Keharmonisan Rumah Tangga
Dalam menjaga keharmonisan dalan hidup berumah tangga hendaknya antara suami-istri haruslah saling memahami dan menghargai. Satu sama lain harus mendukung, karena peran masing-masing dalam rumah tangga adalah saling melengkapi.
Itulah rangkuman materi ceramah DR. Wijayanto MA, atau yang akrab dipanggil Ustadz Wijayanto ini, dalam acara pengajian umum, yang diselenggrakan oleh DKM Nurul Iman dan Yayasan Aurellia pada Selasa (16/9), bertempat di Masjid Nurul Iman, Jalan Margorejo Surabaya.
Menurut Ustadz Wijayanto, agar dalam mengarungi bahtera kehidupan sehari-hari dalam berumah tangga antara suami dan istri tidak cepat timbul perasaan stress, maka perlu adanya manajemen stress. “Yakni dengan pemahaman, bahwa ternyata tidak semua keinginan kita itu selalu dapat tercapai. Kalau kita sudah memahami hal tersebut, insya Allah, akan menjauhkan stress dalam diri kita,” jelas ustadz yang kerap tampil di televisi ini.
“Apalagi didalam bulan ramadhan ini, kita sebagai suami-sitri harus bisa menjaga emosi masing-masing. Berusaha untuk selalu bersabar. Karena dibulan ramadhan inilah pasangan suami-istri itu harus lebih mesra dan harmonis lagi. Selalu bersyukur kepada Allah atas apa yang telah diberikan kepada kita,” lanjutnya.
Selain itu, sebagai seorang suami dalam mencintai istrinya haruslah tanpa pamrih apapun, begitupula sebaliknya. “Istri jangan hanya melayani suami tergantung seberapa besar gaji yang telah diberikan kepada istri. Tetapi layanilah suami dengan penuh kasih sayang,” katanya.
Masih menurut Ustadz Wijayanto, dalam hal memanggil istri pun juga demikian. Harus dengan panggilan yang baik dan tutur bahasa yang halus dan sopan. “Makanya dalam berumah tangga harus saling menghormati dan pengertian agar antara suami-istri tidak saling menuntut haknya saja dan melupakan kewajibannya,” ujarnya mengakhiri.(bam)
Berkah
Hj Endang Retnowati SE. MM
Manajer Perum Pegadaian Kantor Cabang Bratang,
Diberi Berkah Kesehatan Jasmani Dan Rohani
Setelah ikut membantu pendidikan sekolah anak-anak yatim yang ada dipanti asuhan melalui YP3IS, ia merasa mendapatkan banyak berkah dari Allah. Antara lain diberi Allah kesehatan jasmani dan rohani, kelancaran dalam urusan pekerjaan, rejeki serta berkah dalam rumah tangganya.
Seperti yang diungkapkan wanita pemilik nama lengkap Hj Endang Retnowati SE. MM ini, berawal dari ajakan rekan kerjanya, ia pun lantas memutuskan ikut bergabung denganYP3IS pada tahun 2000 yang lalu. “Waktu itu atasan saya, Endarto, yang memang telah terlebih dahulu menjadi donatur di YP3IS, dan memberikan banyak sekali informasi tentang YP3IS kepada saya,” kenang wanita kelahiran
Menurut wanita yang menjabat Manajer di Perum Pegadaian Kantor Cabang Bratang, Jalan Barata Jaya XIX No 7 Surabaya, banyak hal yang membuat ia tertarik dengan YP3IS selain untuk membantu anak-anak yatim. “Salah satunya adalah adanya Majalah Yatim. Yang isinya sangat menarik sekali bagi saya, karena ada berbagai macam rubrik yang bisa menambah wawasan keilmuan saya. Selain itu YP3IS ini, juga merupakan lembaga yang memang benar-benar amanah dan professional dalam mengelola dana masyarakat khususnya para donaturnya. Serta dana tersebut benar-benar disalurkan untuk membantu anak-anak yatim yang kurang mampu,” ujar ibu dua orang anak ini.
Hal inilah, yang membuat Endang Retnowati semakin yakin dan mantap untuk mengalokasikan sebagian penghasilannya ke YP3IS untuk digunakan membantu pendidikan anak-anak yatim yang ada dipanti asuhan-panti asuhan. “Serta YP3IS juga secara berkesinambungan membina para donaturnya, seperti acara pengajian donatur, Training Inspiring Success By Al-Fatihah dan lainnya. Sehingga hal ini membuat ilmu agama saya juga semakin bertambah,” lanjutnya.
Tetapi terpenting baginya, untuk selalu berusaha berbagi kepada sesama, khususnya anak yatim, jika ia mendapatkan rejeki dari Allah. “Karena didalam rejeki yang kita terima tersebut, ada bagian yang merupakan hak-hak untuk anak yatim. Sehingga wajib kita sisihkan sebagian untuk anak yatim tersebut. Semakin kita banyak berbagi dengan ikhlas kepada sesama yang sangat membutuhkan, maka insyaallah, Allah akan memberikan pahala atau rejeki yang setimpal kepada kita. Saya merasa semakin banyak kita memberi kepada anak-anak yatim, seperti ada penyakit-penyakit hati maupun fisik hilang dari diri kita,” terang Endang Retnowati.
Tak hanya itu, ia juga merasa banyak berkah yang didapat dari Allah setelah menjadi donatur bagi anak-anak yatim yang kurang mampu tersebut. “Yakni saya diberikan kelancaran rejeki oleh Allah. Dan rejeki yang Allah berikan, alhamdulillah sangat melimpah bagi saya. Karena bagi saya, ibaratnya melihat rejeki itu, lihatlah rejeki orang lain yang dibawah kita. Jika kita membandingkan rejeki orang yang diatas kita, maka kita akan terus merasa kurang dan malah tidak bersyukur kepada Allah,” tegasnya.
Selain itu, kariernya di Perum Pegadaian juga semakin naik, dan Endang Retnowati merasa Allah telah memberikan kemudahan dan kelancaran dalam setiap urusan pekerjaannya. “Kalaupun ada masalah yang menyangkut urusan pekerjaan, itu pun saya rasa tidak terlalu berat. Karena saya yakin, Allah akan selalu memberikan solusi atau jalan keluar yang terbaik bagi saya,” katanya.
Sedangkan berkah dalam rumah tangganya yang didapat dari Allah, yakni pendidikan kedua anaknya diberikan kelancaran. Anak yang pertama telah lulus di STESIA dan anak yang kedua masih kuliah di UPN. “Serta syukur alhamdulillah, saya sudah bisa berhaji dan kondisi rumah tangga saya juga tentram dan damai,” lanjutnya.
Dan satu hal lagi yang selalu ia ingat, yaitu berkah kesehatan jasmani dan rohani. Karena hingga saat ini, Endang Retnowati mengaku tidak sedang mengidap suatu penyakit apapun yang berbahaya. “Karena dikantor ada fasilitas untuk general check up kesehatan setiap 2 tahun sekali, dan alhamdulillah, hasilnya saya tidak mengidap suatu penyakit yang berbahaya. Kalaupun memang sakit, itupun hanya sakit yang ringan-ringan saja. Seperti sakit kepala atau capek-capek, dan setelah kita minum obat, alhamdulillah, sakitnya bisa langsung hilang,” ujarnya.
Karena banyaknya berkah yang ia dapatkan setelah membantu anak-anak yatim yang kurang mampu itulah, Endang Retnowati pun selalu bersyukur kepada Allah atas apa yang telah ia peroleh selama ini.(bam)
Konsultasi Keluarga
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Ustadz Hasan yang saya hormati, saya gadis 20 tahun ingin curhat. Ustadz, saya punya pacar dan hubungan kami sudah 1 tahun lebih. Kedua orang tua pun sudah tahu hubungan kami dan itu pun tidak ada masalah. Orang tua pacar saya menginginkan kami segera menikah. Saya pun tidak ada masalah untuk segera menikah.
Di lain kesempatan, pacar saya main ke rumah saya, niatnya mau izin melamar saya, kalau iya, orang tuanya ke rumah saya. Belum sempat orang tuanya ke rumah saya, orang tua saya tidak menginginkan lamaran itu terjadi, alasannya pun membuat saya bingung, Ustadz. Katanya, saya dan pacar saya hitungan lahir/pasarannya ketemu angka 25 yang itu berarti kematian, mitos yang beredar kalau ketemu angka 25. Kalau tidak, pengantinnya yang meninggal, sandang dan pangannya yang mati. Ibu saya yang paling tidak menginginkan itu, kalau bapak saya, selama saya bahagia bapak juga ikut bahagia. Sejak itu Ustadz, ibu saya minta saya meninggalkan pacar saya, tapi hal itu yang sulit saya lakukan. Saya tidak tahu Ustadz, sampai kapan orang tua melarang hubungan kami.
Tapi kejadian ini bukan yang pertama kali, sudah 3 kali ini saya pacaran dengan seseorang. Pas waktu ingin hubungan serius, ibu saya selalu menghalangi dengan alasan yang hampir sama. Saya tidak mengerti Ustadz, apa yang diinginkan ibu saya, dan sampai kapan ibu saya mengerti dengan perasaan saya. Yang saya tanyakan, Ustadz:
- Apa benar mitos angka pasaran 25 dalam pernikahan bakal terjadi sesuatu yang buruk dalam rumah tangga kelak dalam artian kematian? Tolong dijelaskan!
- Kalau seandainya saya menikah sendiri, hanya dihadiri orang tua pacar saya, itu gimana, Ustadz? Terus kalau bapak saya (wali) mengizinkan tapi ibu saya tidak merestui apa pernikahan itu bisa dilaksanakan?
- Apa yang mesti saya lakukan, memutuskan pacar saya atau saya tetap menjalin hubungan dengan pacar saya meskipun ibu tidak merestui?
- Apa jalan keluar dengan masalah yang saya hadapi ini, Ustadz?
Terima kasih atas jawaban Ustadz, semoga Allah memberikan petunjuk bagi saya melalui jawaban Ustadz.
Wassalam,
NN, Gresik.
Jawaban
Waalaikumussalam wr.wb.
- Saudari, Sebagai muslim tentu hanya akan percaya dan meyakini apa yang diajarkan dalam ajaran islam. yang ditentukan dalam ajaran islam mengenai jodoh, adalah sebagaimana sabda rosul yang artinya : “wanita itu dinikahi oleh sebab 4 hal , yaitu karena kecantikannya, hartanya, keturunanya dan agamanya. Maka pilihlah yang baik agamanya”. Tidak pernah Rosulullah menentukan kriteria sebagaimana yang anda sebutkan diatas dan hal seperti itu memasuki wilayah syirik jika menjadi kepercayaan, karena itu tidak perlu di ikuti apalagi diyakini. Nabi bersabda : “ Tidak ada ketaatan kepada siapapun untuk bermaksiyat pada al Kholiq ( pencipta )” . Allah berfirman “ Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.( QS. 31 : 15 )
- Secara hukum agama jika ada wali, apalagi bapak sendiri yang menjadi wali jelas sah, tapi yang terbaik adalah mendapatkan ridlo dari kedua orang tua, karena itu jika memungkinkan harus berupaya maksimal agar ibu memahami bahwa apa yang menjadi keyakinannya itu salah. Misalnya bapak yang memberi pengertian atau yang lainnya.
- Anda tidak boleh memutuskan berdasar pertimbangan hitungan seperti yang diyakini ibu, tapi harus menurut petunjuk Allah. Mohonlah petunjuk Allah dengan menjalankan sholat istikhoroh yaitu sholat untuk mendapatkan petunjuk Allah apakah dengan calon anda itu baik atau tidak menurut Allah. Agar bisa lebih tepat petunjuknya, sebaiknya disamping anda sholat sendiri juga bisa meminta tolong orang lain yang lebih dekat dengan Allah untuk sholat istikhoroh. Dari petunjuk sholat itulah anda memutuskan terus atau tidak. Semoga ibu dan bapak akan lebih mudah menerima apa yang menjadi keputusan Allah, termasuk anda sendiri dan calon anda
- Allah memerintahakan pada hambanya dengan firmannya : Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',( QS 2 : 45 ). Yakinlah dan serahkan semua pada Allah setelah anda berikhtiar ( berusaha maksimal ).
- Semoga Allah memberikan jalan keluar terbaik. amin
Konsultasi Agama
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Ustadz Naviz yang saya hormati, saya pemuda muslim mau menanyakan beberapa hal. Saya anak kost yang tinggal sekamar dengan teman saya, kami sama-sama muslim tapi teman saya tidak pernah melaksanakan ibadah-ibadah yang telah disyariatkan, malah kadang-kadang mabuk-mabukan.
Yang ingin saya tanyakan:
1. Berdosakah saya bila saya tidak mengingatkan teman saya untuk bertobat dengan alasan tidak mau menyinggung perasaannya?
2. Karena selama ini dia tidak pernah menggangu ibadah saya, apa dengan cara mendoakannya saja sudah cukup menurut agama?
3. Bagaimana sikap saya terhadap teman saya, meskipun saya kadang-kadang merasa tidak enak kepada teman saya ketika saya beribadah seperti mengaji, pada saat ada dia, seolah-olah saya merasa menjadi orang sok alim?
Demikian pertanyaan saya, atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.
Wassalam,
Wahyu,
Jawaban
Mas Wahyu yang saya hormati. Memang seharusnya seorang muslim tidak hanya mementingkan diri sendir, tapi harus perduli dengan orang lain. Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa yang tidak memperhatikan urusan muslim, maka bukan termasuk golongan mereka"( HR. Al-Bukhari).
Namun dalam bergaul dengan teman baik di kantor, sekolah, kos dan di kehidupan masyarakat, kadang banyak kemungkaran yang dilihat. Nah dalam hal menyikapi ketika melihat kemungkaran Rasulullah SAW memberi panduan: "Barangsiapa diantara kamu melihat kemungkaran, maka rugahlah dengan 'tanganmu'. jika tidak mampu, maka dengan lisanmu. Jika tidak mapu, maka dengan hatimu. Dan demikian itu paling lemahnya iman". ( HR. Al-Bukhari)
Mas Wahyu, cara menyikapi teman anda sekamar yang sesame muslim tapi tidak pernah salat dan kadang mabuk-mabukan, maka itu termasuk suatu kemungkaran yang harus anda ingkari sesuai kemampuannya. Baiklah pengasuh jawab pertanyaan anda:
1. Jika anda melihat kemungkaran seperti itu lalu anda mendiamkan saja, maka anda berdosa. Anda wajib mengingatkanya dengaan cara yang santun dan memperhatikan situasi dan kondisi watak teman anda. Mungkin sambil bercanda atau dengan bahasa sindiran, atau cara lain sesuai yang anda mungkin lakukan.
2. Kalau dengan 'tangan' atau dengan lisan tidak mampu anda lakukan, maka seharusnya anda ingkari dengan hati. Artinya hati anda tidak menyukai kemungkaran itu. Dan sambil mendoakan semoga terbuka hatinya dan mendapat hidyah dari Allah sehingga bisa melaksanakan ibadah sebaik-baiknya. Hal ini pernah dilakukan oleh Rasulullah ketika melihat kaumnya tidak mau mengikuti ajarannya Rasulullah berdoa: " Yaaa Allah Tunjukkanlah kaumku karena mereka tidak mengetahui".
3. Justru anda jangan lalai ibadah atau malah terpengaruh oleh prilaku dia. Bahkan sebaiknya anda yang mempengaruhinya. Bukan sok alim, tapi itulah seharusnya yang anda lakukan kalau itu suatu kebaikan walaupun mungkin mereka tidak manyukainya. Rasulullah bersabda: " Berjalanlah kamu di jalan Allah dan jangan pedulikan orang lain, karena setiap orang ada yang senang dan ada yang benci". ( HR. Muslim)
Semoga anda tetap istiqamah mengamalkan ibadah dan teman anda terbuka hatinya mendapatkan petunjuk dar Allah. Amiin Yaa mujibassailiin
Siroh
Pengiriman Usamah bin Zaid ke Balqa’
Belum lama Rasulullah SAW sampai di Madinah sehingga beliau memerintahkan kaum Muslimin untuk bersiap-siap memerangi orang-orang Romawi. Rasulullah SAW memilih Usamah bin Zaid untuk memimpin peperangan ini. Ia diperintahkan Rasulullah SAW agar pergi ketempat dimana ayahnya, Zaid bin Haritsah, terbunuh. Disamping mendatangi perbatasan Balqa’ dan Darum di Palestina. Keberangkatan Zaid ini bersamaan dengan permulaan sakit Rasulullah SAW yang kemudian disusul dengan kematian beliau. Tetapi orang-orang munafiq menolak pemberangkatan ini seraya berkomentar: “Dia (Nabi SAW) mengangkat anak ingusan menjadi komandan dikalangan pembesar Muhajirin dan Anshar.”
Kemudian Rasulullah SAW keluar, dalam keadaan kepala sudah terasa sakit, lalu berbicara kepada orang-orang seraya bersabda: “Jika kalian menggugat kepemimpinan Usamah bin Zaid, maka (tidaklah aneh karena) sesungguhnya kalian juga pernah menggugat kepemimpinan ayahnya sebelumnya. Demi Allah, sungguh ia pantas dan laik memegang kepemimpinan itu.
Pada saat itulah sakit Rasulullah SAW semakin bertambah berat, sehingga Usamah menghentikan pasukan ditempat perkemahan tersebut seraya menantikan apa yang akan diputuskan oleh Allah dalam masalah ini.
Pertama kali Rasulullah SAW merasakan sakit dibagian kepalanya. Diriwayatkan dari Aisyah ra bahwa sepulangnya dari Baqi, Nabi SAW disambut oleh Aisyah seraya berkata: “Aduh kepalaku sakit sekali.” Lalu Nabi SAW berkata kepada Aisyah: “Demi Allah, wahai Aisyah, kepalaku sendiri terasa sangat sakit!” Sakit dibagian kepala itu semakin bertambah berat sehingga menimbulkan demam yang sangat serius. Permulaan sakit ini terjadi pada akhir-akhir bulan Shafar tahun ke-11 Hijri. Kemudian Aisyah menjampinya dengan sejumlah ayat-ayat al-Quran yang berisi mu’awwidzat (permintaan perlindungan kepada Allah). Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Urwah bahwa Aisyah ra mengabarkannya, sesungguhnya Rasulullah SAW apabila merasa sakit beliau meniup sendiri dengan mu’awwidzat dan mengusapkan dengan tangannya.
Dirumah Aisyah ra sakit Rasulullah SAW semakin bertambah keras. Mengetahui para sahabatnya sudah mulai cemas dan bersedih karena dirinya, maka Nabi SAW bersabda: Siramlah aku dengan 7 qirbah air karena aku ingin keluar berbicara kepada mereka. Aisyah ra berkata: Kemudian aku dudukkan Nabi SAW ditempat mandi lalu kami guyur dengan 7 qirbah air tersebut sampai beliau mengisyaratkan dengan tangannya: “Cukup!”
Kemudian Nabi SAW keluar dengan kepala terasa pusing lalu duduk diatas mimbar. Pertama-tama nabi SAW berdoa dan memintakan ampunan untuk para Mujahidin Uhud, lalu bersabda: “Seorang hamba diberi pilihan oleh Allah, antara diberi kekayaan dunia atau apa yang ada disisi-Nya, lalu hamba itu memilih apa yang ada disisi-Nya.” Kemudian Rasulullah SAW kembali kerumahnya dan sakitnya semakin bertambah berat.
Ibnu Abbas meriwayatkan, katanya: Ketika Rasulullah SAW sedang sakit keras, beliau bersabda kepada orang-orang yang ada didalam rumah: Kemarilah, aku tulisakan sesuatu wasiat buat kalian dimana kalian tidak akan sesat sesudahnya. Kemudian sebagian mereka berkata, sesungguhnya Rasulullah SAW dalam keadaan sakit keras sedangkan disisi lain ada Al-Quran, cukuplah bagi kita Kitabullah. Maka timbullah perselisihan diantara orang-orang yang ada didalam rumah. Diantara mereka ada yang berkata: Mendekatlah, beliau hendak menulis wasiat buat kalian dimana kalian tidak akan sesat sesudahnya. Diantara mereka ada juga yang mengatakan selain itu. Mendengar perselisihan itu bertambah sengit dan gaduh, akhirnya Rasulullah SAW bersabda: “Bangkitlah kalian!”
Ketika Rasulullah SAW sudah tidak kuat lagi keluar untuk mengimami shalat, maka beliau bersabda: “Perintahkanlah Abu Bakar untuk mengimami shalat.” Aisyah menyahut: Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Bakar seorang yang lembut. Jika dia menggantikanmu maka suaranya tidak akan didengar oleh orang. Nabi SAW bersabda: “Kalian memang seperti perempuan-perempuan Yusuf. Perintahkan Abu Bakar supaya mengimami shalat Jumaah.”
Setelah itu Abu Bakarlah yang bertindak sebagai imam shalat jamaah. Pada suatu hari (ketika Rasulullah SAW sudah merasa agak enak badan) Nabi SAW keluar kemudian mendapati Abu Bakar sedang mengimami shalat jamaah. Melihat kedatangan Rasulullah SAW ini lalu Abu baker mundur, tetapi diberi isyarat oleh Nabi SAW agar tetap ditempatnya. Kemudian Rasulullah SAW duduk disamping Abu Bakar lalu Abu Bakar shalat mengikuti shalat Nabi SAW yang dilakukan dengan duduk itu, sementara orang-orang shalat mengikuti shalat Abu Bakar. Orang-orang merasa gembira karena melihat keluarnya Nabi SAW tersebut, tetapi sebenarnya sakit beliau semakin bertambah serius dan rupanya hal itu merupakan kesempatan terakhir Rasulullah SAW keluar melakukan shalat bersama orang banyak.
Ibnu Mas’ud meriwayatkan, katanya: Aku pernah masuk membesuk Rasulullah SAW ketika beliau sedang sakit keras, lalu aku pegang beliau dengan tanganku seraya berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau mengalami demam panas sekali. Jawab Nabi SAW: “Ya, demam yang kurasakan sama dengan yang dirasakan oleh dua orang dari kalian (dua kali lipat).” Aku berkata: Apakah hal itu karena engkau mendapatkan dua pahala? Nabi SAW menjawab: “Ya, tidaklah seorang muslim menderita sakit kecuali Allah akan menghapuskan dengan sakitnya itu kesalahan-kesalahannya sebagaiamana daun berguguran dari pohonnya.”
Dalam keadaan sakit keras seperti itu Rasulullah SAW menutup wajahnya dengan kain. Apabila dirasakna sakit sekali maka beliau membuka wajahnya lalu bersabda: “Semoga laknat Allah ditimpakan keatas orang-orang Yahudi dan Nasrani yang menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai masjid.” Seolah-olah Nabi memperingatkan kaum Muslimin dari tindakkan seperti itu.(bam dari sirah nabawiyah, hal: 445)
Pusdiklat
Wisuda Mahasiswa MEC Angkatan I Dan II
Pada Sabtu (23/8), bertempat di Kampus MEC, Jalan Raya Jambangan 70,
Dalam sambutannya, Mohammad Hasyim memberikan selamat kepada mahasiswa yang telah lulus tersebut dan berharap semua ilmu yang telah didapat di Kampus MEC dapat dijadikan bekal untuk bisa mandiri. “Kami berharap anak-anak didik MEC setelah lepas dari MEC dapat berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Serta mampu berperan serta dan berdakwah dimasyarakat,” ujar Mohammad Hasyim.
Acara wisuda yang juga dihadiri beberapa anggota Forum Donatur YP3IS tersebut, ditutup dengan tausyiah dari N Nur Hidayat dan pembagian ijazah kelulusan kepada 85 mahasiswa.(bam)
Pusat
Pawai Gembira Sambut Ramadhan
YP3IS bersama sejumlah anak yatim yang berasal dari panti asuhan se-Surabaya dan donatur YP3IS, pada Ahad (24/8), menggelar acara Pawai Gembira Menyambut Ramadhan 1429 H. Pawai yang menampilkan berbagai macam aksi dan kreasi anak yatim ini dimulai pukul 08.00 dengan rute start di Jalan Kombes Duriat Surabaya, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Pemuda, Jalan Yos Sudarso, Jalan Sedap Malam dan finish didepan Kantor Pemerintahan Kota Surabaya di Jalan Jimerto. Ikut pula dalam pawai tersebut Pembina YP3IS H Nur Hidayat, Wakil Ketua YP3IS Abdul Rokib, Direktur YP3IS Zakariya SAg dan Ketua Forum Donatur Tommy Arifiyanto.
Menurut Ketua Panitia, Didik Sulaiman, tujuan diadakannya pawai ini selain menyambut bulan ramadhan, juga untuk mengingatkan Sadar Zakat kepada masyarakat. “Serta tidak berbuat kemungkaran selama bulan puasa,” ujar Didik Sulaiman.
Sementara itu Direktur YP3IS, Zakariya, dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk menyambut bulan ramadhan dengan bergembira. “Ciri orang beriman itu, selalu senang jika datang bulan puasa. Mari kita sambut bulan ramadhan ini dengan gembira tanpa ada rasa benci dan iri hati. Dan juga jangan lupa untuk berzakat,” ajak Zakariya.
Diakhir acara juga diserahkan Dana Bantuan Pendidikan YP3IS sebesar Rp 1.187.573.500 kepada 6644 anak yatim yang ada diseluruh
Humor
Tamu Allah Pergi Ke Rumah Allah
Seorang laki-laki dari sebuah desa tidak memiliki rasa malu dan budi pekerti. Ia malas bekerja dan hanya suka meminta. Ia pasti membawa sesuatu setiap kali pergi kerumah seseorang. Kepada sebagian orang ia meminta pakaian dan kepada yang lain meminta makanan. Tidak pernah bosan berbuat demikian, sekalipun terkadang diusir oleh yang punya rumah.
Suatu hari laki-laki itu datang kerumah Nasharuddin. Ia mengetuk pintu dan dari dalam terdengar jawaban, “Siapa?”
Ia lantas menjawab, “Saya berkepentingan dengan Nasharuddin.”
Maka Nasharuddin turun dan saat melihat yang bertamu adalah laki-laki desa itu, Nasharuddin bertanya, “Apa yang engkau inginkan?”
Laki-laki itu menjawab, “Saya tamu Allah.”
Nasharuddin berkata, “Bila demikian ikutlah denganku!”
Laki-laki itu mengikuti Nasharuddin hingga sampai kedepan pintu masjid Jami’.
Saat itulah Nasharuddin berkata, “Engkau salah masuk kepada kami. Inilah Baitullah, hai tamu Allah!” (bam dari menertawakan akal menghitung bintang, hal: 133)
Roh Nabi Ismail
Seorang santri yang baru saja belajar 3 bulan di sebuah pesantren salaf pulang untuk berhari raya Idul Adha. Karena pernah nyantri ia ditunjuk saja untuk menyembelih kambing qurban. Mau tidak mau harus mau, karena di kalangan anak muda dia yang dianggap paling bisa ilmu agama.
Baiklah, takbir dibaca 3 kali, santri tadi mulai menggorok kambing, Tanpa diduga, karena dua orang yang membantu memegang kambing pun kurang berpengalaman, kambing tadi terperanjak dan lepas, lalu berjalan terseok dalam keadaan setengah terpotong. Orang-orang terkejut.
Santri yang menyembelih tadi, secara reflek menghampiri kambing, memegang kepalanya dan melanjutkan penyembelihan. Dan karena gugup, leher kambing digorok sampai putus. Kambing pun terkapar. Santri tadi bingung setengah mati. Kejadian barusan sangat tidak wajar, belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka menjadi khawatir.
"Itu sembelihannya tidak sah," kata seseorang.
"Berati itu bangkai, kubur saja, haram dimakan," kata lainnya.
Santri tadi kebingungan. Apalagi setelah orang-orang berinisiatif mengganti kambing qurban salah seorang warga tadi dengan cara patungan. Santri tadi semakin bingung, serba salah, berkeringat dingin.
Untung saja datang kiai sepuh yang biasa menyembelih di kampung itu. Dia dipanggil sesaat setelah kejadian. Tadinya dia sudah merasa tua, ingin menyerahkan urusan sembelihan kepada anak muda. Dia menghampiri warga yang sedang panik.
"Jadi begini, itu tadi kambingnya melihat Nabi Ismail, dia kaget. Tapi roh kambing itu sekarang sudah berada bersama roh Nabi Isma'il di surga," kata kiai tadi sambil menunjuk ke atas. "Jadi sudah sah. Ayo dilanjutkan nyembelihnya," kata kiai melanjutkan, sambil mulai menguliti kambing tadi dengan cekatan. Warga terbengong.
Bagi kiai, mungkin itu cara terbaik menyelesaikan masalah tanpa perdebatan.
Belakangan saat memberikan ceramah mingguan di masjid, dia baru menjelaskan "fasal penyembelihan hewan" bahwa pisau untuk menyembelih itu disunnahkan tidak terangkat dari leher hewan sebelum penyembelihan selesai dan lehernya jangan langsung diputus. Tapi jika tidak juga tidak apa, tetap sah.
Kebersamaan Sidoarjo
PT Maspion I Divisi Strongking
Peduli Pendidikan Anak Yatim
Semangat para karyawan PT Maspion I Divisi Strongking untuk membantu anak-anak yatim yang kurang mampu, patut dijadikan contoh. Mereka sangat peduli dengan nasib anak-anak yatim tersebut, khususnya tentang pendidikan mereka. Karena dengan memiliki pendidikan yang layak, maka anak-anak yatim itu kedepannya nanti bisa lebih mandiri.
Seperti yang diungkapkan Nurikan, karyawan PT Maspion I Divisi Strongking, awalnya YP3IS masuk keperusahaan yang terletak di jalan Sawo Tratap, Gedangan, Sidoarjo pada Desember 2004. “Waktu itu YP3IS Cabang Sidoarjo masih belum dibuka, dan masih ditangani YP3IS Pusat. Saat itu yang langsung menjadi donatur berjumlah 4 orang,” terang Nurikan ketika ditemui MAYA pada Selasa (26/8).
Kemudian pada tahun 2005, setelah YP3IS membuka kantor cabang di Sidoarjo, donasi yang awalnya disetorkan rutin tiap bulannya ke YP3IS di Surabaya, sejak itu kami alihkan ke YP3IS Cabang Sidoarjo. “Dan alhamdulillah, saat pindah ke YP3IS Cabang Sidoarjo tersebut jumlah donatur untuk anak-anak yatim di PT Maspion I ini bertambah menjadi 21 orang,” ujar pria kelahiran Gresik pada 15 Agustus 1967 ini.
Karena respon positif para karyawan PT Maspion I Divisi Strongking ini, lambat laun jumlah donatur untuk anak-anak yatim yang ada dipanti asuhan-panti asuhan semakin bertambah banyak. Total hingga saat ini, jumlah donatur YP3IS adalah 120 orang karyawan di PT Maspion I Divisi Strongking ini.
“Hal ini karena dukungan dan kerjasama dari teman-teman yang ada di PT Maspion I ini, sehingga jumlah donatur tiap tahunnya semakin bertambah. Selain itu, Teman-teman disini sangat mudah untuk diajak membantu anak-anak yatim yang kurang mampu, karena pada dasarnya mereka memang memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi,” terang Nurikan.
Terbukti, apabila ada karyawan mendaftar menjadi donatur ke YP3IS, maka karyawan tersebut biasanya langsung mengajak rekan-rekan lainnya yang belum menjadi donatur. “Selain itu, peran Majalah Yatim dalam menambah jumlah donatur di PT Maspion I Divisi Strongking ini sangat besar sekali. Sebab, dengan hanya memberikan atau membagi-bagikan Majalah Yatim kepada karyawan yang belum terdaftar menjadi donatur, dan alhamdulillah mereka biasanya langsung tertarik untuk ikut bergabung membantu anak-anak yatim tersebut,” ujarnya.
Mereka kebanyakkan menaruh kepercayaan yang sangat besar kepada YP3IS, karena YP3IS adalah lembaga yang benar-benar amanah dan professional dalam mengelola dana masyarakat, khsususnya doantur tetapnya, untuk disalurkan guna membantu pendidikan sekolah maupun kemandirian anak-anak yatim tersebut.
“Kami juga merasa bangga dengan naiknya nilai Bantuan Dana Pendidikan YP3IS untuk anak-yatim tiap tahunnya, karena dengan begitu kami berharap kebutuhan pendidikan dan kemandirian anak-anak yatim tersebut bisa tercukupi dengan baik,” kata Nurikan.
“Kedepannya nanti saya berusaha untuk lebih sering lagi mengajak teman-teman di PT Maspion I Divisi Strongking yang belum menjadi donatur, untuk segera membantu dan ikut peduli terhadap pendidikan dan kemandirian anak yatim,” lanjutnya.(bam)
Doa
Dianugerahi Rejeki Yang Berkat
Allaahummarzuqnii rizqan halaalan thayyiban wasta’milnii thayyiban. Allaahummaj’al ausa’a rizqika ‘alayya ‘inda kibari sinnii wangqithaa’I umrii. Allahummakfinii bihalaalika ‘an haraamika wa aghninii bifadhlika ‘
Artinya:
Ya Allah, berilah padaku rejeki yang halal dan baik, serta pakaikanlah padaku segala perbuatan yang baik. Ya Tuhanku, jadikanlah oleh-Mu rejeki itu paling luas ketika tuaku dan ketika lemahku. Ya Allah, cukupkanlah bagiku segala rejeki-Mu yang halal daripada yang haram dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari yang lainnya. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu rejeki yang luas dan berguna. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu nikmat yang kekal yang tidak putus-putus dan tidak akan hilang.(bam dari Doa, Dr Miftah Faridl, hal: 235)
Kisah
Binti Salamah
Berharap Beasiswa Untuk Melanjutkan Kuliah
Banyak sudah prestasi yang telah berhasil ia sabet diusia 16 tahun ini, yaitu juara lomba pidato tiga bahasa, juara berbagai lomba pencak silat dan prestasi lainnya. Semuanya itu diraihnya dengan tekun dan giat belajar selama tinggal dipanti asuhan.
Memang semenjak duduk dibangku kelas IV sekolah dasar, gadis bernama lengkap Binti Salamah ini memutuskan untuk tinggal dipanti asuhan dikarenakan tidak ada biaya untuk menempuh pendidikan sekolah. “Saya di Nganjuk tinggal bersama nenek, ia pun sudah tidak mampu lagi membiayai sekolah saya. Sedangkan kedua orang tua saya bekerja sebagai pedagang kecil-kecilan di Pasuruan,” ujar Binti Salamah kepada MAYA pada Rabo (4/9).
Kemudian oleh sang paman, ia disarankan untuk tinggal di Panti Asuhan Al Bisyrie yang terletak di Dusun Nglaban, Desa Babadan, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk. Dan kebetulan letak panti asuhan tersebut btidak begitu jauh dari tempat tinggalnya.
Menginjak kelas V sekolah dasar, Binti Salamah menerima kabar duka, yakni sang bapak, Zainal Arifin, meninggal dunia karena sakit. “Ketika itu tahun 2005 saat saya masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar, saya dikasih tahu bapak telah meninggal dunia. Perasaan saya waktu itu sangat sedih sekali, karena terus terang saya jarang sekali bertemu bapak,” kenang gadis kelahiran Nganjuk, 23 September 1992 ini.
Tetapi kesedihan itu lambat laun bisa atasi dengan mengikuti berbagai macam kegiatan yang diberikan di Panti Asuhan Al Bisyrie. Mulai belajar, ibadah, mengaji, les pelajaran sekolah sampai mengkuti keterampilan pencak silat. “Di Panti Asuhan Al Bisyrie ini juga diajarkan tiga bahasa, yakni bahasa
Karena ketekunan dan kesungguhannya dalam belajar itulah, ia pun meraih prestasi sebagai juara pertama dalam lomba pidato tiga bahasa antar santri Pondok Modern Al Bisyrie pada tahun 2006 yang lalu. “Waktu persiapan menghadapi lomba pidato 3 bahasa, saya belajar secara intens selama beberapa hari, dengan dibimbing oleh para pengasuh panti asuhan ini. Khusus bahasa Inggris dan Arab, saya belajar dengan cara memahami arti dan makna teks bahasa Inggris dan Arab yang dibuat oleh pembimbing saya. Dan ketika lomba, alhamdulillah, akhirnya saya mendapat juara pertama,” kenang gadis yang hobi membaca ini.
Tak hanya itu, ia juga selalu peringkat pertama dikelas selama sekolah di SDN Babadan IV, lalu peringkat pertama Wustha (setara MTs/SMP) di Pondok Pesantren Al Bisyrie. Serta meraih nilai tertinggi dalam Ujian Nasional Tingkat Sekolah Dasar se-Kabupaten Nganjuk.
Sedangkan keterampilan pencak silat yang rutin dan tekun ia ikuti, juga meraih beberapa prestasi yang patut dibanggakan. “Selama seminggu sekali setiap hari Kamis, dipanti asuhan Al Bisyrie ini juga diberikan keterampilan pencak silat. Saya pun mengikutinya secara rutin, dengan benar-benar tekun mempelajari setiap gerakan yang diajarkan oleh guru pencak silat tersebut,” kata siswi kelas I Madrasah Aliyah Al Bisyrie tersebut.
Melihat bakat yang besar dalam diri Binti Salamah itulah, kemudian para pengasuh Panti Asuhan Al Bisyrie mendaftarkannya untuk mengikuti berbagai lomba pencak silat. “Dan alhamdulillah saya akhirnya berhasil meraih beberapa prestasi, yakni menyabet juara pertama pencak silat tingkat SMP dalam Pekan Olahraga Pelajar tingkat SD, SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Nganjuk pada tanggal 11-16 Desember 2006, waktu saya kelas 2 SMP. Kemudian juara pertama lomba pencak silat tingkat Kabupaten Nganjuk dalam rangka POSPEDA III (Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Tingkat Daerah) pada tahun 2007,” terang BInti Salamah. Selain itu, ia juga mencapai babak semifinal Lomba Pencak Silat tingkat propinsi dalam rangka POSPEDA III di Gresik, yang juga pada tahun 2007.
Baginya, banyaknya prestasi tidak malah membuatnya malas untuk belajar disekolah. “Meskipun dengan banyaknya kegiatan yang saya ikuti tersebut, bagi saya pendidikan sekolah tetap nomor satu. Sehingga semua kegiatan tersebut tidak sampai mengganggu pelajaran sekolah saya. Bahkan terakhir ini alhamdulillah saya mendapat ranking II dikelas,” jelasnya.
Kedepannya nanti setelah lulus bangku SMA, Binti Salamah sangat berharap sekali mendapat beasiswa untuk melanjutkan ke bangku perguruan tinggi. Untuk meraih ilmu setinggi-tingginya, agar kelak dapat hidup mandiri dan membantu keluarganya.(bam)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar