Feminisme Dalam Islam
Feminisme adalah gerakan untuk menuntut kesetaraan hak-hak antara kaum perempuan dengan laki-laki. Feminisme tidak mempersoalkan berasal dari budaya barat atau timur, serta tidak ada kaitannya dengan kolonialisme dan politik. Meskipun mayoritas kaum muslim berpandangan feminisme adalah tidak sesuai dengan syariat, tetapi sebenarnya justru feminisme dalam Islam sudah ada sejak dulu.
Hal itu diungkapkan Margot Badran dalam diskusi bertema Feminisme Dan Islam, yang digelar pada Rabo (18/6) oleh Komunitas Tabayun dengan didukung Jawa Pos di Deteksi Room Graha Pena, Jalan A. Yani Surabaya. “Waktu itu kaum Islam konservatif masih mempermasalahkan feminisme tidak islami dan hanya merupakan kebudayaan western, adalah hal yang salah,” ujar Margot Badran dalam bahasa Inggris.
Menurut pakar feminisme Islam lulusan kajian Arab dan Islam Al Azhar University Cairo dan S2 Harvard University untuk bidang kajian Timur Tengah ini, Feminisme dalam Islam pertama kali diperkenalkan oleh Syekh Muhammad Abdul di Mesir. Gerakan feminisme pun mulai meluas dimasyarakat. Tetapi pada waktu itu pemimpin muslim yang konservatif masih mengontrol kebebebasan kaum perempuan, baik secara pribadi maupun politik. Kondisi inilah yang akhirnya memicu timbulnya gerakan feminisme untuk mencapai kesetaraan antara pria dan wanita.
“Sementara itu di
Acara yang diikuti oleh kalangan mahasiswa, LSM dan masyarakat umum tersebut, juga dihadiri John Tylor, Public Affairs Konsulat Jendaral Amerika di Surabaya dan Nadya, putri almarhum Nurcholis Majid.(bam)
Rihat
Hidup Sehat
Rasulullah adalah manusia yang paling sempurna dari sisi kesehatan jasmani dan rohani, karena beliau semasa hidupnya hanya sakit 2 kali dan tidak pernah meminum obat-obatan sintetik serta tidak pernah pergi berobat. Hal ini disebabkan Rasulullah menerapkan pola hidup sehat dalam kesehariannya, yang patut untuk dicontoh kaum muslim. Itulah topik bahasan Dr Agus Rahman dalam seminar bertema Hidup Sehat Dengan Menghidupkan Sunnah Rasul, yang diselenggarakan oleh Wisata Hati, Ahad (29/6), di Ruko Permata Bintoro, Jalan Taman Ketampon Kav 79 Surabaya.
Menurut Dr Agus Rahman, ada beberapa pola hidup cara Rasul, yakni yang pertama dengan selalu tersenyum setiap saat. “Dengan tersenyum sebanyak 20 kali selama 20 detik, dapat mencegah hipertensi. Karena senyum dapat memijat paru-paru jantung, menurunkan stres, meningkatkan kadar oksigen dalam darah dan menurunkan tekanan darah,” paparnya.
Yang kedua pola tidur Rasul, yakni selalu tidur miring kekanan agar posisi jantung dikiri bisa bergerak bebas, tidur tidak dalam keadaan kenyang dan sebelum tidur sebaiknya berwudhu. Sedangkan yang ketiga puasa, karena dengan berpuasa kondisi badan semakin sehat.
“Menurut penelitian, dengan berpuasa daya tahan kulit terhadap penyakit jauh lebih kuat dan kulit semakin cerah. Puasa juga meningkatkan sel darah putih dan untuk mengobati penyakit kanker, serta meningkatkan kecerdasan pada otak,” ujar Dr Agus Rahman.
Sementara keempat, mengenai pola makan dan tidur Rasul, yakni makan dengan duduk dan mengangkat kaki kanan, makan dengan menggunakan 3 jari dan sehabis makan membersihkan jari tangan dengan menjilatinya karena air ludah mengandung zat yang bisa membunuh kuman. Lalu menghindari makan hingga perut kenyang dan jangan minum dengan sekali nafas, tetapi minumlah dengan dua – tiga teguk.
Yang kelima, selalu melaksanakan Sunnah Fitrah, yakni khitan, memotong kuku, memendekkan kumis dan mencukur bulu kemaluan untuk menghindari parasit penyebab penyakit keputihan, “Bagi yang sudah menikah, hubungan seks yang teratur bisa memperpanjang usia. Karena mengaktifkan berbagai hormon yang bisa menahan laju hormon stres. Jika sakit, gunakan selalu 2 macam obat, yakni Al-Quran dan madu,” katanya. Karena madu mengandung antibiotik untuk mencegah penyakit tipus, mencegah timbulnya jerawat, batuk, pilek dan mencegah mencret.
“Serta membiasakan memakan kurma, sebab kurma dapat mencegah hipertensi dan strok, pengencer darah, mencegah perdarahan dan membantu menambah kekuatan dorongan untuk ibu yang melahirkan,” lanjutnya.(bam)
Kebersamaan Surabaya
PT Ultra Prima Abadi
Peduli Pendidikan Yatim
Sesuai ajaran Islam, bahwa seorang muslim itu wajib hukumnya untuk membantu anak-anak yatim yang membutuhkan, terutama untuk biaya sekolahnya. Karena pendidikan sekolah adalah bekal yang sangat penting bagi anak yatim untuk menuju kemandiriannya. Alasan itulah yang melandasi para karyawan di PT Ultra Prima Abadi untuk bersama-sama membantu pendidikan sekolah anak-anak yatim yang ada dipanti asuhan-panti asuhan.
Mereka pun lantas bergabung menjadi donatur aktif di YP3IS, guna mewujudkan yatim yang mandiri. Seperti yang diungkapkan Suparto, YP3IS mulai masuk ke PT Ultra Prima Abadi tersebut sekitar tahun 1999 yang lalu. “Kebetulan petugas dari YP3IS tersebut langsung bertemu saya, dan menyerahkan proposal penawaran untuk menjadi donatur bagi anak-anak yatim yang sangat membutuhkan,” ujar Suparto ketika ditemui MAYA, Jumat (4/7), di mushola pabrik tersebut.
Setelah tahu banyak informasi tentang YP3IS, Suparto pun mencoba untuk mengecek langsung kantor YP3IS yang saat itu masih berada di Jalan Tenggumung Baru Indah no 8,
Setelah yakin, ia bersama 40 rekannya resmi bergabung dengan YP3IS untuk menjadi donatur aktif bagi anak-anak yatim yang ada dipanti asuhan. “Rekan-rekan percaya dengan keamanahan YP3IS, sehingga saat itu langsung 40 orang yang mendaftar menjadi donatur,” kata Suparto yang telah bekerja selama 17 tahun di pabrik pembuatan permen merek Capilano’s dan Blaster serta minuman segar Kiranti.
Tak hanya sampai disitu, Suparto pun berusaha untuk mengajak lebih banyak lagi karyawan di PT Ultra Prima Abadi yang lain untuk membantu pendidikan sekolah para anak yatim yang sangat membutuhkan tersebut. Caranya, selain melalui ajakan secara langsung, juga melalui acara pengajian rutin karyawan PT Ultra Prima Abadi.
“Karena disini setiap satu bulan sekali ada pengajian rutin yang dihadiri seluruh karyawan di PT Ultra Prima Abadi, maka saat itu saya mencoba menginformasikan tentang pentingnya membantu anak-anak yatim yang sangat membutuhkan biaya untuk sekolah, dengan cara menjadi donatur di YP3IS. Selain itu, ustadz yang mengisi pengajian rutin itu juga sedikit banyak menerangkan tentang kewajiban sesama muslim untuk membantu anak-anak yatim,” terang .Suparto.
Selain itu, mereka diberikan pemahaman tentang bagaimana sulitnya mencari biaya untuk bisa tetap sekolah dan bisa tetap memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tanpa kehadiran seorang ayah. “Dari situlah, rekan-rekan yang belum menjadi donatur akhirnya ikut bergabung untuk menyantuni anak-anak yatim melalui YP3IS. Sehingga sekarang tercatat 150 orang yang menjadi donatur tetap di YP3IS,” lanjutnya.
Kedepannya nanti, ia dan rekan-rekannya berharap YP3IS bisa lebih amanah lagi dalam mengelola dana dari donaturnya untuk membantu pendidikan anak-anak yatim. “Kami juga mohon YP3IS membuat kalender tahunan lagi untuk para donaturnya, karena sudah 2 tahun terakhir ini kami tidak mendapatkan kalender YP3IS lagi,” ujar Suparto.(bam)
Siroh
Haji Wada’ Beserta Khutbahnya
Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Jabir ra, ia berkata: Selama 9 tahun tinggal di Madinah Munawwarah, Nabi SAW belum melaksanakan haji. Kemudian pada tahun kesepuluh beliau mengumumkan hendak melakukan ibadah haji. Maka berduyun-duyun orang datang ke Madinah, semuanya ingin mengikuti Rasulullah SAW dan mengamalkan ibadah haji sebagaimana amalan beliau. Pada tanggal 25 Dzul Qa’dah Rasulullah SAW keluar dari Madinah. Jabir berkata: Setelah onta yang membawanya sampai dilapangan besar, aku lihat sejauh pandangan mata lautan manusia baik yang berkendaraan maupun yang berjalan kaki mengitari Rasulullah SAW. Rasulullah SAW sendiri berada dihadapan kami disaat itu pula beliau menerima wahyu.
Rasulullah SAW memasuki
“Hai manusia, sesungguhnya darah dan harta benda kalian adalah suci bagi kalian (yakni tidak boleh dinodai oleh siapapun juga) seperti hari dan bulan suci sekarang ini dinegeri kalian ini. Jahiliyah tidak boleh berlaku lagi. Tindak pembalasan jahiliyah seperti itu yang pertama kali kunyatakan tidak berlaku ialah tindakkan pembalasan atas kematian Ibnu Rabi’ah bin al-Harits.”
“Riba jahiliyah tidak berlaku. Sesungguhnya segala macam riba tidak boleh berlaku lagi………”
“Hai manusia, dinegeri kalian ini, syetan sudah putus harapan sama sekali untuk dapat disembah lagi. Akan tetapi masih menginginkan selain itu. Ia akan merasa puas jika kalian melakukan perbuatan yang rendah. Karena itu hendaklah kalian jaga baik-baik agama kalian……………!
“Hai manusia, sesungguhnya menunda berlakunya bulan suci akan menambah besarnya kekufuran. Dengan itulah orang-orang kafir menjadi sesat. Pada tahun yang satu mereka langgar dan pada tahun yang lain mereka sucikan untuk disesuaikan dengan hitungan yang telah ditetapkan kesuciannya oleh Allah. Kemudian mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang telah dihalalkan Allah.”
“Takutlah Allah dalam memperlakukan kaum wanita, karena kalian mengambil mereka sebagai amanat Allah dan kehormatan mereka dihalalkan bagi kalian dengan nama Allah. Sesungguhnya kalian mempunyai hak atas para istri kalian dan mereka mempunyai hak atas kalian. Hak kalian atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang tidak kalian sukai kedalam rumah kalian. Jika mereka melakukan hal itu maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak membahayakan. Sedangkan hak mereka atas kalian ialah harus memberi nafkah dan pakaian kepada mereka secara baik………”
“Maka perhatikanlah perkataanku itu, wahai manusia, sesungguhnya aku telah sampaikan. Aku tinggalkan sesuatu kepada kalian, yang jika kalian pegang teguh, kalian tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu: Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.”
“Wahai manusia, dengarkanlah perkataanku dan perhatikanlah! Kalian tahu bahwa setiap orang Muslim adalah saudara bagi orang-orang Muslim lain dan semua kaum Muslimin adalah saudara. Seseorang tidak dibenarkan mengambil dari saudaranya kecuali yang telah diberikan kepadanya dengan senang hati, karena janganlah kalian menganiaya diri sendiri……”
Nabi SAW tetap tinggal di Arafah hingga terbenam matahari. Pada saat itu Nabi SAW beserta orang-orang yang menyertainya berangkat ke Muzdalifah. Kemudian beliau menjama’ ta’khir shalat Magrib dan isya’ di Muzdalifah. Pada malam itu Nabi SAW bermalam di Muzdalifah kemudian sebelum terbit matahari beliau berangkat ke Mina, lalu melontar Jumratul-Aqabah dengan tujuh batu kecil seraya bertakbir disetiap lontaran. Setelah itu beliau pergi ketempat penyembelihan lalu menyembelih 63 binatang sembelih. Lalu beliau menyerahkan kepada Ali untuk menyembelih sisanya sampai genap 100 sembelihan. Setelah itu beliau naik kendaraannya berangkat ke Ka’bah lalu shalat Zhuhur di Mekkah dan pergi mendatangi Banu Abdul Muthalib yang sedang mengambil air Zamzam lalu bersabda: “Timbalah wahai Banu Abdul Muthalib, kalaulah tidak karena orang-orang tersebut bersama kalian, niscaya aku menimba bersama kalian.” Kemudian mereka memberikan setimba air kepadanya dan beliau pun minum darinya. Akhirnya Nabi SAW berangkat kembali ke Madinah.(bam, sumber siroh nabawiyah, hal:433)
Humor
Tipu Muslihat Orang Fasik dan Ilmu Orang Pandai
Seseorang bertanya kepada Iyas bin Muawiyah: “Jika saya memakan kurma, apa kamu memukulku?”
Iyas menjawab: ”Tidak.”
Orang itu bertanya lagi: ”Jika saya meminum segelas air, apa kamu memukulku?”
Iyas menjawab: ”Tidak.”
Ia bertanya lagi: ”Kalau begitu, mengapa tuak kurma (campuran antara kurma dan air) bisa haram?”
Maka Iyas balas bertanya: ”Jika aku melemparmu dengan debu, apa dapat menyakitimu?”
Orang itu menjawab: ”Tidak.”
Iyas bertanya lagi: ”Jika saya menyiramkan segelas air padamu, apa dapat mematahkan anggota badanmu?”
Orang itu menjawab: ”Tidak.”
Iyas bertanya lagi: ”Jika saya membuat batu bata yang terbuat dari campuran air dan debu kemudian dikeringkan, lalu dipukulkan kekepalamu, apa yang terjadi?”
Orang itu menjawab: ”Dapat memecahkan kepala.”
Kemudian Iyas berkata: ”Demikian halnya dengan minuman yang diharamkan.”(bam, sumber: Humor Orang Cerdik & Bijak. Abdurrahman Bakar. Hal: 110)
Konsultasi Agama
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Ustadz Navis, saya seorang karyawati. Pimpinan kami seorang warga negara asing (WNA). Dia sangat ramah dan baik. Tiap hari kami disapa, disalami, kadang dirangkul, dan bila sepedaan yang dibonceng disuruh nyabuk.
Pertanyaan saya, Ustadz:
- Seberapa jauh pria dan wanita (bukan muhrim) boleh bersentuhan? Apa hukumnya?
- Pernah saya menolak dengan cara menjelaskan, bahwa dalam Islam tidak boleh bersentuhan, dan akhirnya bos saya yang WNA itu tidak pernah minta salaman lagi kepada saya. Salahkah pemahaman saya ini?
- Bagaimana saya bersikap bila melihat hal tersebut di atas setiap hari, sementara teman muslimah yang lain terlihat cuek dan enjoy aja?
Atas jawaban Ustadz, saya mengucapkan terima kasih.
Tujinah,
Jawaban:
Ukhti Tujinah yang saya hormati. Islam mengajarkan bahwa paling baiknya orang itu yang paling baik akhlaqnya. kebaikan akhlaq dapat ditunjukkan dalam bersikap, berbicara dan bergaul, namun semua itu jangan sampai melanggar batasan yang ditentukan oleh syariat Islam.
Dalam pergaulan lelaki dengan perempuan, Islam memberikan tuntunan diantaranya, menjaga pandangan, tidak berdua-duaan dan tidak bersentuhan kepada yang bukan mahramnya. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT: Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya… " (QS. An-Nur ayat 30-31)
Begitu juga sabda Rasulullah SAW: " Tidaklah bersepi-sepian salah satu kamu sekalian dengan perempuan kecuali yang ketiga itu syetan" ( HR. Muslim).
Rasulullah juga menegaskan bahwa tangannya tidak pernah bersalaman dengan perempuan yanhg bukan mahramnya. Berdasarkan penjelasan diatas, maka pengasuh dapat menjawab pertanyan anda:
1. Laki dan perempuan yang bukan mahramnya tidak boleh (haram) bersentuhan kecuali dlarurat seperti dalam hal pengobatan, pengadilan, muamalah dan semacamnya
2. Pemahaman anda benar dan penjelasan anda merupakan hal yang baik agar dia tahu kenapa anda tidak mau bersalaman bukan karena tidak sopan tapi untuk menjaga ajaran agama anda yang seharusnya saling menghormati
3. Jika anda melihat kemungkaran, kalau anda mampu cegahlah dengan kekuasaan tapi kalau tidak mampu dengan ucapan seperti nasehat atau saran. Tapi jika dengan lisanpun juga tidak mampu, maka ingkarilah dengan hatimu. Anda tidak ridla dengan perbuatan temanmu yang berbuat maksiat itu sudah merupakan bentuk mengingkari kemungkaran yang paling lemah walau orang lain tidak peduli dan enjoy aja. Artinya anda tidak merelakan apa lagi membenarkan terhadap perbuatan maksiat itu. Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW: " Barangsiapa yang melihat kemungkaran, maka rubahlah dengan tangan (kekuasaan). Kalau tidak mampu maka dengan lisan. Kalau tidak mampu maka dengan hati. Dan itulah paling lemahnya iman". ( HR. Muslim)
Demikian apa yang dapat pengasuh sampaikan, semoga kita diselamatkan dari akibat pergaulan bebas lelaki dan perempuan yang merugikan baik di dunia dan di akhirat. Amiin ya rabbal alamiin
Konsultasi Keluarga
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Ustadz Hasan, saya ibu rumah tangga berusia 48 tahun. Pada usia 23 tahun (1983), saya menikah dengan teman kantor dan telah dikaruniai 2 anak. Namun, pada tahun ke-7 perkawinan kami (1990), suami telah meninggalkan kami sampai sekarang entah ke mana. Akhirnya, pada 1995, saya mengurus perceraian secara sepihak di Pengadilan Agama, agar status saya jelas karena suami sudah tidak memberi nafkah lahir dan batin bertahun-tahun.
Lalu pada 2001, saya menikah lagi dengan seseorang yang sudah beristri tapi sudah cerai secara agama (talak 4). Kami menikah sirri dan beberapa tahun kemudian suami menceraikan saya lewat sms dengan talak 3 karena terpaksa dan tekanan dari istri pertamanya. Namun, beberapa hari kemudian, dia kembali kepada saya, karena dia amat mencintai saya dan dia bilang perceraian itu tidak sah karena terpaksa dan tidak dari hati nurani. Akhirnya, kami hidup rukun kembali, bahkan dengan istri pertamanya saya sudah seperti saudara. Namun, beberapa bulan terakhir ini, suami menjalin hubungan terlarang dengan istri orang dan sepertinya sulit dipisahkan, saya dan istri pertamanya sering marah tapi suami tidak peduli.
Ustadz Hasan, saya berharap suami saya kembali seperti dulu lagi, apalagi istri pertamanya berharap dia kembali pada saya. Namun Ustadz, sekarang suami saya malah sering tidur di kantor, mungkin biar lebih bebas dan tidak dicemburui oleh istri-istrinya. Tapi pengakuan suami saya, hubungan dia tidak melampaui batas. Hanya saja, tiap hari telepon dan sms, dan itu yang membuat saya cemburu. Saya bingung, Ustadz, apa yang harus saya lakukan. Saya selalu berdoa kepada Allah tiap habis shalat fardhu dan shalat tahajud, agar suami kembali ke jalan yang benar, namun hingga sekarang tidak ada tanda-tanda berpisah dari wanita itu.
Pertanyaan saya:
- Apakah perkawinan saya masih sah secara agama ditalak via sms tadi?
- Apa yang harus saya lakukan, Ustadz? Apakah saya akhiri saja rumah tangga ini? Padahal, saya masih mencintai suami saya. Saya bingung sekali, Ustadz.
Terima kasih atas perhatian, Ustadz, atas masalah saya ini. Saya sangat berharap Ustadz bisa memberikan solusi yang terbaik untuk keluarga kami. Wassalam,
Ningsih.
Jawaban:
Waalaikumussalam Wr. Wb.
Ibu yang saya hormati, rumah tangga yang bahagia adalah rumah tangga yang:
- Senantiasa memahami akan tujuannya, yaitu untuk ibadah, menjalankan ajaran Allah dan sunnah Rasul Nya.
- Suami-istri harus memahami sepenuhnya akan ilmunya. Apa yang diperintahkan Allah dan apa yang dilarang.
- Senantiasa berusaha untuk menjalankan yang diperintahkan dan menjauhi yang dilarang.
- Memahami bahwa berumah tangga itu banyak gangguannya. Materi, anak, lingkungan, wanita lain bagi suami atau pria lain bagi istri sering membuat rumah tangga berantakan, jika tidak bisa mengendalikannya.
- Allah, harus menjadi tujuan. Taqorrub (mendekatkan diri) pada Nya dengan memperbanyak doa, shalat harus selalu dilakukan oleh suami istri. Menjauhi Allah apalagi melepaskan-Nya akan mengantarkan kejurang kehancuran.
Dari penjelasan diatas menjadi jelas dimana letak persoalan yang menyebabkan rumah tangga menjadi seperti yang dialami ibu.
Ibu yang saya hormati, akan halnya pertanyaan ibu.
- Thalaq itu dipandang sah jika dilakukan oleh suami yang berakal dan tidak dipaksa orang lain. Untuk menyatakan thalaq seorang suami dapat melakukannya dengan jalan lisan maupun tulisan, dengan pernyataan yang jelas atau sindiran, tetapi dapat dipahami dengan bentuk pernyataan thalaq.
Persoalannya adalah seperti apa pemaksaan yang dibenarkan menurut agama. Bagaimana tindakan istri pertama yang bisa disimpulkan sebagai pemaksaan yang menyebabkan terpaksa menceraikan dan menjadi alat pembenaran. Untuk menyimpulkannya tentu harus ada hakim (orang yang mengerti agama) yang mendudukkan persoalannya, karena pada cerita ibu ini tidak ada penjelasan.
2. Yang harus ibu lakukan adalah
- Mengadakan pendekatan-pendekatan dengan jalan musyawarah yang sebaik-baiknya. Allah berfirman yang artinya: ”Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz [bersikap keras terhadap isterinya; tidak mau menggaulinya dan tidak mau memberikan haknya] atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir [Seperti isteri bersedia beberapa haknya dikurangi asal suaminya mau baik kembali]. Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” ( QS 4: 128.)
- Apabila persoalan tidak dapat diselesaikan oleh suami istri, maka hendaknya membentuk badan pendamai yang diambil dari wakil masing-masing keluarga. Allah berfirman yang artinya: ”Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, Maka kirimlah seorang hakam [juru pendamai] dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. jika kedua orang hakam itu bermaksud Mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal ”. (QS 4:. 35).
- Jika masih saja tidak bisa selesai, maka perceraian adalah jalan terakhir. Ambillah hikmah dan terimalah kenyataan sebagai karunia Allah. Allah tidak akan menyesatkan hamba-Nya yang senantiasa mendekatkan diri pada-Nya.
Doa
Doa Memasuki Bulan Ramadhan
Ya Allah, sesungguhnya telah datang bulan Ramadhan. Ya Allah, Tuhan Pemilik bulan Ramadhan. Engkau turunkan didalamnya Al-Quran, Engkau jadikan Al-Quran penjelasan petunjuk antara yang hak dan yang batil. Ya Allah, berkatilah kami pada bulan Ramadhan ini. Bantulah kami untuk melakukan shaum dan shalat didalamnya dan terimalah amal ibadah kami.(bam, dari Puasa Bersama Rasulullah, Ibnu Muhammad, hal: 92)
Doa Setelah Menyerahkan Zakat
Rabbanaa taqabbal minnaa innaka anntassamii’ul’aliim
Artinya:
Ya Tuhan kmi! Terimalah amal kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(bam, dari buku Doa, Dr Miftah Faridl, hal: 122)
Berkah
H. Marlison Hakim SE, MM
Deputi Pemimpin Kantor Bank
Mendapatkan Banyak Berkah
Jangan ragu untuk membantu anak-anak yatim, terutama dalam hal pendidikan mereka. Karena dengan membantu anak-anak yatim tersebut, insya Allah, akan mendapatkan banyak keberkahan dari Allah. Hal inilah yang memberikan keyakinan H. Marlison Hakim SE, MM yang sekarang menjabat Deputi Pemimpin Kantor Bank Indonesia Kediri, untuk bergabung menjadi donatur bagi anak-anak yatim yang ada dipanti asuhan di kota Kediri melalui YP3IS Cabang Kediri sekitar tahun 2007 yang lalu.
“Jangan khawatir harta menjadi berkurang atau tidak bisa makan hanya karena membantu anak-anak yatim. Karena konteks memberi menurut saya pribadi itu tidak akan pernah mengurangi sedikitpun apa yang kita punyai. Saya yakin Allah akan memberikan berkah kepada kita,” jelas H Marlison Hakim, ketika diwawancarai MAYA pada Rabu (9/7).
Pria kelahiran 14 Desember 1966 ini juga mengaku sangat terkesan dengan YP3IS yang mempunyai program Bantuan Dana Pendidikan (BDP) Yatim. Pasalnya, setelah menjadi Orang Tua Asuh (OTA) ia mendapatkan banyak informasi tentang anak asuhnya tersebut.
“Secara berkala saya mendapat laporan tentang perkembangan anak asuhnya, yakni dengan mendapatkan fotonya, rapor sekolahnya, biodata lengkap anak asuhnya dan segala macamnya. Menurut saya hal itu sangat menarik sekali, sehingga kita dapat berkomunikasi langsung dan bisa mengetahui secara langsung pula perkembangan pendidikan anak-anak asuh tersebut,” terang suami Ir. Mareti Lasahido ini ramah.
Karena bagi pria yang sehari-harinya berkantor di Bank Indonesia Kediri, Jalan Brawijaya 2 Kediri ini, pendidikan bagi anak yatim yang mutlak diperlukan untuk mendukung menuju usaha kemandiriannya. “Selain itu, Islam mengajarkan bahwa seorang muslim wajib hukumnya membantu anak-anak yatim yang kurang mampu. Keluarga juga merespon baik saya bergabung dengan YP3IS untuk membantu anak-anak yatim tersebut. Alhamdulillah, mereka mendukung yang saya lakukan ini. Dan lagi dengan adanya anak asuh, keluarga saya juga bertambah, karena anak asuh tersebut sudah kami anggap keluarga sendiri,” ujarnya.
Setelah ikut berperan aktif dalam membantu anak-anak yatim yang ada dipanti-panti asuhan di
H Marlison Hakim lantas memberikan salah satu berkah yang ia dapatkan dari Allah setelah ia membantu anak-anak yatim, yakni dalam hal urusan pekerjaan. Karena ia sekarang bekerja dalam dunia perbankan, yang erat kaitannya dengan beban target-target yang diberikan kepadanya, dan Alhamdulillah, semuanya bisa ia penuhi.
“Mungkin bagi sebagian orang target-target itu sangat memberikan beban yang berat dalam pekerjaan kita, tetapi Allah telah memberikan berkah kepada saya dengan cara memberikan jalan kemudahan dalam memenuhi target-target yang dibebankan kepada saya dengan baik. Sekali lagi saya mengucapkan syukur Alhamdulillah,” ujar H Marlison Hakim.
“Apalagi kalau berurusan dengan klien yang mempunyai banyak macam karakter. Tetapi dengan penuh kesabaran, toh Alhamdulillah bisa ditangani dengan lebih mudah dan baik pula,” lanjutnya.
Selain diberikan kemudahan oleh Allah dalam urusan pekerjaan, H Marlison Hakim juga mengaku diberikan berkah kesehatan hingga saat ini. Tidak hanya kepada dirinya, tetapi Allah juga memberikan berkah kesehatan juga kepada istri dan anak-anaknya.(bam)
Sirah
Sebagian Sifat Nabi SAW
Rasulullah SAW dikafani dengan tiga lapis kain tanpa baju dan sorban. Setelah selesai dibungkus dengan kain kafan, beliau diletakkan diatas dipannya yang berada tepat dipinggir kuburan yang telah digali. Kemudian secara bergiliran orang-orang masuk menshalatkannya, gelombang demi gelombang dan tanpa ada yang mengimami mereka. Yang pertama kali menshalatkan ialah al-Abbas kemudian Banu Hasyim, orang-orang Muhajirin, orang-orang Anshar dan terkahir semua orang. Rasulullah SAW dikuburkan ditempat di mana beliau wafat dikamar Aisyah ra.
Rasulullah SAW wafat dengan meninggalkan 9 istri, yaitu: Saudah, Aisyah, Hafshah, Ummu Habibah, Zainab binti Jahsy, Juwairiah, Shafiah dan Maimunah. Beliau tidak menikah dengan gadis selain dengan Aisyah ra.
Rasulullah SAW mempunyai 3 anak laki-laki: al-Qosim (karenanya beliau biasa dipanggil Abul Qosim) yang dilahirkan sebelum kenabian dan meninggal pada usia 2 tahun, Abdullah yang juga sering dipanggil ath-Thayyib dan ath-Thahir, dan Ibrahim yang dilahirkan di Madinah pada tahun 8-Hijri dan meninggal pada tahun ke-10.
Sedangkan anak perempuan beliau ada 4: Zainab, Fathimah, Ruqqayah dan Ummu Kaltsum. Ruqqayah wafat pada hari terjadinya perang Badr dibulan Ramadhan tahun ke 2 Hijri. Ummu Kaltsum meninggal pada bulan Sya’ban tahun ke-9 Hijri. Keduanya adalah istri Utsman bin Affan ra.
Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan khususnya di bulan Ramadhan. Orang yang paling baik akhlaq dan sosok tubuhnya. Orang yang paling lembut telapak tangannya dan yang paling harum baunya. Orang yang paling baik pergaulannya dan paling takut kepada Allah. Tidak pernah marah atau medendam karena dirinya. Beliau marah hanya karena larangan-larangan Allah dilanggar. Tidak ada sesuatupun yang dapat mencegah kemarahannya karena Allah ini hingga kebenaran menjadi pihak yang menang. Akhlaqnya adalah Al-Quran. Beliau adalah orang yang paling tawadhu’. Memenuhi kebutuhan keluarganya dan merendahkan sayapnya untuk orang-orang lemah. Orang yang paling pemalu. Tidak pernah mencela makanan sama sekali. Jika menyukai suatu makanan maka ia akan memakannya dan jika tidak menyukai maka ia akan meninggalkannya. Tidak pernah makan sambil bersandar (leyeh). Juga tidak pernah makan dimeja makan. Beliau menyukai manisan, madu dan buah labu. Kadang-kadang sebulan atau dua bulan disalah satu rumahnya tidak pernah ada asap dapur yang mengepul. Beliau menerima hadiah tidak menerima shadaqoh. Beliau juga biasa mengesol sepatu, menjahit pakaian, membesuk orang sakit dan memenuhi undangan baik orang kaya maupun orang miskin. Tempat tidurnya terbuat dari kulit yang diisi dengan serabut pelepah korma. Tidak banyak memiliki kesenangan dunia. Allah telah memberikannya kunci-kunci kekayaan dunia tetapi beliau tidak mau mengambilnya dan memilih akhirat. Banyak melakukan dzikir dan fakir. Tidak pernah tertawa lebar, tetapi hanya tersenyum. Pernah bergurau dan tidak mengatakan kecuali yang benar. Senantiasa berlaku lemah lembut terhadap para sahabatnya, memuliakan orang-orang yang dimuliakan kaumnyadan mengangkatnya menjadi pemimpin mereka. Disebutkan didalam hadits dari Anas ra, ia berkata:
“Aku tidak pernah menyentuh kain celupan atau sutra selembut telapak tangan Rasulullah SAW. Aku telah berkhitmad kepada Raslulullah SAW selama sepuluh tahun tetapi beliau tidak pernah sama sekali berkata: “Ah” kepadaku. Juga tidak pernah menegur terhadap apa yang aku lakukan dengan teguran “Kenapa engkau melakukannya?” Juga tidak pernah menegur kepada aku tidak melakukan sesuatu?”(bam dari sirah nabawiyah, hal: 467)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar