Kamis, Juni 04, 2009

MAJALAH YATIM EDISI JUNI 2008

Berkah
Ria Okta Susanti
Menjalani Hidup Jadi Lebih Tenang

Banyak berkah yang didapatnya setelah ia bergabung menjadi donatur YP3IS untuk membantu anak-anak yatim yang ada dipanti asuhan, khususnya di Sidoarjo dan sekitarnya. Diantaranya, yakni menjalani hidup menjadi lebih tenang dan keluarganya yang tetap harmonis, serta ditambah lagi sekarang sedang mengandung anak ketiga.

Awalnya, wanita bernama lengkap Ria Okta Susanti ini, mendapat cobaan dari Allah, yakni anak pertamanya meninggal dunia saat masih didalam kandungan yang berusia delapan bulan. Kemudian selang empat bulan kemudian ia hamil lagi anak keduanya.

Dari situlah Ria Okta Susanti mempunyai keinginan untuk melakukan doa bersama anak-anak yatim dipanti asuhan, agar bayi yang sedang dikandungnya tersebut diberi Allah keselamatan dan kesehatan ketika sudah lahir. “Kemudian kakak saya menyarankan untuk menghubungi YP3IS agar dicarikan anak yatim dan tempat melakukan doa bersama tersebut,” terang Ria Okta Susanti ketika ditemui MAYA Rabo (7/5), dirumahnya.

“Lalu oleh petugas dari YP3IS, kami sekeluarga diajak di sebuah panti asuhan untuk melakukan doa bersama anak-anak yatim yang ada di panti tersebut. Dan sekaligus pada saat itu, tahun 2006, saya juga langsung bergabung dengan YP3IS untuk menjadi donatur,” lanjut wanita kelahiran Surabaya pada tanggal 21 Oktober 1981 ini ramah.

Ria Okta Susanti mengaku tertarik bergabung menjadi donatur YP3IS Cabang Sidoarjo disebabkan, ia ingin ikut peduli terhadap nasib anak-anak yatim tersebut. “Saya tertarik menjadi donatur YP3IS untuk anak-anak yatim yang ada di panti asuhan-panti asuhan karena saya ingin membantu anak-anak yatim agar dapat tetap sekolah untuk bekal menuju kemandirian mereka sendiri,” ujar wanita yang tinggal di Perum Puri Surya Jaya Nagoya, Gedangan, Sidoarjo, tersebut.

Dan setelah Ria Okta Susanti bergabung menjadi donatur anak yatim melalui YP3IS, banyak berkah yang ia dapatkan. Yakni anak keduanya bisa lahir dengan selamat dan sehat. “Syukur Alhamdulillah, saya mendapatkan berkah sangat banyak dari Allah, salah satunya yakni, anak kedua saya lahir dengan selamat dan sehat,” terang Ria Okta Susanti sembari tersenyum.

Sedangkan berkah yang lainnya, yaitu keluarganya hingga saat ini tetap harmonis dan selalu diberikan kesehatan oleh Allah. “Alhamdulillah, keluarga saya baik-baik saja, orang Jawa bilang ‘adem ayem’. Dan juga saya menjalani hidup ini menjadi lebih tenang, dan Alhamdulillah tidak terlalu banyak masalah, bahkan hampir tidak ada masalah yang terlalu berat. Terus ketika ibu saya sakit, lalu dengan berdoa kepada Allah, dan Alhamdulillah bisa cepat sembuh dan sehat selalu. Dan suami saya yang bekerja di Telkomsel, juga lancar-lancar saja,” jelasnya.

Tak hanya itu, keinginannya untuk bisa mempunyai anak lagi dengan selang waktu setahun setelah melahirkan pun, dikabulkan oleh Allah. Yakni, saat sekarang ia sedang mengandung anak ketiganya. “Alhamdulillah, oleh Allah saya diberi anak kembali yang sekarang sedang saya kandung ini. Dan ini pun juga memang keinginan saya sejak awal, kalau saya ingin hamil lagi selang satu tahun setelah anak kedua saya lahir. Dan Allah pun mendengar keinginan saya, yang tepat setahun setelah kelahiran anak kedua, saya hamil lagi anak ketiga,” ujar Ria Okta Susanti tersebut.

Selain berkah yang didapatnya setelah menjadi donatur di YP3IS Cabang Sidoarjo, Ria Okta Susanti juga mengaku banyak kemudahan yang diberikan YP3IS kepadanya. “Dengan adanya lembaga seperti YP3IS yang sudah amanah dan profesional mengelola dana dari masyarakat untuk membantu anak-anak yatim, saya menjadi lebih mudah dan lebih jelas untuk bersodaqoh secara rutin dan saya juga lebih mudah merencanakan untuk menyisihkan sebagian penghasilan kami guna dizakatkan. Karena, kalau tidak secara rutin begini khan, terkadang sering lupanya,” terangnya.

Tak hanya itu, kemudahan yang ia peroleh dari YP3IS Cabang Sidoarjo, yakni ketika ia dan keluarganya membutuhkan seorang guru mengaji, Ria Okta Susanti pun langsung mengontak YP3IS Cabang Sidoarjo. “Dan Alhamdulillah, YP3IS langsung mengirimkan staffnya yang bernama Muslich untuk mengajari mengaji langsung dirumah saya, selama hampir setahun, yang seminggunya dua kali pertemuan. Dan Alhamdulillah, keluarga saya bisa mengaji hingga saat ini,” jelas Ria Okta Susanti.

Kedepannya nanti, Ria Okta Susanti mempunyai keinginan untuk bisa menunaikan ibadah haji bersama keluarga dan kedua orang tuanya. “Keinginan saya kedepannya nanti yang utama, keluarga dan orang tua saya selalu diberi kesehatan oleh Allah. Terus saya juga berkeinginan untuk dapat menunaikan ibadah haji bersama keluarga dan orang tua saya,” sambungnya.

Selain menjadi donatur tetap, Ria Okta Susanti juga mengikuti program OTA (Orang Tua Asuh) YP3IS, dengan mengangkat satu anak asuh.(bam)


Konsultasi Agama

Hukum Perkawinan Beda Agama

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Saya istri berumur 27 tahun, beragama Islam, telah memiliki 2 orang putri yang masih balita dan bersuamikan seorang Nasrani. Pertanyaan saya:

  1. Apakah menurut pandangan Islam perkawinan saya sah? Kalau tidak sah, apa yang harus saya lakukan, mengingat anak-anak usianya makin bertambah dan saya tidak ingin berpisah.
  2. Bagaimana riwayat Islam yang sebenarnya, supaya saya bisa menceritakan dan meyakinkan suami agar percaya dengan Islam?
  3. Doa apa yang harus saya baca agar bisa menggerakkan hati suami saya supaya bisa masuk Islam?

Sebelumnya saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih, dan saya mohon bantuan Ustadz Navis agar masalah saya bisa selesai.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

NN

Sidoarjo

Jawaban:

Walaikumsalam Warahmatullahiwabarkatuh.

Ibu NN yang saya hormati. Maaf sebelumnya, pertanyaan ibu termasuk terlambat, kenapa baru ditanyakan sekarang kok tidak ditanyakan sebelum terjadi pernikahan dulu? Karena apa yang ibu lakukan termasuk masalah yang besar dan prinsip dalam kehidupan ibu, bukan hanya menyangkut kehidupan dunia tapi juga di akhirat nanti.

Baiklah pengasuh jawab pertanyaan ibu sesuai prinsip ajaran Islam, walaupun itu tidak menyenangkan ibu dan agar ibu segera mengambil sikap. "Katakanlah kebenaran walaupun itu pahit":

1. Sebenarnya menurut ajaran Islam, seorang wanita muslimah tidak sah dan haram menikah dengan lelaki non muslim, agama apa saja, baik ahli kitab atau bukan ahli kitab, termasuk dengan lelaki beragama Nasrani. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT surat al-Baqarah : Ayat 221, “… Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita muslimah) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu…”.

Syeikh Muhammad ‘Ali Asshabuniy menjelaskan bahwa, ayat tersebut menunjukkan diharamkannya bagi para wali wanita menikahkan seorang wanita muslimah dengan lelaki non muslim. Yang dimaksud non muslim itu adalah setiap orang yang tidak beragama Islam yaitu orang yang memeluk agama Yahudi, Nasrani, Watsani dan sebagainya atau orang murtad, mereka itu haram dinikahkan dengan wanita muslimah. (Tafsir Ayaat Ahkam : 1/289) Dari penjelasan diatas, ibu dapat memahami bahwa pernikahan ibu dengan suami beragama Nasrani itu tidak sah. Apa yang harus ibu lakukan? Ada dua pilihan: pertama, berusaha sekuat tenaga dengan segala macam cara yang baik agar 'suami' ibu bisa masuk Islam dengan tulus, kemudian lakukanlah pernikahan yang sah sesuai tata cara Islam. Yang kedua, jika suami ibu tidak mau masuk Islam dan tidak ada harapan untuk bisa masuk Islam, demi keselamatan akidah ibu dan terhindar dari perbuatan dosa, hendaknya ibu berpisah. Memang berat bu apalagi anak sudah dua, tapi ibu pertimbangkan lebih berat mana ibu celaka di akhirat atau harus berkorban di dunia?

2. Ibu bisa melihat apa yang menjadi kendala suami tidak mau masuk Islam? Dari situ bisa dijelaskan sesuai dengan kemauannya. Kalau kita jelaskan tentu banyak sekali, karena ajaran Islam itu universal syamil wa kamil, tapi ibu bisa menceritakan sedikit demi sedikit tentang kebaikan ajaran Islam yang ibu ketahui baik itu masalah akidah, hukum atau akhlaq.

3. Setiap kali selesai shalat ibu membaca kalimat thayibah (bacaan yang baik dari Al-Quran dan Dzikir) kemudian berdoalah sesuai kemampuan ibu dengan bahasa ibu sendiri bermohon kepada Allah agar suami ibu dibuka hatinya dan mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Kalau Rasulullah mendoakan orang agar mendapatkan hidayah dengan lafadz: " Allahummahdi qaumii fainnahum laa ya'lamuun".

Semoga Allah memberi jalan keluar yang baik dari persolan ibu, suami dapat hidayah dan dapat mengarungi mahligai rumah tangga yang bahagia, sejahtera dan di ridhoii oleh Allah SWT. Amiin yaa mujibasailiin

Konsultasi Keluarga

Hubungan Tanpa Restu Orang Tua

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz Hasan yang terhormat, saya gadis 28 tahun ingin curhat. Saya mempunyai pacar selama kurang lebih 4 tahun. Dan orang tua saya merestui, sampai akhirnya saya dilamar. Tapi berhubung pacar saya belum punya pekerjaan tetap, pihak keluarga saya belum memberi jawaban apa pun atas lamaran itu dengan sangat lama. Sampai pada akhirnya, saya dan pacar saya khilaf telah melakukan hubungan suami-istri yang tidak seharusnya kami lakukan. Begitu keluarga saya tahu hal itu, mereka marah besar dan datang ke rumah pacar saya. Anehnya, keluarga saya tidak menikahkan kami, padahal pacar saya siap untuk bertanggung jawab. Keluarga saya malah memutuskan lamaran dan menyuruh saya melupakan pacar saya dan mencari pria lain yang hidupnya sudah berkecukupan.

Yang jadi pertanyaan saya:

  1. Apa yang sebaiknya saya lakukan? Apa harus menuruti orang tua saya mencari laki-laki lain atau menikah sendiri dengan pacar saya? Karena saya telah khilaf berzina dengan dia.
  2. Apa saya tidak semakin berdosa, jika saya menentang orang tua saya dan menikah sendiri dengan wali hakim?
  3. Apa yang harus saya lakukan untuk mendapat restu dari keluarga saya menikah dengan pacar saya? Padahal saya dan pacar saya sudah minta maaf tapi keluarga saya tidak bisa memaafkan kesalahan saya dan berniat menghancurkan hidup pacar saya.

Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas tanggapan Ustadz, dan mohon bantuannya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Minah

Jombang

Jawaban:

Saudari Minah, saya ikut prihatin dengan apa yang menimpa pada anda. Sungguh persoalan anda sering dianggap menimbulkan dilematis. Memang dibutuhkan kekuatan lahiriyah dan batiniyah, termasuk juga pengetahuan atau ilmu untuk mengatasi semuanya. Ketidakmengertian dalam mengambil sikap dengan cepat dan tepat banyak menimbulkan kejadian-kejadian yang sungguh sangat tidak diharapkan.

Saudari Minah, tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya. Ketika anda ada masalah dan membiarkan terus berlarut-larut tanpa ada kejelasan, apalagi itu urusan cinta, maka syetan akan sangat bergembira dan bersenang-senang mengaduk-aduk perasaan anda sampai anda masuk kedalam jurang. Bersegeralah untuk mencari ilmunya setiap anda dihadapkan pada masalah apa saja.

Apa yang anda ceritakan, sesungguhnya ada beberapa hal yang anda harus perhatikan :

Urusan menikah itu adalah urusan yang ada kaitannya dengan urusan keluarga, dalam hal ini termasuk bapak dan ibu anda. Ketika anda memutuskan memilih seseorang untuk menjadi suami, fahami bahwa keluarga anda akan ikut terpengaruh atau mempengaruhi, karena itu anda harus berfikir jauh ketika memutuskan calon pasangan hidup. Pertimbangan ibu bapak dan anggota keluarga lain sangat penting.

Anda punya pertimbangan dan bapak ibu anda punya pertimbangan, musyawarahkan dengan baik. Apa alasan anda memilih dan apa alasan bapak-ibu menolak. Apakah agama menjadi pijakan untuk menentukannya. Jika tidak, maka semua harus dengan kesadaran hati mau menjadikan agama sebagai tempat pijakan. Jika tidak, maka emosi cinta anda yang menonjol dan tentu kedua orang tua juga punya emosi tersendiri untuk menolaknya. Jika sudah seperti itu, maka tidak ada yang menang kecuali syetan.

[17.32] Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. Rasul bersabda: “Janganlah berduaan dengan lawan jenis, karena yang ketiga adalah syetan”

Kembalilah kepada Allah dengan memperbanyak Istighar, karena Istighfar yang sungguh-sungguh, Allah akan memberikan jalan keluar semua yang anda hadapi.

Adapun pertanyaan anda:

Setelah anda memohon ampun pada Allah, maka lakukan solat istikhoroh (untuk mencari tahu yang terbaik yang harus anda lakukan). Jika menurut jawaban istikhoroh adalah baik maka silakan teruskan. Minta bantuan pada kerabat untuk pendekatan pada ibu-bapak. Anda juga bisa mengurus ke KUA dan ceritakan keinginan anda, Insyaallah masalah anda akan ada jalan keluarnya. Biasanya bapak-ibu akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Jika jawaban Istikhoroh tidak baik, maka anda tidak boleh teruskan. Anda harus tetap baik dengan orang tua. Persoalan menikah dengan wali hakim bisa saja dilakukan, KUA atau pengadilan agama nanti yang akan memutuskan (lihat proses no 1).

Berdoalah kepada Allah terus menerus, karena tidak ada yang bisa menghalangi niatan seseorang kecuali Allah. Anda punya rencana, bapak-ibu anda punya rencana, Allah punya rencana tersendiri. Yang berjalan adalah rencana Allah. Lakukan taqorrub (mendekatkan diri kepada Allah) terus menerus.

Semoga Allah memberi hidayah pada anda dan keluarga semua. Amiin.

YP3IS Pusat

Pelatihan Pencerahan Hati

Pada Jumat hingga Minggu (18-20/4) YP3IS mengadakan pelatihan bertema Pencerahan Hati, bertempat di Villa Alamanda, Trawas, Mojokerto. Pelatihan yang diikuti 46 karyawan YP3IS, juga dihadiri Ketua YP3IS Mohammad Hasyim dan Direktur YP3IS Zakariya. Sedangkan trainernya berasal dari team Nurul Falah, yakni Drs Hasan Sadzili dan Ir Bimo Wahyu.

Dalam materinya Hasan Sadzili mengungkapkan bahwa umat muslim harus menjahui penyakit hati, berupa sifat sombong, iri dengki, berburuk sangka, fitnah, hasut dan lainnya. “Penyakit hati tersebut dilarang oleh Allah, karena bisa merusak hubungan antar sesama manusia,” papar pengasuh Pesantren Virtual Nurul Falah tersebut.

Dan penyakit hati yang timbul dalam diri seseorang tersebut adalah perbuatan setan. Setan memang tugasnya untuk menggoda manusia agar menjahui segala perintah Allah. “Waspadalah, setan akan menggoda manusia dari berbagai arah, yakni depan, belakang, kiri, kanan, atas dan bawah. Untuk itu kita hendaknya selalu ingat kepada Allah,” ujar Hasan Sadzili.

Selain pemberian materi, dalam pelatihan tersebut juga diberikan berbagai permainan yang bertujuan untuk melatih kebersamaan antar peserta yang berasal dari karyawan YP3IS Surabaya, Sidoarjo, Kediri, Gresik, Malang, Jember dan staff MEC-YP3IS.(bam)

Siroh

Berita Masuk Islamnya Adi Bin Hatim

Adi bin Hatim, putra Hatim yang terkenal sangat dermawan, adalah seorang Nashrani yang sangat disegani oleh kaumnya. Ia berhak mengambil seperempat barang rampasan perang yang berhasil dijarah oleh kaumnya (tradisi yang berlaku dikalangan orang-orang Arab pada waktu itu). Setelah mendengar Rasulullah SAW dan da’wahnya, dia tidak menyukai da’wah Rasulullah SAW dan meninggalkan kaumnya kemudian bergabung dengan orang-orang Nashrani di Syam.

Adi menuturkan kisahnya: Kemudian aku lebih membenci keberadaanku disana ketimbang kebencianku kepada Rasulullah SAW, lalu aku putuskan lebih baik aku pergi menemuinya, kalau ia seorang raja atau pendusta niscaya aku dapat mengetahuinya dan jika ia seorang yang benar (Nabi) maka aku harus mengikutinya.

Kemudian aku berangkat hingga aku berada dihadapan Rasulullah SAW di Madinah. Aku menemui beliau ketika beliau berada di masjidnya lalu aku ucapkan salam kepadanya. Beliau bertanya: “Siapa anda?” Aku jawab: “Adi bin Hatim!”

Rasulullah SAW kemudian berdiri dan membawaku kerumahnya. Demi Allah ketika beliau membawaku kerumah tiba-tiba ada seorang perempuan tua dan lemah yang mencegatnya kemudian beliau pun berhenti lama sekali kepada wanita yang mengajukan keperluannya kepada beliau itu. Menyaksikan hal ini aku berkata didalam hati: “Demi Allah, ini bukan gaya seorang raja.”

Setelah itu, Rasulullah SAW berjalan lagi membawaku. Ketika membawaku masuk kedalam rumahnya, beliau mengambil sebuah bantal dari kulit yang sangat sederhana kemudian melemparkannya kepadaku seraya berkata: Duduklah diatasnya! Aku jawab: Anda sajalah! Kemudian aku pun duduk diatas bantal itu sedangkan beliau sendiri duduk diatas tanah.

Didalam hati aku berkata: Demi Allah, ini bukan perilaku seorang raja. Kemudian beliau berkata: Wahai Adi bin Hatim apakah engkau mengetahui Ilah selain Allah? Aku jawab: Ya benar demikian.

Beliau bertanya lagi: Tidakkah engkau seorang yang beragama? Aku jawab: Ya benar demikian.

Beliau bertanya lagi: Tidakkah engkau memungut seperempat dari barang rampasan yang diperoleh kaummu? Aku jawab: Ya benar demikian.

Beliau kemudian berkomentar: Sesungguhnya hal itu tidak dihalalkan oleh Agamamu. Aku jawab: Demi Allah, memang dilarang.

Selanjutnya beliau berkata: Wahai Adi bin Hatim, barangkali engkau memeluk agama ini (Islam) karena melihat kemiskinan dikalangan pemeluknya. Demi Allah sebentar lagi harta kekayaan akan berlimpah ruah kepada mereka (kaum Muslim) sehingga tidak ada lagi orang yang mau mengambilnya. Barangkali engkau masih enggan memeluk agama ini (Islam) karena banyaknya musuh mereka dan sedikitnya jumlah mereka. Demi Allah, sebentar lagi engkau akan mendengar seorang wanita yang pergi dari Qadisiah menunggang ontanya kerumah ini tanpa rasa takut. Barangkali engkau masih enggan memeluk agama ini karena kerajaan dan kekuasaan masih berada ditangan orang-orang selain mereka. Demi Allah, sebentar lagi engkau akan mendengar tentang istana-istana putih dari Babilonia jatuh ketangan mereka (kaum Muslimin). Adi berkata: Kemudian akupun masuk Islam.

Adi berkata: Kemudian aku telah menyaksikan dua hal yang disebutkan Rasulullah SAW diatas: Wanita (yang pergi dari Qadisiah ke Madinah sendirian tanpa takut, sebagaimana yang diramalkan Nabi SAW) dan aku sendiri ikut dalam pasukan pertama penyerbuan harta kekayaan Kisra. Aku bersumpah kepada Allah, hal ketiga yang dijanjikan Nabi SAW pasti akan terbukti.

Beberapa Ibrah

Didalam kisah ini terdapat analisis yang mendalam bahkan gambaran yang sangat jelas tentang pribadi Nabi SAW. Kepribadian yang nampak secara jelas bagi Adi bin Hatim: Bersih dari segala kotoran kepemimpinan, kerajaan, ambisi kekuasaan atau kesombongan. Kepribadian yang tidak menampakkan sisi lain kecuali sebagai seorang Rasul dari Penguasa alam semesta kepada semua umat manusia.

Marilah kita renungkan sejenak karakteristik yang diungkapkan oleh Adi bin Hatim ketika menggambarkan kepribadian Nabi SAW yang kemudian menjadi sebab keimanannya. Adi menuturkan: “Demi Allah, ketika beliau membawaku kerumah tiba-tiba ada seorang wanita tua dan lemah mencegatnya kemudian beliau pun berhenti lama sekali kepada wanita yang mengajukan keperluannya kepada beliau itu. Menyaksikan hal ini aku berkata didalam hati: Demi Allah, ini bukan gaya seorang raja.”

Memang benar, seorang raja atau seorang yang berambisi kepemimpinan dan kemegahan dunia tidak akan dapat bersabar melakukan hal tersebut. Tetapi bagi Rasulullah SAW, hal itu sudah menjadi tabiat dan kepribadiannya disetiap keadaan dan waktu. Beliau tidak pernah berbeda dari para sahabatnya dalam suatu majlis. Kehidupan dan pola hidupnya pun tidak pernah mengungguli taraf hidup orang-orang fakir dan miskin. Beliau tidak pernah makan diatas piring sama sekali. Beliau tidak pernah berpangku tangan sementara para sahabatnya menekuni pekerjaan. Demikianlah kepribadian Nabi SAW hingga beliau meninggalkan dunia yang fana ini. Semua itu tidak lain hanyalah merupakan kenabian yang dikaruniakan Allah kepadanya.

Adi berkata: “Ketika membawaku masuk kedalam rumahnya, beliau mengambil sebuah bantal dari kulit yang sangat sederhana, kemudian melemparkannya kepadaku seraya berkata: Duduklah diatasnya!..... Kemudian aku duduk diatas bantal itu sedangkan beliau sendiri duduk diatas tanah!.... Lalu aku berkata didalam hati: Demi Allah, ini bukan perilaku seorang raja.”

Barangkali Adi sebagai orang yang mempunyai kedudukan tinggi ditengah kaumnya mengira akan mendapatkan isi rumah Rasulullah SAW sebagaimana perabotan rumahnya yang megah, tetapi ia dikejutkan oleh keadaan yang sebaliknya. Lebih terkejut lagi setelah ia menyaksikan Rasulullah SAW duduk diatas tanah kering dihadapannya. Ia tidak menyaksikan sama sekali tanda-tanda kemegahan dan kemewahan duniawi didalam rumah Rasulullah SAW, sebagaimana yang dibayangkan sebelumnya!.... Kesaksian ini merupakan jawaban telak bagi mereka yang menuduh Rasulullah SAW berdakwah hanya untuk merebut kekuasaan dan kekayaan.

Selanjutnya Adi mengungkapkan pembicaraan Nabi SAW tentang masa depan Islam dan kaum Muslimin. Sabda Nabi kepadanya: “Sebentar lagi harta kekayaan akan melimpah ruah kepada kaum Muslimin sehingga tidak ada lagi yang mau mengambilnya.”

“Ramalan” Rasulullah SAW ini telah terbukti kebenarannya di zaman Umar bin Abdul Aziz. Dimasa pemerintahannya, Umar bin Abdul Aziz pernah mengutus para petugas untuk memungut harta zakat kemudian membagikannya kepada para mustahiq-nya diseantero Afrika tetapi para petugas tersebut terpaksa membawa kembali harta zakat itu karena tidak menemukan orang-orang yang berhak menerimanya, sehingga harta tersebut dipakai untuk membeli budak-budak belian kemudian dimerdekakan.

Adi bin Hatim telah mendapatkan tanda-tanda kenabian yang benar didalam gaya hidup dan kehidupan Nabi SAW, sebagaimana ia juga mendapatkannya didalam pembicaraan beliau. Selanjutnya ia mendapatkan bukti kebenaran ucapan Nabi SAW didalam peristiwa-peristiwa sejarah, sehingga semuanya itu menjadi sebab dan penguat keislamannya serta mendorongnya untuk melepaskan segala bentuk pola hidup dan kehidupannya.(bam dari sirah nabawiyah, hal: 424)

Doa

Bersih Dari Nifak, Riya, Dusta Dan Lain-lain

Allaahumma thahhir qalbii minannifaaqi, wa ‘amalii minarriyaa;i, wa lisaanii minal kadzibi, wa ‘ainayya minal khiyaanati, fa’innaka ta’lamu khaa’inatal a’yuni wa maa tukhfishshuduur.

Artinya:

Ya Allah, sucikanlah hatiku dari nifak, amalanku dari riya, lidahku dari dusta, mataku dari khianat. Engkaulah yang mengetahui segala khianat mata (mata yang khianat) dan segala waswas atau segala yang disembunyikan oleh dada-dada manusia.(dari buku Doa, Dr Miftah Faridl, hal: 263)

Hikmah

Antara Munafik dan Yang Beriman

Hatim al-Asham berkata, “Seorang munafik memenuhi kebutuhan keduniaannya dengan rakus, menolak dengan diliputi oleh keragu-raguan, dan berinfak untuk mencari popularitas dan pujian (riya). Sementara itu, orang yang beriman memenuhi segala kebutuhannya dengan berhati-hati, berpedoman pada Sunnah, dan berinfak dengan ikhlas penuh ketaatan.”(bam dari Hikmah Dalam Humor Kisah dan Pepatah, A Aziz Salim Basyarahil, hal: 289)

Sifat-sifat Munafik

  1. Tidak berpendirian tetap dan jelas.
  2. Tidak dapat dipercaya sama sekali.
  3. Ucapan-ucapannya bohong, dusta.
  4. Sumpah dan janjiannya tidak ditepati.
  5. Amal ibadahnya riya’ (mencari pujian).
  6. Suka bergaul dengan orang yang memusuhi Islam.
  7. Selalu curiga terhadap kegiatan Islam.
  8. Suka berbuat kerusakan.
  9. Enggan berdakwah atau berjihad.
  10. Lebih takut kepada manusia daripada takut kepada Allah.
  11. Tidak suka berhukum kepada Al-Quran.
  12. Mencari keuntungan pribadi saja. (bam dari Hikmah Dalam Humor Kisah dan Pepatah, A Aziz Salim Basyarahil, hal: 179)

Humor

Singa di Bawah Pohon

Ada seekor kera kecil diatas pohon dan singa sedang menunggu dibawahnya. Singa berkata kepada kera, “Turun! Kita main sama-sama.”

Kera menjawab, “Apa aku bodoh! Jika aku turun, kamu pasti memakanku. Aku tidak akan turun kecuali mulut dan kedua tanganmu diikat.”

Singa meminta kepada teman-temannya untuk mengikatnya. Tatkala singa sudah diikat, kera mulai mendekati singa tersebut dalam keadaan gemetar.

Singa bertanya, “Kenapa kamu gemetar?”

Kera menjawab, “Pasti ini reaksi spontanitas tubuhku, karena aku akan merasakan daging singa untuk pertama kalinya.”(bam dari Humor Orang-orang Cerdik & Bijak, hal: 9)

Kenapa Menyelamatkanku...?

Suatu hari al-Hajjaj turun ke laut untuk berenang. Akan tetapi beberapa saat kemudian, dia kelelahan sehingga mulai tenggelam. Pada saat itu ada seorang ulama yang melihatnya mulai tenggelam. Ulama tersebut terkenal sangat memusuhi al-Hajjaj, akan tetapi dia membuka pakaiannya dan dengan cepat melompat ke laut untuk menyelamatkannya. Setelah behasil diselamatkan dan al-Hajjaj mulai sadar, dia kaget karena yang menyelamatkannya adalah orang yang sangat memusuhinya. Al-Hajjaj berkata padanya dengan maksud basa-basi dan kagum, “Orang-orang mengatakan bahwa kamu memusuhiku.”

Ulama berkata, “Betul, Demi Allah!”

Dalam keadaan kagum al-Hajjaj berkata, “Kalau begitu, kenapa menyelamatkanku, dan tidak membiarkanku tenggelam saja?”

Ulama berkata, “Demi Allah, saya takut kamu tenggelam dan mati syahid.”(bam dari Humor Orang-orang Cerdik & Bijak, hal: 115)

YP3IS Pusat

Inspirasi Sukses Berbasis Al-Fatihah

Semua orang pasti ingin dan mendambakan sukses, sukses yang hakiki dalam makna kebahagiaan dunia dan akherat. Sukses menyertai dalam setiap langkah hidup manusia di dunia untuk akhirnya bermuara pada kesuksesan di akhirat. Itulah yang diungkapkan trainer Ir H Heru SS MM, dalam pelatihan yang diadakan YP3IS untuk donaturnya, pada Ahad (27/4), di Auditorium Gedung Indosat Jalan Kayun Surabaya.

Dalam pelatihan bertema Inspiring Success By Al-Fatihah (Inspirasi Sukses Berbasis Surat Al-Fatihah) tersebut, Heru menjelaskan bahwa pelajaran Al Qur’an, dari wahyu pertama ”Iqro” yang menjadi kerangka dalam membaca kehidupan, Al Fatihah membuka jalan sukses dan harus menjadi komitmen dalam menjalani kehidupan. Al Baqaroh langkah awal menjalani kehidupan penuh berkah kebaikan taqwa. Perjalanan kehidupan adalah ujian dan perjuangan mencapai kesuksesan kebahagiaan yang hakiki dengan panduan dan penjabaran Al Qur’an dan Tuntunan sunnah Rasul, bergerak dengan iman, islam dan ihsan.

Kemenangan didapatkan karena pertolongan Allah tasbih dan istigfar senantiasa terhujam dalam ucapan dan tindakan sukses hingga akhirnya seluruh langkah terwujud dalam keihklasan yang terangkum dalam al ihklas. Al Falaq dan annas menutup dengan perlindungan total,” papar penulis buku Mapping dan Total Management Berbasis Al-Fatihah.

“Insya Allah dengan ihtiar, orang yang memiliki visi, misi dan mendayagunakan potensinya, berani mengambil peluang sukses dengan motivasi kuat, yang diraih dengan strategi jitu dan gerak terbaiklah, kesuksesan akan dapat diraih olehnya. Mari bergerak lebih sukseskan diri dengan berkomitmen pada Al Fatihah yang kita ucapkan berulang, minimal 17 kali dalam sehari,” sambungnya.

Pelatihan yang dipadati sekitar 300 donatur YP3IS tersebut, dihadiri juga oleh Pembina, Pengawas, Pengurus, Direktur YP3IS Zakariya SAg dan seluruh staff YP3IS, serta Forum Donatur YP3IS.(bam)

Kebersamaan Kediri

Bank Perkreditan Rakyat Nusumma Kedung Waru Tulungagung

Masyarakat Tulungagung Peduli Yatim

Beramal sembari menambah ilmu dan wawasan tentang keislaman, serta ikut peduli terhadap nasib anak-anak yatim yang tinggal dipanti asuhan-panti asuhan. Itulah yang mendasari para karyawan dari BPR (Bank Perkreditan Rakyat) Nusumma Kedung Waru Tulungagung, bergabung menjadi donatur bagi anak yatim melalui YP3IS Cabang Kediri.

Seperti yang diungkapkan Nurul Idawati, yang menjabat Kabag Operasional di BPR Nusumma Kedung Waru, bahwa ketika YP3IS Cabang Kediri pertama kali datang kekantornya, dirinya mengaku langsung tertarik untuk ikut bergabung menjadi donatur.

“Alhamdulillah ada tawaran jadi donatur untuk anak-anak yatim dari YP3IS. Dan menjadi donatur di YP3IS ada nilai plusnya, yakni beramal lalu kita mendapat Majalah Yatim, yang isinya sangat bermanfaat sekali bagi para pembacanya. Karena dengan membaca Majalah Yatim, kita dapat menambah ilmu dan wawasan,” ujar ibu dengan tiga anak ini, ketika diwawancarai MAYA Rabo (30/4), melalui telpon.

Bahkan respon rekan-rekannya yang lain pun juga sangat antusias dengan kedatangan YP3IS tersebut. Buktinya, tak beberapa lama kemudian sudah ada tujuh orang karyawan BPR Nusumma Kedung Waru Tulungagung, yang ikut peduli terhadap nasib anak-anak yatim dengan bergabung menjadi donatur di YP3IS. “Teman-teman disini memang sangat peduli sekali terhadap nasib dan pendidikan anak-anak yatim yang ada dipanti-panti asuhan yang ada di kota Kediri dan sekitarnya,” jelas Nurul Idawati.

Para karyawan yang berkantor di Jalan Pahlawan 4A, Kedung Waru, Tulungagung ini, merasa lebih mudah beramal melalui YP3IS. Pasalnya, YP3IS melalui petugasnya secara rutin datang ke kantor Bank Perkreditan Rakyat Nusumma Kedung Waru Tulungagung, untuk menjemput donasi dari donaturnya.

“Selain menjemput donasi dari donaturnya, petugas dari YP3IS Cabang Kediri juga sekaligus menyerahkan Majalah Yatim untuk donaturnya juga. Sehingga lambat laun jumlah donatur YP3IS di BPR Nusumma Kedung Waru Tulungagung, menjadi sembilan orang,” terang Nurul Idawati.

Bahkan tak hanya sebatas karyawan BPR saja yang berminat menjadi donatur bagi anak-anak yatim yang ada dipanti asuhan di kota Kediri dan sekitarnya. Menurut pengakuan Nurul Idawati, nasabah BRP Nusumma Kedung Waru Tulungagung pun juga berminat bergabung menjadi donatur di YP3IS Cabang Kediri.

“Meskipun sekarang masih ada satu donatur dari nasabah BPR, tetapi Insyaallah, jumlah itu kedepannya nanti akan terus bertambah. Karena, kepedulian masyarakat Tulungagung, khususnya nasabah BPR Nusumma Kedung Waru Tulungagung, terhadap anak yatim sangat besar,” tuturnya. Karena Nurul Idawati sering memberikan Majalah Yatim kepada nasabahnya untuk sekedar dibaca oleh mereka. Dan juga selalu meletakkan beberapa eksemplar Majalah Yatim diatas meja kerjanya, dengan tujuan dibaca ketika nasabah tersebut sedang menunggu.

“Karena tujuan saya, ingin mengajak mereka untuk ikut peduli terhadap nasib anak-anak yatim serta membantu pendidikan mereka sampai mandiri,” jelas Nurul Idawati. Dan diluar dugaannya, cara tersebut ternyata malah mendapat respon yang sangat positif dari nasabah dan karyawan BPR Nusumma Kedung Waru. “Dan alhamdulillah, mungkin karena kepedulian mereka terhadap anak yatim sangat besar, mereka biasanya langsung antusias dan Insyaallah akan segera menjadi donatur bagi anak-anak yatim tersebut,” lanjutnya.

Melihat antusiasme yang cukup besar rekan-rekan sekantornya dan masyarakat Tulungagung, khususnya nasabah BPR Nusumma Kedung Waru, dalam membantu pendidikan anak-anak yatim, Nurul Idawati semakin bersemangat untuk terus mengajak menjadi donatur bagi anak yatim yang ada dipanti asuhan.

“Harapan kedepannya nanti, Insyaallah YP3IS bisa berkembang ke seluruh kota dan desa-desa. Dengan adanya YP3IS, panti asuhan-panti asuhanyang ada di Kediri dan sekitarnya, dapat rutin mendapat bantuan dari YP3IS, khususnya para anak-anak yatimnya. Agar mereka bisa terus sekolah hingga tamat SMA, dan Insyaallah hingga bisa mandiri,” harapnya.(bam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar