Rabu, Desember 30, 2009

EDISI JANUARI 2010

Hj Zahrina Nurbaiti S.Sos, S.Sos I, MM

Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga

Siapa pun yang telah melangsungkan pernikahan, tentunya menginginkan terbentuknya rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rohmah. Untuk mewujudkan hal itu maka kedua pasangan suami istri harus menjaga keharmonisan rumah tangga.

Hal ini seperti yang diungkapkan Hj Zahrina Nurbaiti S.Sos, S.Sos I, MM, pemerhati masalah keluarga sekaligus Ketua Kewanitaan DPC PKS Pesanggrahan, Jakarta, bahwa penting artinya menjaga hubungan rumah tangga agar tetap harmonis. Apalagi bagi pasangan yang menikah tanpa diawali dengan proses pacaran. “Dalam Islam memang tidak ada konsep pacaran, hal ini sangat jelas dalilnya dalam Al Quran surat Al-Isra’ ayat 32, yang artinya: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. Jadi mendekati zina saja tidak boleh, apalagi berpacaran, hukumnya adalah haram,” kata Hj Zahrina Nurbaiti S.Sos, S.Sos I, MM ketika diwawancarai MAYA pada Selasa (1/12).

Cinta akan tumbuh secara otomatis manakala sudah terjadi akad nikah. Menurut wanita yang akrab disapa Iin tersebut, hal ini merupakan janji Allah SWT seperti yang terdapat dalam Al Quran surat Ar-Ruum ayat 21. “Semua itu membutuhkan pemahaman yang dalam dan juga keimanan yang baik dari kita sebagai seorang muslim,” tambah wanita yang juga aktivis da’wah tersebut.

Untuk itu diperlukan kiat-kiat menjaga keharmonisan rumah tangga, yakni yang pertama adalah saling berbagi visi dan cita-cita. “Di awal pernikahan harus benar-benar meluruskan niat kita. Harus satu visi, misi dan satu pemikiran. Agar nantinya mudah dalam berkomunikasi dan menentukan arah dan langkah hidup selanjutnya,” ujar lulusan S1 IISIP Fakultas Komunikasi 1989, S1 STID Al Hikmah Fakultas Dakwah 2002 dan S2 Universitas Budi Luhur Fakultas Ekonomi 2007 ini.

Yang kedua adalah saling percaya, artinya harus bisa menjaga kepercayaan yang diberikan oleh pasangannya. “Jagalah kepercayaan tersebut dengan sebaik-baiknya. Baik kita maupun pasangan hidup kita hendaknya berjalan lurus sesuai tuntunan agama, maka yang akan tumbuh adalah rasa saling percaya,” jelas istri dari Ir H. Rudi Lesmana tersebut.

Masih menurut wanita kelahiran Jakarta, 27 Juli 1970 ini, kiat yang ketiga adalah saling menghargai, mudah memaafkan dan adanya saling keterbukaan antara sesama pasangan. “Jika ada yang salah, maka segera maafkanlah dan selesaikan persoalan sebelum pergi tidur. Juga rumah tangga yang baik hendaknya menganut sistem manajemen keterbukaan. Jangan ada sedikit rahasiapun diantara pasangan,” terang penyuka musik Shautul Harokah dan Izzis ini.

Kiat selanjutnya adalah bersahabat dalam suka dan duka serta menerima kekurangan pasangan hidup. “Di dunia ini, tentu saja tidak ada manusia yang sempurna. Yakinlah, di balik kekurangan pasangan hidup kita, pasti Allah SWT ciptakan berbagai kelebihannya. Jangan pernah sekali-kali membandingkan pasangan hidup kita dengan pasangan hidup orang lain. Yakinlah, pasangan hidup yang dipilihkan Allah untuk kita, adalah yang terbaik, Insya Allah,” jelas wanita yang pernah berdakwah di Hongkong ini.

Kemudian kiat yang berikutnya yaitu bersikap murah hati dalam kemesraan. “Tidak masalah, kalau suami kita tidak bisa romantis, ya kitalah sebagai isteri yang bersikap romantis atau sebaliknya. Jangan pernah pelit dengan kata-kata lembut, kata-kata sayang. Biasanya dengan kelembutan dan kasih sayang, akan menambah rasa cinta dan sayang kita terhadap pasangan hidup kita,” ujar penggemar buku-buku motivasi diri dan character building.

Lalu ciptakan kejutan bagi pasangan. Karena terkadang kejutan kecilpun sangat bermakna bagi pasangan hidup. Dan tak lupa juga adalah menciptakan bulan madu kedua. “Sesekali, ajaklah pasangan hidup kita, untuk berduaan saja tanpa anak-anak, untuk menikmati saat-saat indah berdua saja. Bisa makan berdua di luar rumah, tidak perlu yang mahal kok, yang penting nilai kebersamaannya. Lalu bicaralah dari hati ke hati. Tataplah mata pasangan hidup kita dengan penuh cinta dan kasih sayang. Subhanallah, indah sekali,” papar pengusaha alat-alat pesta Lautan Rizki Group, Ayam Red Crispy Sejahtera, Air Rajanya Tebu dan Warteg Sejahtera itu.

Namun yang tak kalah pentingnya menurut Pembina Pengajian MT Nurul Jannah Petsel, Nurul Huda dan Al Hidayah ini adalah, jangan sepelekan janji dengan pasangan hidup. “Bila sudah berjanji dengan pasangan hidup kita, usahakanlah untuk menepatinya, biarpun untuk hal-hal yang kecil atau sepele sekalipun,” ujar Hj Zahrina Nurbaiti S.Sos, S.Sos I, MM ini mengakhiri.(bam)

Kisah

Larasati

Mandiri Sejak Kecil

Anak pertama dari bersaudara ini sejak usia 2 tahun telah berstatus yatim. Namun tekadnya yang kuat untuk tetap bisa meneruskan sekolah tanpa harus memberatkan sang ibu untuk membiayai sekolahnya, menjadikan ia semakin mandiri.

Larasati, nama lengkap gadis kelahiran Madiun, 22 Juni 1989 ini, berusaha tetap tegar meski telah ditinggal sang bapak, Dikin, meninggal dunia karena sakit darah tinggi setelah sebelumnya terjatuh tak sadarkan diri. “Saat bersih-bersih di belakang rumah, tiba-tiba bapak jatuh pingsan. Lalu bapak dibawa kerumah sakit. Namun setelah dirawat beberapa hari, bapak meninggal dunia,” kenang Larasati ketika ditemui MAYA, Jumat (4/12) ditempat kerjanya.

Praktis, mulai saat itulah ibunya, Jainem, yang harus banting tulang untuk menghidupi keluarganya, termasuk menyekolahkan Larasati, dengan berdagang buah-buahan di pasar Madiun. “Melihat hal ini saya pun bertekad untuk tetap bisa sekolah. Bahkan semangat saya untuk tetap bersekolah lebih tinggi lagi. Karena dulu bapak saya sering mensuport saya untuk bisa sekolah yang tinggi hingga kuliah,” tegas gadis lulusan SDN Ngagel rejo II Madiun itu.

Ia pun berusaha untuk tetap sekolah namun tidak terlalu memberatkan ibunya dalam membayar biaya sekolahnya. “Sejak SD hingga SMA saya berusaha mencari kerja sendiri untuk membantu membayar biaya sekolah saya. Yakni dengan memberikan les atau bimbingan belajar kepada teman-teman saya di sekitar rumah. Alhamdulillah, dari situlah saya bisa membantu meringankan beban ibu dalam membayar sekolah. Jadi sejak SD hingga SMA saya hampir tidak pernah meminta uang ke ibu, karena saya sudah mempunyai penghasilan sendiri dari hasil memberikan bimbingan belajar tersebut, meskipun hasilnya tidak terlalu besar,” jelas Larasati.

Selepas lulus SMA Negeri I Mujayan Madiun, Larasati berkeinginan untuk melanjutkan kuliah. Tapi ternyata ibunya sudah tidak mampu membiayai jika ia tetap ingin meneruskan kuliah. “Namun saya tidak putus semangat untuk bisa sekolah lagi. Alhamdulillah kemudian oleh Kepala Sekolah saya di SMA Negeri I yang kebetulan adalah donatur di Yatim Mandiri, saya disuruh mengikuti tes masuk di MEC. Karena kuliah di MEC tidak dipungut biaya, maka saya pun membulatkan tekad untuk masuk ke MEC. Dan diterima di jurusan akuntansi,” kata Larasati.

Setelah selama setahun digembleng di MEC, ia pun dinyatakan lulus pada tahun 2009 yang lalu. Kemudian mengikuti magang kerja di Yatim Mandiri kurang lebih 1,5 bulan. Ia lantas mencoba melamar kerja di sebuah perusahaan konsultan pembangunan, yakni CV Triple A Consult yang beralamat di Jalan Wedoro PP No 5, Waru, Sidoarjo. “Allahmdulillah saya pun diterima bekerja mulai bulan Mei 2009 hingga sekarang. Dan saya bisa seperti sekarang ini adalah peran dari MEC dalam mendidik saya untuk belajar mandiri, entrepreneur dan lainnya. Untuk itu saya sangat berterima kasih kepada MEC,” katanya mengakhiri.(bam)


Konsultasi Kesehatan

Gatal-Gatal Setelah Bekerja di Pabrik Ebi

Assalamu’alaikum Wr Wb. Yang terhormat dr Rahmania. Saya wanita single berusia 22 tahun. Dulu, sekitar 3 tahun yang lalu, saya pernah bekerja di sebuah pabrik ebi (udang). Tapi, setelah itu, saya jadi sering mengalami alergi gatal-gatal pada kaki dan tangan. Padahal, sebelum bekerja di pabrik ebi tersebut, saya tidak pernah punya penyakit seperti itu walaupun saya makan udang atau semacamnya. Akhirnya, saya memutuskan untuk berhenti bekerja. Namun, akhir-akhir ini, alergi tersebut masih sering kambuh, apalagi ketika hawa dingin dan berada di ruangan ber-AC cukup lama. Yang ingin saya tanyakan:

1. Apakah alergi saya ini bisa hilang dan kembali normal seperti semula ketika sebelum saya bekerja di pabrik ebi?

2. Bagaimana cara mengatasi kondisi alergi saya supaya tidak sering kambuh, mengingat saat ini cuaca musim hujan yang dingin?

Terima kasih atas perhatian dan jawaban dr Rahmania.

Wassalam,

Cleo.-

Jawaban:

Waalaikumsalam Wr. Wb

Nona Cleo yang saya hormati,

Setelah mempelajari pertanyaan yang anda tujukan kepada saya melalui MAYA, saya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan anda. Namun demikian saya akan menjelaskan terlebih dahulu hal-hal yang berkaitan dengan alergi anda yang termasuk dalam kelompok alergi makanan.

Mekanisme kerja alergi adalah melalui zat yang masuk kedalam tubuh yang disebut alergen. Alergen yang terdapat dalam makanan adalah komponen utama terjadinya alergi makanan. Alergen ini berupa protein yang tidak rusak saat proses memasak, dan tidak rusak saat berada di keasaman lambung. Akibatnya alergen dapat masuk di dalam tubuh ke peredaran darah untuk mencapai organ yang menjadi targetnya guna menimbulkan reaksi alergi. Mekanisme terjadinya alergi makanan melibatkan sistem imun dalam tubuh.

Alergi makanan merupakan reaksi hipersensitif yang artinya sebelum reaksi alergi terhadap alergen pada makanan muncul, seseorang harus pernah terkena alergen yang sama sebelumnya. Pada saat pertama kali terkena, alergen akan merangsang limfosit (bagian dari sel darah putih) untuk memproduksi antibodi tertentu terhadap alergen tersebut. Antibodi ini akan melekat pada sel Mast jaringan tubuh manusia. Jika kelak orang tersebut memakan makanan yang sama maka antibodi ini akan menyuruh sel Mast untuk melepaskan histamin. Zat kimia yang bernama histamin inilah yang menyebabkan gejala alergi makanan.

Adapun cara penanggulangannya adalah menghindari makanan yang menjadi penyebab alergi, ini merupakan hal yang paling utama dalam penanganan alergi makanan. Setelah diketahui jenis makanan yang menyebabkan alergi maka makanan tersebut harus segera dihapuskan dari daftar menu sehari-hari. Menjauhi alergen sangat menentukan faktor kesembuhan. Cuaca dingin dapat memicu timbulnya gatal-gatal, karena itu untuk meningkatkan daya tahan terhadap alergi sebaiknya dengan rutin berolahraga dan juga menghindari stres fisik dan psikis. Apabila kesehatan tubuh seimbang, kesembuhan terhadap alergi bisa di capai.

Dengan penjelasan diatas saya akan menjawab pertanyaan anda:

1. Menurut saya alergi dapat dihindari (dianggap hilang) bila anda secara total menghindari alergen yang memicu timbulnya alergi.

2. Mengatasi kondisi alergi tersebut supaya tidak sering kambuh dalam cuaca dingin adalah menghindari cuaca dingin, menggunakan pakaian hangat, berolahraga secara rutin.

Demikian jawaban dari saya. Semoga Allah SWT senantiasan memberi anda kesehatan.

Subhanallah

NYAMUK: PEMAKAN DARAH?

Dalam Alqur'an, Allah seringkali menyeru manusia untuk mempelajari alam dan menyaksikan "ayat-ayat" yang ada padanya. Semua makhluk hidup dan tak hidup di jagat raya ini dipenuhi "ayat" yang menunjukkan bahwa alam semesta seisinya telah diciptakan. Wajib bagi manusia untuk memahami ayat-ayat ini melalui akalnya, sehingga ia pun pada akhirnya menjadi hamba yang tunduk patuh di hadapan Allah.

Kendatipun semua makhluk hidup adalah ayat Allah, uniknya ada sejumlah binatang yang secara khusus disebut dalam Alqur'an. Satu diantaranya adalah nyamuk:

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Rabb mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?" Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik (QS. Al-Baqarah, 2:26).

Mungkin banyak di antara kita yang menganggap nyamuk sebagai serangga yang biasa saja, atau bahkan menjengkelkan karena suka mengganggu orang tidur. Akan tetapi pernyataan: "Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu" semestinya mendorong kita untuk memikirkan keajaiban binatang yang satu ini.

Pemakan Madu Bunga

Anggapan bahwa nyamuk adalah penghisap dan pemakan darah tidaklah sepenuhnya benar. Hanya nyamuk betina yang menghisap darah dan bukan yang jantan. Nyamuk betina menghisap darah bukan untuk kebutuhan makan mereka. Sebab baik nyamuk jantan maupun betina, keduanya hidup dengan memakan "nectar", yakni cairan manis yang disekresikan oleh bunga tanaman (sari madu bunga). Satu-satunya alasan mengapa nyamuk betina menghisap darah adalah karena darah mengandung protein yang dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan telur nyamuk, atau untuk mempertahankan kelangsungan hidup spesiesnya.

Perubahan Warna

Proses perkembangan nyamuk dimulai dari larva mungil melalui sejumlah fase perkembangan yang berbeda hingga pada akhirnya menjadi nyamuk dewasa. Nyamuk betina menaruh telurnya, yang diberi makan berupa darah agar dapat tumbuh dan berkembang pada dedaunan lembab atau kolam-kolam yang tak berair di musim panas atau gugur. Telur-telur yang berwarna putih ini kemudian berubah warna menjadi semakin gelap untuk melindungi telur-telur tersebut agar tidak terlihat oleh serangga maupun burung pemangsa. Kesimpulannya adalah nyamuk telah diciptakan secara lengkap beserta dengan sistem perkembangbiakannya sejak pertama kali ia ada. Dan Pencipta yang Maha Sempurna ini adalah Allah.

Hidup Sebagai Larva

Ketika periode inkubasi telur telah berlalu, para larva lalu keluar dari telur-telur mereka dalam waktu yang hampir bersamaan. Larva (jentik nyamuk) yang makan terus-menerus ini tumbuh sangat cepat hingga pada akhirnya kulit pembungkus tubuhnya menjadi sangat ketat dan sempit. Ini pertanda bahwa mereka harus mengganti kulit. Pada tahap ini, kulit yang keras dan rapuh ini dengan mudah pecah dan mengelupas. Para larva tersebut mengalami dua kali pergantian kulit. Sedangkan proses pernapasan jentik nyamuk terjadi melalui sebuah pipa udara yang mirip dengan "snorkel" (pipa saluran pernapasan) yang biasa digunakan oleh para penyelam. Tubuh jentik mengeluarkan cairan yang kental yang mampu mencegah air untuk memasuki lubang tempat berlangsungnya pernapasan. Ini tidak lain adalah bukti ke-Mahakuasaan Allah dan kasih sayang-Nya pada makhluk yang mungil ini, agar dapat bernapas dengan mudah.

Saat Meninggalkan Kepompong

Pada tahap larva (jentik), terjadi pergantian kulit sekali lagi. Ketika kulit kepompong terasa sudah sempit dan ketat, ini pertanda bagi larva untuk keluar dari kepompongnya. Selama masa perubahan terakhir ini, lubang pernapasannya akan segera ditutup. Jadi melalui dua pipa yang baru terbentuk di bagian depan nyamuk muda. Nyamuk yang berada dalam kepompong kini telah menjadi dewasa dan siap untuk keluar dan terbang.

Begitulah, seringkali hati kita tertutupi dari memahami kebesaran Allah pada makhluknya yang tampak kecil dan tak berarti. Kalau nyamuk yang kecil ternyata menyimpan keajaiban ciptaan Allah yang begitu besar, bagaimana dengan makhluk-Nya yang lebih besar dan lebih sering kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari? Wallaahu a'lam.(bam dari harunyahya.com)


Potret Pasuruan

Panti Asuhan Al Amien, Pasuruan

Sejak tahun 2008 yang lalu atau tepatnya semenjak Yatim Mandiri membuka kantor cabang di kota Pasuruan, Panti Asuhan Al Amien pun mulai menjalin mitra dengan Yatim Mandiri. Dan berbagai bantuan telah diperoleh panti yang beralamat di Desa Jatigunting, Wonorejo, Pasuruan ini. Diantaranya Bantuan Hewan Qurban, Bantuan Guru Panti dan Bantuan Dana Pendidikan Yatim.

Seperti yang diungkapkan oleh Mahdali, selaku penanggung jawab Panti Asuhan Al Amien, Pasuruan, bahwa panti tersebut mulai dirintis sejak tahun 1973. “Tetapi baru diresmikan dengan badan hukum pada tahun 2003,” ujar Mahdali ketika diwawancarai MAYA, Senin (30/11).

Panti asuhan Al Amien saat ini mempunyai anak asuh sebanyak 15 anak yang tinggal diasrama, dan sekitar 25 anak asuh non asrama. Mereka semuanya berasal dari Dusun Wonorejo dan daerah disekitar kota Pasuruan. Sementara itu biaya operasional Panti Asuhan Al Amien ini dalam sebulan menghabiskan sekitar lebih dari Rp 3 Juta. “Itu sudah termasuk biaya makan, biaya sekolah, kebutuhan keseharian anak asuh dan operasional panti. Sedangkan dananya kami peroleh dari bantuan beberapa pengurus panti Asuhan Al Amien dan dari masyarakat sekitar. Alhamdulillah, dana yang kami peroleh dalam sebulan tersebut insyaallah telah mencukupi untuk kebutuhan panti dan anak-anak asuh kami dalam sebulannya,” terang pria kelahiran Pasuruan, 1 Januari 1973 ini.

Masih menurut Mahdali, jumlah anak yatim di panti asuhan Al Amien yang telah mendapat bantuan dana pendidikan sebanyak 33 anak dengan nilai bantuan kurang lebih sekitar Rp 5 Juta. “Dana bantuan dari Yatim mandiri tersebut langsung kami gunakan untuk kepentingan anak-anak yatim kami. Yakni untuk membayar sekolah dan membeli peralatan sekolah mereka, seperti sepatu, tas, buku dan lain-lainnya,” jelas Mahdali.

Semenjak mendapatkan bantuan dana pendidikan dari Yatim Mandiri, prestasi belajar anak-anak asuh di Panti Asuhan Al Amien semakin meningkat. “Sebelum mendapat bantuan dari Yatim Mandiri nilai mereka memang sudah baik, sedangkan sekarang setelah mendapat beasiswa nilainya ada peningkatan. Bahkan peningkatan nilai tersebut dialami oleh seluruh anak asuh yang mendapat beasiswa. Hal ini dikarenakan mereka lebih bersemangat lagi untuk belajar, sebab mereka telah memiliki peralatan sekolah yang cukup memadai untuk menunjang mereka belajar yang dibeli dari bantuan Yatim Mandiri,” kata Mahdali.(bam) foto: Zainuri

Kebersamaan Sidoarjo

PT Maspion II, Sidoarjo

Tertarik Karena Amanah Dan Profesional

Para karyawan PT Maspion II ini mengaku tertarik dengan Yatim Mandiri dikarenakan lembaga ini benar-benar amanah dan professional dalam mengelola dana dari donaturnya untuk kemandirian anak-anak yatim.

Seperti yang diungkapkan oleh Suharto, selaku Ketua SUP SPSI Divisi Stainless Steel, bahwa sekitar tahun 2004 Yatim Mandiri mulai masuk ke PT Maspion II ini. “Kedatangan Yatim Mandiri ini direspon positif oleh rekan-rekan, karena memang sejak dari dulu rekan-rekan itu ada kerinduan untuk menyalurkan infaq, cuma permasalahannya khan karena kita tidak tahu prosedurnya atau mencari sebuah lembaga yang benar-benar professional dan amanah. Nah dengan adanya Yatim Mandiri ini kami merasa sangat pas untuk menyalurkan sebagian penghasilan kami untuk kemandirian anak-anak yatim” kata Suharto ketika ditemui MAYA, Selasa (1/12) di PT Maspion II.

Saat ini tercatat 110 orang karyawan PT Maspion II yang menjadi donatur di Yatim Mandiri. “Cara mengajak rekan-rekan, yakni dengan memberikan Majalah Yatim untuk sekedar mereka baca. Nah dari membaca majalah tersebut, insyaallah mereka biasanya langsung tertarik untuk mendaftarkan diri menjadi donatur. Jadi peran Majalah Yatim juga sangat besar untuk mengajak seseorang menjadi donatur,” terang pria kelahiran 17 April 1969 ini.(bam) foto: bam

Berkah

Mohammad Amin

Security RSI Al Arafah Kediri

Dikaruniai Anak Perempuan

Setelah menjadi donatur Yatim Mandiri sekitar dua tahun yang lalu, Mohammad Amin merasakan mendapatkan banyak berkah dari Allah. Diantaranya, dikaruniai anak perempuan, rejeki yang lancar dan anak pertamanya jarang sakit-sakitan lagi.

Pria kelahiran Kediri pada tanggal 1 Maret 1971 ini awalnya mengetahui Yatim Mandiri ketika ada seorang ZIS Consultant datang ke tempat kerjanya di Rumah Sakit Islam Al Arafah, Kediri. “Ia sedang mencari dokter namun tidak ketemu. Nah saya pun mencoba berkenalan dan ngobrol dengannya. Dari situ ia lalu menerangkan tentang lembaga Yatim Mandiri dan mengajak untuk bergabung menjadi donatur. Karena saya memang sejak dulu komitmen ingin sekali ikut membantu anak-anak yatim yang kurang mampu tetapi masih belum tahu harus kemana saya menyalurkan bantuan tersebut. Maka saya pun langsung tertarik untuk ikut serta mendaftar menjadi donatur di Yatim Mandiri,” kata Mohammad Amin ketika diwawancarai MAYA, Rabo (2/12).

Selain itu, ketertarikannya dengan Yatim Mandiri juga karena lembaga ini mempunyai visi dan misi yang bagus dalam memandirikan anak-anak yatim serta amanah dan professional. “Hal inilah yang yang membuat saya yakin dan mantap untuk bergabung dengan Yatim Mandiri,” ujarnya.

Setelah ikut serta menjadi donatur tetap bagi anak-anak yatim yang kurang mampu itulah, Mohammad Amin merasakan mendapatkan banyak berkah dari Allah. “Semenjak awal menikah dulu saya ingin sekali dikaruniai dua orang anak, yakni laki-laki dan perempuan. Nah saat itu, saya ingin sekali mendapatkan lagi satu anak perempuan. Karena saat itu saya telah dikaruniai seorang anak pertama laki-laki yang sekarang berusia 10 tahun bernama Abu Bakar Isa,” jelas Mohammad Amin.

Kemudian hampir 20 bulan lamanya ia menunggu, akhirnya berkah itu datang juga. “Yakni syukur Alhamdulillah istri saya hamil anak yang kedua. Dan mungkin Allah telah mengabulkan keinginan saya sebelumnya, karena setelah diperiksakan ke dokter ternyata istri saya hamil anak perempuan. Saya pun sangat bersyukur sekali kepada Allah, meskipun istri saya akhirnya melahirkan secara sesar. Dan anak perempuan tersebut saya beri nama Fatimah Azarah yang sekarang berusia 2 bulan,” cerita Mohammad Amin.

Masih menurut Mohammad Amin, berkah lainnya yang ia dapatkan yakni diberikan oleh Allah kelancaran rejeki. “Rejeki yang saya peroleh itu seperti tidak terputus-putus, ya ada saja rejeki yang saya dapatkan. Alhamdulillah, jadi terkadang rejeki itu datang secara tidak terduga,” terangnya.

Dalam hal pekerjaan pun, ia juga mengaku masih mendapatkan berkah tersendiri. “Alhamdulillah lancar dan lebih ringan. Kalau dulu sebelum menjadi donatur saya bekerja tidak ada system shift. Namun Alhamdulillah sekarang sudah ada shift, sehingga waktu untuk keluarga jadi lebih banyak,” kata Mohammad Amin.

Selain itu ia juga bersyukur Allah telah memberikan kesehatan kepada keluarganya, terutama kesehatan anak pertamanya. “Sebab anak saya yang pertama sudah tidak sering sakit lagi. Karena dulu sering anak saya tersebut sakit typus sampai opname. Bahkan dalam kurun waktu 7 bulan bisa sampai 4 kali opname karena sakit. Dan sekarang Alhamdulillah sudah jarang sekali sakit-sakitan. Ini yang saya rasakan merupakan berkah tersendiri dari Allah,” ujarnya.

Satu lagi keinginannya yang telah terpenuhi sekitar sebulan yang lalu. “Yaitu, Alhamdulillah saya bisa mengaqiqohkan kedua anak saya. Karena sudah lama saya berkeinginan kalau sudah punya anak bisa sekaligus mengaqiqohkan. Dan itupun syukur Alhamdulillah bisa terlaksana setelah saya menjadi donatur bagi anak-anak yatim yang tidak mampu,” katanya mengakhiri.(bam)


Bicara Uang

Bangkit!

Fulan, sebut saja begitu, adalah seorang pedagang susu sapi segar lengkap dengan telor madu dan jahe. Biasa disebut STMJ. Saya jadi akrab dengannnya karena hobi lari pagi. Apa hubungannya? Dalam kondisi berkeringat sehabis lari pagi, saya suka beristirahat di warung kaki limanya sambil menikmati segelas susu hangat. Lebih nikmat lagi karena Fulan juga berlangganan koran untuk dibaca para pelanggannya. Sehat, segar, dan tahu berita terbaru.

Sebagaimana juga pedagang pada umunya, Fulan memulai dari nol. Tanpa pelanggan. Maka, hari demi hari satu demi satu orang mampir ke warung STMJ nya Diantara yang mampir itu banyak yang kemudian menjadi pelanggan. Maka, omset penjualan susunya juga meningkat dari waktu ke waktu.

Prestasi tertinggi Fulan adalah penjulan30-50 liter susu perhari. Dengan penjualan seperti itu, paling tidak ia bisa mengantongi laba sekitar Rp 150 ribu. Rp 4,5 juta perbulan. Sebuah angka yang relatif besar dibanding masyarakat kebanyakan.

Dalam kondisi seperti itu, kehidupan Fulan membaik. Rumah terbeli. Bahkan jika semula ia mengankut barang dagangannya dengan sepeda motor, saat itu ia bisa membeli sebuah mobil sederhana. Daihatsu Zebra menemani aktivitas bisnis STMJ nya.

♦♦♦♦

Jam menunjukkan angka 8 di suatu pagi. Seorang kawan menelepon. Kawan yang sudah beberapa lama tidak kontak ini menyampaikan rencananya untuk datang. Saat itu juga ia langsung berangkat. Karena sedang senggang, maka saya langsung menyetujui kedatangannya. Saya perkirakan sekitar setengah jam lagi ia sudah akan tiba.

Jam sembilan berlalu. Tamu yang ditunggu belum datang juga. Sampai jam sepuluh ia belum datang juga. Juga tidak ada telepon atau SMS darinya yang membatalkan rencana kedatangan. Maka saya menunggu tetap sambil asyik memainkan sepuluh jari di papan ketik komputer.

Jam sepuluh lebih ia datang. Saya agak kaget karena ia datang dengan berlumuran keringat. Nampak seperti baru berolah raga serius. Spontan saya tanya mengapa bisa seperti itu. Jawabnya sekaligus menjelaskan mengapa perlu waktu dua jam lebih untuk datang dari rumahnya yang mestinya hanya perlu waktu sekitar setengah jam. Ia datang dari rumahnya berjalan kaki. Dua jam lebih berjalan kaki untuk sebuah jarak yang jika ditempuh dengan sepeda motor butuh waktu setengah jam.

Ia pun kemudian menjelaskan mengapa harus berjalan kaki. Sebulan lalu sepeda motor yang selama ini diapakainya untuk beraktivitas telah disita. Ia telah menunggak pembayaran angsuran bulanan beberapa kali. Praktis selama sebulan ia tidak bisa beraktivitas dengan baik. Dan salah satu aktivitas yang ditinggalkan itu adalah berjualan susu segar tiap pagi. Ya…..ia adalah si Fulan dalam kisah di atas. Ia telah sebulan berhenti berjualan susu. Motornya disita. Mobil yang dulu diperoleh dari jualan susu juga sudah dijual. Kehidupan ekonominya benar benar berada di titik terendah. Bahkan untuk membayar ongkos angkutan kota yang tidak seberapa pun sudah tidak mampu. Harus jalan kaki.

Saya pun segera menanyainya mengapa bisa seperti itu. Mengapa semuanya bisa hilang. Jawabnya bermula dari keinginannya untuk berkembang. Suatu saat ia mendapatkan peluang untuk berbisnis pupuk di daerah asalnya. Proyeksi labanya menggiurkan. Apalagi untuk berjualan susu juga tidak dibutuhkan waktu seharian. Hanya di pagi hari. Terlebih ketika itu omset sususnya menurun tinggal sekitar 10 liter per hari akibat perubahan arus lalu lintas di jalan tempatnya mangkal.

Untuk menangkap peluang bisnis baru ini, ia beranikan diri meminjam dana dari sebuah bank. Karena usaha pupuk ini ternyata gagal dan uangnya habis, maka Fulan kesulitan membayar angsuran bulanan. Apalagi sepeda motornya juga belum lunas. Maka, terjadilah penarikan sepeda motor oleh perusahaan pembiayaan yang memberinya kredit.

♦♦♦♦

Pembaca yang budiman, kisah si fulan memberi pelajran kepada kita tentang ekspansi bisnis. Ekspansi bisnis dengan bidang usaha yang berbeda tentu membutuhkan proses pembelajaran. Pupuk tentu berbeda dengan STMJ. Maka, sebenarnya si Fulan sedang menjalani proses pembelajaran itu. Uang yang hilang di bisnis pupuk adalah semacam SPP yang harus dibayarkan oleh anak sekolah.

Sayang Fulan tidak bisa mengukur diri. Ia tidak bisa mengukur kemapuannya membayar SPP. Akibatnya runyam. Bisnis lama yang telah menjadi tumpuan nafkah keluarganya pun justru sirna. Kembali ke titik nol.

Mestinya ia bisa belajar dari daftar orang orang terkaya dunia. Lebih dari 90 persen dari mereka adalah orang orang yang usahanya satu bidang. Ekspansinya tetap pada bidang yang sama. Lakhsmi mittal misalnya, raja baja yang merintis usaha dari Waru Sidoarjo ini berada di urutan ke 8 dengan kekayaan sekitar Rp 190 Trilyun. Sampai dengan posisi seperti itu, ia tetap setia dengan bisnis bajanya. Ia berekpansi di berbagai penjuru dunia, tetapi tetap dengan bisang yang sama: baja. Maka, orang seperti Mittal ini tidak perlu membayar SPP terlalu tinggi. Membagun pabrik baja tentu jauh lebih mudah bagi Mittal dari pada bisnis lain apapun. Dia memang ahli di bidang itu.

Demikian juga Fulan, membuat warung STMJ kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya tentu jauh lebih mudah dari pada berbisnis pupuk. SPP nya tidak terlalu mahal. Tetapi semuanya sudah terjadi. Tidak ada cara lain kecuali memulai lagi dari nol. Bangkit!

1 komentar:

  1. Ass, Saya mempunyai seorang adik yang kini tengah terbuai dengan bujukan syetan yang begitu lembut... saat ini dia sedang diselimuti rasa cinta yang terlarang (pacaran).... saya kini tengah mencari solusi bagaimana saya harus menyikapinya agar dapat menyelamatkan adik saya dari jeratan syetan yang terkutuk.... Selanjutnya,... saran dari ikhwan dan ahwat sangat saya nantikan... Jazakalloh...

    BalasHapus