Kamis, Juni 04, 2009

MAJALAH YATIM EDISI JULI 2008

Kebersamaan Sidoarjo
PDAM Delta Tirta Sidoarjo
Peduli Pendidikan Dan Masa Depan Anak Yatim

Karena dilandasi jiwa sosial yang tinggi untuk ikut membantu anak-anak yatim yang ada di panti asuhan, para karyawan PDAM Delta Tirta Sidoarjo bergabung menjadi donatur di YP3IS.

Menurut Noer Endrayani, yang menjabat Staff Umum TU, awalnya YP3IS Cabang Sidoarjo hadir di PDAM Delta Tirta Sidoarjo sekitar tahun 2006. Dan langsung direspon positif oleh para karyawan yang berkantor di Jalan Pahlawan No.1 Sidoarjo tersebut. Buktinya, pada saat itu sudah ada yang langsung bersedia menjadi donatur bagi anak-anak yatim yang ada di panti asuhan-panti asuhan.

“Waktu itu kordinatornya bernama Endang, sedangkan saya menjadi kordinator sekitar tahun 2007. Saat itu yang langsung ikut bergabung menjadi donatur jumlahnya sekitar sepuluh orang karyawan di PDAM Delta Tirta Sidoarjo ini,” terang perempuan kelahiran Sidoarjo pada tanggal 12 Mei 1975 ini, ketika ditemui MAYA, Selasa (27/5), dikantornya.

Masih menurut Noer Endrayani, lambat laun informasi tentang YP3IS pun semakin cepat menyebar ke rekan-rekan yang lainnya di PDAM Delta Tirta Sidoarjo.”Teman-teman disini tahu YP3IS dari mulut ke mulut. Mereka kebanyakkan langsung tertarik ikut menjadi donatur bagi anak yatim setelah membaca Majalah Yatim,” ujar Noer Endrayani.

Selain aktif memberikan Majalah Yatim untuk dibaca rekan-rekan sekantornya, ia juga tidak segan-segan mengajaknya langsung untuk bergabung menjadi donatur bagi anak-anak yatim. “Saya ajak teman-teman untuk peduli terhadap pendidikan dan masa depan anak-anak yatim. Yang penting, saya tidak memaksa mereka untuk menjadi donatur di YP3IS,” katanya.

“Saya juga terangkan kepada mereka, kalau kita peduli dan ikut membantu terhadap anak yatim, maka pahalanya bisa untuk menjadi bekal diakherat nantinya. Saya juga menjelaskan sedikit kepada rekan-rekan tentang berbagai pilihan besarnya donasi untuk menjadi donatur tetap bagi anak yatim,” lanjutnya.

Sebenarnya, menurut Noer Endrayani, rekan-rekannya di PDAM Delta Tirta Sidoarjo pada dasarnya memiliki jiwa sosial yang tinggi untuk saling membantu sesama umat Muslim, terutama anak yatim, sehingga mereka langsung bersedia bergabung menjadi donatur di YP3IS.

“Tanpa saya jelaskan panjang lebar, mereka langsung tertarik menjadi donatur bagi anak yatim, inilah yang saya sukai dari rekan-rekan disini. Saya sangat bangga atas kepedulian mereka terhadap anak yatim yang sangat membutuhkan biaya sekolah dan bekal mereka menuju kemandirian,” jelasnya.

Sehingga lambat laun, jumlah donatur di PDAM Delta Tirta Sidoarjo ini pun semakin bertambah, tercatat hingga saat ini sejumlah 32 karyawan yang menjadi donatur tetap di YP3IS Cabang Sidoarjo. Selain itu, YP3IS adalah lembaga yang benar-benar fokus membantu dan membina anak-anak yatim.

“YP3IS juga membantu anak yatim hingga statusnya purna asuh dan melanjutkan kuliah, bahkan mereka juga dilatih dan dibekali berbagai macam keterampilan untuk bekal bisa hidup mandiri. Coba anda bandingkan dengan yayasan sosial yang lainnya, mereka terkesan sekedar membantu saja tetapi tidak ada tindak lanjutnya setelah mereka lulus sekolah. Dari situlah saya tertarik dengan YP3IS,” terang Noer Endrayani.

Kedepannya nanti, Noer Endrayani berharap jumlah donatur bagi anak yatim di PDAM Delta Tirta Sidoarjo akan semakin bertambah banyak, sehingga semakin bertambah banyak pula jumlah anak yatim yang bisa melanjutkan sekolah sampai mandiri.(bam)


Konsultasi Agama

Assalamualaikum Wr. Wb

Ustadz Navis yang terhormat, teman kantor saya ada yang suka sekali pamer. Dan kalau beli sesuatu entah itu baju, sepatu, atau apapun pasti yang bermerek dan yang mahal harganya, bahkan harganya sampai jutaan rupiah. Bagi saya, uang segitu bisa buat hidup satu bulan. Dan lagi, teman saya ini juga suka menghina orang. Yang ingin saya tanyakan kepada Ustadz Navis:

Bagaimana hukumnya orang yang suka memamerkan harta kekayaannya?

Apakah hidup bermewah-mewah seperti teman saya ini dilarang oleh agama?

Bagaimana hukumnya menghina atau mengejek orang lain?

Apakah manfaatnya membaca Al-Quran surat Al- Waqiah, surat Al-Mulk dan Sholawat Tulkin?

Terima kasih atas jawaban Ustadz Navis.

Wassalam

Sumarlik

Surabaya

Konsultasi Keluarga

Assalamualaikum Wr. Wb

Ustadz Hasan yang saya hormati, saya ibu rumah tangga dan mempunyai 2 orang anak. Setelah menikah saya tinggal dirumah mertua selama 6 bulan, dan suami saya punya kakak perempuan yang belum menikah dan tinggal dirumah itu juga. Waktu itu kami tidak boleh mengontrak rumah sendiri dan harus tinggal disitu. Karena terjadi selisih paham antara saya dan kakak ipar, akhirnya kami mengontrak rumah yang agak jauh dari rumah mertua saya. Selama saya pindah rumah, mertua dan kakak ipar hanya 2-3 kali berkunjung kerumah saya. Bahkan anak saya yang kedua lahir, mereka tidak menjenguk sama sekali, saya sms tidak dibalas, telpon juga tidak pernah. Tetapi mereka sering menengok cucunya yang lain, saya sakit hati sekali. Saat ini saya juga dikasih cobaan yang berat oleh Allah, suami saya selingkuh dan saya pernah memaki-maki wanita selingkuhan suami saya tersebut. Bahkan saya pernah tanya ke paranormal bahwa suami saya diguna-guna oleh wanita itu. Selain sholat Fardhu, akhir-akhir ini saya sering mengerjakan sholat Tahajud dan sholat Dhuha. Yang ingin saya tanyakan”

Bagaimana saya menghadapi mertua dan kakak ipar saya, apakah saya harus mengalah terus dan sabar?

Apakah merebut suami orang itu dosa besar ustadz, mengingat sekarang banyak sekali perempuan yang mau menjadi selingkuhan suami orang dan mau dinikahi siri hanya karena ingin hidup enak?

Bagaimana orang yang menggunakan ilmu pelet untuk mendapatkan orang yang diinginkan, apakah guna-guna itu tidak bertahan lama dan bisa dihilangkan dengan berdoa?

Bagaimana hukumnya suami yang selingkuh? Dan amalan apa yang harus saya kerjakan supaya suami saya sadar atas perbuatannya?

Bagaimana saya harus menghadapi wanita selingkuhan suami saya? Dan apakah hukum karma bagi orang yang merebut suami orang atau merusak rumah tangga orang itu ustadz?

Terima kasih atas jawaban ustadz, semoga Allah memberikan petunjuk bagi saya melalui jawaban ustadz.

Wassalam

Siti Atmajayaningsih

Surabaya

Jawaban:

Waalaikumussalam Wr. Wb.

Ibu yang baik, semoga Allah selalu memberikan hidayah pada anda dan suami anda, ibu dan kakak ipar anda. Amin.

Ibu, anda tidak menyebutkan dengan jelas persoalan yang menyebabkan selisih paham antara ibu mertua dan ipar anda dengan anda. Karena itu, maaf jika kurang tepat jawabannya.

Ibu, fahami bahwa setiap masalah ada penyebabnya. Ada penyebab yang mudah diketahui, misalnya anda mencubit anak anda, kemudian menangis. Anda tidak memberi sesuatu yang diinginkan ibu, padahal anda mampu, maka pasti ibu kurang berkenan atau jengkel dan bahkan marah. Ada penyebab yang sulit diketahui, misalnya anda kurang perhatian pada ibu dan kakak ipar dan anda tidak merasa ada sikap yang kurang disukai keduanya. Ditambah lagi, jika komunikasi anda kurang baik, maka bisa salah paham. Awalnya dipendam, lama kelamaan bisa kepermukaan. Terjadilah gesekan dan bahkan caci makian, berujung ke pengusiran secara halus maupun kasar.

Saudariku, ketika ibu dan kakak ipar tidak berkunjung seperti yang anda harapkan, maka anda bisa tanya, atau jika anda enggan bertanya, anda bisa melalui orang lain dan juga koreksi diri, kenapa jarang berkunjung dan bahkan tidak datang ketika anda melahirkan. Semestinya yang paling baik adalah anda yang lebih muda, lebih banyak silaturrahim, apalagi pada ibu, bawa anak anda untuk bersilaturrahim pada neneknya. Anda tidak perlu sakit hati (iri) ketika ibu mertua anda menjenguk cucunya yang lain, sebab dia punya alasan tersendiri. Ingat, silaturrahim itu bisa mendekatkan hati, memperkecil kesalahpahaman dan bahkan menghilangkannya.

Saudariku, kenapa Allah memberikan cobaan? Coba mendekatkan diri kepada Allah, beristighfar untuk diri, suami dan kedua orang tua. Ketersinggungan ibu akan sangat berpengaruh negatif pada kehidupan anaknya. Karena itu jaga betul hubungan dengan kedua orang tua.

Saudariku, anda keparanormal itu salah besar dan bisa masuk ke syirik. Rasulullah bersabda yang artinya: ”Siapa yang datang ke dukun dan membenarkan apa yang dikatkannya, maka solatnya tidak diterima selama 40 hari.”

Saudariku, akan halnya pertanyan anda :

  1. Silahkan koreksi diri, kenapa ibu dan kakak ipar bersikap seperti itu. Janganlah sikap kurang baik dibalas dengan tidak baik. Jika anda merasa benar dan memang benar adanya, sikap sabar adalah yang tepat, tidak perlu ada istilah mengalah, tapi harus ikhlas.
  2. Merebut suami orang jelas salah, berdosa. Pertanyaannya adalah betulkah wanita itu yang merebut suami anda atau bahkan suami anda yang tertarik dengan wanita itu. Jika jawabannya ”YA”, kenapa? Apakah istri kurang bisa membuat suaminya tertarik (baik berhiasnya atapun sikap dan tutur katanya), sehingga suami tidak bisa mengendalikan nafsunya ketika melihat wanita lain dan bahkan yang halal menurut Allah.
  3. Ilmu pelet atau guna-guna jelas sihir, syirik dan dosa besar. Allah berfirman yang artinya: ”[4.48] Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”. Sihir itu sesungguhnya tidak bertahan lama, jika yang terkena (langsung maupun yang tidak), terus menerus beristighfar dan berdoa pada Allah.
  4. Selingkuh itu adalah bagian dari zina, dan zina adalah dosa besar. Allah berfirman yang artinya: ”[17.32] Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. Yang harus anda lakukan :
    1. Berdoalah terus menerus pada Allah
    2. Bersikaplah yang penuh kasih sayang terhadap suami yang salah.
    3. Beri pengertian dengan bijaksana, ajaklah ngobrol dengan penuh keikhlasan, tidak dengan jengkel apalagi marah.
    4. Bertanyalah pada suami, apa yang kurang dari saya sebagai istri, sikap, pelayanan, tutur kata atau lainnya. Perbaiki yang diinginkan suami, tentu yang tidak bertentangan dengan ajaran Allah.
    5. Minta tolong orang lain yang bisa dipercaya dan bisa menjaga rahasia.
  5. Tidak perlu memikirkan wanita selingkuhan suami. Jangan anda habiskan waktu, energi untuk berfikir membalasnya. Rubahlah sikap anda dengan sikap yang terbaik menurut Allah dan rasulnya. Nabi bersabda: “Sebaik-baik istri adalah jika kamu memandangnya, maka kamu akan terhibur, jika kamu suruh, ia akan menurut dengan patuh (yang tidak bertentangan dengan ajaran Allah), jika kamu bersumpah agar ia melakukan sesuatu maka dipenuhinya dengan baik, dan jika kamu bepergian, dijaganya dirinya dan harta bendamu” (HR Nasai)

Siroh

Nabi SAW Mengutus Para Utusan

Guna Mengajarkan Prinsip-Prinsip Islam

Sebagaimana para utusan datang menemui Rasulullah SAW untuk menyatakan keislamannya, demikian pula sebaliknya Rasulullah SAW mengirim beberapa utusan ke berbagai penjuru, terutama ke bagian selatan Jazirah, guna mengajarkan prinsip-prinsip dan hukum-hukum Islam kepada manusia. Islam telah menyebar diseantero Jazirah sehingga sangat diperlukan para mu’allim, da’i dan mursyid yang dapat menjelaskan hakekat ajaran Islam kepada manusia.

Rasulullah SAW mengirim Khalid bin Walid ke Najran guna mengajak penduduknya kepada Islam dan mengajarkan prinsip-prinsipnya kepada mereka. Nabi SAW juga mengirim Ali ra ke Yaman untuk misi yang sama. Disamping itu Rasulullah SAW juga mengirim Abu Musa Al-Asy’ari dan Mu’adz bin Jabal ke Yaman. Masing-masing utusan pergi ke pelosok negeri Yaman. Didalam Musnad Imam Ahmad disebutkan bahwa Nabi SAW keluar bersama Mu’adz ke pintu gerbang kota Madinah dengan berjalan kaki sedangkan Mu’adz menunggang kendaraannya.

Kemudian beliau berwasiat kepadanya: “Wahai Mu’adz, barangkali engkau tidak akan menemuiku lagi setelah tahun ini! Barangkali engkau akan melewati masjidku dan kuburanku”. Kemudian Mu’adz menangis karena perpisahannya dengan Rasulullah SAW. Mu’adz tinggal di Yaman sampai setelah wafatnya Rasulullah SAW. Apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW kepada Mu’adz tersebut telah menjadi kenyataan.

Beberapa ‘Ibrah

Hal terpenting yang harus dipahami oleh seorang Muslim dari pengiriman para utusan ini ialah bahwa tanggung jawab penyebaran dan perjuangan Islam merupakan tanggung jawab seluruh kaum Muslimin disetiap zaman dan tempat. Tanggung jawab ini bukan hal yang remeh sebagaimana dipahami oleh sebagian besar kaum Muslimin sekarang. Tidaklah cukup hanya menyatakan keislaman dengan lisan semata. Juga tidak cukup hanya dengan mengamalkan sebagian ajaran Islam yang ringan-ringan dalam kehidupan kita.

Bahkan tidak cukup hanya berpegang teguh dengan Islam untuk dirinya sendiri kemudian tidak mau perduli dengan yang lainnya. Tanggung jawab perjuangan dan pergerakkan Islam tidak akan terlepas dari tengkuk kaum Muslimin sebelum hal ini juga dilaksanakan. Melaksankan kewajiban dakwah kepada Islam dan pergi keseluruh penjuru dunia dalam rangka menunaikan kewajiban dakwah. Itulah amanah yang dipikulkan oleh Rasulullah SAW ke atas pundak kita dan kewajiban yang tidak boleh diabaikan disetiap zaman dan tempat. Para ulama dan Imam telah sepakat bahwa melaksanakan kewajiban dakwah didalam dan luar negeri kaum Muslimin adalah fardhu kifayah atas seluruh kaum Muslimin.

Mereka tidak akan terlepas dari tanggung jawab ini kecuali setelah adanya sejumlah orang (da’i) yang mengajak kepada Allah dan menjelaskan hakekat Islam keseluruh penjuru dunia secara merata dan mencukupi. Jika sejumlah da’i yang diperlukan ini belum terpenuhi disetiap negari Islam maka semua penduduk negeri tersebut berdosa. Kewajiban dakwah ini tidak hanya terpikul diatas pundak kaum laki-laki saja tetapi berlaku secara umum laki-laki, wanita, orang merdeka dan hamba sahaya; selama mereka mukallaf dan mampu melakukan tugas-tugas dakwah dan taujih, masing-masing sesuai batas kemampuan dan sarana kemampuannya.

Wasiat yang disampaikan Rasulullah SAW kepada Mu’adz dan Abu Musa al-Asy’ari, menunjukkan sebagian adab (kode etik) yang harus dimiliki oleh para da’i dalam melaksanakan tugas dakwahnya. Diantaranya harus mengutamakan aspek taisir (memudahkan) dari tasydid (mempersulit) dan tadiq (mempersempit). Lebih banyak memberikan tabsyir (“kabar gembira” yang menggemarkan) dari pada tahdid (ancaman dan kecaman) yang diistilahkan oleh Rasulullah SAW dengan tanfir (membuat orang lari dari Islam).

Kode etik ini kemudian dijelaskan Rasulullah SAW melalui contoh aplikatif dengan memerintahkan Mu’adz agar mengajak manusia pertama-tama untuk mengucapkan syahadatain; jika mereka telah mengikrarkan maka hendaklah diajak untuk menegakkan shalat. Jika mereka telah mengikrarkannya maka hendaklah diajak untuk membayar zakat dan seterusnya. Tetapi perwujudan kode etik taisir dan tabsyir ini tidak boleh melampui batas-batas syariat. Prinsip taisir yang disyariatkan ini tidak berarti membolehkan pengubahan sebagian hukum Islam atau mempermainkan ajaran-ajaran Islam demi mencari kemudahan bagi manusia.

Prinsip taisir juga tidak berarti boleh mengakui kemaksiatan, kendatipun dalam prinsip taisir dibolehkan memilih sarana yang harus digunakan untuk menolak kemaksiatan tersebut. Termasuk kode etik berdakwah kepada Allah adalah menghindari tindakkan menzhalimi siapapun, terutama dalam masalah pemungutan sesuatu seperti memungut harta orang tanpa kebenaran. Tindakkan kezhaliman ini bisa saja dilakukan oleh para da’i apapbila mereka lupa akan hakekat tanggung jawab mereka dihadapan Allah, sebagaimana juga bisa dilakukan oleh para pemegang kebijaksanaan dan kekuasaan. Karena Mu’adz telah berpegang teguh sepenuhnya dengan kedua sifat tersebut, ketika hendak dikirim oleh Rasulullah SAW ke Yaman; sifat sebagai da’i dan penguasa, maka Nabi SAW memperingatkannya dengan keras agar tidak terjerumus melakukan tindakkan kezhaliman apapun: “Takutlah kamu dari doa orang yang teraniaya karena antara dia dan Allah tidak ada penghalang sama sekali.”(bam dari sirah nabawiyah, hal: 429-432)

Doa

Sabar dan Shalat

Wasta’iinuu bishshabri washshalaati wa innahaa lakabiiratun illaa ‘alalkhaasyi’iin

Artinya:

Minta tolonglah kalian dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya hal yang demikian itu adalah berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.(QS, al-Baqarah, 2:45)

Yaa’ayyuhalladziina aamanusta’iinuu bishshabri washshalaah innallaaha ma’ashshaabiriin.

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, minta tolonglah kalian (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.(QS, al_Baqarah, 2:153) (dari buku Doa, Dr Miftah Faridl, hal: 28)

Hikmah

Shalat Momen Pencerahan

Setelah menjelaskan secara mendetail keuntungan fisik berbagai sikap shalat, Al-Dzahabi melanjutkan, “Shalat sering melahirkan kebahagiaan dan ketenangan pikiran; menyingkirkan rasa cemas dan memadamkan api kemarahan. Shalat meningkatkan kecintaan akan kebenaran dan kerendahan hati dihadapan manusia; memperlunak hati, menumbuhkan rasa cinta, rasa maaf dan memadamkan sifat pendendam.”

“Disamping itu, sering pemikiran jernih terlintas dalam pikiran (karena konsentrasi terhadap masalah yang pelik dan ia bisa menemukan jawaban yang benar terhadap berbagai persoalan). Kita juga teringat akan sesuatu yang lupa. Kita bisa menemukan cara untuk menyelesaikan masalah-masalah duniawi dan spiritual. Dan kita dapat menguji diri sendiri secara efektif, terutama jika kita khusyuk dalam shalat. Waktu shalat terbaik adalah pada akhir malam ketika orang terlelap dan suasana senyap.”

Demikianlah pernyataan Al-Dzahabi yang cukup panjang tentang manfaat praktis shalat dalam Al-Thibb Al-Nabawi (Pengobatan Cara Nabi). (dari buku Buat Apa Shalat?!, Dr Haidar Bagir, hal: 48)


Berkah

Ngatini Supeni SE, MM

Diberkahi Kesehatan Dan Kelancaran Rejeki

Semenjak menjadi donatur di YP3IS dan membantu serta peduli terhadap nasib anak-anak yatim, ia merasa selalu diberikan kesehatan oleh Allah. Bahkan tak hanya itu, perempuan ini juga mengaku mendapat berkah, yakni rejeki dan usahanya diberi kelancaran oleh Allah, serta dipertemukan jodohnya.

Perempuan ramah bernama lengkap Ngatini Supeni SE,MM, yang akrab dipanggil Peni ini, sebenarnya sejak duduk dibangku Sekolah Dasar telah menjadi anak yatim. “Ketika saya masih SD di Jombang, ayah meninggal dunia karena sakit,” tegas Peni ketika ditemui MAYA pada Selasa (27/5), di tempat kerjanya, dikawasan Pandegiling, Surabaya.

“Ya itulah alasannya, mengapa saya selalu perduli terhadap anak yatim tersebut. Selain itu juga saya dengan ikhlas ingin membantu anak-anak yatim agar mereka bisa terus melanjutkan sekolah dan bisa mandiri,” lanjut gadis kelahiran Jombang ini sembari tersenyum.

Karena itulah, Peni langsung tertarik bergabung menjadi donatur bagi anak-anak yatim melalui YP3IS, setelah awalnya diberi Majalah Yatim oleh Fatma, teman sewaktu kuliah S2 Magister Management di Universitas 17 Agustus Surabaya.

“Dari situlah akhirnya saya tahu banyak tentang lembaga yang fokus membantu anak-anak yatim, yang tidak mampu untuk bisa melanjutkan sekolah hingga kuliah dan bisa hidup mandiri, tanpa bergantung kepada orang lain. Dan sekitar pertengahan tahun 2007 yang lalu, saya akhirnya ikut bergabung menjadi donatur bagi anak-anak yatim,” kenang Peni yang sekarang bekerja disebuah perusahaan plastik tersebut.

Bahkan tak hanya menjadi donatur tetap, Peni yang kini telah menyelesaikan S1 Akuntansi, S2 Magister Management di Untag Surabaya yang lulus pada tahun 2006 dan sekarang telah bekerja ini, juga mengikuti program Orang Tua Asuh (OTA) YP3IS dengan membantu pendidikan 10 anak asuh.

Dari situlah, perempuan yang berencana melangsungkan pernikahannya pada Desember 2008 ini, merasakan banyak berkah yang didapatnya dari Allah setelah ia membantu pendidikan anak-anak yatim. Salah satunya, Peni merasakan setiap hari selalu diberi kesehatan oleh Allah.

“Alhamdulillah saya diberi Allah kesehatan hingga saat ini. Menurut saya itulah berkah dari Allah yang paling utama saya rasakan. Meskipun sakit, tapi syukur Alhamdulillah, sakitnya tidak terlalu parah, ya ringan-ringan aja. Dengan berkah kesehatan itulah, saya bisa bertahan hingga sekarang di Surabaya. Yakni dapat menyelesaikan S1, S2, menetap dan bekerja di kota ini, serta membantu anak-anak yatim yang kurang mampu,” jelasnya ramah.

Selain diberkan berkah kesehatan oleh Allah, Peni juga merasakan mendapatkan rejeki yang lancar dari hasilnya bekerja di Surabaya. “Alhamdulillah saya juga diberi Allah rejeki yang lancar hingga saat ini,” tukasnya sembari menata berkas-berkas diatas mejanya.

Dengan kelancaran rejeki yang diberikan oleh Allah kepadanya itulah, Peni pun dalam waktu dekat ini berencana ingin menambah anak asuh lagi dari program Orang Tua Asuh YP3IS.

“Saya sangat bersyukur diberi Allah rejeki yang lebih. Saya sendiri punya pemikiran, semakin banyak sebagian rejeki saya keluarkan untuk membantu anak yatim dengan ikhlas, maka, Insyaallah, semakin Allah melipat gandakan rejeki saya,” ujar Peni.

Dan kedepannya nanti, Peni pun berharap tetap diberi Allah kekuatan untuk terus membantu pendidikan anak-anak yatim, sebatas kemampuannya.(bam)

Humor

Warisan Satu Dirham

Seorang wanita datang kepada seorang ulama dan berkata, “Saudara saya telah meninggal dunia, dan meninggalkan 600 dirham. Ketika warisan dibagi, ahli waris yang lainnya hanya memberiku satu Dirham.”

Ulama tadi berpikir sejenak, kemudian berkata, “Mungkin saudaramu memiliki seorang istri, ibu, dua orang putri dan dua belas saudara laki-laki?” Maka wanita tersebut kagum, dan berkata, “Betul demikian, Pak.”

Sang ulama berkata kepadanya, “Satu Dirham adalah hakmu. Mereka tidak menzalimimu. Untuk istrinya seperdelapan dari warisan 600 Dirham, yaitu 75 Dirham, untuk dua putrinya mendapat dua pertiga yaitu 400 Dirham, untuk ibunya seperenam yaitu 100 Dirham, tinggal 25 Dirham yang dibagikan kepada 12 saudara laki-lakinya dan seorang saudara wanita. Setiap saudara laki-laki mendapat 2 kali bagian wanita, sehingga mendapatkan 2 Dirham setiap orang, kemudian tinggal bagian saudara wanitanya yaitu kamu, yang mendapat 1 Dirham.” Maka, wanita itu mengetahui bahwa saudara-saudaranya tidak menzaliminya.(dari buku Humor Orang Cerdik & Bijak, Abdurrahman Bakar, hal: 76)

Tangga Mimbar

Suatu hari al-Mutawakkil berkata kepada orang-orang yang duduk bersamanya, “Tahukah kalian cercaan pertama yang dilakukan orang-orang terhadap Utsman?”

Mereka menjawab, “Kami tidak tahu wahai Amirul Mukminin, apa cercaannya?” Al-Mutawakkil berkata, “Ketika Rasulullah meninggal, Abu Bakar ra berdiri diatas mimbar, satu tangga dibawah tempat Rasulullah. Ketika Umar ibnul-Khathab menjadi khalifah, ia turun satu tangga dari tempat Abu Bakar. Namun, ketika Utsman menjadi khalifah, dia malah naik ke tangga mimbar paling atas, yaitu tempat Rasulullah, maka orang-orang mencela perbuatannya itu.”

Ubadah berkata, “Wahai Amirul Mukminin! Tidak ada orang yang lebih agung setelah Utsman daripada Anda.”

Al-Mutawakkil berkata,” Bagaimana bisa?”

Ubadah berkata, “Keberadaannya berada di tangga mimbar paling atas. Seandainya setiap orang yang menjadi Khalifah akan turun satu tangga dari pendahulunya, maka kamu sekarang menyampaikan khutbah dalam lubang sumur.” (dari buku Humor Orang Cerdik & Bijak, Abdurrahman Bakar, hal: 95)

Cabang Pasuruan

YP3IS Buka Kantor Cabang Pasuruan

Syukur Alhamdulillah, YP3IS kini hadir ditengah-tengah masyarakat Pasuruan, dengan membuka Kantor Cabang YP3IS Pasuruan, bertempat di Perum Karya Bakti Blok F 16-17, Pasuruan, pada Sabtu (30/5). Acara pembukaan kantor cabang tersebut dihadiri oleh Ketua YP3IS Moh Hasyim, Sekretaris Yusuf Zein, Direktur YP3IS Zakariya SAg, Kepala Cabang YP3IS Pasuruan Muslichuddin S.Ag dan beberapa warga setempat.

Menurut Moh Hasyim, dengan hadirnya YP3IS di Pasuruan, diharapkan bisa memberikan kontribusi dalam membantu anak-anak yatim menuju kemandirian. “Semoga usaha kami dalam memandirikan anak yatim, mendapat dukungan serta bantuan dari masyarakat Pasuruan ini,” papar Moh Hasyim dihadapan Ketua RT dan warga setempat.

Acara yang menandai mulai beroperasinya Kantor Cabang YP3IS Pasuruan tersebut, diakhiri dengan pembacaan doa oleh Ustadz H. Nasrullah.(bam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar