laporan yang lengkap tentang data dan nilai rapor sekolah anak asuh tersebut oleh YP3IS setiap periodenya. Dari situ saya semakin mantap dan lebih percaya lagi menjadi donatur ditempat yang tepat, yakni di YP3IS, untuk menyalurkan sebagian kecil dari harta kami untuk anak yatim,” terangnya.
Dari situlah kemudian ia mengajak beberapa rekan kerjanya untuk ikut menjadi orang tua asuh bagi anak yatim yang ada di panti asuhan. Karena penjelasannya itulah, akhirnya tiga orang rekannya mengikuti jejaknya menjadi orang tua asuh di YP3IS Cabang
Pamadya Vitasmoro mengaku banyak berkah yang didapat setelah ikut membantu menyantuni anak yatim. Salah satunya, yakni diberikan calon anak yang kini sedang dikandungnya. Dulu sebelum menjadi donatur di YP3IS Cabang
Sebab, baginya sebuah keluarga akan semakin lengkap jika telah hadir seorang anak diantara suami istri. Tetapi keinginannya tersebut, ternyata belum dikabulkan oleh Allah. Hingga setahun lamanya menunggu belum juga ada tanda-tanda kehamilan. Akhirnya, setelah kurang dari sebulan ia dan suaminya memutuskan untuk menjadi donatur di YP3IS Cabang
“Alhamdulillah, ini berkat do’a dari anak yatim. Saya sekarang sedang hamil 7 bulan, dan dari hasil USG, katanya sih anaknya laki-laki. Tetapi, terserah Allah mengasihnya, baik laki-laki dan perempuan sama saja,” katanya berseri-seri. Selain itu berkah yang didapat, yakni rejeki keluarganya juga bertambah. Yang terpenting baginya, yakni selalu diberikan rasa syukur kepada Allah.
“Berapapun yang Allah berikan kepada keluarga kami, saya selalu merasa cukup dan bersyukur atas rejeki yang Allah berikan. Selain itu, hati ini bisa tenang bila membelanjakan di jalan Allah,” lanjutnya. Karena sekarang sedang mengandung, dosen muda ini pun mulai membatasi jam mengajarnya di Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kadiri.
Yang dulunya sebelum hamil, jam kerjanya mulai pukul 08.00 hingga 14.00, dan dilanjutkan pukul 16.00 sampai 21.00. Tetapi saat ini ia mulai membatasi jam kerjanya hingga pukul 17.30, karena harus menjaga kondisi kehamilan pertamanya.(bam)
Cabang Sidoarjo
Maksimalkan Program Guru Panti
Berbagai program bantuan bagi anak asuh di panti asuhan dari YP3IS, seperti bantuan guru panti, hendaknya bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para pengurus panti asuhan. Itulah salah satu pesan yang disampaikan Zakariya SAg, selaku Kepala Cabang YP3IS Sidoarjo, dalam kunjungan rutin pada Sabtu (3/11), ke Panti Asuhan Hidayatul Ummah, di Desa Kebonsari RT 03 / RW 02, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.
“Silahkan, program-program di YP3IS, khususnya bantuan guru panti, dimaksimalkan oleh pengurus panti asuhan, agar pendidikan para anak asuhnya lebih meningkat lagi,” papar Zakariya. Di panti yang menampung 30 anak asuh, baik asrama maupun non asrama ini, menurut Dra Khotim, Ketua Panti Asuhan Hidayatul Ummah, berdiri pada tahun 1999.
“Tetapi baru 17 Nopember 2006 kemarin, kami mendapatkan pinjaman rumah ini untuk dijadikan panti asuhan,” ujar Dra Khotim. Diakhir acara, Kepala Cabang YP3IS Sidoarjo menyerahkan bantuan gizi, amanah dari donatur berupa susu, mie, beras, minyak goreng dan lainnya.(bam)
Sirah Nabawiyah
Perang Tabuk
Karena kaum Muslimin mendapat berita dari para pedagang yang kembali dari negeri Syam, bahwa orang-orang Romawi telah menghimpun kekuatan besar dengan dukungan orang-orang Arab Nasrani dari suku Lakham, Judzam dan lainnya yang berada dibawah kekuasaan Romawi. Setelah pasukan perintis mereka sampai di Balqa, Rasulullah memobilisir kaum Muslimin untuk menghadapi mereka.
Peperangan ini berlangsung pada bulan Rajab tahun ke-9 Hijri, di puncak musim panas dan ketika orang-orang menghadapi kehidupan yang sangat sulit. Pada saat yang sama, musim buah-buahan Madinah mulai dapat di panen. Oleh sebab itu, Rasulullah SAW mengumumkan tempat yang akan mereka tuju, tidak sebagaimana biasanya dalam peperangan-peperangan lainnya. Ka’ab bin Malik berkata: Rasulullah SAW mengumumkan peperangan ini kepada kaum Muslimin, tidak seperti biasanya jika beliau hendak melakukan peperangan. Beliau melakukan perang Tabuk ini dalam musim yang sangat panas, menempuh jarak yang jauh dan musuh yang berjumlah besar.
Beliau mengumumkan perang ini kepada kaum Muslimin supaya mereka bersiap-siap menghadapinya. Demikianlah perjalanan dalam peperangan ini sangat berat dirasakan oleh jiwa manusia. Ia merupakan ujian dan cobaan berat yang membedakan siapa yang di dalam hatinya ada nifaq dan siapa yang benar-benar beriman. Kemudian orang-orang munafiq berkata kepada sebagian yang lain: “Janganlah kalian berperang di musim panas”. Sementara itu sebagian yang lain datang kepada Rasulullah SAW menyatakan: “Berilah izin kepadaku dan janganlah kamu menjerumuskan aku kedalam fitnah. Demi Allah, kaumku tidak mengenal orang yang lebih mengagumi wanita selain daripada aku. Aku khawatir tidak dapat bersabar melihat wanita yang berambut pirang”. Rasulullah SAW berpaling darinya dan memberikan izin kepadanya.
Dalam pada itu, Abdullah bin Ubay bin Salul telah berkemah disebuah tempat di Madinah bersama kelompok pendukung dan sekutunya. Ketika Rasulullah SAW bergerak menuju Tabuk, ia (Abdullah bin Ubay) bersama rombongannya tidak bersedia berangkat bersama Nabi SAW. Sedangkan kaum Muslimin datang kepada Rasulullah SAW dari setiap pelosok. Dalam menghadapi peperangan ini Rasulullah SAW telah menghimbau orang-orang kaya agar menyumbangkan dana dan kendaraan yang mereka miliki sehingga banyak diantara mereka yang menyerahkan harta dan perlengkapan. Utsman menyerahkan 300 onta beserta pelana dan perbekalannya di samping uang sebanyak 1000 dinar yang diletakkannya di kamar Rasulullah SAW.
Sedangkan Abu Bakar ra menyerahkan semua hartanya dan Umar ra menyerahkan separuh dari hartanya. Beberapa orang dari kaum Muslimin yang dikenal dengan panggilan al-Buka’un (orang-orang yang menangis) datang kepada Rasulullah SAW meminta kendaraan guna pergi berjihad bersamanya, tetapi Nabi SAW menjawab mereka: “Aku tidak punya kendaraan lagi untuk membawa kalian”. Kemudian mereka kembali dengan meneteskan air mata karena sedih tidak dapat ikut serta berjihad. Rasulullah SAW keluar bersama sekitar 30.000 personil dari kaum Muslimin. Diantara kaum Muslimin ada beberapa orang yang tidak ikut berperang bukan karena ragu atau bimbang, yaitu Ka’ab bin Malik, Murarah bin ar-Rabi, Hilal bin Umayyah dan Abu Khaitsamah.
Mereka ini seperti dikatakan oleh Ibnu Ishaq, adalah orang-orang jujur yang tidak diragukan keIslaman mereka. Hanya Abu Khaitsamah yang kemudian menyusul Rasulullah SAW di Tabuk. Dalam perjalanan ini kaum Muslimin mengalami kesulitan yang sangat berat. Imam Ahmad dan lainnya meriwayatkan bahwa dua atau tiga orang bergantian menaiki satu ekor onta. Mereka juga kehabisan perbekalan air minum sehingga terpaksa memotong onta mereka untuk diambil perbekalan airnya. Pada perang Tabuk kaum Muslimin mengalami kelaparan sehingga mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, izinkanlah kami menyembelih onta-onta kami untuk dimakan”. Nabi SAW menjawab: “Lakukanlah!” Tetapi Umar ra datang seraya berkata: “Wahai Rasulullah SAW, kalau mereka menyembelih onta-onta itu niscaya kendaraan kita berkurang. Tetapi perintahkanlah saja agar mereka mengumpulkan sisa perbekalan mereka kemudian do’akanlah semoga Allah memberkatinya”.
Lalu Nabi SAW memerintahkan agar sisa-sisa perbekalan mereka dikumpulkan di atas tikar yang telah digelar. Maka orang-orang pun berdatangan.
Sesampainya di Tabuk, mereka tidak menemukan pasukan Romawi dan tidak ada perlawanan. Kemudian Yohanna, gubernur Ailah, datang kepada Nabi SAW meminta diadakan perjanjian damai dengan kesiapan dari pihaknya untuk membayar jizyah. Permintaan damai ini lantas disetujui oleh Nabi SAW yang kemudian dituangkan dalam
Pusdiklat
Pra Kuliah di Gedung Baru
Sejak Kamis (25/10) hingga Selasa (29/10), Pusdiklat YP3IS mengadakan pra kuliah MEC (Mandiri Enterpreneur Centre) bagi siswanya periode 2007-2008, bertempat di gedung baru Kampus Mandiri Pusdiklat YP3IS di Jalan Jambangan, Surabaya. M Syaichudin, Manajer MEC memapaparkan, tujuan acara ini ialah untuk mengkondisikan dan menyamakan visi dan misi pusdiklat bagi 66 siswa yatim purna asuh, sebelum masa kuliah yang dimulai 1 November 2007, yang sebelumnya, pada Selasa (23/10), telah diadakan pengasramaan siswa pusdiklat.
“Dalam pra kuliah ini, Kamis dan Jumat diberikan materi Enterpreuner dengan pembicara Imam Safi’ie T dan materi Quantum Learning yang dibawakan oleh Nanang S,” papar M Syaichudin. Untuk Sabtu dan Ahad, diberikan materi Strategi Sukses Mengajar Al-Quran dengan pembicara dari Tim Nurul Falah Surabaya. Dan materi Profesional Attitude disampaikan pada Senin dan Selasa yang disampaikan oleh Andari.
Sedangkan menurut Direktur Pusdiklat YP3IS, Ir Bimo Wahyu, kampus yang memiliki asrama putra dan putri, ruang kantor, beberapa ruang kelas, ruang dapur dan 10 kamar mandi, serta beberapa ruang lainnya, masih minim fasilitas sarana dan prasarana untuk menunjang keterampilan siswanya. “Untuk itu, kekurangan tersebut secara bertahap akan dilengkapi dan disempurnakan,” ujar Bimo Wahyu. (bam)
Do’a
Sewaktu Akan Bepergian
Allaahumma bika asta’iinu wa ‘alaika atawakkal. Allahumma dzallillii shu’uubata amrii wa sahhil ‘alayya masyaqqata safarii warzuqnii minalkhairi aktsara mimmaa athlubu washrif ‘annii kulla syarri rabbisyrahlii shadrii wa yassirlii amrii. Allahumma innii astahfizhuka wa astaudi’uka wa diinii wa ahlii wa aqaaribii wa kulla maa an’amta ‘alayya wa ‘alaihimbihi min aakhiratin wa dun-yaa fahfazhnaa ajma’iina mingkullisuu’iyyaa kariim. Da’waahum fiihaa salaam. Wa aakhiru da’waahum anilhamdu lillaahi rabbil’aalamin. Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya:
Ya Allah, aku memohon pertolongan-Mu dan kepada-Mu aku menyerahkan diri. Ya Allah, mudahkanlah kesulitan urusanku dan gampangkanlah kesukaran perjalananku, berilah padaku rizki yang baik dan lebih banyak dari apa yang kuminta. Hindarkanlah dariku segala keburukkan. Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah segala urusanku. Ya Allah, kumohon pemeliharaan-Mu dan kutitipkan diriku kepada-Mu, agamaku, keluargaku, kerabatku dan semua yang Engkau ni’matkan padaku dan kepada mereka, semenjak dari akhirat dan dunia. Peliharalah kami semua dari keburukkan, ya Allah Yang Maha Mulia. Do’a mereka (dalam surga) ialah: “Subhaanakallaahumma” (artinya: Maha Suci Engkau ya Allah). Ucapan sanjungan mereka didalamnya ialah: “Salam” (artinya: keselamatan). Dan akhir do’a mereka padanya ialah: “Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin”, (artinya: Segala puji bagi Allah Tuhan seantero alam). Dan semoga Allah menyanjung dan memberi keselamatan kepada Nabi Muhammad SAW dan kepada keluarganya dan kepada sahabatnya, semoga Allah memberinya keselamatan (disebutkan oleh an-Nawawi). (dari buku Do’a, Dr Miftah Faridl, hal: 204)
Hikmah
Lakukan perjalanan. Sesungguhnya, dalam perjalanan ada
- Mencari nafkah
- Memperbaiki hiburan
- Memperoleh kawan-kawan (kenalan) baru
- Meningkatkan ilmu dan pengetahuan
- Menambah pengalaman
(dari buku Hikmah Dalam Humor Kisah dan Pepatah, A Aziz Salim Basyarahil, hal: 59)
Konsultasi Agama
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Ustadz Navis yang terhormat, saya ingin tanya, apakah di dalam Islam juga mempercayai adat kejawen? Maksudnya begini Ustadz, keluarga suami saya ini sangat percaya sekali pada suatu pondok yang letaknya di Jawa Timur ini.
Setiap keluarga suami saya mempunyai kesulitan atau masalah, pasti mereka selalu datang ke pondok dan menemui seorang kiai yang dipanggil ‘Abah’. Kegiatan di pondok tersebut harus menjalani ritual, seperti mandi dengan air di pondok, terus berdiam diri di joglo atau kubah, kemudian ke tempat jemuran, dan yang terakhir naik perahu yang ada di danau pondok tersebut.
Terus terang Ustadz, saya sangat bingung sekali harus menjalani ritual semacam ini dengan keluarga suami saya. Karena dengan menjalani ritual tersebut, menurut keluarga dari suami saya, kelak saya akan diterima baik oleh ibu mertua saya yang selama ini tidak bisa menerima kehadiran saya, serta penyakit jantung bapak mertua saya juga bisa disembuhkan.
Jujur saja Ustadz, selama ini saya hanya melakukan ibadah sesuai dengan tuntunan Islam dalam Al-Qur'an, yakni puasa Senin-Kamis, kemudian shalat sunnah Tahajud dan Dhuha. Saya lebih sreg menjalani ibadah seperti itu daripada harus ke tempat pondok ‘Abah’ seperti itu, dimana kakak-kakak dari suami saya adalah santri disana. Hanya suami saya saja yang tidak tinggal di pondok tersebut.
Pertanyaannya:
- Apakah kegiatan di pondok tersebut tidak termasuk 'musyrik’?
- Apakah ini juga termasuk ajaran Islam golongan? (Maaf sebelumnya, karena saya sering baca-baca mengenai golongan-golongan Islam, seperti LDII, JI, rasanya masih banyak lagi golongannya).
Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih banyak.
Wassalamu'alaikum. Wr. Wb.
Donatur
Jawaban:
Donarur yang saya hormati. Ibadah ( ritual) dalam islam itu ada dua macam; pertama, ibadah mahdlah muqayadah. Artinya ibadah yang murni terikat tatacaranya, perintah dan teknis pelaksanannya sudah diatur langsung oleh Rasulullah SAW seperti shalat, puasa, haji dan yang sejenisnya. Yang kedua, ibdah muthlaqah ghoiru muqayyadah, yaitu ibadah yang bebas tidak terikat tatacaranya. hal ini perintah dari allah SWT ada, tapi teknis pelaksanannya tidak diatur oleh Allah terserah kepada orang yang melakukannya asal tidak melanggar syariat Allah, seperti berdzikir, bersalawat dan berdoa.
Pelaksanaan ibdah /ritual dalam islam agar tidak menyimpang dan diterima oleh Allah SWT harus memperhatikan dua hal.
Yang pertama niatnya harus ikhlas karena Allah. Jadi tidak dibenarkan melakasanakan ibadah diniatkan kepada selain Allah, baik karena manusia atau makhluk yang lain. Sebab jika sudah diperuntukkan kepada selain allah, maka akan mengandung unsur syirik. Dalam hal ini Allah SWT berfirman: " Katakanlah, sesugguhnya aku diperintahkan supaya menyembah allah SWT dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama. ( QS. Az-Zumar. 11). Dan sabda Rasulullah SAW: " Niscaya amal perbuatan tergantung niatnya dan sesorang tergantung apa yang diniatkan…" ( HR. Muttafaq alaih)
Yang kedua, pelaksanaan ibdah hendaknya mencontoh tata cara yang diajarkan oleh Rasulullah SWT. Tidak dibenarkan melaksanakan ibdah atau ritual dengan caranya sendiri kalau itu ibdah mahdlah muqayyadah ( iabdah yang murni treiakt tatacaranya). seperti shalat, harus meniru tatacara shalat Rasulullah yang disampaikan oleh para ulama' mujtahidin. sesuai sabda Rasulullah SAW: " Shalatlah kamu sekalian seperti aku ini shlat!- shollu kamaa roaitumunii usholli- jika ibdah membuat cara baru yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah, maka itu ditolak. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa yang membuat baru dalam urusan ( ajaran) kami, maka itu ditolak ( oleh Allah SWT)". ( HR. Muslim)
Memang, sebuah adat kebiasaan di masyarakat atau 'urf dapat diajadikan pertimbangan hukum. Tapi jika adat itu tidak bertentangan dengan syariat. Seperti kebiasan masyarakat kalau berdzikir dilakukan disuatu tempat dan di suatu waktu yang disepakati karena pertimbangan kesempatan dan fasilitas. Hal ini berdasarkan kaidah ushul fiqh: " Al-'aadah muhakkamah' ( adapt kebiasan itu bias dijadikan hukum)
Donatur yang budiman. Dari penjelasan diatas, maka dapat pengasuh jawab pertanyaan anda:
- Kegiatan yang ada di pondok itu masih perlu lebih jelas lagi, apa tujuannya dan apa yang dilakukan ketika mandi, berada di joglo, di tempat jemuran dan naik perhau di danau. Jika itu merupakan ibdah baru yang dibuat sendiri tanpa ada tuntunan dari syariat, maka ibadah seperti itu tidak pernah dikerjakan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Tapi kalau itu hanya proses terapi yang didalmnya melaksanakan dzikir yang tidak menlanggar syariat Allah, maka itu tidak ada larangan. Dengan demikian tidak bisa difonis syirik atau tidak, tergantung niat dan tata cara ritualnya.
- Wallahu a'lam. Pengasuh belum mendapatkan penjelasan bahwa LDII dan JI punya ritual seperti yang anda jelaskan. Yang pengasuh ketahui, mereka melaksanakan ibadah seperti biasa Cuma ada perbedaaan atau khilafiah antar mereka.
Donatur, adat kejawen yang tidak ada contoh dalam syariat islam itu tidak boleh dikerjakan. Dengan demikian jika anda ragu melakukan hal yang dikhawatirkan tidak disyariatkan sebaiknya ditinggalkan saja – da' maa yuribuka alaa maa yuribuka- dan mengerjakanlah yang jelas-jelas ada panduan dari Rasulullah SAW seperti puasa senen kamis, berdzikir, berdoa dengan cara yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Semoga hajat anda terkabul dan akidah anda selamat. Amiin ya mujibassailin
Pertanyaan Konsultasi Keluarga MAYA Edisi Desember 2007
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Ustadz Hasan yang terhormat, saya seorang ibu rumah tangga tetapi belum mempunyai anak, bahkan saya pernah keguguran 3 kali. Alhasil, tahun 2006 bulan Desember, hasil USG mengatakan dalam kandungan saya terdapat 2 tumor. Insya Allah, kata dokter tidak membahayakan, tapi kalau tak dikeluarkan akan keguguran terus. Akhirnya, saya menjalani operasi kecil, Alhamdulillah, sekarang sudah bersih. Perkawinan berjalan 6 tahun pada November 2007. Maaf, saya hampir putus asa bahkan saya menyuruh suami untuk menikah lagi, melihat dia sungguh kasihan. Tapi, suami balik mengatakan, “Demi Allah SWT, walau kamu tidak punya anak, saya tidak akan nikah lagi”. Waktu itu hati saya sangat tergetar, bahkan saya tambah kasihan. Tapi di luar dugaan, saudara sepupu saya mengatakan, suami saya suruh ganti perempuan saja kalau tidak bisa jadi laki-laki. Spontan saya dan suami tidak ingin bertemu dia lagi, kalau pun ketemu hati kami selalu ingat apa yang dikatakan. Selain ikhtiar, saya dan suami juga berdoa, kami yakin segalanya dari Allah SWT. Pertanyaan saya:
- Bagaimana mempersiapkan hati bila dapat omongan semacam itu tadi? Bahkan keluarga saya langsung shock mendengarnya langsung, jadi hubungan juga tidak harmonis lagi.
- Adakah surat-surat atau zikir yang harus kami baca untuk terkabulnya doa-doa kami?
Demikian, mohon kiranya Ustadz Hasan memberikan saran kepada kami, dan sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Donatur
Kebersamaan
SMA Negeri I Grogol Kediri
Kewajiban Orang Muslim Membantu Anak Yatim
Membantu anak-anak yatim adalah kewajiban orang Muslim. Itulah yang mendasari para guru di SMA Negeri I Grogol untuk berperan aktif membantu anak yatim, dengan menjadi donatur di YP3IS.
Seperti yang diungkapkan guru Agama Islam, Dra Firdausiyah, bahwa dengan adanya YP3IS, para guru di SMA Negeri I Grogol ini dapat lebih memperhatikan dan membantu anak-anak yatim panti asuhan yang ada di
“Mungkin karena kesibukan teman-teman dengan pekerjaannya, jadi tidak sempat membantu anak yatim. Dan Alhamdulillah, karena dikoordinir YP3IS, kami dapat lebih mudah membantu anak yatim,” papar Firdausiyah, yang juga dipercaya rekan-rekannya menjadi koordinator donatur ini.
Menurut guru kelahiran Kediri 30 Mei 1957 ini, YP3IS awalnya masuk ke SMA yang terletak di Jalan Raya Gringging, Grogol,
“Saya pikir, ini berarti khan kesempatan untuk sedikit membantu dan memperhatikan anak yatim. Lantas saya ajak mereka ikut satu persatu. Syukur Alhamdulillah, respon rekan-rekan cukup baik. Dan hingga saat, ini tercatat 22 guru yang ikut menjadi donatur,” jelas ibu tiga putra ini ramah.
Disaat waktu istirahat, ia mengajak rekannya untuk berbicara mengenai pentingnya membantu anak-anak yatim yang ada di panti asuhan. Atau dengan cara memberikan Majalah Yatim untuk dibaca terlebih dahulu kepada beberapa guru yang kebetulan belum menjadi donatur di YP3IS. Jika ada guru yang ragu atau kurang mengerti tentang lembaga YP3IS, Firdausiyah lantas menjelaskannya.
“Tapi sebagian besar mereka sudah mengerti, bahwa sudah kewajiban orang Muslim untuk membantu anak-anak yatim. Jadi, sekali ditawari untuk ikut, Alhamdulillah, mereka langsung bersedia menjadi donatur di YP3IS,” kata Firdausiyah.
Karena kesabarannya dalam mengajak untuk ikut membantu anak yatim itulah, akhirnya Firdausiyah dipercaya rekan-rekannya menjadi koordinator donatur di SMA Negeri I Grogol,
Bahkan tak hanya itu, selain menerima donasi, ia juga dengan sabar mengingatkan rekan-rekannya yang lupa menyerahkan donasinya akibat kesibukan pekerjaannya masing-masing.(bam)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar