Kamis, Juni 04, 2009

MAJALAH YATIM EDISI SEPTEMBER 2007

YP3IS Sidoarjo Salurkan Dana Bantuan Pendidikan Rp 146.290.500,-

Ada satu moment yang berkesan sewaktu YP3IS Cabang Sidoarjo mengadakan acara penyerahan Dana Bantuan Pendidikan (DBP) Yatim Periode XIV kali ini. Sebanyak 40 Panti Asuhan dan 10 koordinator non-Panti yang diundang ini YP3IS cabang Sidoarjo, Selasa (7/8). Didampingi oleh Kepala Cabang Sidoarjo Zakariya,S.Ag, Ketua YP3IS sekaligus Direktur Penyaluran Dana Mohammad Hasyim berkenan menberikan penjelasan mengenai program Dana Bantuan Pendidikan tersebut.

Sementara itu, pada Periode XIV kali ini, YP3IS Cabang Sidoarjo menyalurkan Dana Bantuan Pendidikan (DBP) sebesar Rp. 146.290.500 kepada 840 anak yatim dari 40 panti asuhan di Sidoarjo dan 10 koordinator non-panti. Karena ada 2 panti asuhan penerima DBP adalah panti asuhan yang langsung merasakan betul Musibah Lumpur Panas Lapindo, mereka adalah PA. Mizan Amanah Tsani di Perumtas I Tanggulangin dan PA.Masyithoh di Porong. Yang lebih parah lagi adalah PA.Mizan Amanah Tsani yang Asramanya saat ini sudah terendam Lumpur Lapindo. Namun itu tidak melunturkan niat Kateni selaku pengasuh PA.Mizan untuk terus menbina anak asuhnya. Ketua PA.Masyithoh Hj.Assa’adah merasa sangat kasihan ketika Lumpur Lapindo mengalir di asramanya sehingga selama 3 hari anak asuhnya dipindah kesalah satu rumah pengurus.

Dari penyaluran DBP tersebut PA.Masyithoh menerima Rp. 5.260.500,- yang langsung diserahkan oleh Moh.Hasyim kepada anak asuhnya. Sedangkan PA.Mizan menerima sebesar Rp. 3.397.500,-. Alhamdulillah kami sangat bahagia atas bantuan dari YP3IS, itu semua untuk kebutuhan pendidikan anak asuh, tutur Hj.Assa’adah. Sementara dari PA.Zainuddin ketua Panti Hj.Ummi Sa’adah Nur,S.Pd.I. berkenan memberikan cinderamata ungkapan terima kasih kepada YP3IS dan langsung diterima dengan senang oleh Ketua YP3IS Moh.Hasyim.

Saking berkesannya acara penerahan DBP tersebut sampai diliput oleh berbagai media cetak maupun elektronika. Diantaranya JTV, RCTI, Memorandum, Radar Surabaya dan Seputar Indonesia. Kami sangat berterima kasih kepada kawan-kawan media yang berkenan hadir dalam penyerahan DBP kali ini, ungkap Zakariya,S.Ag. kepala cabang YP3IS Sidoarjo. (ard)


Ranto Firmansyah

Ingin Belikan Rumah Buat Sang Ibu

Meskipun sejak berumur kurang dari setahun sudah menjadi anak yatim, ketika sang bapak, Agung Slamet, meninggal dunia, tetapi semangat untuk bisa hidup mandiri serta berusaha selalu menyenangkan hati sang ibu, Fitri Nurhayati, selalu menggelora dalam hatinya. Ranto Firmansyah, nama lengkap pemuda yang lahir di Surabaya pada 21 April 1985 ini.

Ketika masih duduk di sekolah dasar, Ranto Firmansyah, sudah harus tinggal di Panti Asuhan Darul Aytam Surabaya, karena ibunya sudah tidak sanggup lagi membiayainya sekolah. “Selain itu, alasan ibu menyuruh saya tinggal di panti asuhan, agar saya tidak terpengaruh dengan gaya hidup yang negatif,” paparnya ketika ditemui Majalah Yatim, Kamis (9/8), di asrama Pusdiklat Yatim Mandiri YP3IS.

Hampir lima tahun ia menetap di Panti Asuhan Darul Aytam, ketika Ranto Firmansyah ditawari untuk sekolah lagi guna memperoleh ijazah SD. Karena, hanya dengan ijazah SD Ranto Firmansyah bisa melanjutkan ke tingkat SMP. “Saya langsung bersedia sekolah lagi, meskipun hanya setahun dan juga harus keluar dari panti asuhan itu,” kenang pemuda murah senyum ini.

Setelah mendapatkan ijazah lulus SD, Ranto Firmansyah pun, masuk Panti Asuhan Khadijah II Surabaya. Pasalnya, sang kakak sudah tidak punya biaya untuk menyekolahkannya lagi. Sedangkan kalau tinggal di Panti Asuhan Khadijah II, Ranto Firmansyah, bisa terus melanjutkan ke STM dengan biaya ditanggung pihak panti asuhan.

Singkat cerita, ketika ia telah menamatkan STM, Ranto Firmansyah lantas diberitahu pihak Panti Asuhan Khadijah II Surabaya, untuk bergabung dengan YP3IS di Pusdiklat Yatim Mandiri. “Saya resmi masuk Pusdiklat Yatim Mandiri YP3IS pada tanggal 27 Nopember 2006. Saya sangat terkesan ketika pertama kali masuk ke pusdiklat YP3IS. Syukur Alhamdulillah, saya banyak diberi pelatihan-pelatihan dan dibekali dengan berbagai macam keterampilan, agar kelak bisa menuju yatim yang mandiri. Selain itu, saya juga dibiayai untuk kuliah di STIE Syari’ah Surabaya, jurusan Manajemen Bisnis,” ujarnya bangga. Selang beberapa waktu kemudian, tepatnya di bulan April 2007 lalu, Ranto Firmansyah, diterima kerja sebagai operator pompa bensin dikawasan Rungkut, Surabaya. Mulai saat itulah, Ranto Firmansyah mulai kuliah sambil bekerja.

“Kesan pertama sewaktu saya diterima kerja, saya langsung mengucapkan syukur Alhamdulillah kepada Allah. Meskipun sampai sekarang status saya kerja itu masih karyawan kontrak, tetapi hal itu yang menandakan kalau Allah telah memberikan saya jalan menuju kemandirian. Dan setiap hari saya juga berdoa kepada Allah agar kontrak kerja saya bisa diperpanjang lagi,” harapnya.

Masih menurut Ranto Firmansyah, yang mengaku sebulan di gaji Rp 750.000,-, bahwa sebagian gajinya ia tabungkan untuk kelak bisa digunakan sebagai modal usaha. Karena itu, Ranto Firmansyah rela berangkat dan pulang kerja naik sepeda angin pemberian YP3IS, meski jarak asrama Pusdiklat dengan tempatnya bekerja cukup jauh.

“Anggap saja sekalian olahraga,” katanya sembari tersenyum. Kelak kedepannya nanti setelah modal usahanya sudah dirasa cukup, Ranto Firmansyah akan membuka bengkel sepada motor dan membelikan sang ibu sebuah rumah.

“Saat di pusdiklat, saya sempat magang ke bengkel sepeda motor, dan tahu banyak tentang sepeda motor. Untuk itu saya ingin membuka bengkel sepeda motor. Setelah itu, baru saya ingin membelikan sebuah rumah untuk ditempati ibu saya,” harapnya.(bam)


Sirah Nabawiyah

Perang Mu’tah

Peperangan ini terjadi pada bulan Jumadil Ula tahun ke-18 Hijri. Mu’tah adalah sebuah desa yang terletak diperbatasan Syam. Desa ini sekarang bernama Kirk. Yang menjadi sebab peperangan ini ialah terbunuhnya al-Harits bin Umar al-Azdi, utusan Rasulullah SAW kepada raja Bashra. Setelah Rasulullah SAW menyerukan kaum Muslimin agar berangkat menuju Syam, dengan serta merta berkumpullah sebanyak 3000 tentara kaum Muslimin yang siap berangkat ke Mu’tah.

Rasulullah SAW tidak ikut serta bersama mereka. Lantas Rasulullah SAW berpesan kepada mereka: “Yang bertindak sebagai Amir (panglima perang) adalah Zaid bin Haritsah. Jika Zaid gugur, Ja’far bin Abu Thalib penggantinya. Bila Ja’far gugur, Abdullah bin Rawahah penggantinya. Dan jika Abdullah gugur, maka hendaklah kaum Muslimin memilih penggantinya”. Selanjutnya Nabi SAW mewasiatkan kepada mereka agar sesampainya disana mereka mengajak kepada Islam dan jika mereka menolak, langsung menyerang dengan meminta pertolongan kepada Allah.

Setelah kaum Muslimin bergerak meninggalkan Madinah, musuhpun mendengar keberangkatan mereka, kemudian mempersiapkan pasukan besar guna menghadapi kekuatan kaum Muslimin. Heraclius mengerahkan lebih dari 100.000 tentara Romawi. Sedangkan Syurahbil bin Amer mengerahkan 100.000 tentara yang terdiri dari kabilah Lakham, Judzan, Qain dan Bahra’. Mendengar berita ini, kaum Muslimin kemudian berhenti selama dua malam didaerah bernama Mu’an guna merundingkan apa yang seharusnya dilakukan.

Beberapa orang diantaranya berpendapat: “Sebaiknya kita menulis surat kepada Rasulullah SAW melaporkan kekuatan musuh. Mungkin beliau akan menambah kekuatan kita dengan pasukan yang lebih besar lagi. Atau memerintahkan sesuatu yang harus kita lakukan”. Tetapi Abdullah bin Rawahah tidak menyetujui pendapat tersebut.

Bahkan ia mengobarkan semangat pasukan dengan ucapan berapi-api: “Hai saudara-saudaraku, kenapa kalian tidak menyukai mati syahid yang menjadi tujuan kita berangkat ke medan perang ini! Kita berperang tidak mengandalkan banyaknya jumlah pasukan atau besarnya kekuatan, tetapi semata-mata berdasarkan agama yang dikaruniakan Allah kepada kita. Karena itu marilah kita maju! Tidak ada pilihan lain kecuali salah satu dari dua kebijakkan: Menang atau mati syahid”.

Lantas pasukan kedua belah pihak bertemu di Kirk. Dari segi jumlah personil dan senjata, kekuatan musuh jauh lebih besar dari kekuatan kaum Muslimin. Zaid bersama kaum Muslimin bertempur menhadapi musuh hingga ia gugur diujung tombak musuh. Kemudian Ja’far mengambil alih panji peperangan dan maju menerjang musuh dengan berani.

Ditengah sengitnya pertempuran ia turun dari kudanya lalu membunuh, melesat, menerjang pasukan Romawi. Ia terus maju bertempur sampai tertebas oleh pedang orang Romawi yang memotong tubuhnya menjadi dua. Ditubuhnya terdapat lima puluh tusukan, yang semuanya dibagian depan. Kemudian panji peperangan diambil alih oleh Abdullah bin Rawahah.

Ia maju memimpin pertempuran, sampai gugur menjadi syahid. Kemudian kaum Muslimin menyepakati Khalid bin Walid sebagai panglima perang. Ia kemudian menggempur musuh hingga berhasil memukul mundur. Pada saat itulah Khalid mengambil langkah strategis menarik tentaranya ke Madinah. Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Akhirnya panji (panglima perang) itu diambil alih oleh ‘pedang Allah’ (Khalid bin Walid), dan akhirnya Allah mengaruniakan kemenangan kepada mereka (kaum Muslimin)”. (bam dari Sirah Nabawiyah)

Kegiatan YP3IS Pusat

Membentuk Koresponden MAYA

Pada Rabu (25/7), YP3IS khususnya bidang Humas, mengadakan pelatihan jurnalistik yang bertema Jurnalistic Short Course, dengan peserta seluruh Kepala Cabang YP3IS dan beberapa perwakilan panti asuhan di Surabaya. Menurut Achmad Sjamsudin, Manajer Humas YP3IS, latar belakang diadakannya pelatihan ini karena untuk efektifikat dan efisiensi kerja peliputan kegiatan di masing-masing kantor cabang YP3IS.

“Berdasarkan pemikiran tersebut, Humas sebagai pengelola media YP3IS, memandang perlu untuk membekali masing-masing cabang dengan ilmu jurnalistik dan fotografi,” jelas Pemimpin Redaksi Majalah Yatim ini.

“Maka, diadakanlah pelatihan jurnalistik tersebut, yang bertujuan untuk membentuk koresponden MAYA dimasing-masing cabang,” lanjutnya.

Pelatihan tersebut menghadirkan pembicara Drs. Adriono untuk materi jurnalistik, dan fotografer Jawa Pos, Becky Subeki yang memberikan materi fotografi. (bam)

Kegiatan YP3IS Pusat

Mewujudkan Ketahanan Keluarga

Dengan tema Mewujudkan Ketahanan Keluarga, YP3IS mengadakan pengajian donatur pada Ahad (29/7), di Masjid Nurul Iman, di Jalan Margorejo Indah Surabaya, dengan menghadirkan pembicara Dr. Hj. Hasniah Hasan MSi. Menurut Hasniah Hasan, untuk mencapai tujuan mulia suatu pernikahan, hendaknya sebelum menikah harus memenuhi syariat Islam terlebih dahulu. “Sedangkan untuk mempertahankan keluarga, maka sebagai pasangan suami-istri haruslah juga memahami fungsi, kewajiban dan tanggung jawabnya secara maksimal. Insyaallah, ketenangan serta kebahagiaan di rumah tangga sebagai tujuan pernikahan akan terwujud,” jelas Hasniah.

Selain itu, upaya lain dalam mempertahankan keluarga, yakni dengan memanaj konflik agar tidak berkepanjangan dan berimplikasi ke krisis perkawinan. Dan juga, mempertahankan fungsi anak sebagai sumber kebahagiaan keluarga, serta memanaj keuangan keluarga secara Islami. Pengajian tersebut selain diikuti donatur dan staff YP3IS, juga hadir Direktur Pengembangan Dana YP3IS, Yusuf Zain. (bam)

Kegiatan YP3IS Pusat

Manajemen Panti Asuhan Islam Yang Ideal

Dalam rangka meningkatkan performan dan kinerja panti asuhan Islam di wilayah Surabaya, BKSPAIS mengadakan Pelatihan Manajemen Panti Asuhan Islam Surabaya, pada Sabtu (28/7) dan Minggu (29/7), bertempat di Gedung Telkom Kandatel V Lt.2, Jalan Ketintang 156, Surabaya. Acara yang dihadiri Ketua BKSPAIS, Drs HM Molik dan Direktur Penyaluran Dana YP3IS, Mohammad Hasyim, juga diikuti 50 panti asuhan Islam se-Surabaya yang tergabung dalam wadah BKSPAIS.

Menurut Molik, idealnya ada 4 aspek yang menjadi fokus pembahasan dalam pelatihan tersebut, yakni kapabilitas SDM pengelola, efektifitas organisasi, efektifitas penggalian dan pengelolaan dana serta ketersediaan media komunikasi yang memadai, merupakan prasyarat pokok dari kemajuan pengelolaan organisasi panti asuhan.

“Efektifitas keempat aspek tersebut, pada akhirnya diharapkan menjadi landasan yang kokoh dalam pengasuhan anak panti yang meliputi pembekalan ubudiyah, akhlak dan pendidikan serta keterampilan kerja,” papar Molik. Pelatihan tersebut menghadirkan 8 nara sumber, yakni Drs. H. Muhammad Molik, Drs. H. Hasan Sadzili, Drs. Jhoni Rusdianto MM, H.RM. Yunani Prawironegoro, Drh. Hamy Wahyunidianto, Drs. Imam Supriyono, Prof. DR. H. Ali Aziz MA dan Drs. H. Mustahdzi Az M.Pd. (bam)

Kegiatan Cabang Sidoarjo

Beri Ruang Gerak Anak Untuk Kreatif

YP3IS Cabang Sidoarjo kembali mengadakan acara pembinaan duta guru panti pada Rabo (1/8), di Panti Asuhan Yatim Piatu Darul Aytam Zainuddin, Jalan Geluran I/17 Sepanjang.

Pembinaan yang diikuti oleh duta guru panti se-Sidoarjo tersebut mengambil tema Implementasi Pendidikan Berbasis Spiritual dan Kontekstual, dengan menghadirkan pembicara Dosen Unesa, Ir Ibrohim MT. Menurut Ibrohim, para duta guru panti harus memahami tingkah laku dan keinginan anak didiknya. Karena dengan memahami dan memberikan ruang gerak yang cukup untuk berkreasi, diharapkan anak didiknya tersebut kelak bisa kreatif dan mandiri.

Para guru panti harus paham dengan tingkah laku anak didiknya. Kalau anak didiknya tersebut sangat aktif, itu adalah hal yang biasa,” papar Ibrohim yang juga Dekan Fakultas Teknik Universitas Darul Ulum Jombang ini.

“Tetapi kita juga harus mengarahkan anak tersebut agar tidak bergantung pada orang lain. Sehingga diharapkan kelak anak tersebut bisa mandiri,” lanjutnya. (bam)

Doa

Melihat Terbit Bulan Ramadlan

Allahu akbar. Allaahumma ahillahu’alainaa bil’amni wal’iimaani wassalaamati wal’islaami wattaufiiqi limaa tuhibbu wa tardhaa rabbanaa wa rabbukallaah.

Allah Maha Besar. Ya Allah jinakkanlah ia atas kami dengan keamanan dan keimanan, keselamatan dan keislaman, dan taufiq ke arah yang Engkau sukai dan ridhai, Tuhan kami dan Tuhanmu ialah Allah. (Hr. ad-Darimi). (dari buku Doa oleh Dr Miftah Faridl, hal: 123)

Hikmah:

Puasa Dari Hawa Nafsu

Tokoh muslim Jamaluddin Al-Afghani rahimahullah berkata, “Apabila kaum muslimin berpuasa dari hawa nafsu mereka, pasti Allah akan mengganti kehidupan mereka dengan kemuliaan, mengganti kekalahan mereka dengan kemenangan dan mengganti kemunduran mereka dengan kemajuan. Demi Allah, kemenangan kaum muslimin zaman dahulu dicapai dengan berpuasa dari hawa nafsu (mengekang hawa nafsunya). Tiap orang memikirkan umatnya dan tidak memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Mereka melepaskan diri dari segala macam dorongan kerakusan sehingga mereka mampu menguasai dunia padahal mereka tidak menginginkan dunia. (dari buku Hikmah Dalam Humor Kisah dan Pepatah. Hal: 115)

Kegiatan Cabang Kediri

Salurkan Rp. 9.418.500,- Dana Bantuan Pendidikan

Pada Sabtu (21/7), YP3IS Cabang Kediri mengadakan acara Simulasi Pencairan BDP (Bantuan Dana Pendidikan) Periode XIV, bertempat di Gedung ELRAHMA, Jalan Jaksa Agung Suprapto No 40, Kediri. Simulasi tersebut selain di hadiri Kepala Cabang YP3IS Kediri, Mudzakir, juga beberapa pengurus panti asuhan di Kediri.

Dalam sambutannya, Mudzakir sangat bersyukur dan berterima kasih kepada masyarakat Kediri yang telah berkenan menjadi OTA bagi anak-anak yatim. “Kami juga berharap agar masyarakat yang ingin menjadi OTA, tidak hanya untuk program SD saja, tetapi juga program SMP dan SMA. Karena OTA SD untuk saat ini, sudah banyak, sedangkan untuk OTA SMP dan SMA masih sangat minim,” ujar Mudzakir.

Menindak lanjuti acara Simulasi Pencairan BDP tersebut, pada tanggal 23 hingga 28 Juli 2007, YP3IS Cabang Kediri melakukan pencairan Bantuan Dana Pendidikan (BDP) periode XIV, sebesar Rp. 9.418.500,-, bertempat di Kantor YP3IS Cabang Kediri. BDP sebesar itu, dibagikan kepada 142 anak yatim di Kediri.

Dengan rincian 98 anak SD, 35 SMP dan 9 SMA yang tersebar di 12 panti asuhan Kediri. Yakni, PA Al-Hamdulillah, PA Al-Jauhar, PA Al-Manshur, PA Al Qiradh, PA Muhammadiyah Kepung, PA Muhammadiyah Kras, PA Muhammadiyah Pare, PA Muslimat NU Budi Mulia Gurah, PA Muslimat NU Budi Mulia Semen, PA Roudlotul Yatama, PA Tombo Ati dan PA Tri Sakti. (bam)

Kegiatan Cabang Kediri

Pemberangkatan Siswa MEC

Sedangkan Sabtu (4/8), YP3IS Cabang Kediri pada pukul 14.30 telah memberangkatkan sebanyak 17 anak yatim dari lima panti asuhan se kota Kediri, untuk mengikuti program MEC Pusdiklat Yatim Mandiri YP3IS di Surabaya.

Ke 17 anak yatim tersebut adalah yang telah lolos dalam seleksi tes masuk menjadi siswa MEC yang diadakan YP3IS Cabang Kediri beberapa waktu yang lalu.

Menurut Kepala Cabang YP3IS Kediri, Mudzakir, dalam sambutannya sebelum pemberangkatan, berpesan agar mereka tetap menjalin tali persaudaraan dengan teman-teman dari daerah lain di MEC.

“Kalian harus menjaga dan meningkatkan persaudaraan dengan siswa MEC yang lainnya. Dan harus giat belajar, agar kelak bisa hidup mandiri. Jadi kalian harus menunjukkan prestasi kalian dan terus memperbanyak keterampilan,” pesan Mudzakir sebelum meresmikan pemberangkatan tersebut.

“Meskipun acara ini baru pertama kali dilakukan YP3IS Cabang Kediri, tetapi kami berharap bisa melakukannya secara rutin kedepannya nanti,” lanjutnya.(bam)

Kebersamaan

Rumah Sakit Adi Husada Kapasan Surabaya

Peduli Nasib Si Yatim

Di dorong rasa peduli terhadap nasib si yatim, para perawat di Rumah Sakit Adi Husada Kapasan pun ikut bergabung menjadi donatur di YP3IS. “Awalnya saya kebetulan baca Majalah Yatim di lantai 4 Rumah Sakit Adi Husada Kapasan. Lalu saya coba tanya ke teman-teman, bagaimana bergabung menjadi donatur di YP3IS,” papar Lilik Prasetyarini, yang dipercaya rekan-rekannya menjadi koordinator donatur Rumah Sakit Adi Husada Kapasan Surabaya ini.

Lalu oleh rekan-rekannya ia disarankan untuk menitipkan donasinya ke lantai 4, pasalnya dilantai 5 tempatnya bekerja, masih belum ada donatur di YP3IS. Dan mulai saat itu, Lilik Prasetyorini menitipkan donasinya ke rekan-rekannya di lantai 4. “Waktu itu perawat di lantai 5 yang gabung menjadi donatur cuma tiga orang termasuk saya,” kata ibu dari dua anak ini.

“Dan kemudian, rekan-rekan yang lain pun mulai bertanya-tanya tentang lembaga YP3IS itu kepada saya. Lalu saya tunjukkan saja Majalah Yatim ke mereka, dan menerangkan kalau di situ juga ada laporan keuangannya dan juga ijin lembaganya. Pokoknya semuanya lengkap,” lanjut Lilik Prasetyarini bersemangat. Akhirnya, rekan-rekannya percaya bahwa YP3IS memang sebuah lembaga yang fokus membantu anak yatim.

“Mereka pun akhirnya ikut bergabung menjadi donatur di YP3IS,” kata Tatik Mugiharti, yang juga donatur di rumah sakit tersebut. Seiring berjalannya waktu, donatur khusus yang ada di lantai 5 mulai bertambah banyak, maka petugas dari YP3IS pun akhirnya langsung mengambil donasinya ke lantai 5.

“Sejak saat itulah, petugas yang bernama Muthrofin, langsung mengambil donasinya ke lantai 5 Rumah Sakit Adi Husada Kapasan Surabaya,” ujar Lilik Prasetyarini.

Menariknya, dilantai 5 rumah sakit tersebut hanya menyediakan sebuah amplop yang ditaruh di salah satu lemari yang ada dilantai 5 untuk mengumpulkan donasi. Sehingga, menurut Lilik Prasetyarini, ia tidak perlu lagi untuk mengingatkan rekan-rekannya untuk segera menyerahkan donasinya.

“Jadi saya tidak perlu lagi harus mengingatkan mereka. Tetapi dengan kesadaran sendiri, rekan-rekan saya itu akan mengisi amplop tersebut dengan donasinya,” kata Lilik.

“Ya Insyaallah kalau ada lagi rekan-rekan saya yang ingin ikut bergabung menjadi donatur di YP3IS, saya akan sangat bersyukur. Bahwa berarti mereka masih peduli dengan nasib si yatim. Bagi kami yang terpenting adalah keikhlasan kita dalam menyumbang anak-anak yatim,” lanjutnya mengakhiri. (bam)


Laporan Khusus

YP3IS Salurkan Beasiswa Sebesar Rp 662.892.000,-

Mulai Rabo (8/8), YP3IS Pusat telah menyalurkan beasiswa yatim (Dana Bantuan Pendidikan) Periode XIV untuk Surabaya sebesar Rp Rp 463.923.000,-. Beasiswa tersebut dibagikan kepada 2.616 anak yatim di 94 panti asuhan Islam yang tersebar di seluruh Surabaya.

Acara penyerahan tersebut diadakan di Kantor YP3IS Pusat, Jalan Bendul Merisi Selatan I/2A, Surabaya, dengan dihadiri Direktur Penyaluran Dana YP3IS, Mohammad Hasyim, Ketua BKSPAIS, Drs HM Molik, staff YP3IS, Gelombang dan para pengasuh panti asuhan Islam yang tercatat berhak menerima beasiswa dari YP3IS.

Dalam kesempatan memberikan sambutan, Mohammad Hasyim menjelaskan bahwa tidak semua panti asuhan mendapatkan dana beasiswa yang besarnya sama.

“Khusus untuk Surabaya, dana dari donatur yang disalurkan saat ini telah mencapai Rp 463.923.000,-. Sekilas jumlah tersebut tergolong sangat besar, tetapi yang perlu diingat, setiap panti asuhan dana yang diberikan tidak merata. Ada panti asuhan yang menerima dibawah Rp 1.000.000,-, dan ada pula panti asuhan yang menerima hingga Rp 10.000.000,-,” jelas Mohammad Hasyim. Perbedaan tersebut dikarenakan, jumlah anak asuh di tiap panti asuhan yatim piatu tidak sama, sehingga wajar kalau nilai uangnya berbeda.

“Kami hanya menjebatani antara masyarakat sebagai donatur dengan pihak panti asuhan yatim piatu. Dan penyerahan beasiswa yatim tersebut, termasuk amanah yang diberikan donatur kepada YP3IS, yang selanjutnya diteruskan kepada anak yatim,” lanjut Mohammad Hasyim.

Selain itu, Mohammad Hasyim juga memberikan penjelasan bahwa masih adanya kendala yang dihadapi YP3IS dalam menyimpan data-data yang ada di panti asuhan. Salah satunya, yakni masih belum tercatatnya di YP3IS sebagian panti asuhan yang tersebar di Surabaya.

“Kami berencana pihak panti asuhan bisa mengetahui gambaran panti asuhannya dalam mendapatkan dana bantuan, dengan cukup mengakses datanya di YP3IS. Hal ini untuk menghindari kesan pemberian dana bantuan tidak seenaknya sendiri,” papar Mohammad Hasyim.

Maka dari itu, Mohammad Hasyim meminta dukungan dari masyarakat dan pihak pengurus panti asuhan agar proaktif menginformasikan data panti asuhannya ke YP3IS. “Insyaallah, kedepannya nanti semua kendala tersebut bisa teratasi dan berjalan lebih efektif lagi dalam rangka membantu anak-anak yatim," harap Mohammad Hasyim.

Untuk Periode XIV ini, YP3IS total telah menyalurkan beasiswa sebesar Rp 662.892.000,-, untuk 3.923 anak yatim diseluruh kantor cabang YP3IS. Rinciannya, yakni YP3IS Cabang Sidoarjo menyalurkan dana sebesar Rp 146.290.500,- untuk 840 anak yatim yang ada di 40 panti asuhan.

YP3IS Cabang Kediri memberikan beasiswa kepada 142 anak yatim di 12 panti asuhan, sejumlah Rp 9.418.500,-. Dana sebesar Rp 4.700.000,- diberikan YP3IS Cabang Gresik untuk 284 anak yatim di 20 panti asuhan. Sedangkan YP3IS Cabang Malang, menyalurkan Rp 2.400.000,- kepada 45 anak yatim di 6 panti asuhan. (bam)


Konsultasi Keluarga

Menyadarkan Suami Untuk Mengikuti Jalan Allah

Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Ustad Hasan yang terhormat, saya seorang ibu dengan 2 anak yang masih balita dan sudah menikah 8 tahun yang lalu. Pada awal menikah suami adalah seorang mualaf. Pada waktu itu saya sempat berharap bahwa setelah menikah nanti saya akan mengajarkan Islam dalam arti sesungguhnya pada suami. Bahkan beliau sempat belajar shalat dan puasa meskipun hanya beberapa hari. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, beliau tidak menjalankan kewajibannya lagi dengan berbagai macam alasan. Saya pun juga tidak pernah memaksa beliau untuk melaksanakan kewajibannya lagi, kecuali hanya sesekali mengajaknya shalat dengan cara halus. Tapi dalam hati saya terus berdoa memohonkan ampunan pada Allah dan khusus mendoakan beliau agar suatu saat nanti hatinya akan terpanggil untuk melaksanakan shalat dan puasa lagi. Selain itu saya juga usahakan untuk membaca surat Alfatihah 100x per hari dengan maksud agar Allah membukakan pintu hatinya. Pertanyaan saya:

1. Menurut Ustadz apa lagi yang harus saya lakukan sebagai istri untuk menyadarkan suami dan mengajaknya beribadah?

2. Adakah surat-surat atau dzikir yang harus saya baca untuk membantu terkabulnya doa saya?

Demikian, mohon kiranya ustadz Hasan memberikan saran kepada saya, dan sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

Waalaikumussalaam wr. Wb.

Donatur

Jawab:

Ibu, semoga Allah senantiasa memberikan hidayah pada ibu, suami dan anak-anak, amin.

Ibu, perubahan seseorang itu setidak-tidaknya melalui beberapa hal :

  1. Hidayah Allah dan hidayah ini tidak bisa datang begitu saja, tetapi melalui proses.
  2. Pengetahuan / pemahaman tentang islam dengan benar. Pengetahuan, sungguh akan membawa kesadaran tersendiri bagi seseorang. Kebodohan dan ketidak mengertian, akan menyebabkan seseorang tidak tahu darimana dia, sedang dimana dan mau kemana, akibatnya dia tidak tahu tentang kewajiban yang harus dijalankan, larangan yang harus dijauhi. Untuk itu sebisa mungkin faham tentang islam. Ada beberapa cara pendekatan, misalnya : pertama , ibu mendengarkan pengajian lewat TV, kaset, radio, dll yang sekaligus bisa didengar oleh suami. Kedua letakkan majalah, buletin, atau buku disembarang tempat yang mudah dijangkau dan dibaca. Ketiga, cari orang yang disegani oleh suami, minta tolong untuk bisa memberikan pengertian.
  3. Ciptakan suasana rumah yang islami, misalnya tulisan, suara / musik, baca quran, pilihlah yang mendorong siapapun yang ada dirumah untuk segera menuju pada kehidupan yang di ridloi Allah.
  4. berdoa terus menerus, terutama pada sepertiga malam yang terakhir. Mintalah ampun kepada Allah terutama untuk ibu sendiri, dan suami. Nabi pernah berdoa ketika menhadapi tantangan yang keras dari kaumnya “ allahummahdi qoumi fainnahum laaya’lamuun ( yaa Allah, beri hidayah kaumku, sesungguhnya mereka belum mengerti ”. hadits lain Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya orang mukmin apabila berbuat dosa, maka jadilah titik hitam dalam qolbunya. Kalau dia taubat dan melepaskan diri , maka cemerlanglah qolbunya. Tapi apabila dia bertambah berbuat dosa, maka bertambahlah titik-titik hitam di qolbunya, sehingga tertutuplah qolbunya.” ( HR Ahmad, Atturmudzi, dan Al Hakim ). Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya terbebas dari dosa. Ketika seseorang tidak peduli dengan dosa yang ada pada dirinya, maka orang lain harus peduli, terutama keluarganya, memohonkan ampun, hidayah, dll.
  5. Ibu bisa berdoa dengan asmaul husna : YAA GHOFFAR ( wahai dzat yang Maha Mengampuni ), YAA FATTAH ( wahai dzat yang Maha Membuka hati ), YAA HAADI ( wahai dzat yang Maha Memberi Petunjuk ), YAA ‘ALIIM ( wahai dzat yang Maha Mengetahui ). Nabi Musa pernah mengakhiri doanya dengan ungkapan : INNAKA KUNTA BINAA BASHIIROO ( sesungguhnya Engkau Yaa Allah Maha Mengetahui tentang keadaan kami ). Baca terus menerus, berulang-ulang.
  6. Semoga Allah mengkabulkan. Amin.

Pertanyaan Konsultasi Agama
Assalamualaikum Wr. Wb.
Ustadz Navis yang terhormat, saya ingin menanyakan tentang taubat nashuha. Suami teman saya berselingkuh dan sekarang insyaf dan ingin bertaubat nashuha.
Pertanyaan saya:
1. Seseorang yang pernah berselingkuh dan sudah insyaf, apakah bisa diampuni dosanya apabila dia ingin bertaubat nashuha?
2. Bagaimanakah tata cara atau tuntunan untuk taubat nashuha?
3. Jika pernah berselingkuh dan bertaubat apakah perlu untuk menikah ulang dengan istrinya?
Demikian, atas jawaban ustadz Navis saya ucapkan terima kasih.
Donatur
Jawaban:

Donatur yang saya hormati. Hubungan suami isteri agar sakinah mawaddah wa rahmah, hedaknya didasari atas niat yang ikhlas karena allah SWT dan dalam membina rumah tangga dibangun dengan saling jujur, terbuka dan bermusaywarah. Seharunya dalam hubungan suami isteri berpegang teguh pada komitmen bersama (mitsaqon gholidzo) pada saat akad nikah untuk tidak saling mengkhianati dan menyia-nyakan satu dengan yang lain. Baiklah pengasuh jawab pertanyaan anda:

Allah SWT maha menerima taubat orang yang mau bertaubat nashuha, termasuk seorang suami yang pernah berselingkuh, jika mau bertaubat nashuha Allah akan menerima taubatnya. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT yang artinya: Sesungguhnya Allah maha menerima taubat dan maha penyayang. Rasulullah SAW bersabda: “ Sesungguhnya Allah Menerima taubat seorang hamba sebelum nyawa sampai di tenggorokan”. ( HR. Muslim)

Al-Imam An-Nawawi menjelaskan tentang tata cara taubat sebagimana dijelaskan dalam kitab Riyadlusshalihin, yaitu orang yang pernah berbuat dosa kalau ingin bertaubat hendaknya berhenti dari perbuatan dosa ( al-iqla’ an al ma’shiyah), menyesali perbuatannya ( an-nadam ), berikrar untuk tidak mengulangi lagi ( al-iqrar anlla ya’ud) dan kalau dosa hak adami, maka hendanya selesaikan dengan orang yang bersangkutan. Jadi, kalau kalau seorang yang pernah berselingkuh ingin bertaubat, maka hendaknya berhenti dari perselingkuhan, menyesali perbuatannya, berikrar untuk tidak mengulangi lagi dan membangun saling kepercayaan kepada isterinya dengan cara saling minta maaf. Adapun dilaksanakannya rajam bagi pezina muhshon di negeri yang tidak melaksanakan hukum islam masih diperdebatkan ulama’. tapi sebagian ulama’ menyatakan bahwa tidak wajib dilaksanakan rajam bagi pezina kalau di negeri itu belum diberlakukan secara formal syariat islam karena masalah hokum jinayat pelaksaanya harus oleh Negara islam.

Perselingkuhan atau perzinahan yang dilakulkan oleh seorang suami itu tidak membatalkan nikah. Jadi tidak harus nikah ulang dengan isterinya. Kecuali jika dalam pertengkaran seorang suami mengucapkan kata cerai/talak, atau isteri minta cerai dan disetujui oleh suami, maka harus ruju’ atau nikah ulang karena perceraian bukan karena perselingkuhan

Demikian, semoga diterima taubatnya dan dapat mengarungi mahligai rumah tangga yang bahagia dan sejahtera dibawah ridla Allah SWT.

Amiin yaa Robbal alamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar