Kamis, Juni 04, 2009

MAJALAH YATIM EDISI AGUSTUS 2007

Berkah
Widi Eko Setyorini
Menemukan Kenyamanan Dan Ketentraman Hati

Ketika ditinggal suaminya meninggal dunia, Widi Eko Setyorini sempat merasa terpuruk dan dihantui perasaan khawatir dan ketakutan akan masa depan kedua anaknya. Waktu itu, ia sedang berada di Jogyakarta mengikuti suami yang bekerja sebagai kontraktor. Saat itu Widi juga sedang giat-giatnya mencari suatu lembaga atau yayasan yang khusus menyantuni anak yatim.

“Karena saya ingin menerapkan sedikit-sedikit ilmu agama Islam yang ada di Al-Quran, khususnya yang membahas anak yatim. Nah dari situ, saya kepingin sekali untuk menyantuni anak yatim. Bahkan saya sampai mencari-cari lembaga yang khusus menangani anak yatim,” papar Widi ketika ditemui MAYA pada Kamis (5/7) lalu.

Selang beberapa waktu, ia pun benar-benar diberi berkah oleh Allah anak yatim, yakni dua anak sekaligus, dan itu adalah anak kandungnya sendiri. Pasalnya, sang suami tercinta telah meninggal dunia sekitar tahun 2004.

“Ketika suami meninggal, saya sempat merasakan ketakutan dan khawatir terhadap masa depan anak saya. Karena waktu itu saya masih belum bekerja. Terus, bagaimana untuk bisa menghidupi dan menyekolahkan anak saya nantinya. Pokoknya, waktu itu saya suami saya adalah tulang punggung keluarga. Bayangkan, kalau tulang punggung keluarga telah tiada, jelas hati ini terasa terpukul sekali,” kenang perempuan kelahiran Kediri, 15 September 1968 ini. Rasa ketakutan dan kekhawatiran akan masa depan anaknya itulah yang kerap menghantui pikirannya saat itu.

Dan tak lama kemudian, Widi pindah kekampung halamannya di Kediri. Disana ia pun menemukan semangatnya kembali, karena mendapatkan dorongan semangat dari orang tua dan teman-teman dekatnya. Ia juga merasa yakin dan mantap kalau Allah pasti akan membantu umatnya yang sedang mengalami kesusahan. “Saya langsung bangkit dari keterpurukan itu, dan berdoa kepada Allah. Karena saya mempunyai keyakinan kalau Allah pasti memberikan jalan keluar,” ujarnya mantap.

Dari situ akhirnya ia pasrahkan semuanya kepada Allah, termasuk masa depan anak dan dirinya sendiri. Dan Widi juga malah memperbanyak bersedekah dan beramal kepada orang-orang yang sangat membutuhkan bantuannya. Seperti misalnya membantu meringankan beban tetangganya yang kebetulan sedang mengalami kesusahan. Karena Widi mempunyai keyakinan bahwa rejeki itu sudah diatur oleh Allah. Dan tak lama kemudian, adiknya yang tinggal di Sidoarjo menawarkan untuk menjadi donatur di YP3IS yang khusus menangani anak yatim.

“Soalnya saya sendiri merasakan bagaimana menjadi anak yatim itu, karena anak saya sendiri juga yatim. Akhirnya saya pun setuju untuk menjadi donatur di YP3IS Cabang Sidoarjo lewat adik saya. Karena saya yakin, rejeki itu berasal dari Allah,” kata Widi Eko Setyorini. Tak lama kemudian, Widi pun diterima kerja sebagai staff bendahara Yayasan Dharma Husada Kediri. Sejak saat itulah, Widi Eko Setyorini mulai merasakan berkah yang diterimanya dari Allah.

“Yakni, saya diberikan kemudahan-kemudahan oleh Allah. Yang awalnya sempat ragu dan khawatir ketika ditinggal suami, ternyata ada titik terang yang diberikan Allah kepada saya. Makanya jangan takut kita untuk bersedekah, karena dengan bersedekah rejeki kita tidak akan berkurang. Malah Allah akan melipatgandakan rejeki kita, karena memang itu yang saya rasakan sendiri sampai saat ini,” pesan Widi.

Ia juga tidak lagi merasa khawatir akan masa depan kedua anaknya, pasalnya Widi yakin kalau Allah yang mengatur semuanya. “Hidup saya itu ibaratnya, yang dulu gelap, sekarang telah menemukan titik terang. Dan saya sangat bersyukur kepada Allah atas berkahnya kepada kami. Selain rejeki, kami sekeluarga juga diberikan kesehatan. Selain itu, saya juga merasa menemukan kenyamanan dan ketentraman hati, setelah saya menjadi donatur tetap di YP3IS,” lanjutnya.

Dan ketika YP3IS membuka kantor cabang di Kediri, Widi Eko Setyorini pun langsung memindahkan donasinya ke Cabang Kediri. “Karena saya sekarang memutuskan untuk menetap di Kediri. Harapan saya, semoga kedepannya nanti kehidupan saya lebih baik lagi,” ujarnya mengakhiri. (bam)


Potret

Panti Asuhan Yusda Rukun Santoso, Kediri

Membutuhkan Segera Direnovasi

Siang itu, langit kota Kediri, Jawa Timur tertutup mendung tebal, ketika MAYA menginjakkan kaki di Panti Asuhan Yusda Rukun Santoso, pada Selasa (5/6). Nampak didepan pagar, berdiri tegak sebuah papan nama yang terbuat dari kayu. Setelah itu, terlihat halaman depannya yang lumayan luas dengan ditumbuhi beberapa pohon besar. Dibagian kiri terdapat sebuah bangunan yang masih nampak baru yang dibagi menjadi dua ruangan. Yakni paling depan untuk ruangan kantor dan menerima tamu, sedangkan ruangan sebelahnya untuk tidur beberapa anak asuh yang tinggal di panti yang berdiri sejak tahun 1988 dan mulai beroperasi tahun 1989.

“Bangunan disebelah kiri itu memang terlihat baru. Pasalnya, baru selesai dibangun akhir tahun 2005, yang dananya diperoleh dari sumbangan dinas sosial dan masyarakat Kediri. Pembangunan tersebut termasuk salah satu bagian rencana membangun dan merenovasi panti asuhan ini,” papar Ketua Panti Asuhan Yusda Rukun Santoso, Abdul Majid, kepada MAYA. Pasalnya, mayoritas bangunan di Panti Asuhan Yusda Rukun Santoso ini, usianya sudah tua dan kurang layak untuk ditempati para anak asuh.

“Karena sebagian besar bangunan ditempat ini sudah lapuk dan memprihatinkan, serta sering bocor jika hujan tiba. Sehingga butuh segera direnovasi,” lanjutnya. Sedangkan disebelahnya terdapat sebuah mushola yang berdampingan dengan ruang untuk belajar bagi para anak asuh.

Tetapi, kondisi mushola dan ruangan belajar tersebut cukup memprihatinkan. Selain nampak kusam dan gelap, bangunan itu juga tanpa plafon dan sebagian temboknya terlihat retak. Bahkan keadaan ruangan untuk tempat belajar mengajar bagi anak asuh, selain luasnya lebih kecil dari mushola, juga terkesan seadanya. Ditempat itu hanya terdapat satu papan tulis dan beberapa lembar tikar untuk alas duduk, karena ruangan tersebut tanpa dilengkapi bangku untuk belajar mengajar.

“Ya begini ini kondisinya. Kalau ada dana lagi, tempat ini rencananya pertama kali yang direnovasi. Kasihan kalau anak-anak belajar ditempat yang seperti ini,” tukas Abdul Majid sembari menemani MAYA berkeliling panti. Masih menurut Abdul Majid, awal berdirinya Panti Asuhan Yusda Rukun Santoso ini tercatat ada 40 anak asuh. Tetapi hingga saat ini, jumlah anak panti dan non panti disini ada 30 anak.

“Jumlahnya turun karena ada sebagian anak yang telah kembali bersama keluarganya, juga ada yang telah lulus dibangku SMP dan melanjutkan ke tingkat SMU umum,” ujarnya. Dari jumlah itu, tercatat 10 anak yang tinggal di Panti Asuhan Yusda Rukun Santoso, sedangkan sisanya adalah anak non panti. “Meskipun begitu, setiap tahun Panti Asuhan Yusda Rukun Santoso ini menyantuni semua anak asuhnya, baik itu anak panti dan non panti. Santunan tersebut berupa baju seragam sekolah, sarung dan lain-lainnya,” jelas Abdul Majid.

Di panti ini juga menerapkan kebijakkan tentang jenjang anak asuh yang bisa tinggal dan dibiayai sekolahnya. Yakni, Panti Asuhan Yusda Rukun Santoso ini akan membiayai sekolah anak asuhnya hanya sampai tingkat SMP. Selanjutnya, jika ingin melanjutkan ke tingkat SMA Umum, maka anak tersebut akan dikembalikan kekeluarganya.

“Sedangkan bagi anak asuh yang ingin melanjutkan sekolah ke pondok pesantren, maka pihak Panti Asuhan Yusda Rukun Santoso yang akan membiayainya,” jelas Abdul Majid sambil berjalan mendampingi MAYA. Ketika langkah kaki MAYA tiba di depan sebuah bangunan utama Panti Asuhan Yusda Rukun Santoso, fisik bangunannya juga tidak beda jauh dengan mushola dan tempat belajar, yakni sangat sederhana.

Meski ruangannya lumayan besar, tetapi hampir seluruhnya tanpa dilengkapi dengan plafon. Bekas rembesan air hujan masih jelas terlihat dihampir seluruh tembok bangunan tersebut, dan ubinnya pun terlihat hitam kecoklatan. “Dulu diruangan ini digunakan untuk kantor, tetapi sekarang sudah pindah ke bangunan baru itu,” terang Abdul Majid sembari menunjuk bangunan baru tadi. Memang tidak sedikit dana yang harus digunakan untuk merenovasi semua bangunan yang ada di Panti Asuhan Yusda Rukun Santoso ini. Untuk itu, Abdul Majid berharap adanya uluran tangan dari semua masyarakat Kediri untuk ikut membantu atau menyumbang untuk merenovasi pantinya. (bam)


Profil

Anak Petani Ingin Jadi Pengusaha

Karena bermaksud ingin meneruskan sekolah dan juga mencari kerja, ia rela harus berpisah dengan orang tuanya yang bekerja sebagai buruh tani di Klaten, Jawa Tengah. Itulah kegigihan seorang lelaki bernama Yasin Sutanto yang sekarang tercatat di pusdiklat yatim mandiri YP3IS. Sosok Yasin Sutanto yang lahir di Klaten pada 13 September 1985 ini, adalah anak keenam dari enam bersaudara, dari pasangan Ranto Sumarjo dan Parni yang bekerja sebagai buruh tani di Klaten, dengan penghasilan yang tidak seberapa.

Pasalnya, ketika Yasin Sutanto telah lulus Madarasah Tsanawiyah (setingkat SMP) di Klaten, orang tuanya sudah tidak mampu membiayainya untuk melajutkan sekolah menengah tingkat atas. “Dulu khan saya setelah lulus sekolah tinggi tingkat pertama, saya ingin melanjutkan sekolah di tingkat atas dan langsung kuliah, tetapi karena tidak ada biaya, saya mengurungkan niat untuk sekolah lagi,” cerita mahasiswa STIES ini, ketika ditemui MAYA di asrama Pusdiklat YP3IS (26/6).

“Akhirnya saya memutuskan untuk tidak sekolah lagi dan mencari kerjaan seadanya di Klaten. Meskipun begitu, saya tetap menjalankan sholat lima waktu untuk meminta petunjuk dari Allah, agar saya bisa sekolah lagi dan langsung kerja,” lanjutnya. Dan syukur Alhamdulillah, dua bulan kemudian ada seorang tetangga yang menawarinya untuk menyekolahkan Yasin di Panti Asuhan Miftahul Yatama, Krian, Jawa Timur. Kebetulan tetangganya itu mempunyai hubungan saudara dengan salah satu pengurus Panti Asuhan Miftahul Yatama. “Mungkin karena doa saya setiap menjalankan sholat lima waktu, didengar oleh Allah. Dan mungkin itulah petunjuk yang diberikan Allah kepada saya,” ujar Yasin sambil membetulkan posisi duduknya.

Setelah dipikirnya masak-masak tawaran tersebut, Yasin Sutanto pun dengan mantap memutuskan untuk ikut ke Krian guna menuntut ilmu. “Sempat saya terharu sewaktu orang tua saya melepas saya untuk menuntut ilmu dan bekerja di luar kota,” kenangnya. Tepat pada tanggal 1 Agustus 2002, Yasin tiba di Panti Asuhan Miftahul Yatama dan langsung diserahkan ke pengurus panti oleh tetangganya tersebut. Dipanti tersebut, Yasin sempat merasakan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang yang sama sekali belum dikenalnya. Hal inilah yang membuatnya merasa cepat bosan lingkungan barunya tersebut. Sehingga ketika ia disuruh sekolah di Pondok Pesantren Darussalam, Krian, Yasin terlihat tidak bersemangat.

“Meski begitu, mau tidak mau saya meski sekolah di pondok pesantren tersebut. Tetapi rasa bosan terus saja mengikuti saya, karena harus menghadapi lingkungan dan teman yang masih tergolong baru tersebut. Yakni belum mengerti bahasa sini, belum kenal dengan teman-teman sini. Yang mengakibatkan saya mulai jarang masuk sekolah,” jelasnya. Dan tak lama kemudian, ia pun memutuskan untuk berhenti sekolah. Tak pelak, pengurus Panti Asuhan Miftahul Yatama langsung menegurnya. Tapi, setelah dijelaskan alasannya ia berhenti sekolah, barulah pengurus panti itu bisa mengerti. “Beberapa waktu kemudian, ada teman dari Pondok Pesantren Darussalam yang mengajak saya sekolah umum di YPM, Wonoayu yang ada diluar pondok, dan saya pun ikut mereka, hingga lulus,” terang Yasin Sutanto.

Anehnya, setelah lulus sekolah, Yasin malah dilanda kebingungan. Ia bingung, karena harus bagaimana lagi setelah itu. Lantas oleh ustadz Rifai, pengurus Panti Asuhan Miftahul Yatama, Yasin disarankan untuk ikut Pusdiklat Yatim Mandiri YP3IS. Pasalnya, di pusdiklat tersebut, anak purna asuh diberi bekal keterampilan untuk masa depannya kelak agar bisa hidup mandiri. Setelah diterima di pusdiklat YP3IS, ia sempat terkejut ketika ditawari untuk melanjutkan kuliah di STIES.

“Padahal waktu itu saya merasa tidak akan bisa kuliah. Tapi oleh YP3IS, selain diberi berbagai keterampilan, saya juga disuruh untuk kuliah. Saya mengucapkan terima kasih kepada YP3IS yang mendidik saya untuk bisa mandiri dan juga memberikan kesempatan saya untuk bisa kuliah,” ujarnya terharu. Setelah itu, beberapa waktu kemudian Yasin mencoba melamar kerja disebuah bengkel di kawasan Candi, Sidoarjo. Dan syukur Alhamdulillah, pada Februari 2007 lalu, ia pun diterima kerja ditempat tersebut.

Dengan gaji sekitar Rp 600.000 perbulan, Yasin akhirnya bisa menabung. Tujuannya selain bisa jadi bekal masa depannya kelak, ia juga bisa mengirimi uang orang tuanya di Klaten. “Uang tabungan untuk bekal saya itu, bisa digunakan untuk merintis sebuah usaha kelak setelah saya lulus kuliah. Sejak saat itulah saya mulai berpikir, suatu saat kelak saya ingin menjadi seorang pengusaha,” harapnya. (bam)


Kunjungan YP3IS Pusat

Manfaatkan Program Bantuan YP3IS

Pada Sabtu (16/6), YP3IS mengadakan kunjungan dan silahturahim ke Yayasan Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Mu’min, yang bertempat di Perumahan Lidah Kulon Blok B-125 Lakarsantri, Surabaya. Kunjungan yang dihadiri oleh Gelombang dan beberapa staff YP3IS lainnya itu, disambut hangat oleh beberapa pengurus panti dan anak-anak yatim yang ada di panti asuhan tersebut.

Dalam acara tersebut, YP3IS juga menyalurkan bantuan berupa bahan-bahan pokok, seperti beras, mie instant, susu dan lainnya. “Ada beberapa program bantuan YP3IS bagi panti asuhan. Salah satunya, program bantuan guru panti. Untuk itu, Panti Asuhan Al-Mu’min hendaknya bisa memanfaatkan program bantuan tersebut,” kata Gelombang dihadapan pengurus panti dan anak asuh PA Al-Mu’min.

Sedangkan Ketua Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Mu’min, HR Abdus Shomad Suryanto, mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para donatur YP3IS tersebut. “Semoga amal baik para donatur dan karyawan YP3IS diterima Allah,” sambut HR Abdus Shomad Suryanto.

Masih menurut HR Abdus, panti asuhan yang berdiri sejak 20 Januari 1994 ini, awalnya hanya dihuni 7 anak asuh saja. “Mungkin karena Allah telah mempercayai saya untuk mengasuh anak-anak yatim, sehingga sampai sekarang jumlah anak asuh di panti ini sudah mencapai 33 anak,” ujar HR Abdus Shomad Suryanto. (bam)


Sirah Nabawiyah

Perang Khaibar

Pada akhir Muharram tahun ketujuh Hijri Rasulullah SAW bergerak menuju Khaibar. Khaibar adalah sebuah kota besar yang memiliki banyak benteng dan ladang, terletak sekitar 100 mil sebelah utara Madinah ke arah Syam. Didalam peperangan ini Rasulullah SAW berangkat bersama 1400 tentara yang berjalan kaki dan menunggang kuda. Biasanya Nabi SAW tidak akan memulai memerangi suatu kaum sampai waktu pagi datang.

Jika beliau mendengar suara adzan ditempat itu, beliau tidak jadi memerangi kaum itu. Ketika para petani Khaibar yang sedang pergi ke ladang-ladang mereka seraya membawa cangkul dan keranjang, menyaksikan kedatangan Nabi SAW mereka lari, terbirit-birit seraya berteriak: “Muhammad datang beserta tentaranya”.

Menyaksikan hal ini, kemudian Nabi SAW bersabda: “Allah Maha Besar! Hancurlah Khaibar! Bila kami tiba dihalaman suatu kaum, maka pagi harinya orang-orang yang telah diberi peringatan akan mengalami nasib buruk”. Akhirnya pertempuran berkecambuk antara Rasulullah SAW dan penduduk Khaibar yang bertahan dibenteng-benteng mereka.

Benteng demi benteng berhasil ditaklukkan oleh kaum muslimin kecuali dua benteng: Benteng Al-Wathih dan Benteng Sulalim. Rasulullah SAW mengepung dua benteng itu selama sepuluh malam. Setelah orang-orang yang ada di dalam benteng itu merasa tidak berdaya, akhirnya mereka meminta kepada Rasulullah SAW agar mengeluarkan dan melindungi darah mereka.

Dan mereka rela menyerahkan harta kepada Rasulullah SAW. Permintaan itu akhirnya disetujui oleh Rasulullah SAW. Mereka juga meminta kepada Rasulullah SAW untuk bisa tetap menggarap tanah Khaibar, karena mereka lebih tahu soal pengelolaan tanah garapan itu. Dengan imbalan separo dari hasil panennya. Permohonan itu dikabulkan oleh Nabi SAW, tetapi dengan persyaratan yang dikemukakan Nabi SAW: “Kalau kami hendak mengusir kalian, maka kalian harus bersedia kami usir”.

Setelah Rasulullah SAW merasa aman dan tenang, Zainab binti al-Harits, istri Sallam bin Misykan, menghadiahkan kambing bakar kepada beliau. Setelah tahu bagian daging kambing yang disukai oleh Rasulullah SAW, yakni bagian paha, Zainab pun menaburkan racun diseluruh bagian kambing bakar itu, terutama bagian paha. Rasulullah SAW pun mencicipi dan mengunyahnya, tetapi tidak sampai ditelan.

Dan tiba-tiba, Rasulullah SAW memuntahkan kunyahan itu seraya berkata: “Tulang ini memberitahukan kepadaku, bahwa ia mengandung racun”. Kemudian Nabi SAW memanggil wanita itu dan ia telah mengakuinya. Nabi SAW bertanya: “Mengapa kamu lakukan itu?” Ia menjawab: “Anda telah bertindak terhadap kaumku sedemikian rupa. Tetapi kalau anda seorang raja (akan mati karena racun) dan aku merasa lega, tetapi kalau benar anda seorang Nabi SAW tentu anda akan diberitahu (oleh Tuhan tentang racun itu)”.

Perempuan itu kemudian dilepaskan oleh Rasulullah SAW. Lalu Rasulullah SAW membagikan barang rampasan perang Khaibar kepada kaum Muslimin. Bagi yang berjalan kaki mendapatkan satu saham, sedangkan bagi seekor kuda maka dia mendapatkan dua saham. (bam dari Sirah Nabawiyah)

Konsultasi Keluarga

Menghadapi Istri Pecemburu

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz Hasan yang terhormat, saya seorang suami dan belum mempunyai anak. Istri saya tidak bekerja, sedangkan saya bekerja di perusahaan sepatu. Usia perkawinan kami sudah berjalan 4 tahun. Persoalannya, istri saya itu gampang cemburu dan selalu menaruh sikap curiga yang berlebihan terhadap saya. Contoh kecilnya saja, setiap kali saya pulang kerja terlambat beberapa menit, istri saya selalu marah dan cemberut. Padahal, saya terlambat itu karena harus lembur atau karena jalan macet. Meskipun telah saya jelaskan alasannya, istri saya tetap tidak mau mengerti. Dan parahnya lagi, kami bisa tidak bertegur sapa hingga 3 hari. Tetapi, setelah 3 hari kemudian, kami berdua sudah baikan lagi seperti tidak ada masalah. Tapi, tak lama kemudian, sifat curiga dan cemburu itu muncul lagi. Saya kerja jadi tidak tenang. Yang ingin saya tanyakan kepada Ustadz Hasan, bagaimana menghadapi istri yang cemburuan dan curiga berlebihan itu?

Demikian pertanyaan saya, atas jawaban Ustadz Hasan, saya ucapkan terima kasih.

Wassalam

Donatur

Jawaban:

Waalaikumssalam. Wr. Wb

Saudaraku, cemburuan ialah perasaan tidak senang terhadap hal yang dilakukan oleh seseorang yang dicintai karena dinilai mengabaikan kepentingan dirinya. Rasa cemburu (alghirah) merupakan fitrah dasar pada diri manusia yang mengalir didalam dirinya dan berjalan dialiran darahnya. Suami-istri harus menjaga fitrah ini agar tidak terlumuri gangguan dan bisikan-bisikan setan. Mereka harus mengekangnya dengan tali Iman dan membelenggunya dengan ikatan Taqwa, agar rasa cemburu itu justru memberikan hasil yang baik, sehingga bisa memperoleh kebahagiaan didunia dan di akherat nanti. Namun jika seseorang memberi angin dan membuka peluang bagi rasa cemburu yang berlebihan, maka dia akan dihadapkan pada resiko yang tidak enteng. Setan akan menyeretnya kepada kedurhakaan terhadap Allah dan mengundang kemarahan-Nya. Selanjutnya dia lebih suka berdusta, curiga, suudzon, berbuat dzolim, melanggar kehormatan dan menyebarkan berbagai fitnah. Kalau sudah begitu rumah tangga tentu akan diselimuti kabut penderitaan, hatinya diglayuti berbagai ilusi dan praduga-praduga yang berkepanjangan.

Rasulullah bersabda: “Apakah kamu sekalian heran terhadap kecemburuan Sa’ad? Demi Allah aku adalah orang yang lebih besar cemburunya daripadaSa’ad, sedangkan Allah lebih besar cemburuannya daripada diriku. Karena adanya kecemburuan kepada Allah, maka Dia mengharamkan segala perbuatan dosa baik yang lahir maupun batin” (HR. Ibnu Abi Syaibah).

Saudaraku, sungguh setan akan selalu mengintai untuk menghancurkan kebahagiaan rumah tangga melalui berbagai sisi. Cemburu adalah salah satu yang dijadikan setan sebagai pintu untuk membelokkan pada suudzon, curiga, tidak saling percaya, mencari-cari kesalahan dan dihubung-hubungkan serta dicocok-cocokkan dengan hal-hal yang sesungguhnya tidak ada hubungannya. Kecurigaanlah yang menganggap semua ada hubungannya, tanpa ada sedikitpun tabayyun (bertanya kepada yang bersangkutan), atau bahkan ketidakpercayaan akan membuat semua penjelasan tidak berarti. Jika sudah seperti itu, pasti kebahagiaan sudah diambang kehancuran. Na’udzubillah (semoga Allah melindungi).

Saudaraku, akan halnya kasus anda:

1. Wajib memberi nasehat atau orang lain yang lebih disegani.

2. Jelaskan akan bahayanya cemburu yang berlebihan. Fahamkan dimana batas cemburu yang boleh dan yang tidak boleh.

3. Cemburu harus dilanjuti dengan bertanya, jika mengarah pada keseriusan. Anda harus jujur sejujurnya terhadap istri. Selesaikan dengan saling maaf memaafkan.

4. Berdoalah pada Allah terus menerus agar bisa menjaga keharmonisan keluarga.

Semoga Allah memberikan hidayah dan memberikan sakinah mawaddah warohmah. Amin.

Konsultasi Agama

Hukum Suami Menikah Lagi

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz Navis yang terhormat, saya ingin menanyakan tentang suami yang menikah lagi. Yang pernah saya dengar dari seorang ustadz di televisi mengatakan bahwa jika suami mau menikah lagi tidak perlu izin dari istri.

  1. Apakah benar jika suami mau menikah lagi tidak perlu izin atau persetujuan istri?
  2. Apakah ada hukumnya tentang suami menikah lagi di dalam Islam?
  3. Adakah syarat-syaratnya di dalam Islam?

Demikian, atas jawaban ustadz Navis, saya ucapkan terima kasih

Wassalam

Donatur Sidoarjo

Jawaban:

Donatur YP3IS yang saya hormati. Seorang lelaki boleh menikah lebih dari satu sampai empat dengan beberapa ketentuan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT:

" Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinlah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi, dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak dapat berlaku adil, maka kawinlah seorang saja , atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat untuk tidak berbuat aniaya". (QS. An-Nisaa': 3)

Secara hukum Islam (fiqh), pernikahan sah jika memenuhi syarat dan rukun nikah. Adapun rukun nikah ada 5, yakni:

1. Ijab qabul (akad nikah anatar wali dan mempelai lelaki).

2. Calon isteri (yang bukan mahram dan tidak ada penghalang nikah).

3. Calon suami (yang seagama islam dan tidak ada penghalang nikah).

4. Wali (orang tua ata hakim).

5. Dua saksi (laki-laki yang akil baligh dan adil ).

Perlu dijelaskan disini bahwa secara fiqh, dalam syarat sahnya pernikahan tidak ada persyaratan harus 'izin isteri'. Namun secara administrasi negara sesuai UU Perkawinan, bagi suami yang hendak menikah lagi harus ada persetujuan isteri pertama. Dengan demikian dapat pengasuh jawab pertanyaan donator:

    1. Benar, secara fiqih bahwa suami yang mau menikah lagi tidak perlu izin atau persetujuan isteri. Namun secara yuridis formal Undang-Undang Perkawinan dan demi menjaga keutuhan dan keharmonisan rumah tangga perlu ijin dan persetujuan isteri pertama.
    2. Ia ada hukumnya. Dan hukumnya mubah ( boleh) suami menikah lagi berdasarkan Al-Quran dan Sunnah Nabi.
    3. Syaratnya diperbolehkan menikah lagi harus harus adil, kalau yakin tidak bisa adil, maka cukup satu saja. Pengertian adil adalah, seorang suami dapat berlaku adil (proporsional dan bukan harus sama) dalam hal sandang, papan dan pangan, juga dalam hal kewajiban-kewajiban Dhahiriyah. Adapun yang berkenaan rasa cinta tidak harus adil karena itu diluar kemampuan manusia. Rasulullah sendiri menyatakan bahwa tidak bisa adil dalam membagi cinta. Rasulullah bersabda: "Ya Allah ini bagianku (cinta) yang aku miliki, maka jangan Kau cela aku dari apa yang Engkau miliki dan tidak aku miliki".

Donatur yang saya muliakan. Memang dengan gencarnya gerakan gender, emansipasi wanita banyak gugatan terhadap poligami (suami nikah lebih dari satu), dianggap melecehkan wanita. Sebenarnya Islam tidak seperti itu, Islam sangat menghargai wanita, dan Islam memperbolehkan lelaki nikah lebih dari satu, itu merupakan alternatife jika memungkinkan adil, sangat membutuhkan dan tidak menimbulkan persoalan juga dalam rangka menghidari diri dari zina. Karena jika seorang isteri mengizinkan suaminya zina, maka berarti ikut serta dalam perbuatan dosa. Bagi seorang suami juga harus dipertimbangkan ketika punya keinginan menikah lagi. Karena tidak boleh hanya sekedar dzawwaqiin (suka mencicipi), dan harus menjaga perasaan isteri dan keutuhan rumah tangga. Semoga keluarga kita semua menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. Amiin yaa mujibassailinn.


Doa

Setelah Menyerahkan Zakat

Rabbanaa taqabbal minnaa innaka anntassamii’ul’alim.

Ya Tuhan kami! Terimalah amal kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (dari buku Doa, Dr. Miftah Faridl, hal:122)

Hikmah

Zakat dan Kasih Sayang Merupakan Obat

Musthafa Luthfi al-Manfa luthi berkata: “Kalau bukan karena kikirnya orang-orang kaya dan kerakusan mereka dalam memupuk harta, dan tidak pernah menyampaikan hak dari hartanya ke tangan fakir miskin, tentu tidak akan ada dimuka bumi ini para perampok, pembunuh, pencuri dan pembegal. Segala sesuatu yang telah diambil oleh para pencuri atau perampok tiada lain hanyalah merebut apa-apa yang seharusnya memang menjadi haknya. Jika harta dizakati, kasih sayang dicurahkan kepada mereka, tentu mereka tidak akan melakukan hal-hal yang dilarang syariat itu. (dari buku Hikmah Dalam Humor Kisah dan Pepatah, A. Aziz Salim Basyarahil, hal: 88)

Kegiatan Cabang Sidoarjo

Mewujudkan Proses Belajar Yang Menarik

Kreatifitas Pengajaran Yang Mampu Mewujudkan Kegiatan Belajar Mengajar Yang Menarik, itulah tema yang disampaikan Drs Abd Rouf Cholil dalam acara pembinaan duta guru panti se-Sidoarjo pada Senin (2/7), bertempat di Panti Asuhan Aisyiyah, Balongbendo, Krian. Menurut Drs Abd Rouf Cholil, kebanyakan guru dalam proses pembelajaran, mereka menggunakan kultur dengan sistem ceramah, catat, duduk dan hapal, sehingga menjenuhkan dan membunuh kreatifitas siswa.

“Agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan menarik, maka guru dan siswa dituntut aktif dan kreatif. Maksudnya, pembelajaran berpusat pada siswa dan siswa dapat menerapkan apa yang telah diperolehnya dan lantas mengembangkannya, serta membuat siswa tersebut mempunyai bekal untuk bisa hidup di masyarakat,” papar Dosen STAI Al-Khoziny, Sidoarjo ini. Selain itu, seorang guru hendaknya juga menguasai model dan strategi, menguasai metode dan teknik pembelajaran yang inovatif kepada siswanya.

“Supaya bisa inovatif, tingkat profesional guru hendaknya ditingkatkan melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan. Disamping itu, guru juga harus memiliki kemampuan komunikatif, kemampuan leadership, kemampuan pengembangan diri, kemampuan praktis dan kemampuan secara akademik,” jelas Drs Abd Rouf Cholil. Acara tersebut selain dihadiri para duta guru panti se-Sidoarjo, juga Kepala YP3IS Cabang Sidoarjo, Zakariya SAg. (bam)

Kunjungan Cabang Sidoarjo

Perbanyak Keterampilan

YP3IS Cabang Sidoarjo mengadakan kunjungan rutin ke Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Ikhlash Purboyo, di Desa Suwaluh Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Sabtu (7/7). Kunjungan tersebut diikuti oleh Kepala YP3IS Cabang Sidoarjo, Zakariyah SAg dan beberapa staffnya. Rombongan YP3IS itu, disambut langsung oleh Ketua Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Ikhlash Purboyo, H Mohammad Heru Sulthon beserta pengurus dan anak-anak asuhnya. Dalam sambutannya, Zakariyah banyak memberikan pesan-pesan dan dorongan semangat kepada para anak asuh yang tinggal di panti tersebut. “Anak Yatim itu harus tidak boleh putus asa atau minder. Tapi harus tetap mempunyai semangat untuk terus belajar, siap mental dan perbanyak keterampilan, agar kelak bisa mandiri,” papar Zakariyah.

“Buat keluarga dan teman-teman kagum dan bangga dengan kalian semua. Untuk itu, kalian harus tetap giat belajar,” lanjutnya. Sedangkan Ketua Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Ikhlash Purboyo, H Mohammad Heru Sulthon, mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan YP3IS Cabang Sidoarjo dan para donaturnya. “Semoga amal baik para karyawan YP3IS beserta donaturnya, bisa dicatat oleh Allah dan diberikan pahala yang setimpal,” kata H Mohammad Heru Sulthon. (bam)

Kegiatan Cabang Sidoarjo

Outbound Menuju Yatim Mandiri

Kamis (12/7), YP3IS Cabang Sidoarjo mengadakan outbound bersama 35 duta guru panti dan 40 anak-anak asuh berprestasi dari panti asuhan se-Sidoarjo, bertempat di Sekolah Alam Pondok Pesantren Darussalam, Jalan Anjasmoro 7 Turirejo, Lawang-Malang. Acara yang berlangsung hingga 14 Juli tersebut selain diikuti Kepala YP3IS Cabang Sidoarjo, Zakariya SAg, juga hadir Direktur YP3IS, Mohammad Hasyim.

Dalam sambutannya, Mohammad Hasyim mengingatkan bahwa outbound ini bukan bertujuan untuk rekreasi, melainkan untuk wadah mengembangkan diri, wawasan dan mental menuju yatim yang mandiri. “Kami berharap, semuanya dapat memaksimalkan acara ini, supaya hasil yang didapat bisa maksimal juga. Jadi, kita semua harus bersungguh-sungguh mengikuti acara ini,” pinta Mohammad Hasyim.

Sedangkan ditemui secara terpisah, Zakariya mengungkapkan latar belakang diadakannya outbound ini, karena para duta guru sangat berperan besar terhadap pendidikan anak asuh, maka diharapkan para duta guru panti bisa menjadi inspirator bagi anak didiknya untuk lebih kreatif lagi.

“Selain itu, outbound ini juga bertujuan untuk lebih menerapkan tingkat kedisiplinan yang tinggi, serta membangun jiwa kemandirian anak asuh. Sedangkan bagi guru panti, diharapkan bisa menerapkan ke anak didiknya secara langsung hasil pembinaan guru panti yang diadakan YP3IS setiap bulannya,” jelas Zakariya. (bam)

Kegiatan Cabang Kediri

YP3IS On Air di Kediri

Sejak Mei, YP3IS Cabang Kediri resmi on air di Radio Jayabaya Kediri 90,4 FM, setiap Jumat kedua setiap bulannya, mulai pukul 10.00 sampai 11.00. Menurut Kepala YP3IS Cabang Kediri, Muhammad Mudzakir SHI, awalnya YP3IS Cabang Kediri ditawari oleh pemilik radio tersebut untuk mengisi acara Kajian Keislaman.

“Tawaran tersebut langsung kita setujui. Pasalnya, selain bertujuan untuk siar Islam, juga sebagai wadah untuk mengenalkan YP3IS pada masyarakat Kediri. Dan juga penyadaran masyarakat akan pentingnya belajar terus-menerus mengenai Islam, terutama pentingnya penyadaran berzakat, berinfaq dan bersodaqoh,” jelas Mudzakir. Acara yang berdurasi satu jam tersebut, diisi dengan penyampaian kajian Keislaman dan dilanjutkan dengan dialog interaktif dengan pendengar setia Radio Jayabaya Kediri.

“Dan untuk yang menyampaikan materi sementara ini masih saya sendiri. Tapi kedepannya nanti tidak menutup kemungkinan yang menyampaikan materi adalah para pengurus YP3IS Pusat,” terangnya. Dalam siarannya yang ketiga, pada Jumat (13/7), Mudzakir menyampaikan materi kajian Islam bertema Menumbuhkan Kesadaran Berzakat yang mengulas tentang hukum, urgensi dan hikmah zakat. (bam)

SIMAK KAJIAN KEISLAMAN !!!

Setiap Jumat II jam 10.00 – 11.00 WIB

Di Radio Jayabaya Kediri: 90,4 FM

Bersama Muhammad Mudzakir SHI

KEPALA CABANG YP3IS KEDIRI

Kegiatan Cabang Kediri

Berharap Bantuan Guru Panti

Pada Sabtu (7/7), YP3IS Cabang Kediri mengadakan silahturahim ke Panti Asuhan Anak Yatim Muslimat NU Budi Mulia, yang bertempat di Tambakrejo, Gurah-Kediri. Ikut hadir dalam silahturahim tersebut Kepala YP3IS Cabang Kediri, Muhammad Mudzakir SHI beserta staffnya. Rombongan itu disambut hangat oleh Subyakti selaku Ketua Panti Asuhan Anak Yatim Muslimat NU Budi Mulia, beserta pengurus dan anak-anak asuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihak panti yang diwakili oleh Drs. H. Qusairi Bakri secara langsung meminta bantuan guru panti untuk membantu proses belajar anak asuhnya. “Karena pentingnya peran guru dalam mendidik anak asuh, maka kami mohon kepada YP3IS untuk mengirimkan guru bantu ke panti ini. Karena, dengan guru bantu yang berkompeten, diharapkan bisa mengantarkan anak-anak asuh disini selain pintar mengaji, juga siap hidup mandiri,” pinta Qusairi Bakri.

Menanggapi permintaan tersebut, Kepala YP3IS Cabang Kediri, Mudzakir menyatakan akan segera mengirimkan duta guru ke Panti Asuhan Muslimat NU Budi Mulia. “Insya Allah, YP3IS akan segera merealisasikan permintaan guru bantu secepatnya ke Panti Asuhan Muslimat NU Budi Mulia ini,” jawab Mudzakir. Dan diakhir acara, YP3IS Cabang Kediri menyerahkan amanah dari para donaturnya berupa bantuan gizi, yakni susu, beras, mie instant dan lainnya, yang diterima langsung Subyakti. (bam)

Kebersamaan

PT Coca Cola Amatil lndonesia Cabang Kediri

Yang Paling Penting Ikhlas

Suasana kebersamaan yang ditunjukan oleh karyawan PT Coca Cola Amatil Indonesia Cabang Kediri ini, benar-benar patut dicontoh. Dalam hal menyantuni anak yatim mereka sangat peduli. Hampir secara bersamaan, mereka langsung ikut menjadi donatur tetap di YP3IS. Padahal, YP3IS baru empat bulan hadir di kota Kediri.

Menurut Heri Sulistiono, koordinator donatur sekaligus Pimpinan PT Coca Cola Amatil Indonesia Cabang Kediri, awalnya ada seorang petugas dari YP3IS yang datang kekantornya untuk mengajak menjadi donatur bagi anak-anak yatim. Setelah ia mendapatkan pengetahuan tentang anak yatim dan YP3IS, Heri pun tertarik untuk bergabung menjadi donatur.

“Kemudian dalam hati saya, tergerak untuk ikut peduli dengan nasib anak-anak yatim,” kata pria kelahiran Surabaya, 7 Juli 1954 ini. Lalu keesokan harinya, Heri langsung menindaklanjuti proposal dari YP3IS untuk menjadi donatur, dengan mengumpulkan beberapa karyawannya untuk diberi pengarahan. “Kemudian saya sedikit ceramahi mereka tentang pentingnya menyantuni anak yatim, yakni barang siapa kalau kita membantu anak yatim, Insyaallah teman-teman sekalian tidak akan kekurangan rejeki. Serta saya kasih tahu juga tentang lembaga yang fokus menangani anak yatim, yakni YP3IS,” papar Heri Sulistiono.

Dan dalam tempo 30 menit kemudian, sudah tercatat 40 orang karyawan untuk menjadi donatur tetap YP3IS mulai 27 April 2007 lalu. Tak berhenti sampai disitu, Heri pun semakin bersemangat untuk terus mengajak karyawannya yang belum menjadi donatur YP3IS. Untuk yang kedua kalinya, Heri kembali mengumpulkan beberapa karyawan untuk ditawari bergabung menjadi donatur. “Saya coba untuk kumpulkan lagi karyawan saya dengan contoh donatur yang sudah jalan di PT Coca Cola Cabang Kediri ini. Dan syukur Alhamdulillah, dari pertemuan kedua itu ada tambahan lagi yang tertarik untuk ikut jadi donatur di YP3IS sebanyak 20 orang, jadi total ada 60 orang,” jelas pria ramah ini.

Seiring berjalannya waktu, jumlah donatur di PT Coca Cola Amatil Indonesia Cabang Kediri, hingga saat ini tercatat 79 orang. Jumlah itu termasuk keluarga karyawan perusahaan minuman tersebut. “Jadi saya katakan pada mereka, jangan dinilai uangnya yang akan disumbangkan ke anak yatim, tetapi keikhlasannya yang paling penting. Karena kalau tidak ikhlas, percuma kita ikut menyumbang, karena tidak akan mendapatkan apa-apa. Dan manfaatnya pun dapat terbukti, yakni Alhamdulillah dua bulan berturut-turut Cabang Kediri mendapat reward dari pusat, yakni Cabang Kediri tercatat sebagai penyumbang pemasukkan ke pusat terbesar ketiga dari seluruh cabang di Jawa Timur,” ujarnya. (bam)

Aktifitas YP3IS Pusat

Persiapan Mental Menuju Yatim Mandiri

Karena persiapan mental dan skill yang dimiliki santri Pusdiklat tahun ajaran 2006-2007 dalam memasuki dunia kerja dirasa masih kurang, maka Pusdiklat Yaman pada Sabtu (14/7) hingga Minggu (15/7), mengadakan Pelatihan Mental Memasuki Dunia Kerja, bertempat di Kantor YP3IS Pusat, Jalan Bendul Merisi Selatan 1/2A, Surabaya.

Menurut Hendy Nurrokhmansyah, SS, staff Pusdiklat Yaman YP3IS, para santri itu terkesan belum sepenuh hati untuk benar-benar bekerja. Padahal, September 2007 nanti, para santri itu akan dilepas dari Pusdiklat Yaman YP3IS, semua fasilitas dan subsidi dari pusdiklat akan ditarik dan dialokasikan ke santri pusdiklat tahun ajaran 2007-2008. “Untuk itu, kami mengadakan pelatihan dalam mempersiapkan mental santri pusdiklat guna memasuki dunia kerja,” jelas Hendy.

Harapannya, dengan pelatihan ini ke 13 santri tersebut bisa lebih siap baik secara mental maupun skillnya untuk bekerja guna memenuhi kehidupannya sendiri secara mandiri. “Karena indikator keberhasilan santri pusdiklat untuk jangka pendeknya adalah minimal kemandirian dalam hal ekonomi, meskipun itu juga bukan syarat mutlak untuk mandiri. Dan juga, merubah mental dan sikap ketergantungan dari pihak lain,” lanjutnya.

Pelatihan yang menggunakan metode ceramah, diskusi dan testimonial tersebut diisi dengan materi persiapan dan teknik wawancara, mengatur financial bagi pemula, mengenali potensi diri dan rencana hidup pasca pusdiklat. Sedangkan pembicaranya antara lain Sari Anggraeni S.Pd, Direktur YP3IS Yusuf Zain S.Pd, Direktur Pusdiklat Ir Bimo Wahju Wardojo, Maksum Arif S.Pd, M Syaichudin MPd dan Sulkhul Muchoyaroh S.Psi. (bam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar