Rihat
Asri Wijayanti SH.MH
Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah
Cegah KDRT Dengan Landasan Keimanan Yang Kuat
Di dalam rumah tangga, ketegangan maupun konflik merupakan hal yang biasa. Namun, apabila ketegangan itu berbuah kekerasan, seperti: menampar, menendang, memaki, menganiaya dan lain sebagainya, ini adalah hal yang tidak biasa. Demikian itulah potret KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga).
Seperti yang diungkapkan oleh Asri Wijayanti SH.MH, selaku Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya, bahwa yang dimaksud KDRT adalah kekerasan yang dilakukan oleh anggota rumah tangga yang termasuk dalam lingkup rumah tangga. “Anggota rumah tangga itu bisa suami, istri, anak dan orang-orang yang berada didalam rumah tangga itu sendiri, seperti pembantu rumah tangga,” kata Asri Wijayanti SH.MH ketika diwawancarai MAYA pada Kamis (18/6), di kediamannya.
Dan bentuk-bentuk KDRT itu adalah, yang pertama kekerasan fisik. Yakni kekerasan yang menimbulkan bekas luka pada badan atau bukti fisik kekerasan tersebut. Bentuk kekerasan fisik itu bisa berupa pemukulan, tamparan ataupun ada bekas luka yang bisa diakibatkan oleh benda tumpul ataupun benda tajam. “Bentuk kekerasan yang kedua adalah psikis. Yaitu yang berhubungan dengan kejiwaan. Jadi, memang dia mengalami kekerasan tidak menimbulkan luka tetapi jiwanya yang syok atau sakit, itu khan penyembuhannya justru lebih susah dari pada sakit fisik. Yang ketiga yakni kekerasan seksual. Jadi kekerasan ini lebih cenderung ke tindakkan yang mengarah ke pelecehan seksual. Dan yang keempat adalah penelantaran dalam rumah tangga,” terang wanita kelahiran Bangil pada tanggal 2 Juni 1969 ini.
Masih maraknya kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di masyarakat, menurut Asri Wijayanti SH.MH yang juga mahasiswa S-3 Ilmu Hukum Unair Surabaya ini, disebabkan oleh beberapa factor, yang pertama karena adanya motif atau niat. “Kita itu baik dipendidikan maupun dimasyarakat, seolah-olah memisahkan antara pendidikan formal dengan informal. Seperti misalnya pengalaman saya dulu, pendidikan itu harus dipisahkan kalau belajar, belajar umum atau belajar agama. Khan seharusnya tidak begitu. Karena agama mendasari semua ilmu. Jadi akhlak seseorang itu yang menyebabkan hal itu bisa terjadi. Nah, masyarakat harus menganggap bahwa agama itu harus menjadi dasar bagi semua pendidikan. Perbuatan atau kejahatan itu terjadi karena ada motif atau niat, selama tidak ada niat maka tidak akan terjadi kejahatan,” jelas Dosen LB Fakultas Hukum UPN Surabaya tersebut.
Kemudian factor yang kedua adalah norma atau aturan hukumnya yang masih tidak jelas. “Aturan hukum KDRT ini seolah-olah aturan yang “wah” dimasyarakat. Mereka beranggapan bahwa UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga sudah bisa melindungi masyarakat. Tapi mereka lupa, bahwa kalau membuat peraturan perundang-undangan, itu tidak bisa membuat UU PKDRT saja tanpa melihat UU yang lain-lainnya. Dalam aturan hukum itu ada prinsip begini, kalau kita belajar ilmu hukum ada lapisan hukum, yakni yang tertinggi filsafat hukum, kemudian teori hukum, lalu dogmatic hukum dan praktik hukum. Nah praktek hukum ini khan yang terjadi di masyarakat, sedangkan dogmatic hukum itu adalah aturan. Jadi uraian UU Penghapusan KDRT itu termasuk dogmatic hukum,” ujar ibu dua anak ini.
“Nah dogmatic hukum ini tidak boleh bertentangan dengan teori hukum, dan inilah yang oleh msayarakat tidak dilaksanakan. Jadi beberapa dalam rumusan UU Penghapusan KDRT itu bertentangan dengan azas hukum. Ini yang tidak dipahami oleh masyarakat. Kenapa kok sampai terjadi begitu, karena UU itu dibuat sebagai “proyek”. Pembuatan UU khan seperti kayak “proyek” ya. Seharusnya dalam pembuatan UU itu ada dasar-dasar filosofinya bagaimana, dasar-dasar teorinya bagaimana. Padahal sanksi UU Penghapusan KDRT ini kayaknya berat, ada jenjangnya yakni hukuman 5 tahun, 10 tahun sampai 15 tahun. Tapi ada asas hukum, jadi asas hukum itu diatasnya dogmatic hukum, asas hukum itu bersifat umum. Didalam asas hukum itu ada begini, sanksi hanya diberikan yang meringankan terdakwa. Nah asas itu dalam sendirinya gugur. Yang kalah ya yang dogmatic atau aturan hukumnya itu yang kalah. Jadi meskipun ancaman hukumannya itu berat, toh nanti hakim tidak akan memutus atau menvonis lebih berat dari pada KUHP,” sambung wanita yang menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah Surabaya sejak tahun 2005 tersebut.
Lalu factor yang ketiga masih maraknya KDRT, menurut Asri Wijayanti SH.MH adalah tentang penegakkan hukum yang masih kurang. “Masyarakat
Sedangkan untuk mencegah terjadinya KDRT ada beberapa langkah, yakni kedua belah pihak, yakni suami dan istri harus bersama-sama berusaha untuk menjauhkan diri terlibat dengan KDRT. “Lalu dari sisi pribadi orangnya, yakni secara mental atau moral harus mempunyai landasan keimanan yang kuat, yang berarti penguatan ibadah kita kepada Allah. Kalau suami itu bertanggung jawab, insyaallah tidak akan pernah ada KDRT. Suami yang baik atau laki-laki yang baik adalah laki-laki atau suami yang terbaik buat keluarganya, dia dapat bertanggung jawab terhadap keluarganya. Dan ibu yang baik adalah ibu yang professional. Yakni dia bertanggung jawab bahwa dia mempunyai anak, dan berarti anaknya harus professional nantinya. Dia adalah seorang istri, nah istri yang professional. Jadi yang mentaati koridor-koridor agama. Dia juga sebagai anggota masyarakat yang professional, harus bagaimana, ya harus menjalin hubungan yang baik dengan keluarga dan tetangga. Khan tidak akan pernah ada yang namanya KDRT. Dan juga membangun keluarga yang sakinah,” ujar Asri Wijayanti SH.MH.
Sedangkan dari sisi pemerintah, menurut Asri Wijayanti SH.MH adalah pemerintah harus segera merevisi Undang-Undang RI Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga No 23 Tahun 2004.(bam)
Kebersamaan Surabaya
PT Margabumi Matraraya
Peduli Kepada Yatim
Tingkat kepedulian karyawan PT Margabumi Matraraya kepada anak-anak yatim ini patut di contoh. Mereka dengan ikhlas menyisihkan sebagian dari penghasilannya untuk diberikan ke anak-anak yatim yang kurang mampu melalui Yatim Mandiri.
Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Yuni, bagian SDM di kantor pusat PT Margabumi Matraraya, bahwa teman-temannya memang pada dasarnya memiliki jiwa sosial yang tinggi untuk membantu sesama manusia, terutama kepada anak-anak yatim. “Biasanya mereka sendiri yang mendaftarkan langsung untuk menjadi donatur di Yatim Mandiri tanpa harus diajak terlebih dahulu,” ujar Yuni ketika ditemui MAYA di kantor pusat PT Margabumi Matraraya, pada Selasa (26/5).
Yuni lantas menceritakan awal masuknya Yatim Mandiri di PT Margabumi Matraraya, yakni sekitar tahun 1998 yang lalu. “Waktu itu, respon rekan-rekan disini cukup baik terhadap kehadiran Yatim Mandiri. Terbukti sudah ada sekitar 15 orang yang langsung mendaftar menjadi donatur tetap di yatim Mandiri,” jelas Yuni.
Masih menurut Yuni, sejak saat itu perkembangan Yatim Mandiri di PT Margabumi Matraraya yang berkantor pusat di
Mereka memilih bersedekah melalui Yatim Mandiri karena tertarik dengan profil lembaga yang fokus membantu anak-anak yatim ini. “Dan juga karena untuk mengamalkan ajaran agama. Sebab agama Islam mengajarkan untuk bersedekah dengan sesama manusia yang membutuhkan, terutama kepada anak-anak yatim yang kurang mampu dipanti-panti asuhan. Dan hal ini kami wujudkan dengan memberikan sebagian dari penghasilan kami untuk diberikan ke anak-anak yatim yang kurang mampu melalui Yatim mandiri. Meskipun jumlahnya tidak seberapa besar tapi kami semua yang ada di PT Margabumi Matraraya ikhlas membantu mereka,” tegasnya.
Masih menurut Yuni, bahwa ia tidak memiliki kiat-kiat khusus dalam mengajak rekan-rekannya yang lain untuk menjadi donatur bagi anak-anak yatim melalui Yatim Mandiri. “Teman-teman itu tahu yatim mandiri ya dari melihat dan membaca Majalah yatim yang dikirim rutin ke kantor kami. Dan biasanya majalah tersebut saya taruh dimeja, kalau ada teman-teman yang dari lapangan datang bisa langsung baca majalah yatim tersebut. Biasanya dari situlah mereka tergerak untuk turut serta menjadi donatur di Yatim Mandiri. Jadi atas dasar kemauan mereka sendiri secara tulus ikhlas membantu anak-anak yatim,” ujarnya mengakhiri.(bam)
Subhanallah
Belalai Gajah: Lebih dari Sekadar Hidung
Gajah adalah binatang darat terbesar di bumi. Tubuh raksasa mereka berukuran hampir sebesar rumah bertingkat satu. Bobot seekor gajah menyamai berat sekitar 50 orang. Umur gajah biasanya mencapai 70 tahun. Umumnya, gajah hidup berkelompok dengan jumlah anggota 30 ekor. Seekor gajah betina mengawasi kawanannya, dan yang lain bekerja sama melaksanakan perintah sang pemimpin. Dalam kawanan ini senantiasa terdapat disiplin ketat dan jenjang kepemimpinan.
Si Jago Makan
Seekor gajah menghabiskan 225 kg makanan per hari. Berarti, sekawanan gajah beranggotakan 30 ekor menghabiskan sekitar 7000 kg makanan per harinya. Bagi hewan sebesar ini, hidup di bawah sengatan terik matahari adalah ancaman serius. Untuk menghindari rasa haus, mereka harus mencari sumber air setiap hari. Untuk itu, mereka sanggup berjalan sejauh 50 km tanpa isitirahat, berkelana selama 3 hari tanpa air. Demikian, tubuh mereka telah diciptakan dengan sangat sempurna dan dengan mempertimbangkan berbagai perhitungan yang sangat cermat agar mereka dapat bertahan dalam lingkungan mereka
Tak Ada Jari, Belalai Pun Jadi
Belalai adalah harta paling berharga bagi gajah. Ia mampu melakukan sejumlah fungsi yang berbeda. Pada tahun 1700-an, para ilmuwan percaya bahwa belalai gajah tersusun atas satu otot saja. Tapi, penelitian modern kemudian membantahnya.
Otot penyusun tubuh manusia berjumlah sekitar 639 buah, sedangkan pada belalai gajah berjumlah puluhan ribu. Otot ini menyerupai lingkaran yang saling bertumpuk satu di atas yang lain sehingga memungkinkan gajah bergerak dengan sangat leluasa.
Belalai tersusun atas dua kelompok otot utama. Otot yang bersambungan secara diagonal memungkinkan belalai untuk membengkok dan berputar ke arah mana pun. Kelompok otot ini memungkinkan belalai berfungsi layaknya pengungkit. Ia mampu mengangkat beban yang berat. Kelompok otot lainnya memungkinkan gajah melakukan pekerjaan paling rumit dengan sistem kendali super canggih.
Bagian belalai ini sama terampilnya dengan jari-jemari manusia. Belalai bukanlah sekedar hidung gajah. Ia adalah segalanya. Bila belalainya cedera, seekor gajah akan mati dalam waktu singkat.
Pendukung teori evolusi menyatakan, ciri-ciri istimewa pada binatang terbentuk dengan sendirinya, sedikit demi sedikit, secara bertahap tanpa perancangan sengaja. Namun, rancangan rumit dan sempurna pada belalai gajah dapat berfungsi hanya jika ratusan ribu otot ada secara bersamaan dan bekerja secara bersamaan pula. Misalnya, jika satu kelompok saja dari otot ini tidak ada, maka gajah takkan mampu menggerakan belalainya dan akan segera mati. Namun, gajah telah menggunakan belalai mereka dengan baik sejak jutaan tahun yang lalu. Rancangan sempurna tanpa cacat dalam tubuh gajah sekali lagi membuktikan pada kita, Allah lah yang telah menciptakan seluruh makhluk hidup.
Gajah pun Memakai 'Sepatu'
Gajah memiliki bobot 5 ton lebih. Meski sangat berat, mereka berjalan dengan ringan dan nyaman. Semua ini terjadi karena adanya suatu rancangan khusus pada tubuh gajah. Andai saja ukuran mereka sedikit lebih besar, maka kaki mereka takkan mampu menopangnya. Tapi gajah memiliki kaki yang sungguh merupakan keajaiban perancangan. Sehingga, walau tubuh gajah sangat berat, mereka berjalan dengan amat ringan.
Bantalan tebal berupa jaringan kenyal, yang tumbuh sebagai lapisan pada bagian bawah setiap telapak kaki gajah, menyerap guncangan berat badannya. Lapisan bantalan ini menyebarkan efek tekanan yang dikenakan gajah ke permukaan tanah. Itu memungkinkannya mengangkat kaki dengan mudah. Berkat bantalan ini, gajah mampu berjalan menempuh jarak yang jauh meskipun tubuhnya amat berat. Menurut hukum fisika, seorang wanita bersepatu hak tinggi akan memberikan tekanan lebih besar pada permukaan tanah daripada satu kaki gajah.
Teori evolusi menyatakan bahwa makhluk hidup berevolusi hingga menjadi bentuknya yang sempurna sebagaimana sekarang. Jika teori ini benar, maka gajah yang tidak memiliki jaringan kenyal ini pada kakinya takkan mampu berjalan sejak hari pertama mereka muncul ke dunia, dan karenanya akan mati kelaparan dan kehausan.
Ini tidak terjadi, sebab sejak awal gajah telah dicptakan dalam bentuknya yang memang telah lengkap dan sempurna, tanpa kekurangan sedikit pun. Ini semua menunjukkan kita pada satu kenyataan penting: gajah adalah bukti kesempurnaan ciptaan Sang Mahaagung lagi Maha Mengetahui. Dialah Allah, Pencipta segala sesuatu.
Besar Tubuhnya, Tak Terdengar Bicaranya
Sinyal infrasonik terbentuk saat benda bermassa besar bergerak sebagaimana pada meletusnya gunung berapi. Ini serupa dengan suara yang hanya dapat dirasakan. Suara infrasonik sangatlah kuat, tapi termasuk gelombang berfrekuensi rendah. Manusia dapat mendengarnya hanya dengan bantuan alat perekam khusus. Awalnya, binatang yang diyakini mampu menghasilkan suara jenis ini hanyalah ikan paus, makhluk laut terbesar. Namun kini kita tahu, gajah juga menggunakan cara yang sama untuk berkomunikasi sesama mereka.
Menurut para ilmuwan, dalam cuaca yang baik, gajah mampu mendengar panggilan yang berjarak 10 km dengan gelombang infrasonik. Kemampuan mengagumkan ini mengungkapkan pada kita akan adanya jaringan komunikasi yang menjangkau kawasan sangat luas. Perangkat komunikasi khusus ini merupakan keahlian menakjubkan yang diciptakan Allah untuk gajah.
Keunggulan utama gelombang infrasonik terletak pada daya rambatannya. Suara berfrekuensi tinggi dengan gelombang pendek akan kehilangan kekuatannya dalam waktu singkat. Namun, suara infrasonik memiliki gelombang sangat panjang sehingga perlu waktu lama untuk melemah. Karenanya, gajah mampu mengatur pergerakan kawanannya yang terpencar sejauh beberapa kilometer.
Dalam keadaan bahaya, gajah memiliki cara unik lain untuk berkomunikasi. Misalnya, saat bertemu badak mereka menghentakkan kaki dengan keras ke permukaan tanah sehingga menghasilkan getaran yang memperingatkan anggota kawanan yang lain. Dengan cara ini, mereka dapat melakukan pencegahan untuk menyelamatkan para anggotanya sebelum bahaya tersebut terjadi.
Keahlian khusus pada makhluk hidup adalah bukti nyata bahwa Allah telah menciptakan mereka. Kebenaran ini dinyatakan dalam Alquran, "Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini." (QS Al Jaatsiyah[45]:4)
Setiap hal baru tentang gajah memperlihatkan kebenaran yang sama: binatang darat terbesar di bumi, beserta ciri istimewanya, telah diciptakan Allah, Tuhan Yang Mahaagung! (bam dari harunyahya.com)
Konsultasi Kesehatan
Waktu Menstruasi Lebih Lama
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Yang terhormat dr Rahmania, perkenalkan nama saya Rania dari
Pertanyaan saya:
- Apa penyebabnya, dokter?
- Dan bagaimana solusinya?
- Apakah ada kaitannya dengan pikiran (banyak pikiran)?
Demikian, atas perhatian dr Rahmania, saya ucapkan terima kasih.
Wassalam,
Rania,
Jawaban
Wa’alaikum salam Wr. Wb.
Ibu Rania yang kami hormati,
Setelah membaca
1. Kelainan organik
Misalnya :
- Penyakit pada rahim, contoh: polip, ertio portiones, kanker leher rahim, dll.
- Penyakit pada saluran telur, contoh: radang saluran telur, dll.
- Penyakit pada indung telur, contoh: radang indung telur, tumor indung telur, dll.
2. Kelainan fungsional disebut juga dengan perdarahan disfungsional
Yaitu :
- Perdarahan pervagina yang tidak ada hubungannya dengan sebab-sebab organik.
Selaras dengan penjelasan diatas maka saya menjawab pertanyaan ibu:
1. Kondisi ibu bila terjadi terus-menerus dapat menjadi menometroragia dengan kelainan organik maupun kelainan fungsional.
2. Bila ibu menduga kondisi ini hanya karena terlalu banyak pikiran lebih baik ditenangkan dahulu perasaan ibu dan memperbanyak istirahat. Apabila kondisi terus berlanjut, ibu dapat berkonsultasi kepada dokter kandungan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan seperti pemeriksaan fisik, pap smear, USG, dll.
3. Kondisi ini dapat berkaitan dengan banyaknya pikiran, karena stres fisik maupun psikis dapat mengganggu siklus haid.
Demikian penjelasan dari saya, semoga Allah SWT melindungi kesehatan ibu.
Humor
Dua Pembohong
Seorang penjual obat berdiri dihadapan kerumunan orang banyak. Sambil memegang botol dia berkata, “Cairan yang ada didalam botol ini dapat memperpanjang umur, namanya adalah air kehidupan. Lihat, saya masih tetap kuat dan sehat meskipun umur saya sudah 400 tahun.”
Salah seorang penonton ingin memastikan kebenaran ucapannya itu. Dia bertanya kepada anak yang membantu penjual tersebut, “Apa betul orang ini sudah berumur 400 tahun?”
Anak itu menjawab, “Saya tidak tahu secara pasti, saya bekerja bersamanya baru 200 tahun.” (bam dari humor orang cerdik dan bijak. Hal:26)
Oleh Ir Bimo Wahyu
Sinergi Antar Organisasi Pengelola Zakat ( OPZ )
Latar belakang guna mensinergikan antar lembaga zakat, yang pertama yakni potensi zakat di Indonesia adalah kurang lebih Rp 19 trilyun, tetapi yang mampu dikelola atau yang dipercayakan kaum muzakki kepada OPZ itu hanya sekitar Rp 1 trilyun - Rp 2 trilyun[D1] .
Perbandingan antara potensi zakat dengan perolehan zakat yang dihasilkan oleh OPZ, jelaslah sangat kecil sekali. Bahkan menurut data dari buku Indonesia Zakat & Development Report 2009, bahwa jumlah dana zakat yang berhasil dihimpun oleh BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional), BAZDA (Badan Amil Zakat Daerah) dan LAZ (Lembaga Amil Zakat) pada tahun 2002 hanya Rp 80 Milyar. Kemudian pada tahun 2004, terjadi peningkatan menjadi Rp 167 Milyar atau pertumbuhannya 61.77%. Dan perolehan dari ketiga lembaga penghimpun dana zakat tersebut pada tahun 2007 pun hanya meningkat sebesar Rp 303,892 Milyar.
Padahal berdasarkan data Bank
Yang kedua yaitu kualitas dari kaum muslimin, yang mencakup kualitas (i) pemahaman agama yang masih rendah atau sebatas pemahaman ritual. Salah satu indikatornya adalah minat kaum muslimin untuk memilih partai berbasis Islam hanya sekitar 32%. Hal ini menandakan bahwa mereka belum mengerti bahwa Islam itu juga mengatur politik, sosial, budaya dan segala aspek kehidupan manusia dalam bermasyarat dan bernegara. (ii) Kemudian kualitas pendidikan yang masih rendah, menurut survey yang dilakukan PBB, Indonesia ada diperingkat nomor dua dari bawah dalam hal tingkat pendidikan penduduknya, atau peringkat 108 dari 111 negara.(iii) Lalu masih rendahnya kualitas ekonomi ditandai dengan rendahnya pendapatan perkapita penduduknya[D2] .
Latar belakang yang ketiga, yaitu lembaga-lembaga zakat saat ini masih terkonsentrasi di kota-kota besar. Banyak lembaga zakat yang yang memiliki kantor hanya di kota-kota besar seperti
Tak hanya itu, program-program yang dibuat oleh lembaga-lembaga zakat mayoritas juga masih bersifat charity atau konsumtif. Dan kebanyakkan lembaga-lembaga zakat masih berjalan sendiri-sendiri. Mereka melakukan kegiatan untuk menghimpun dana zakat dan menyalurkannya secara sendiri-sendiri, tanpa adanya kordinasi antar lembaga zakat yang lainnya.
Apa yang harus dikerjakan?
Yang pertama adalah bekerjasama dalam hal meningkatkan kesadaran kaum muslimin untuk membayar ZIS kepada OPZ dengan berbagai program sosialisasi yang menarik[D3] . Seperti membuat ajakan kepada masyarakat untuk berzakat di media-media, baik cetak maupun elektronik dengan mengatasnamakan seluruh lembaga zakat.
Kemudian yang kedua yakni bekerja sama dalam meningkatkan Manajemen Pengelolaan Zakat[D4] . Misalnya, antar lembaga zakat bersama-sama mengadakan workshop tentang manajemen pengelolaan zakat yang baik secara berkala dan berkelanjutan. Sehingga bisa diketahui kendala-kendala yang terjadi dilapangan secara cepat dan memberikan solusinya secara tepat pula sesuai dengan perkembangan waktu.
Lalu yang ketiga saling bekerjasama dalam pendayagunaan dan ZIS, semisal membuat satu program yang dikerjakan bersama dan serentak dalam waktu tertentu dan di seluruh tempat khususnya desa miskin atau terpencil. Semisal program pemberantasan buta huruf Al Qur’an untuk anak usia SD diharapkan pada tahun 2015 semua anak lulusan SD lancer membaca Al Quran, atau bisa membuat program masing – masing di satu lokasi tertentu, semisal di desa A kecamatan B kota C Propinsi D, di sepakati 10 OPZ masuk dengan masing-masing membawa 1 program yang berbeda. Misalnya OPZ 1 membawa program kesehatan untuk balita, OPZ 2 program pembelajaran ketrampilan kerajinan tangan bagi ibu-ibu, OPZ 3 program perbaikan masjid dan musholla, OPZ 4 program pembinaan guru SD, OPZ 5 pembinaan dai dan imam masjid, OPZ 6 program pinjaman produktif kelompok, OPZ 7 program santunan anak yatim, OPZ 8[D5] program pembinaan guru panti asuhan, OPZ 9 program kesehatan anak yatim dan OPZ 10 program kemandirian yatim.
Lalu bagaimana cara untuk bekerjasama antar lembaga-lembaga zakat? Yang pertama memiliki perumusan tujuan yang berkelanjutan. Yakni antar lembaga zakat harus merumuskan tujuan dari kerjasama secara berkesinambungan.
Yang kedua harus memiliki keterbukaan terhadap kompetensi yang dimiliki. Maksudnya, antara lembaga zakat yang bekerjasama haruslah memiliki keterbukaan akan kemampuan yang dimilikinya. Misalnya, suatu lembaga zakat yang fokusnya memandirikan anak yatim, maka ia harus menginformasikan secara terbuka data-data tentang anak-anak yatim yang dimilikinya.
Dan yang ketiga adalah harus bersifat sukarela atau atas dasar keikhlasan, tanpa ada tekanan dan paksaan[D6] . Yakni, diantara lembaga-lembaga zakat hendaknya dilandasi oleh sifat sukarela dan keikhlasan dalam menjalin kerjasama, serta tanpa ada tekanan dan paksaan dari pihak manapun. Sehingga kerjasama yang terjalin antar lembaga zakat tersebut bisa berjalan dengan baik dan lancar.
Berkah
Hari Fitriyanto
HRD MGA Officer PT Caraka Purnama Abadi
Penyakitnya Jarang Kambuh
Memang sudah sejak lama pria pemilik nama lengkap Hari Fitriyanto, yang menjabat HRD MGA Officer di PT Caraka Purnama Abadi senang menyantuni orang-orang yang tidak mampu, terutama kepada anak-anak yatim. Makanya, ia pun langsung setuju ketika ditawari bergabung untuk menjadi donatur di Yatim Mandiri, guna membantu anak-anak yatim yang tidak mampu.
Dan semenjak jadi donatur Yatim Mandiri itu pula, pria kelahiran Bondowoso 24 Agustus 1979 ini mengaku mendapatkan banyak berkah dari Allah. Diantaranya berkah kelancaran usaha, kesehatan, jodoh dan rejeki.
“Saya memang sejak dulu, yakni mulai masih sekolah hingga sekarang senang untuk bersedekah kepada orang-orang yang kurang mampu, terutama kepada anak-anak yatim. Kalau dulu, ketika mendapat rejeki, maka saya biasanya langsung menyalurkannya ke panti asuhan. Bahkan zakat maal saya tiap tahun juga saya salurkan seperti itu, langsung ke panti asuhan atau ke anak-anak yatim yang tidak mampu,” kata Hari Fitriyanto ketika diwawancarai MAYA pada Kamis (28/5).
Kemudian ia menceritakan awal bergabungnya dengan Yatim Mandiri, yakni sekitar tahun 2006 yang lalu. “Kebetulan ada penawaran dari petugas Yatim Mandiri Cabang Sidoarjo, karena waktu itu Cabang Pasuruan masih belum ada. Karena memang saya sejak dulu ingin membantu anak-anak yatim yang kurang mampu melalui sebuah lembaga yang fokus membantu anak yatim, dan ada tawaran dari Yatim Mandiri, saya pun langsung tertarik untuk mendaftar menjadi donatur tetap. Disamping itu, saya sejak dulu ingin menjadi orang tua asuh bagi anak yatim. Saya juga ingin hidup berbagi dengan anak-anak yatim yang kurang mampu tersebut, maka mulai tahun 2006 itulah saya resmi menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri. Dan saya juga mengikuti program Orang Tua Asuh di Yatim Mandiri dengan mengambil satu anak asuh,” jelasnya. Lalu setelah Yatim Mandiri membuka kantor cabang di Pasuruan, Hari Fitriyanto pun mengalihkan donasinya ke Yatim Mandiri Cabang Pasuruan.
Ia lebih memilih menyalurkan sebagian penghasilannya ke Yatim Mandiri karena menurutnya, lembaga ini fokus membantu dan memberdayakan anak-anak yatim hingga mereka bisa hidup mandiri tanpa harus bergantung kepada orang lain. “Selain itu, visi dan misi dari Yatim Mandiri juga cukup bagus serta program-programnya juga bagus yang semuanya bertujuan untuk membantu anak-anak yatim yang ada dipanti asuhan-panti asuhan. Dan laporan keuangannya juga jelas dan tiap bulan dapat kita ketahui melalui Majalah Yatim yang rutin saya terima tiap bulannya. Hal tersebut yang membuat saya tidak ragu lagi memilih Yatim Mandiri, dan saya pun seratus persen mempercayakan sumbangan saya ke Yatim Mandiri ini,” ujar Hari Fitriyanto.
Setelah menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri, Hari Fitriyanto mengaku mendapatkan banyak berkah dari Allah. “Salah satunya, yakni syukur alhamdulillah penyakit pencernaan saya sudah jarang kambuh. Karena memang sejak saya masih tinggal di Riau sekitar awal tahun 2003, penyakit pencernaan saya sering kambuh, hingga saya pindah ke sini sekitar pertengahan tahun 2005. Lalu, setelah saya menjadi donatur bagi anak-anak yatim melalui Yatim Mandiri, syukur alhamdulillah penyakit pencernaan saya tersebut tidak kambuh lagi. Ya kalau pun kambuh tidak sesering seperti dulu. Mungkin ini berkat doa dari anak-anak yatim dan berkah dari Allah,” terangnya.
“Lalu Allah juga memberikan berkah kepada saya rejeki yang lancar, bahkan bertambah naik. Artinya hal tersebut tidak saya prediksi sebelumnya. Selain itu, tawaran bisnis saya juga semakin banyak, meskipun tidak semunya dapat deal. Dan juga berkat doa anak-anak yatim, insyaallah saya akan menikah di bulan Juni 2009 ini,” sambungnya.
Tak hanya itu, dalam urusan pekerjaannya sebagai HRD MGA Officer di PT Caraka Abadi tersebut, Hari Fitriyanto juga diberi berkah kelancaran oleh Allah. “Seperti misalnya ada suatu masalah di kantor, dan kelihatannya masalah tersebut sangat berat sekali. Syukur alhamdulillah, pas pada akhirnya ada saja jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut. Dan alhamdulillah jalan keluar tersebut bisa diterima oleh semua pihak yang terlibat dalam masalah tersebut. Dan juga setelah menjadi donatur di Yatim Mandiri ini saya menemukan sebuah ketentraman dan kenyamanan dalam diri saya,” tegasnya.
Sementara itu harapan kedepannya nanti, Hari Fitriyanto ingin dapat terus menyantuni anak-anak yatim melalui Yatim Mandiri, dan juga menambah jumlah anak asuhnya. “Serta ingin untuk meningkatkan nilai donasi saya. Dan harapan saya untuk Yatim Mandiri, semoga lebih berkembang lagi dan semakin dipercaya oleh masyarakat, serta dapat mengantar kemandirian anak-anak yatim,” ujarnya mengakhiri.(bam)
Kebersamaan Jakarta
PT. INDOFARMA GLOBAL MEDIKA
Yang Penting Ikhlas Membantu Yatim
Meskipun baru bergabung dengan Yatim Mandiri Jakarta sejak bulan Mei 2009 lalu, tetapi semangat para karyawan di PT Indofarma Global Medika yang beralamat di Jalan Tambak 2 Kelurahan Kebon Manggis, Jakarta Selatan untuk membantu anak-anak yatim patut dicontoh. Mereka dengan tulus ikhlas peduli dan berusaha membantu pendidikan anak-anak yatim.
Seperti yang diungkapkan oleh Andrianti, selaku karyawan Divisi Operasional di PT Indofarma Global Medika, memang pendidikan sangat penting artinya bagi anak-anak yatim. “Dengan pendidikan yang cukup maka bisa menjadi bekal mereka menuju kemandirian. Selain itu kita sebagai umat muslim harus peduli dan membantu terhadap nasib anak-anak yatim yang kurang mampu,” ujar Andrianti ketika diwawancarai MAYA pada Senin (8/6).
Lalu wanita kelahiran Mojokerto pada tanggal 23 April 1975 ini menceritakan awal mula menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri. “Sebenarnya saya awalnya tahu Yatim Mandiri ketika saya di Sidoarjo. Saat itu saya disarankan oleh adik saya untuk ikut serta bergabung menjadi donatur bagi anak-anak yatim melalui Yatim Mandiri. Karena saya melihat profil Yatim Mandiri yang cukup bagus dan mempunyai tujuan untuk membantu anak-anak yatim yang kurang mampu akhirnya saya tertarik untuk bergabung menjadi donatur tetap. Dan saya menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri Cabang Sidoarjo sejak sekitar tahun 2004 yang lalu,” jelas Andrianti.
“Kemudian beberapa waktu yang lalu saya baca di Majalah Yatim yang menginformasikan telah membuka kantor di
Dan alhamdulillah, respon rekan-rekannya di PT Indofarma Global Medika pun menyambut baik dengan adanya Yatim Mandiri. Terbukti, saat itu juga langsung ada yang mendaftar menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri, yakni empat orang karyawan. Bahkan diantaranya ada yang langsung mendaftar ikut program Orang Tua Asuh di Yatim Mandiri.
“Saya tertarik kepada Yatim Mandiri karena memang telah direkomendasikan oleh adik saya dan juga profil dari Yatim Mandiri saya rasa juga sangat baik ya. Yakni lembaga yang fokus membantu dan memberdayakan anak-anak yatim hingga mandiri. Yatim Mandiri juga ada laporan keuangannya yang lengkap dan rutin dimuat di Majalah Yatim. Terus program-program untuk menyalurkan dananya juga sangat bagus, yakni untuk kepentingan anak-anak yatim, jadi pemanfaatan dananya itu jelas,” ujar Andrianti.
Kemudian ia menjelaskan cara mengajak rekan-rekannya yang lain untuk menjadi donatur bagi anak-anak yatim di Yatim Mandiri. “Ya dengan cara lesan mengajak mereka secara langsung untuk menjadi donatur bagi anak yatim. Tetapi itu khan juga kembali lagi ke mereka ya, artinya saya hanya bisa menyarankan untuk turut peduli terhadap anak-anak yatim. untuk bersedia atau tidaknya menjadi donatur, itu tergantung kepada mereka masing-masing. Yang terpenting bagi saya, mereka ikut menjadi donatur tanpa ada unsure paksaan atau keterpaksaan. Mereka turut membantu anak-anak yatim dengan ikhlas,” terang Andrianti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar