Jumat, Juni 05, 2009

MAJALAH YATIM EDISI MARET 2009

Berkah
Dr Surya Maharani Dewi
Dokter Umum Klinik Aminah, Tulangan, Sidoarjo
Suami Diterima Kerja Di Luar Negeri

Banyak berkah yang diperolehnya dari Allah setelah ia memutuskan untuk bergabung menjadi donatur bagi anak-anak yatim melalui Yatim Mandiri, salah satunya yakni suaminya dapat diterima bekerja kembali di luar negeri setelah sebelumnya terkena PHK di perusahaan tempatnya bekerja.

Wanita bernama lengkap Dr Surya Maharani Dewi ini menceritakan, bahwa sebelum bergabung menjadi donatur di Yatim Mandiri pada tahun 2007 yang lalu, ia sempat ragu untuk mengeluarkan infaq dan shodaqohnya. Pasalnya, ia khawatir kebutuhan keluarganya tidak akan dapat tercukupi.

“Karena sebelum menjadi donatur di Yatim Mandiri, saya mengeluarkan infaq dan shodaqoh itu masih saya perhitungkan, dan lagi ada rasa khawatir kalau setelah mengeluarkan infaq nanti untuk memenuhi kebutuhan keluarga akan berkurang. Kayaknya kok seperti kurang ikhlas mengeluarkan infaq dan shodaqoh pada waktu itu,” ujar Dr Surya Maharani Dewi ketika ditemui MAYA, Kamis (29/1), di ruang kerjanya.

Menurut Dr Surya Maharani Dewi, hal itulah yang membuatnya menerima cobaan dari Allah yang dirasanya cukup berat dan berdampak pada perekonomian keluarganya. Bahkan ia pun sempat pula merasa putus asa dengan kondisi ekonimi keluarganya tersebut.

“Dan pada tahun 2007 itulah cobaan dari Allah datang, yakni suami saya terkena PHK dari perusahaannya. Jelas sekali perekonomian keluarga kami sempat mengalami kesulitan, bahkan saya sampai sempat putus asa pada waktu itu, karena pinjaman-pinjaman semakin menumpuk untuk memenuhi kebutuhan keluarga waktu itu,” sambung Dokter Umum di Klinik Aminah yang terletak di Desa Kepatihan, Tulangan, Sidoarjo.

Dari situlah Dr Surya Maharani Dewi memutuskan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan membantu anak-anak yatim dan bergabung menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri. Dan ia pun juga mulai ikhlas untuk mengeluarkan infaq dan shodahohnya rutin setiap bulannya juga melalui Yatim Mandiri. “Selain itu, saya memilih ke Yatim Mandiri karena saya melihat dari sekian banyak lembaga-lembaga sejenis yang masuk ke Klinik Aminah dengan memberikan bulletin atau majalah, ya hanya Majalah Yatim yang bisa rutin datang tiap bulannya. Dari situlah saya akhirnya mantap ikut di Yatim Mandiri,” paparnya.

Setelah bergabung menjadi donatur di Yatim Mandiri, Dr Surya Maharani Dewi mengaku mendapat banyak berkah dari Allah. “Syukur alhamdulillah, suami saya dapat diterima bekerja di Hyundai yang ada di luar negeri, yakni di Arab sehingga perekonomian keluarga kami berangsur-angsur membaik. Alhamdulillah pinjaman-pinjaman pun akhirnya dapat saya lunasi semuanya. Dan lagi sejak saat itu saya selalu ikhlas untuk tetap terus infaq dan shodaqoh secara rutin di Yatim Mandiri. Tak hanya itu saya juga ikut program orang tua asuh di yatim mandiri dengan mengambil satu anak asuh,” terang wanita kelahiran Surabaya pada tanggal 20 November 1969 ini ramah.

Selain itu, Allah juga memberikan berkah kesehatan baik itu bagi dirinya sendiri maupun kesehatan suami dan kedua anaknya. “Meskipun kalau sakit ya tidak yang ringan-ringan saja. Dan kalau anak saya yang sakit ya paling setelah saya beri obat alhamdullillah sudah langsung sembuh, bahkan saat sakit dan belum sempat saya kasih obat, alhamdulillah sudah sembuh,” kata dokter yang telah bekerja selama 7 tahun di Klinik Aminah tersebut.

Tak hanya itu, Dr Surya Maharani Dewi merasa diberi ketentraman dalam keluarganya dan juga diberikan Allah berkah kemudahan dalam menjalankan hidup setelah tinggal jauh dari suami yang bekerja di Arab ini. “Misalnya ketika saya sedang mengalami kesulitan, ternyata ada saja orang yang membantu saya, bahkan dari orang yang belum saya kenal sebelumnya mau membantu saya. Seperti ketika pompa air dirumah saya rusak, sedangkan suami tidak ada, dan alhamdulillah saat itu juga ada orang yang mau membantu memperbaikinya. Terus mengurus pajak STNK motor yang biasanya dilakukan suami saya, setelah suami saya di Arab jelas saya yang harus mengurusnya. Padahal saya belum pernah mengurus pajak STNK motor. Alhamdulillah ternyata ada juga orang yang mau membantu saya untuk mengurus pajak STNK motor saya tersebut. Kemudahan-kemudahan tersebut yang saya anggap berkah dari Allah,” ujarnya mengakhiri.(bam)


Success Story

Akhmad Adi Ali Farkhan

Staff Bagian Kliring Bank Bukopin Cabang Syariah Surabaya

Berusaha Displin Dan Bekerja Sebaik-baiknya

Dengan disiplin, mengerjakan pekerjaan sebaik-baiknya dan selalu berdoa kepada Allah, itulah kunci sukses pemuda bernama lengkap Akhmad Adi Ali Farkhan ini selama bekerja di Bank Bukopin Cabang Syariah Surabaya sebagai Staff Bagian Kliring, setelah sebelumnya selama setahun menimba ilmu di Kampus MEC, Jurusan Teknisi Komputer.

Menurut pemuda kelahiran Mojokerto 4 Juli 1985 ini, awalnya ia mendapat informasi dari Hendy, Humas MEC, untuk melamar pekerjaan di Bank Bukopin Cabang Syariah Surabaya. “Setelah lulus dari MEC saya langsung kembali kerumah. Dan tidak lama kemudian saya mendapat informasi dari Hendy, agar saya melamar kerja di Bank Bukopin Cabang Syariah Surabaya. Dan alhamdulillah, selang sehari setelah saya memasukkan surat lamaran kerja, saya langsung diterima bekerja mulai akhir September 2008 yang lalu,” ujar Akhmad Adi Ali Farkhan ketika ditemui MAYA pada Senin (9/2) di Bank Bukopin Cabang Syariah Surabaya.

Alhamdulillah selama bekerja di Bank Bukopin Cabang Syariah Surabaya ini ia mengaku sangat betah karena banyak teman kerjanya yang mendukung dia. “Dan tiap hari ada hal-hal baru yang bisa saya pelajari, mulai dari program computer, dari artikel teman-teman Bank Bukopin Cabang Syariah Surabaya, informasi tentang orang kliring, dan masih banyak lagi yang bisa saya pelajari di sini,” kata pemuda yang pernah magang di Pradana Komputer dan di Bumi Solusi Intermedia ini.

Karena itu, peran MEC sangat besar dalam memberikan ilmu dan manfaat bagi dirinya untuk bekal mendapatkan pekerjaan dan bisa mandiri. “Selain itu saya juga banyak teman, mengetahui dasar-dasar computer, belajar agama, belajar disiplin, bisa berkreatifitas dibidang computer, pengalaman magang, pengalaman berinteraksi denga orang lain dan masih banyak lagi yang telah saya dapatkan dari Kampus MEC,” terang Akhmad Adi Ali Farkhan.

Untuk itu, ia pun berpesan kepada adik-adiknya yang masih menimba ilmu di MEC untuk belajar dengan sungguh-sungguh semua yang diajarkan oleh para pengajar di MEC. “Walaupun cuma dasar sekali, tetapi hal itu sangat mendukung untuk bisa mendapatkan suatu pekerjaan, karena penerapannya didunia kerja akan mudah dipahami dan dimengerti,” pesannya.

Dan kedepannya nanti, ia berencana kembali melanjutkan kuliah untuk bisa mendapatkan gelar S1, sambil tetap terus bekerja.(bam)


Succes Story

Nurul Fajriah

Teller KJKS Amanah Ummah

Berusaha Melakukan Pekerjaan Yang Terbaik

Selain beribadah dan selalu berdoa kepada Allah, juga jika mendapatkan kesempatan pertama untuk bekerja maka harus dijalani saja dulu sebagai suatu proses belajar. Itulah kunci sukses Nurul Fajriah, alumni MEC Angkatan 2007-2008, ketika mendapatkan pekerjaan sebagai Teller di KJKS Amanah Ummah.

Mahasiswi MEC jurusan Akuntansi ini juga mengingatkan untuk selalu patuh terhadap peraturan ditempat kerja. “Dan juga harus tetap berusaha melakukan pekerjaan yang terbaik serta selalu bersabar dan ikhtiar,” ujar Nurul Fajriah ketika ditemui MAYA pada Rabo (4/2) di KJKS Amanah Ummah.

Perempuan kelahiran Pasuruan pada tanggal 21 Februari 1988 ini menuturkan, bahwa berkat informasi dari Hendy, selaku Humas MEC, ia pun melamar pekerjaan di KJKS Amanah Ummah. “Alhamdulillah selang tiga minggu setelah menyerahkan berkas lamaran kerja tersebut, pihak KJKS Amanah Ummah lantas memanggil saya dan diterima bekerja sebagai teller,” terangnya.

Selama bekerja di KJKS Amanh Ummah, Nurul Fajriah pun beranggapan bahwa hal ini adalah suatu proses belajar untuk mengembangkan diri. Untuk itu ia tidak segan-segan untuk selalu bertanya kepada pimpinan maupun rekannya di KJKS Amanah Ummah tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kerjanya. “Saya juga menanyakan apa saja yang harus saya perbaiki selama bekerja di KJKS Amanah Ummah. Serta belajar untuk cara-cara melayani nasabah KJKS Amanah Ummah yang baik,” tutur Nurul Fajriah.

Karena bisa mendapatkan pekerjaan dan bisa hidup mandiri, Nurul Fajriah pun mengucapkan banyak terima kasihnya kepada MEC yang telah memberikan ilmu dan keterampilan kepadanya. “Alhamdulillah selama belajar di MEC sangat baik sekali karena kita bukan hanya kuliah secara gratis tetapi kita juga mendapat fasilitas yang banyak dari sana, kita juga dilatih mandiri, dilatih entrepreneur, akuntansi dan computer. Jadinya nanti setelah lulus dari MEC tersebut, diharap kita sudah bisa hidup lebih mandiri dan tidak bergantung ataupun memberatkan orang lain. Terima kasih MEC dan Yatim Mandiri yang telah membekali saya ilmu untuk hidup mandiri,” katanya mengakhiri.(bam)


Cabang Surabaya

Meningkatkan Kualitas Pendidikan Yatim

Pendidikan pada anak asuh sangatlah diperlukan untuk bekal mereka menuju kemandirian. Untuk itulah Yatim Mandiri Cabang Surabaya bertekad untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih baik kepada anak asuh yang ada dipanti asuhan dengan memberikan bantuan guru panti.

Hal ini ditindak lanjuti dengan perekrutan duta guru panti yang dilaksanakan mulai bulan Januari 2009, bertempat di Kantor Yatim Mandiri Cabang Surabaya. “Program perekrutan duta guru panti akan dilaksanakan tiap bulan ditahun 2009 ini. Targetnya tiap bulan kami merekrut 4 orang guru panti,” jelas Mutrofin, Kepala Cabang Yatim Mandiri Surabaya, kepada MAYA pada Selasa (20/1).

Tugas dan tanggung jawab dari seorang duta guru panti tersebut adalah membimbing, membina dan memotivasi anak asuh agar tingkat pendidikan dan prestasinya meningkat. “Yang awalnya prestasi anak asuh tersebut biasa-biasa saja, setelah adanya duta guru panti dari Yatim Mandiri diharapkan prestasinya lebih meningkat dan ibadahnya juga lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu duta guru panti yang telah diterima Yatim Mandir pada bulan Januari 2009, Anggraeni Suprapti, mengatakan bahwa ia sangat termotivasi untuk membantu anak-anak asuh yang ada di panti asuhan. “Agar anak-anak asuh tersebut dapat menjadi anak bangsa yang berkualitas,” ujar Anggraeni Suprapti yang menjadi duta guru panti untuk Panti Asuhan Al-Qomariyah.(bam)

Subhanallah

Doa Dapat Mempercepat Kesembuhan Pasien

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina". (QS. Al Mu'min, 40:60)

Menurut Al Qur'an, doa, yang berarti "seruan, menyampaikan ungkapan, permintaan, permohonan pertolongan," adalah berpalingnya seseorang dengan tulus ikhlas kepada Allah, dan memohon pertolongan dari-Nya, Yang Mahakuasa, Maha Pengasih dan Penyayang, dengan kesadaran bahwa dirinya adalah wujud yang memiliki kebergantungan. Penyakit adalah salah satu dari contoh tersebut yang dengannya manusia paling merasakan kebergantungan ini dan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Tambahan lagi, penyakit adalah sebuah ujian, yang direncanakan menurut Hikmah Allah, yang terjadi dengan Kehendak-Nya, dan sebagai peringatan bagi manusia akan kefanaan dan ketidaksempurnaan kehidupan ini, dan juga sebagai sumber pahala di Akhirat atas kesabaran dan ketaatan karenanya.

Sebaliknya mereka yang tidak memiliki iman, meyakini bahwa jalan kesembuhan adalah melalui dokter, obat atau kemampuan teknologi mutakhir dari ilmu pengetahuan modern. Mereka tidak pernah berhenti untuk merenung bahwa Allah-lah yang menyebabkan keseluruhan perangkat tubuh mereka untuk bekerja di saat mereka sedang sehat, atau Dialah yang menciptakan obat yang membantu penyembuhan dan para dokter ketika mereka sakit. Banyak orang hanya kembali menghadap kepada Allah di saat mereka sadar bahwa para dokter dan obat-obatan tidak memiliki kesanggupan. Orang-orang yang berada pada keadaan tersebut memohon pertolongan hanya kepada Allah, setelah menyadari bahwa hanya Dialah yang dapat membebaskan mereka dari kesulitan. Allah telah menyatakan pola pikir ini dalam sebuah ayat:

Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan. (QS, Yunus, 10:12)

Padahal sesungguhnya, sekalipun dalam keadaan sehat, atau tanpa cobaan atau kesulitan lain, seseorang wajib berdoa dan bersyukur kepada Allah atas segala kenikmatan, kesehatan dan seluruh karunia yang telah Dia berikan.

Inilah satu sisi paling penting dari doa: Di samping berdoa dengan lisan menggunakan suara, penting pula bagi seseorang melakukan segala upaya untuk berdoa melalui perilakunya. Berdoa dengan perilaku bermakna melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk mencapai harapan tertentu. Misalnya, di samping berdoa, seseorang yang sakit sepatutnya juga pergi ke dokter ahli, menggunakan obat-obatan yang berkhasiat, dan menjalani perawatan rumah sakit jika perlu, atau perawatan khusus dalam bentuk lain. Sebab, Allah mengaitkan segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pada sebab-sebab tertentu. Segala sesuatu di dunia dan di alam semesta terjadi mengikuti sebab-sebab ini. Oleh karena itu, seseorang haruslah melakukan segala hal yang diperlukan dalam kerangka sebab-sebab ini, sembari berharap hasilnya dari Allah, dengan kerendahan diri, berserah diri dan bersabar, dengan menyadari bahwa Dialah yang menentukan hasilnya.

Pengaruh menguntungkan dari keimanan dan doa bagi orang sakit, dan bagaimana hal ini dapat mempercepat penyembuhan adalah sesuatu yang telah menarik perhatian dari dan dianjurkan oleh para dokter. Dengan judul "God and Health: Is Religion Good Medicine? Why Science Is Starting to Believe" (Tuhan dan Kesehatan: Apakah Agama Adalah Obat Yang Baik? Mengapa Ilmu Pengetahuan Mulai Percaya), majalah terkenal Newsweek terbitan tanggal 10 November 2003 mengangkat pengaruh agama dalam penyembuhan penyakit sebagai bahasan utamanya. Majalah tersebut melaporkan bahwa keimanan kepada Tuhan meningkatkan harapan pasien dan membantu pemulihan mereka dengan mudah, dan bahwa ilmu pengetahuan mulai meyakini bahwa pasien dengan keimanan agama akan pulih lebih cepat dan lebih mudah. Menurut pendataan oleh Newsweek, 72% masyarakat Amerika mengatakan mereka percaya bahwa berdoa dapat menyembuhkan seseorang dan berdoa membantu kesembuhan. Penelitian di Inggris dan Amerika Serikat juga telah menyimpulkan bahwa doa dapat mengurangi gejala-gejala penyakit pada pasien dan mempercepat proses penyembuhannya.

Menurut penelitian yang dilakukan di Universitas Michigan, depresi dan stres teramati pada orang-orang yang taat beragama dengan tingkat rendah. Dan, menurut penemuan di Universitas Rush di Chicago, tingkat kematian dini di kalangan orang-orang yang beribadah dan berdoa secara teratur adalah sekitar 25% lebih rendah dibandingkan pada mereka yang tidak memiliki keyakinan agama. Penelitian lain yang dilakukan terhadap 750 orang, yang menjalani pemeriksaan angiocardiography [jantung dan pembuluh darah], membuktikan secara ilmiah "kekuatan penyembuhan dari doa." Telah diakui bahwa tingkat kematian di kalangan pasien penyakit jantung yang berdoa menurun 30% dalam satu tahun pasca operasi yang mereka jalani.

Sejumlah contoh doa yang disebutkan dalam Al Qur'an adalah:

Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang". Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. (QS. Al Anbiyaa', 21:83-84)

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman. (QS. Al Anbiyaa', 21:87-88)

Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: "Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik. Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami. (QS. Al Anbiyaa', 21:89-90)

Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami: maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan (adalah Kami). (QS. Ash Shaaffaat, 37:75)

Sebagaimana telah disebutkan, doa tidak semestinya hanya dilakukan untuk menghilangkan penyakit, atau kesulitan-kesulitan duniawi lainnya. Orang beriman yang sejati haruslah senantiasa berdoa kepada Allah dan menerima apa pun yang datang dari-Nya. Kenyataan bahwa sejumlah manfaat doa yang diwahyukan di dalam banyak ayat Al Qur'an kini sedang diakui kebenarannya secara ilmiah, sekali lagi mengungkapkan keajaiban yang dimiliki Al Qur'an.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah, 2:186) (bam dari harunyahya.com)

Konsultasi Kesehatan

Sering Pilek Jika Cuaca Dingin

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Dokter, saya mempunyai saudara perempuan yang berumur 40 tahun. Dia mempunyai masalah dengan cuaca dingin/air dingin. Setiap kali cuaca dingin atau bersentuhan dengan air dingin, dia akan langsung pilek (cairan encer yang keluar dari hidung secara terus-menerus). Hal ini berlangsung setiap hari khususnya pagi, dan itu mengganggu ibadah shalat Shubuhnya, karena dia tidak berani berwudhu dan nunggu agak siangan. Alhasil, shalat Shubuhnya selalu kesiangan. Pertanyaan saya:

  1. Apakah itu termasuk alergi dingin?
  2. Bagaimana mengatasinya, meskipun penyakit itu tidak sakit tapi sangat mengganggu karena terjadi setiap pagi dan setiap cuaca dingin?
  3. Selama ini belum pernah diperiksakan ke dokter meski sudah lama keluhannya. Ke dokter bagian apa harus diperiksakan agar keluhan itu tuntas?

Terima kasih, atas jawaban Bu Dokter, saya ucapkan terima kasih.

Wasssalam,

Ria, Surabaya.

Jawaban

Assalamualaikim Wr Wb. Mbak Ria yang dirahmati Alloh SWT.
Pilek yang muncul dengan ingus encer setiap cuaca dingin dalam istilah kedokteran disebut rhinitis allergika. Rhinitis allergika sebenarnya adalah reaksi alergi yang ditimbulkan oleh sesuatu yang sensitif untuk orang tersebut. Jadi Rhinitis allergika bisa disebabkan selain oleh cuaca atau keadaan dingin, bisa juga oleh debu baik debu di udara yang kotor, bisa juga debu didalam rumah atau debu karena kotoran atau bulu-bulu binatang,
Jadi reaksi allergi pada tiap orang berbeda-beda, ada yang jika makan seafood akan gatal-gatal seluruh badan tapi mungkin pada orang lain munculnya berupa batuk atau bengkak di mulut dan lain sebagainya. Pada rhinitis allergika terhadap suasana dingin maka umumnya memang muncul sebagai pilek yang akan selalu datang jika bersentuhan dengan hal-hal yang dingin. Misalnya hawa dingin, minum es dan lain-lain.
Menjawab pertanyaan mbak Ria:
1. Jadi benar saudara anda terkena rhinitis allergika pada suasana atau cuaca dingin.

2. Meskipun tidak berat tapi memang mengganggu aktifitas sehari-hari. Untuk pertolongan yang paling mudah dan ringan adalah desensitisasi, yaitu dengan cara olah raga ringan misalnya jalan kaki sekitar rumah dan dilakukan secara bertahap. Minggu I dimulai tiap pagi 5 menit, Minggu II tiap pagi 10 menit, Minggu III 15 menit tiap pagi sampai mencapai 30 menit jalan dan dipertahankan terus. Memang mula-mula akan bersin-bersin terus dan pileknya mungkin bertambah. Tapi dengan berjalannya waktu akan jadi membaik. Dan Juga jika dimulai dengan jalan santai maka makin lama jalan juga ditingkatkan menjadi jalan cepat, sehingga badan akan berkeringat dan badan juga akan pelan-pelan beradaptasi dengan udara dingin. Tetapi harus diingat bahwa kegiatan ini harus bertahap dan telaten menjalaninya. Jika keadaan memburuk jangan diteruskan konsultasi dulu dengan dokter ahlinya. Untuk minggu-minggu pertama sebaiknya ada pendamping atau teman yang menyertai. Jadi olah raga memang amat membantu. Selain itu jangan lupa banyak makan sayur dan buah dimana vitamin dan mineral akan membantu.
3. Dokter ahli yg harus dihubungi adalah dokter spesialis THT atau telinga hidung tenggorok. Nanti akan diberi obat-obat yang akan membantu mempercepat penyembuhan saudara anda.
Demikian jawaban yang bisa saya sampaikan semoga bermanfaat dan selamat berolahraga. Wassalammualaikum Wr.Wb.


Kebersamaan

PT Sari Rajut Indah

Semangat Memandirikan Yatim

Dengan semangat ingin membantu anak-anak yatim yang kurang mampu dipanti asuhan sehingga dapat hidup layak dan kelak bisa lebih mandiri, karyawan PT Sari Rajut Indah pun bergabung menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri.

Seperti yang diungkapkan Iniek Mardiani, karyawan PT Sari Rajut Indah, bahwa awal masuknya Yatim Mandiri dimulai pada tahun 2006 yang lalu. “Dulu khan proposal dari Yatim Mandiri ditumpuk begitu saja disebuah ruangan. Lalu beberapa lama kemudian, ada yang membacanya dan tertarik kepada Yatim Mandiri yang kemudian menyampaikan ke karyawan yang lainnya. Alhamdulillah, pada saat itu respon teman-teman disini cukup baik dengan hadirnya Yatim Mandiri di PT Sari Rajut Indah ini,” papar Iniek Mardiani ketika di wawancarai MAYA pada Jumat (30/1).

Respon yang cukup baik dari karyawan PT Sari Rajut Indah ini dibuktikan dengan ikut bergabungnya sekitar 20 orang karayawan yang langsung menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri guna membantu anak-anak yatim. “Bahkan saat itu, Direktur PT Sari Rajut Indah pun turut serta bergabung menjadi donatur di Yatim Mandiri,” kata wanita kelahiran Surabaya 13 April 1970 ini.

Masih menurut Iniek Mardiani, perkembangan Yatim Mandiri di PT Sari Rajut Indah tersebut dirasa cukup baik, meskipun agak lambat. “Hal ini dikarenakan banyak karyawannya yang berstatus kontrak, sehingga begitu kontrak kerjanya tidak diperpanjang oleh perusahaan, otomatis karyawan tersebut tidak bekerja lagi dan berhenti menjadi donatur di Yatim Mandiri. Inilah yang agak melambatkan pertumbuhan jumlah donatur Yatim Mandiri di PT Sari Rajut Indah hingga saat ini. Jadi jumlah donatur Yatim Mandiri tiap bulan bisa naik turun tergantung kontrak kerja karyawan yang diperpanjang atau tidak oleh perusahaan,” terang Iniek Mardiani.

“Tetapi meskipun begitu, alhamdulillah jiwa sosial rekan-rekan di PT Sari Rajut Indah ini dalam membantu sesama manusia sangatlah besar, terutama membantu anak-anak yatim. Terbukti hingga saat ini tercatat sebanyak 42 orang karyawan yang menjadi donatur di Yatim Mandiri,” lanjutnya. Ia juga menjelaskan bahwa peran Majalah Yatim sangatlah besar dalam mengajak karyawan diperusahaan yang beralamat di Jalan Surabaya-Malang Km 39,4 Gempol, Pasuruan ini.

“Yakni dengan memberikan Majalah Yatim kepada mereka yang belum menjadi donatur untuk sekedar dibaca. “Dari sekedar membaca itulah, insyaallah akan timbul niatan membantu anak-anak yatim yang ada dipanti asuhan. Kemudian setelah timbul niatan untuk membantu anak-anak yatim, mereka akan bersedia bergabung menjadi donatur di Yatim Mandiri. Selain isi Majalah Yatim yang berguna menambah ilmu dan wawasan kita, disitu juga dijelaskan tentang penggunaan dana yang diperoleh dari donaturnya,” ujarnya mengakhiri.(bam)


Komentar Donatur Mitra Kerja MEC

Mohammad Santoso Putra Dharmawan

Direktur Pusdiklat MasterNusa

Lahir Mojokerto 3 Mei 1981, jadi donatur sejak 2008

Oleh hendy dan pak bimo, kita disarankan untuk rekrutmen langsung para mahasiswa MEC untuk menjadi karayawan di Masternusa. Setelah presentasi dan interview maka kami 7 anak dari MEC untuk bekerja di Masternusa ini. Selain di Surabaya, mereka akan kami tempatkan di beberapa daerah, yakni di Sumenep, Pamekasan, Tuban, Bojonegoro, Mojokerto, Jombang dan Sidoarjo. Yang perlu dipersiapkan disini adalah masalah mental, karena mereka akan kami tempatkan diluar kota, kalau masalah keahlian itu sih masih bisa dipelajari. Kami tertarik mengambil karayawan dari mahasiswa MEC karena saya sudah mengenal MEC dari Majalah Yatim ketika saya masih bekerja di Telkom. Disitu dijelaskan bahwa MEC membuka kesempatan bagi wirausaha untuk merekrut SDM dari lulusan MEC, secara pribadi saya langsung tertarik dengan hal tersebut.

Kemampuan lulusan MEC ini alhamdulillah selama ini yang paling penting adalah mental yang baik, jujur, mudah dan cepat mengerti jika diajarkan suatu tugas tertentu. Sedangkan masalah skill, memang masih butuh di upgrade lagi, sehingga kami pun menyediakan trainer bagi mereka. Sehingga kelak mereka bisa lebih berkembang dan lebih mandiri.(bam)

Sandi Rahmat Sholeh

SDI (Sumber Daya Insani) Bank Bukopin Cabang Syariah Surabaya

Lahir di Banyuwangi 14 Januari 1984, jadi donatur sejak awal 2008

Kebetulan saat itu Bank Bukopin Syariah sedang membutuhkan jasa tenaga kliring, yakni bertugas membantu masalah transfer antar bank. Karena sebelumnya saya sudah mengenal Hendy dari MEC, saya langsung kontak dia dan kebetulan dia dahulu juga pernah menawarkan untuk merekrut para alumni MEC jika membutuhkan karyawan. Kemudian saya minta kepada Hendy lulusan terbaik MEC, yang lantas diajukan alumni MEC yang bernama Adi Ali Farkan. Setelah melalui proses perekrutan, akhirnya Adi Ali Farkan diterima bekerja di Bukopin Cabang Syariah Surabaya. Alhamdulillah, lulusan MEC ini sangat baik dan cepat beradaptasi dengan pekerjaannya.

Saya tertarik untuk merekrut dari MEC karena yang bisa kuliah di MEC adalah anak-anak yang benar-benar direkrut melalui serangkaian seleksi masuk MEC. Sehingga saya melihatnya, para mahasiswa MEC tersebut tidak asal mengambil anak yatim untuk dapat kuliah di MEC. Hal ini lah yang saya nilai cukup bagus karena perekrutannya sudah sangat selektif, karena saya yakin SDM yang dihasilkan MEC tersebut bisa cukup bersaing dengan lainnya.(bam)

Puspitaningrum

Direktur KJKS Amanah Ummah

Kami tertarik untuk merekrut SDM dari MEC karena memiliki lembaga yang menaunginya, yakni Yayasan Yatim Mandiri, setidaknya sih dalam perjalanannya nanti ada permasalahan itu paling tidak ada yang bisa kita hubungi yakni ke Yatim Mandiri. Selain itu pihak MEC juga bisa memberikan referensi tentang keahlian dan karakter mahasiswanya yang diajukan untuk kami rekrut. Sedangkan kalau mengambil SDM dari luar, itu kami kesulitan dengan referensi dan pengetahuan karakter orang tersebut.

Untuk kemampuan atau skill dari lulusan MEC ini sudah cukup baik, mungkin yang masih kurang adalah pembinaan karakter atau pengembangan diri. Karena di KJKS Amanah Ummah ini yang banyak diperlukan adalah SDM Marketing, dan ketika mereka ditempatkan di Marketing, banyak yang tidak kuat, khan soalnya marketing itu harus selalu memenuhi target yang dibebankan sehingga ada beberapa dari alumni MEC tersebut merasa tidak kuat bekerja sebagai marketing.

Harapan kedepannya nanti bagi MEC adalah memperbanyak on the job prakteknya, karena yang penting dalam dunia kerja selain keterampilan yakni karakter dalam menyesuaikan diri dengan dunia kerja. Dan juga saya berharap MEC memiliki materi untuk pengembangan pribadi bagi mahasiswanya agar punya pandangan dunia kerja itu seperti ini, dan lebih sering mengundang beberapa praktisi untuk sharring karena paling tidak para mahasiswanya bisa memiliki gambaran tentang dunia kerja.(bam)

Komentar Donatur Non Mitra MEC

Andika Persada Putera

Karyawan Bank Permata Surabaya

“Program kuliah gratis di MEC untuk anak yatim adalah suatu program yang sangat mulia. Karena dengan program tersebut anak yatim akan dididik untuk mendapatkan keterampilan untuk menunjang kehidupan pribadinya di masa yang akan datang. Bagusnya program ini karena ditangani secara intensif dan professional, sehingga akan semakin mudah untuk mencapai tujuannya yaitu menjadikan anak yatim bisa hidup mandiri. Keterampilan yang diperoleh dari MEC tersebut diharapkan akan mampu bersaing dengan lainnya. Selain itu, kepribadian anak yatim hendaknya diperhatikan juga. Karena dengan memperoleh ilmu kepribadian yang baik diharapkan kepercayaan dirinya akan semakin kuat menghadapi dunia kerja.” (bam)

Rinto Azhar

Pimpinan PT YEKAPE SURABAYA

“Program kuliah gratis di MEC itu adalah suatu usaha yang sangat bagus dari program Yatim Mandiri yang mempunyai azas kelanjutan, jadi anak yatim itu tidak diasuh begitu saja tapi juga dipikirkan untuk jangka panjangnya, supaya lebih mandiri. Dengan mendapat ilmu di MEC, yatim ini mendapatkan bekal untuk kemandiriannya. Selain itu, yatim ini diantarkan untuk lebih professional lagi oleh Yatim Mandiri melalui MEC, mulai cara pemikirannya dan keterampilannya. Setelah itu, tinggal para mahasiswa MEC itu sendiri harus yakin punya kemandirian dan harus bisa membuat waktu yang diberikan oleh MEC ini sebaik-baiknya untuk kemanfaatannya menuju kemandirian.

Kedepannya nanti agar mahasiswa MEC lebih baik lagi menghadapi dunia kerja, yakni harus ada sinergi atau pendekatan tentang suatu bidang kerja agar adabtasinya tidak terlalu jauh ketika terjun ke dunia kerja. Karena di industri atau dunia kerja itu tidak hanya dituntut pekerjaan tidak hanya sekedar mengerjakan saja, tetapi juga mengerjakan dengan benar. Dan mungkin pihak MEC sering mengundang kalangan industri untuk memberikan wawasan atau gambaran kerja bagi mahasiswanya.(bam)


Kisah

Nur Hasan

Ingin Menjadi Dosen Agama

Dengan ketekunan dan konsentrasi dalam belajar serta adanya kemauan yang keras untuk selalu belajar, insyaallah prestasi akan dapat diraih. Itulah yang dilakukan oleh pemuda bernama lengkap Nur Hasan, sehingga ia dinobatkan sebagai juara ke II Lomba Komputer Word dan Excel pada tahun 2006 yang lalu.

Seperti yang diungkapkan pemuda kelahiran Pasuruan pada tanggal 6 Juni 1986, ketika masih berusia 24 bulan Nur Hasan telah menyandang status yatim, karena sang bapak telah meninggal dunia. “Bapak saya meninggal karena sakit pada tahun 1988. Ketika saya sudah tahu bapak telah meninggal dunia, saya sangat sedih sekali. Otomatis perekonomian keluarga menjadi beban ibu saya yang bernama Siti Aisyah,” terang Nur Hasan ketika diwawancarai MAYA pada Jumat (6/2).

Ketika sudah waktunya untuk masuk sekolah, Nur Hasan pun sempat bingung, karena untuk bisa bersekolah jelas membutuhkan biaya. Sedangkan sang ibu saat itu sudah tidak mempunyai biaya untuk menyekolahkannya. Sehingga jalan satu-satunya ia harus tinggal dipanti asuhan. “Akhirnya saya memutuskan untuk tinggal di Panti Asuhan As-Sholah pada tahun 1999, yakni selepas kelas III Madrasah Diniyah. Dengan tinggal dipanti asuhan, saya bisa melanjutkan sekolah formal. Karena biaya sekolah dan biaya hidup telah ditanggung oleh pihak Panti Asuhan As-Sholah. Selain itu, saya juga bisa belajar memperdalam ajaran agama dan beribadah, serta mendapatkan pendidikan formal maupun non formal,” papar Nur Hasan.

Nur Hasan mengaku semangatnya tumbuh ketika pertama kali berada di Panti Asuhan As-Sholah. “Saya seperti menemukan semangat untuk melanjutkan pendidikan dan saya merasa sangat bersyukur sekali karena bisa melanjutkan pendidikan sekolah saya hingga saat ini kelas III MA,” katanya.

Karena itu, Nur Hasan pun lantas dengan rajin dan tekun belajar maupun beribadah selama tinggal di Panti Asuhan As-Sholah. Bagainya dengan belajar yang giat dan meraih pendidikan yang tinggi merupakan bekal ia bisa melanjutkan hidupnya kelak untuk bisa lebih mandiri. “Pendidikan dan belajar itu bagi saya sangat penting, sebab dengan memiliki ilmu insyaallah kesuksesan akan dapat diraih,” tegasnya.

Dengan ketekunannya belajar itulah prestasi akhirnya bisa ia dapatkan. Yakni ketika Nur Hasan mengikuti Lomba Komputer Word dan Excel pada tahun 2006. Sebelum mengikuti lomba tersebut, ia mengaku belajar dengan keras baik saat disekolah maupun ketika malam harinya dipanti asuhan. “Saya berusaha keras untuk tekun belajar computer, setiap kali guru mengajarkan saya selalu memperhatikan dengan seksama dan konsentrasi. Selain itu, ketika selesai pelajaran computer saya selalu mencoba untuk belajar lagi ketika sampai dip anti asuhan. Jadi malamnya biasanya saya pelajari lagi apa yang telah diajarkan hari itu. Sehingga ketika ada tes dari guru untuk mengerjakan soal-soal computer, saya jadi bisa menjawab dengan baik. Dan syukur alhamdulilah saya akhirnya dinyatakan sebagai juara II lomba computer word dan excel tersebut,” terang Nur Hasan.

Kedepannya nanti, selepas lulus sekolah kelas III MA ini, Nur Hasan mengaku ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yakni kuliah. “Tetapi itupun kalau memang ada biaya atau kalau ada yang membiayai. Karena saya ingin tetap bisa belajar hingga setinggi-tinggi dan mempunyai ilmu yang banyak. Karena dengan bekal ilmu yang banyak, insyaallah saya nantinya bisa mandiri dan berguna bagi panti asuhan saya, keluarga dan bangsa. Dan selepas kuliah saya ingin menjadi dosen agama, karena saya ingin sekali memberikan ilmu yang telah saya dapatkan sewaktu sekolah dan kuliah,” ujarnya mengakhiri.(bam)

Kebersamaan

BRI Cabang Nganjuk

Komitmen Membantu Yatim

Pendidikan bagi anak-anak yatim adalah suatu kebutuhan yang mutlak diperlukan. Sebab dengan memiliki pendidikan yang yang tinggi, diharapkan bisa menjadi bekal mereka menuju kemandirian. Atas dasar inilah karyawan BRI Cabang Nganjuk bersedia turut serta membantu anak-anak yatim yang kurang mampu dengan melalui Yatim Mandiri Cabang Kediri.

Seperti yang diungkapkan Dewi GS, Asissten Manager Bisnis Mikro BRI Cabang Nganjuk, bahwa awalnya Yatim Mandiri masuk ke BRI Cabang Nganjuk yakni sekitar tahun 2007 yang lalu. “Awalnya saya ditawari untuk menjadi donatur di Yatim Mandiri, lalu ketika dirumah saya konsultasikan dulu kepada suami saya. Dan alhamdulillah suami saya mengizinkan. Selain itu, saya memilih yatim mandiri karena kebetulan secara spontan saja sih karena saya ada rejeki yang berlebih, saya punya keinginan untuk membantu, itu saja dan kebetulan juga ada Yatim Mandiri yang masuk. Sehingga pada tahun 2007 saya ikut bergabung menjadi donatur di Yatim Mandiri,” ujar Dewi ketika diwawancarai MAYA pada Senin (9/2).

Masuknya Yatim Mandiri di BRI Cabang Nganjuk inipun direspon sangat bagus oleh rekan-rekannya yang lain. “Alhamdulillah juga ketika pertama kali ditawari bergabung di Yatim Mandiri, beberapa diantara mereka langsung tertarik untuk ikut menjadi donatur bagi anak-anak yatim melalui Yatim Mandiri Cabang Kediri,” papar Dewi.

Masih menurut Dewi, karena dirinya memang sering dinas luar sehingga intensitasnya dalam mengajak rekan-rekannya yang lain untuk turut serta menjadi donatur Yatim Mandiri pun agak berkurang. Sehingga perkembangan Yatim Mandiri di BRI Cabang Kediri mulai tahun 2007 hingga saat ini sedikit agak lambat.

“Memang saya sih tidak terlibat secara langsung mengajak mereka menjadi donatur. Meskipun begitu alhamdulillah hingga saat ini tercatat sekitar 5 orang karyawan BRI Cabang Nganjuk yang ikut menjadi donatur. Tetapi pada dasarnya rekan-rekan disini mempunyai komitmen untuk membantu anak-anak yatim. Selain itu, juga peran dari petugas Yatim Mandiri Cabang Kediri yang secara aktif mengajak rekan-rekan yang lain untuk menjadi donatur,” katanya.

Kedepannya nanti, ia pun berharap rekan-rekannya di BRI Cabang Nganjuk yang belum menjadi donatur bagi anak-anak yatim, bisa turut serta bergabung menjadi donatur di Yatim Mandiri. “Karena agama mengajarkan bahwa wajib hukumnya membantu anak-anak yatim yang kurang mampu,” ujarnya mengakhiri. (bam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar