Bahaya Narkoba Dan Seks Bebas
Kampanye anti narkoba dan seks bebas saat ini harus gencar dilakukan pada masyarakat. Karena tingkat pemakai narkoba dan pelaku seks bebas dari tahun ketahun bukan malah menurun, tetapi semakin meningkat dengan pesat. Mengingat resiko bahaya yang harus ditanggung oleh pengguna narkoba dan seks bebas, maka masyarakat perlu mengetahui tentang seluk beluk narkoba dan seks bebas. Setelah mengetahui, diharapkan untuk dapat dihindari ataupun dicegah sejak dini.
Hal ini terungkap dalam seminar yang bertema Stop Narkoba Dan Seks Bebas yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Narkotika Profensi dan Badan Narkotika Kota Surabaya bekerja sama dengan Jawa Pos. Seminar tersebut menghadirkan pembicara dr Soetjipto SpKJ, selaku Kepala Psikiatri Poli Rumatan Metahon Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya, dan dr Silvi W Lestari, selaku konsultan seksologi. Acara yang dihadiri aktifis anti narkoba dari GRANAT, sejumlah guru dan anak sekolah itu berlangsung pada hari Sabtu (25/4) di Ruang Seminar Gedung DBL Arena,
Dalam materinya, dr Soetjipto SpKJ yang banyak membahas tentang bahaya narkoba, menjelaskan narkoba (singkatan dari Narkotika Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan atau zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral atau diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Dan yang termasuk jenis narkotika adalah tanaman papaver, opium, morfin, kokain, tanaman ganja.
“Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan,” jelas dr Soetjipto.
Sedangkan psikotropika menurut dr Soetjipto SpKJ adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku. “Zat yang termasuk psikotropika diantaranya ialah Sedatin, Rohypnol, Magadon, Valium, Mandarax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, dan lain sebagainya. Dan bahan adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfin atau kokain yang dapat mengganggu sistim syaraf pusat, seperti alkohol yang mengandung ethyl etanol, bahan pelarut berupa zat organik yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Seperti misalnya lem atau perekat, aceton, ether, dan lain-lainnya,” terangnya.
Sementara itu dari efeknya narkoba bisa dibedakan menjadi tiga, yang pertama Depresan, yaitu menekan system syaraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional tubuh sehingga pemakai merasa tenang, bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri. Bila kelebihan dosis bisa mengakibatkan kematian. Jenis narkoba depresan antara lain opioda, dan berbagai turunannya seperti morphin dan heroin. Contoh yang populer sekarang adalah putaw.
“Efek yang kedua adalah Stimulan, yakni merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran. Contoh stimulant seperti cafein, kokain, amphetamin. Dan yang sekarang lagi trend dan sering dipakai adalah Shabu-shabu dan Ekstasi. Sedangkan efek narkoba ketiga ialah Halusinogen, efek utamanya adalah mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi. Halusinogen contohnya yakni marijuana,” kata dr Soetjipto SpKJ.
Masih menurut dr Soetjipto, dampak penyalahgunaan narkoba sangat besar sekali bahayanya. Karena bila narkoba digunakan secara terus-menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.
“Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang,” ujarnya.
Dampak fisik penyalahgunaan narkoba diantaranya adalah gangguan pada system syaraf, seperti kejang-kejang, halusinasi dan gangguan kesadaran. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah, gangguan pada kulit dan paru-paru. Sering sakit kepala, mual-mual, muntah, diare, suhu tubuh meningkat dan sulit tidur.
“Bahkan juga mengalami gangguan pada kesehatan reproduksi serta gangguan fungsi seksual. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, resikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya. Dan penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal jika terjadi over dosis, yakni mengkonsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya, yang bisa berakibat kematian,” jelas dr Soetjipto SpKJ.
Sedangkan dampak psikis dari penyalahgunaan narkoba diantaranya adalah lamban dalam bekerja, ceroboh, sering tegang dan gelisah, hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga, sulit konsentrasi, cenderung menyakiti diri dan perasaan tidak aman.
“Selain itu penyalahgunaan narkoba juga mengakibatkan dampak sosial, seperti gangguan mental, melakukan perbuatan asusila, merepotkan dan menjadi beban keluarga dan masa depan suram,” sambungnya.
Masih menurut dr Soetjipto SpKJ, penyalahgunaan narkoba saat ini cenderung banyak dilakukan oleh kalangan remaja. Karena masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya.
“Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan
Dan masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. “Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa,” ujarnya.
Dan yang ketiga adalah tingkat Tertier, yaitu upaya untuk merehabilitasi mereka yang sudah memakai dan dalam proses penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri atas fase stabilisasi, antara 3-12 bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke masyarakat.
“Serta fase sosialiasi dalam masyarakat, agar mantan penyalahguna narkoba mampu mengembangkan kehidupan yang bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan konseling, membuat kelompok-kelompok dukungan, mengembangkan kegiatan alternatif, dan lain-lain,” ujar dr Soetjipto SpKJ.
Bahaya Seks Bebas
Sementara itu dr Silvi W Lestari selaku konsultan seksologi menerangkan tentang bahaya seks bebas. “Yang dimaksud dengan seks bebas adalah hubungan seks yang dilakukan secara pra nikah atau tanpa melalui proses pernikahan, dan biasanya sering dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Bahkan akhir-akhir ini yang jadi trend adalah seks bebas yang dilakukan oleh orang yang telah menikah secara resmi dan melakukan hubungan seks selain dengan pasangannya,” terang perempuan kelahiran
Yang penting diketahui akibat dari prilaku seks bebas selain kehamilan yang tidak diinginkan,
adalah adanya gangguan kesehatan dengan terjangkitnya berbagai macam penyakit yang sangat berbahaya. “Diantaranya yakni terjangkit penyakit keputihan, tertular virus HIV, herpes, sifilis dan berbagai penyakit kelamin lainnya,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas
Selain itu, penyakit yang banyak terjadi dimasyarakat saat ini adalah GO (ghonorhoe). Penderitanya bisa saja tidak mengalami keluhan. Tapi, hal itu justru semakin meningkatkan penyebaran penyakit tersebut. Penyakit GO ini terdiri dari tiga golongan, yakni subklinis, kronis dan akut. Untuk golongan subklinis dan kronis, tidak menimbulkan gejala serta keluhan pada penderita.
“Sedangkan golongan GO akut akan menampakkan gejala seperti sulit buang air kecil atau sakit pada ujung kemaluan. Pada pria biasanya gejalanya nampak. Berbeda dengan wanita, sering kali tidak menampakkan gejala yang jelas. Paling-paling hanya timbul keputihan atau anyang-anyang. Bahkan GO yang sudah parah bisa menyebabkan hilangnya kesuburan, baik wanita maupun pria. Karena saluran sperma dan indung telur menjadi tersumbat oleh kuman GO,” jelas dr Silvi W Lestari.
Untuk itu, peran orang tua dan guru sangat penting untuk menjelaskan tentang pendidikan seks, atau minimal pendidikan kesehatan reproduksi dirumah maupun disekolah-sekolah, namun bukan pendidikan seks secara vulgar. “Mengajarkan ataupun menjelaskan pendidikan seks kepada anak itu hendaknya dilakukan sejak dini. Atau saat anak masih kelas III sekolah dasar. Ajarkan yang mudah dimengerti dulu oleh anak. Selain itu pendidikan agama juga penting untuk membentengi anak dari perbuatan-perbuatan yang melanggar norma agama,” kata konsultan seksologi yang kini sedang menyelesaikan program Doktor Biologi Reproduksi di Universitas
“Dan juga pendidikan kesehatan reproduksi di kalangan remaja bukan hanya memberikan pengetahuan tentang organ reproduksi, tetapi bahaya akibat pergaulan bebas, seperti penyakit menular seksual dan sebagainya. Dengan demikian, anak-anak remaja ini bisa terhindar dari percobaan melakukan seks bebas,” sambungnya.
Masih menurut pengasuh rubrik Seks Sehat di Majalah Popular ini , jika anak telah tumbuh remaja, maka sebagai orang tua harus memahami bahwa hormon atau daya rangsang anak remaja akan sangat besar. Untuk itu orang tua harus mulai memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksinya. “Yang utama adalah timbulkan rasa keterbukaan kepada anak yang telah beranjak dewasa. Karena dengan sikap terbuka dari orang tua diharapkan anak tersebut mau terbuka pula jika mengalami masalah dalam dirinya. Tanpa harus si anak tersebut mencari tahu sendiri,” terang dr Silvi W Lestari.
Berkah
H. Hirjaya Zusa SH
Director PT Jaya Label
Perusahaannya Berkembang Dengan Pesat
Setelah menjadi donatur bagi anak-anak yatim di Yayasan Yatim Mandiri, ia mengaku mendapatkan banyak berkah dari Allah. Diantaranya adalah berkah kesehatan, rejeki, perusahaannya yang semakin berkembang hingga berkah keluarga yang harmonis.
Seperti yang diungkapkan pria pemilik nama lengkap H. Hirjaya Zusa SH, bahwa awal ia bergabung dengan Yatim Mandiri, yakni sekitar dua tahun yang lalu dan itu pun secara kebetulan. “Awalnya waktu saya datang di kantor pajak untuk menemui klien saya, sewaktu menunggu klien saya diruang tunggu itulah secara kebetulan ada petugas dari Yatim Mandiri. Kemudian saya ngobrol banyak dengan petugas Yatim Mandiri mengenai lembaga tersebut dan tentang anak-anak yatim. Dari informasi petugas Yatim Mandiri itulah saya lalu tertarik untuk bergabung menjadi donatur bagi anak-anak yatim,” kata H Hirjaya Zusa SH saat ditemui MAYA diruang kerjanya pada Rabo (29/4).
Ketertarikkannya untuk menjadi donatur tetap bagi anak-anak yatim di Yatim Mandiri dikarenakan lembaga tersebut memang benar-benar fokus membantu dan memberdayakan anak-anak yatim. “Selain itu, karena anak yatim itu khan tanggung jawab kita, bahkan agama mengajarkan untuk membantu anak-anak yatim yang tidak mampu, siapa lagi kalau bukan kita yang membantu mereka. Yang penting kita ikhlas dalam menyantuni anak yatim,” ujar pria kelahiran Aceh Timur pada tanggal 1 Oktober 1968 ini.
Setelah itu, dalam pertemuan selanjutnya dengan petugas dari Yatim Mandiri, H Hirjaya Zusa SH ditawari untuk mengikuti program Orang Tua Asuh di Yatim Mandiri yang bertujuan untuk membantu biaya pendidikan anak-anak yatim. “Saya pun langsung menyambut baik tawaran tersebut dan bersedia mengikuti Program Orang Tua Asuh dengan membantu 40 anak yatim,” katanya tanpa bermaksud riya’.
“Karena memang saya ingin membantu pendidikan mereka. Yang namanya pendidikan itu khan memang diperlukan oleh setiap orang, tidak terkecuali anak-anak yatim. dalam artian pendidikan itu khan untuk menunjang masa depan anak-anak yatim. kalau anak yatim siapa yang memperhatikan pendidikan mereka kalau buka kita. Untuk itu pendidikan bagi anak yatim sangat penting guna bekal mereka untuk bisa hidup mandiri,” tegas bapak dua anak ini ramah.
“Saya juga merasa bahwa anak-anak yatim itu adalah tanggung jawab saya. Saya merantau dari Aceh ke Surabaya sekitar tahun 1994 dan awalnya bekerja sebagai sales door to door sampai bisa mendirikan perusahaan pada tahun 1999 hingga sebesar sekarang adalah karena campur tangan Allah serta doa dari anak-anak yatim. Untuk itu saya harus berbakti dan mengabdi kepada anak-anak yatim,” sambungnya.
Masih menurut H Hirjaya Zusa SH, setelah menjadi donatur di Yatim Mandiri ia merasakan banyak berkah yang didapatnya dari Allah. Diantaranya yakni berkah kesehatan jasmani dan rohani, memiliki keluarga yang harmonis serta diberikan anak-anak yang patuh kepada kedua orang tua dan agama. “Kemudian saya juga diberi Allah ketenangan dalam menjalan hidup ini dan lebih percaya diri. Dalam artian menghadapi situasi atau apapun saya itu lebih percaya diri. Contohnya gini, sekarang krisis global sedang melanda dunia, alhamdulillah kok saya itu merasa tidak tersentuh sama sekali dengan krisis global tersebut. Saya merasa ini adalah berkat doa dari anak-anak yatim tersebut serta berkah dari Allah yang telah diberikan kepada saya,” jelas H Hirjaya Zusa SH.
Bahkan karena tidak mengalami gangguan krisis global itulah perusahaannya yang bernama PT Label Jaya yang bergerak dalam bidang barcoding specialist printing label dan sticker ini semakin berkembang dengan pesat. “Alhamdulillah kondisi perusahaan stabil dan bahkan cenderung untuk terus naik omsetnya dan lebih berkembang lagi. Dan alhamdulillah tahun ini saya ingin menambah lagi dua unit mesin produksi dan juga memperluas kantor,” katanya.
Tak hanya itu, berkah dari Allah yang selalu ia ingat hingga saat ini adalah bisa menunaikan ibadah haji tanpa harus menunggu lama. “Ceritanya begini, biasanya khan kalau naik haji harus mendaftar dulu lalu menunggu sekitar 3 sampai 4 tahun kemudian baru berangkat. Tetapi waktu itu, setelah saya mengundang kenduri anak-anak yatim untuk mendoakan saya agar bisa naik haji. Dan syukur alhamdulillah saya bisa langsung berangkat naik haji kemarin tanpa harus menunggu lagi beberapa tahun. Ini yang tidak saya sangka-sangka sebelumnya, bisa secepat ini. Padahal waktu itu saya diberitahu bahwa kuota naik haji saat itu sudah penuh,” ujar H Hirjaya Zusa SH.
“Dan syukur alhamdulillah ini merupakan berkah dari Allah yang diberikan kepada saya agar bisa menunaikan ibadah haji. Jadi saya berfikir ini adalah hasil dari ibadah saya kepada Allah dan juga membantu anak-anak yatim sehingga syukur alhamdulillah Allah memberikan banyak berkah kepada saya,” sambungnya.
Kedepannya nanti H Hirjaya Zusa SH berharap perusahaannya bisa semakin berkembang dengan pesat dan menjadi besar, serta anaknya kelak bisa meneruskan perusahaannya tersebut. “Dan tentunya juga insyaallah nilai donasi saya juga akan saya tingkatkan,” ujarnya mengakhiri. (bam)
Subhanallah
Keajaiban Dalam Rahim Ibu
Awalnya Hanya Bersel Satu
Makhluk hidup bersel satu yang tak terhitung jumlahnya mendiami bumi kita. Semua makhluk bersel satu ini berkembang biak dengan membelah diri, dan membentuk salinan yang sama seperti diri mereka sendiri ketika pembelahan ini terjadi. Embrio yang berkembang dalam rahim ibu juga memulai hidupnya sebagai makhluk bersel satu, dan sel ini memperbanyak diri dengan cara membelah diri, dengan kata lain membuat salinan dirinya sendiri. Dalam kondisi ini, tanpa adanya perencanaan khusus, sel-sel yang akan membentuk bayi yang belum lahir ini akan memiliki bentuk yang sama. Dan apabila ini terjadi, maka yang akhirnya muncul bukanlah wujud manusia, melainkan gumpalan daging tak berbentuk. Tapi ini tidaklah terjadi karena sel-sel tersebut membelah dan memperbanyak diri bukan tanpa pengawasan.
Sel yang Sama Membentuk Organ yang Berbeda
Sperma dan sel telur bertemu, dan kemudian bersatu membentuk sel tunggal yang disebut zigot. Satu sel tunggal ini merupakan cikal-bakal manusia. Sel tunggal ini kemudian membelah dan memperbanyak diri. Beberapa minggu setelah penyatuan sperma dan telur ini, sel-sel yang terbentuk mulai tumbuh berbeda satu sama lain dengan mengikuti perintah rahasia yang diberikan kepada mereka. Sungguh sebuah keajaiban besar: sel-sel tanpa kecerdasan ini mulai membentuk organ dalam, rangka, dan otak.
Sel-sel otak mulai terbentuk pada dua celah kecil di salah satu ujung embrio. Sel-sel otak akan berkembang biak dengan cepat di sini. Sebagai hasilnya, bayi akan memiliki sekitar sepuluh milyar sel otak. Ketika pembentukan sel-sel otak tengah berlangsung, seratus ribu sel baru ditambahkan pada kumpulan sel ini setiap menitnya.
Masing-masing sel baru yang terbentuk berperilaku seolah-olah tahu di mana ia harus menempatkan diri, dan dengan sel mana saja ia harus membuat sambungan. Setiap sel menemukan tempatnya masing-masing. Dari jumlah kemungkinan sambungan yang tak terbatas, ia mampu menyambungkan diri dengan sel yang tepat. Terdapat seratus trilyun sambungan dalam otak manusia. Agar sel-sel otak dapat membuat trilyunan sambungan ini dengan tepat, mereka harus menunjukkan kecerdasan yang jauh melebihi tingkat kecerdasan manusia. Padahal sel tidak memiliki kecerdasan sama sekali.
Bahkan tidak hanya sel otak, setiap sel yang membelah dan memperbanyak diri pada embrio pergi dari tempat pertama kali ia terbentuk, dan langsung menuju ke titik yang harus ia tempati. Setiap sel menemukan tempat yang telah ditetapkan untuknya, dan dengan sel manapun mereka harus membentuk sambungan, mereka akan mengerjakannya.
Lalu, siapakah yang menjadikan sel-sel yang tak memiliki akal pikiran tersebut mengikuti rencana cerdas ini? Profesor Cevat Babuna, mantan dekan Fakultas Kedokteran, Ginekologi dan Kebidanan, Universitas Istanbul, Turki, berkomentar:
Bagaimana semua sel yang sama persis ini bergerak menuju tempat yang sama sekali berbeda, seolah-olah mereka secara mendadak menerima perintah dari suatu tempat, dan berusaha agar benar-benar terbentuk organ-organ yang sungguh berbeda? Hal ini jelas menunjukkan bahwa sel yang identik ini, yang tidak mengetahui apa yang akan mereka kerjakan, yang memiliki genetika dan DNA yang sama, tiba-tiba menerima perintah dari suatu tempat, sebagian dari mereka membentuk otak, sebagian membentuk hati, dan sebagian yang lain membentuk organ yang lain lagi.
Proses pembentukan dalam rahim ibu berlangsung terus tanpa henti. Sejumlah sel yang mengalami perubahan, tiba-tiba saja mulai mengembang dan mengkerut. Setelah itu, ratusan ribu sel ini berdatangan dan kemudian saling bergabung membentuk jantung. Organ ini akan terus-menerus berdenyut seumur hidup.
Hal yang serupa terjadi pada pembentukan pembuluh darah. Sel-sel pembuluh darah bergabung satu sama lain dan membentuk sambungan di antara mereka. Bagaimana sel-sel ini mengetahui bahwa mereka harus membentuk pembuluh darah, dan bagaimana mereka melakukannya? Ini adalah satu di antara beragam pertanyaan yang belum terpecahkan oleh ilmu pengetahuan.
Sel-sel pembuluh ini akhirnya berhasil membuat sistem tabung yang sempurna, tanpa retakan atau lubang padanya. Permukaan bagian dalam pembuluh darah ini mulus bagaikan dibuat oleh tangan yang ahli. Sistem pembuluh darah yang sempurna tersebut akan mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh bayi. Jaringan pembuluh darah memiliki panjang lebih dari empat puluh ribu kilometer. Ini hampir menyamai panjang keliling bumi.
Perkembangan dalam perut ibu berlangsung tanpa henti. Pada minggu kelima tangan dan kaki embrio mulai terlihat. Benjolan ini sebentar lagi akan menjadi lengan. Beberapa sel kemudian mulai membentuk tangan. Tetapi sebentar lagi, sebagian dari sel-sel pembentuk tangan embrio tersebut akan melakukan sesuatu yang mengejutkan. Ribuan sel ini melakukan bunuh diri massal.
Mengapa sel-sel ini membunuh diri mereka sendiri? Kematian ini memiliki tujuan yang amat penting. Bangkai-bangkai sel yang mati di sepanjang garis tertentu ini diperlukan untuk pembentukan jari-jemari tangan. Sel-sel lain memakan sel-sel mati tersebut, akibatnya celah-celah kosong terbentuk di daerah ini. Celah-celah kosong tersebut adalah celah di antara jari-jari kita.
Akan tetapi, mengapa ribuan sel mengorbankan dirinya seperti ini? Bagaimana dapat terjadi, sebuah sel membunuh dirinya sendiri agar bayi dapat memiliki jari-jari pada saatnya nanti? Bagaimana sel tersebut tahu bahwa kematiannya adalah untuk tujuan tertentu? Semua ini sekali lagi menunjukkan bahwa semua sel penyusun manusia ini diberi petunjuk oleh Allah.
Pada tahap ini, sejumlah sel mulai membentuk kaki. Sel-sel tersebut tidak mengetahui bahwa embrio akan harus berjalan di dunia luar. Tapi mereka tetap saja membuat kaki dan telapaknya untuk embrio.
Ketika embrio berumur empat minggu, dua lubang terbentuk pada bagian wajahnya, masing-masing terletak pada tiap sisi kepala embrio. Mata akan terbentuk di kedua lubang ini pada minggu keenam. Sel-sel tersebut bekerja dalam sebuah perencanaan yang sulit dipercaya selama beberapa bulan, dan satu demi satu membentuk bagian-bagian berbeda yang menyusun mata. Sebagian sel membentuk kornea, sebagian pupil, dan sebagian yang lain membentuk lensa. Masing-masing sel berhenti ketika mencapai batas akhir dari daerah yang harus dibentuknya. Pada akhirnya, mata, yang mengandung empat puluh komponen yang berbeda, terbentuk dengan sempurna tanpa cacat.
Dengan cara demikian, mata yang diakui sebagai kamera paling sempurna di dunia, muncul menjadi ada dari sebuah ketiadaan di dalam perut ibu. Perlu dipahami bahwa manusia yang bakal lahir ini akan membuka matanya ke dunia yang berwarna-warni, dan mata yang sesuai untuk tugas ini telah dibuat.
Suara di dunia luar yang akan didengar oleh bayi yang belum lahir juga telah diperhitungkan dalam pembentukan seorang manusia dalam rahim. Telinga yang akan mendengarkan segala suara tersebut juga dibentuk dalam perut ibu. Sel-sel tersebut membentuk alat penerima suara terbaik di dunia.
Semua uraian ini mengingatkan kita bahwa penglihatan dan pendengaran adalah nikmat besar yang Allah berikan kepada kita. Allah menerangkan hal ini dalam Alquran sebagaimana berikut:
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. An-Nahl, 16:78)
Penciptaan Kedua
Berbagai peristiwa yang telah dikisahkan dalam tulisan ini dialami oleh semua orang di dunia. Setiap manusia dipancarkan ke rahim sebagai sebuah sel sperma yang kemudian bersatu dengan sel telur, dan kemudian memulai kehidupan sebagai sel tunggal. Semua ini terjadi karena adanya kondisi yang secara khusus diciptakan di tempat tersebut. Bahkan sebelum manusia mulai mengetahui keberadaan dirinya sendiri, Allah telah memberi bentuk pada tubuh mereka, dan menciptakan manusia normal dari sebuah sel tunggal.
Adalah kewajiban bagi setiap orang di dunia untuk merenungkan kenyataan ini. Dan kewajiban Anda adalah untuk memikirkan bagaimana anda lahir ke dunia ini, dan kemudian bersyukur kepada Allah.
Jangan lupa bahwa Tuhan kita, yang telah menciptakan tubuh kita sekali, akan mencipta kita lagi setelah kematian kita, dan akan mempertanyakan segala nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Hal ini amatlah mudah bagi-Nya.
Mereka yang melupakan penciptaan diri mereka sendiri dan mengingkari kehidupan akhirat, benar-benar telah tertipu. Allah berfirman tentang orang-orang ini dalam Alquran:
Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata. Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya pada kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.” (QS. Yaasiin, 36:77-79). (bam dari harunyahya.com)
Konsultasi Kesehatan
Seputar Penyakit Epilepsi
Assalamualaikum Wr. Wb
Saya mempunyai keponakkan laki-laki, sekarang umurnya 19 tahun. Waktu sekolah SD sekitar umur 8 tahun, keponakkan saya ini sering kejang dan mengeluarkan busa dari mulutnya. Setelah dirujuk ke dokter syaraf didiagnosa gejala epilepsi atau bahasa jawanya penyakit ayan.
Mendengar diagnosa dokter seperti itu jelas keluarga kami merasa terpukul sekali, apalagi memikirkan masa depannya, keponakkan saya itu laki-laki yang nantinya akan memiliki keluarga dan tanggung jawab yang lebih.
Terus sama dokternya diterapi obat, semacam obat penenang, sampai terakhir pemakaian obatnya kelas 1 SMP. Sejak mengkonsumsi obat itu sudah tidak pernah kejang lagi hingga sekarang ditunjang dengan berbagai larangan dan pantangan yang kadang terasa terlalu over protektif dari keluarga kami seperti tidak boleh berolahraga yang terlalu lama, tidak boleh renang, tidak boleh dekat kompor dan lain sebagainya.
Tapi meskipun tidak kambuh lagi kami merasakan kekhawatiran, karena saya pernah membaca artikel kalau penyakit epilepsi bisa sembuh hanya melalui operasi.
Yang saya tanyakan:
- Apa sebenarnya penyebab penyakit epilepsi karena medis bilang itu bukan penyakit turunan?
- Apakah penyakit yang masih dinyatakan sebagai gejala epilepsi jika ditangani lewat pengobatan bisa sembuh total?
- Mengingat penyakit keponakkan saya sudah lama tidak pernah kambuh lagi, apa bisa disimpulkan bahwa dia telah sembuh total?
Demikian pertanyaan saya, atas jawaban dokter saya mengucapkan banyak terima kasih.
Sri Handayani
Jawaban
Wa’alaikumsalam Wr. Wb.
Ibu Sri handayani yang kami hormati, salam bahagia untuk ibu sekeluarga.
Setelah membaca
Epilepsi didefinisikan sebagai suatu sindrom yang ditandai oleh gangguan fungsi otak yang bersifat sementara dan paroksismal, yang memberi tanda berupa gangguan, atau kehilangan kesadaran, gangguan motorik, sensorik, psikologik, dan sistem otonom, serta bersifat episodik.
Adapun penyebab epilepsi dibagi dalam 2 kelompok besar yaitu, idiopatik (tidak diketahui penyebabnya) dan sekunder yaitu dengan beberapa penyebab seperti, penyakit-penyakit metabolisme, tumor otak, keturunan, dan lain-lain. Untuk keturunan, prosentasenya sangat kecil, yaitu 1%.
Pengobatan epilepsi sangat tergantung penyebabnya. Untuk kelompok idiopatik pada umumnya sembuh dengan minum obat seumur hidup. Untuk yang sekunder ada yang sembuh total setelah diobati penyebab utamanya (misalnya pada penderita tumor otak, dioperasi tumornya).
Sejalan dengan pernyataan diatas, saya menjawab pertanyaan ibu:
1. Penyebab penyakit epilepsi yaitu bisa idiopatik (tidak diketahui penyebabnya) dan sekunder (dengan berbagai pencetus).
2. Kesembuhan dari penyakit epilepsi tergantung dari penyebabnya dan respon terhadap pengobatan.
3. Untuk menentukan apakah keponakan ibu sudah sembuh total, harus dikonsultasikan pada dokter spesialis syaraf. Dokter spesialis syaraf akan melakukan pemeriksaan neurologis dan pemeriksaan elektroencephalografi (EEG).
Demikian jawaban dari saya semoga bermanfaat.
Kebersamaan
PT. CNI
Peduli Nasib Anak Yatim
Nasib anak-anak yatim yang kurang mampu, khususnya yang ada di
Seperti yang diungkapkan oleh Heru Kundaryanto, selaku staff di PT CNI
Lalu ia menceritakan tentang awal masuknya Yatim Mandiri di PT CNI Semarang yang terjadi sekitar tiga bulan yang lalu tersebut. “Awalnya, saya mendapat informasi banyak tentang Yayasan Yatim Mandiri dari petugas yatim Mandiri Cabang Semarang. Diantaranya tentang berbagai program yang bertujuan membantu serta memberdayakan anak-anak yatim yang ada di panti asuhan, membantu pendidikan anak-anak yatim dan lain sebagainya. Dan petugas Yatim mandiri tersebut juga menjelaskan bahwa masih banyak anak-anak yatim yang harus dibantu atau disuport,” terang pria kelahiran Banyumas pada tanggal 1 Oktober 1977 ini.
Setelah mendapat banyak informasi tentang Yayasan Yatim Mandiri dan program-programnya yang semuanya bertujuan untuk membantu dan memberdayakan anak-anak yatim, Heru Kundaryanto pun lantas ditawari oleh petugas Yatim Mandiri untuk turut mensupport dengan menjadi donatur tetap. “Dan saya pun langsung tertarik dengan lembaga ini dan menyambut baik tawaran untuk menjadi donatur di Yatim Mandiri, karena siapa lagi yang membantu pendidikan anak-anak yatim yang kurang mampu, kalau tidak kita ini. Meskipun dimulai dengan nilai donasi yang tidak seberapa, tapi kapan lagi kalau tidak sekarang kita peduli dan membantu anak-anak yatim. yang terpenting kita ikhlas dalam membantu mereka, toh tujuannya juga mulia yakni demi anak-anak yatim,” katanya.
Kemudian setelah itu, rekan-rekannya di PT CNI Semarang pun mengetahui tentang keberadaan Yatim Mandiri dan langsung direspon positif oleh mereka. “Ternyata rekan-rekan juga menaruh kepedulian yang besar terhadap nasib anak-anak yatim. Untuk itu, mereka pun langsung bergabung menjadi donatur tetap di yatim mandiri,” lanjutnya.
Masih menurut Heru Kundaryanto, bahwa perkembangan Yatim Mandiri di PT CNI Semarang kedepannya nanti sangat bagus. Hal ini dibuktikan dengan turut bergabungnya enam orang karyawan PT CNI Semarang untuk menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri, padahal lembaga ini baru tiga bulan masuk ke perusahaan tersebut. “Dan insyaallah, jumlah tersebut masih bisa terus bertambah, karena ada beberapa orang karyawan yang berniat untuk menjadi donatur tetap juga di Yatim mandiri,” kata Heru Kundaryanto optimis.
Ia lantas menjelaskan cara mengajak rekan-rekannya yang lain untuk turut peduli dan membantu pendidikan anak-anak yatim yang kurang mampu dengan menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri. Yakni dengan cara memberikan Majalah Yatim. Menurutnya, dengan membaca Majalah Yatim tersebut, diharapkan rekan-rekannya mendapatkan informasi nyang lengkap tentang Yatim Mandiri dan program-programnya yang bertujuan untuk membantu dan memberdayakan anak-anak yatim. “Selain itu, saya mengajak mereka dengan cara simple saja sih. Saya hanya menyampaikan kepada mereka, bahwa sebagai umat Islam, anak-anak yatim adalah tanggung jawab kita bersama. Kemudian saya beritahu kepada mereka bahwa ini ada kesempatan untuk membantu anak-anak yatim tersebut dengan melalui yatim mandiri. Mumpung banyak kemudahan membantu anak-anak yatim melalui yatim mandiri, yakni donasi kita bisa dijemput langsung oleh petugas yatim mandiri. Yang terpenting disini adalah tidak adanya unsur paksaan, jadi semampunya dan seikhlasnya,” terang Heru Kundaryanto.
“Dan alhamdulillah, dari situlah biasanya rekan-rekan di PT CNI Semarang ini akan tergerak hatinya untuk membantu anak-anak yatim dengan menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri,” sambungnya.
Humor
Dua Pembohong
Seorang penjual obat berdiri dihadapan kerumunan orang banyak. Sambil memegang botol dia berkata, “Cairan yang ada didalam botol ini dapat memperpanjang umur, namanya adalah air kehidupan. Lihat, saya masih tetap kuat dan sehat meskipun umur saya sudah 400 tahun.”
Salah seorang penonton ingin memastikan kebenaran ucapannya itu. Dia bertanya kepada anak yang membantu penjual tersebut, “Apa betul orang ini sudah berumur 400 tahun?”
Anak itu menjawab, “Saya tidak tahu secara pasti, saya bekerja bersamanya baru 200 tahun.” (bam dari humor orang cerdik dan bijak. Hal:26)
Kebersamaan Jakarta
PT Astra Internasional Tbk.
Kantor Pusat Auto 2000
Respek Kepada Yatim Mandiri Yang Fokus Membantu Anak Yatim
Karena respek terhadap keberadaan Yatim Mandiri yang fokus membantu dan memberdayakan anak-anak yatim yang kurang mampu, membuat para karyawan Kantor Pusat Auto 2000 Jakarta yang beralamat di Jalan Gaya Motor III/3 Sunter II Jakarta Utara ini, dibawah PT Astra Internasional Tbk ini, untuk bergabung menjadi donatur tetap bagi anak yatim dengan melalui Yatim Mandiri.
Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Sunariyani, staff bagian logistis di Kantor Pusat Auto 2000
Ibu tiga anak ini lantas menceritakan awal masuknya Yatim Mandiri di Kantor Pusat Auto 2000
Dari situlah, ia lantas tertarik untuk bergabung dengan Yatim Mandiri dan berniat untuk menjadi donatur tetap bagi anak-anak yatim yang kurang mampu. “Dan saya pun yakin aja bahwa lembaga ini memang benar-benar cocok untuk menyalurkan zakat, infaq dan shodaqoh saya, maka mulai sekitar bulan Mei tahun 2002, saya pun menjadi donatur tetap bagi anak-anak yatim melalui Yatim Mandiri,” kata Sunariyani.
Kemudian setelah balik ke
Dan donasi dari karyawan di Kantor Pusat Auto 2000
Cara mengajak rekan-rekannya pun awalnya dilakukan Sunariyani hanya dengan bercerita dan berkirim e-mail tentang Yatim Mandiri dan pentingnya membantu dan menyantuni anak-anak yatim. “Karena akhir-akhir ini Yatim Mandiri sering memberikan banyak majalah yatim kepada saya, maka majalah tersebut langsung saya sebar atau saya berikan ke rekan-rekan yang belum menjadi donatur untuk sekedar mereka baca. Dari sekedar membaca itulah insyaallah mereka akan tahu banyak tentang Majalah Yatim dan pentingnya menyantuni anak-anak yatim. Dan insyaallah hati mereka akan tergerak dan bersedia turut serta untuk bergabung menjadi donatur tetap bagi anak-anak yatim melalui Yatim Mandiri,” jelasnya.
“Jadi Majalah Yatim tersebut saya sebar ke rekan-rekan yang belum jadi donatur, seperti misalnya saya sebar 10 eksemplar Majalah Yatim dan bisa kembali 1 orang saja untuk bersedia mendaftar menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri, saya sudah alhamdulillah sekali,” sambungnya.
Selain itu, Sunariyani juga berniat untuk mengenalkan Yatim Mandiri di seluruh karyawan yang bekerja di perusahaan dibawah PT Astra Internasional Tbk dan mengajak mereka untuk menjadi donatur bagi anak-anak yatim. “Karena memang PT Astra Internasional Tbk ini memiliki perusahaan yang banyak sekali, selain Auto 2000. Jadi insyaallah para karyawan di Astra group yang lain tersebut bisa ikut juga menjadi donatur untuk membantu anak-anak yatim melalui Yatim Mandiri,” ujarnya mengakhiri.(bam)
Potret
Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Nurul Jannah
Panti Merasa Terbantu Dengan Kehadiran Yatim Mandiri
Banyak manfaat yang bisa diterima oleh anak-anak asuh dan panti asuhan setelah menjalin mitra dengan Yatim Mandiri. Karena Yatim Mandiri memiliki program-program yang bertujuan untuk membantu dan memberdayakan anak-anak asuh yang ada dipanti asuhan. Seperti yang dirasakan oleh Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Nurul Jannah yang terletak di Jalan Malaka III Nomer 84, Klender, Jakarta Timur, yang baru-baru ini menerima Bantuan Uang Saku Sekolah Yatim dari Yatim Mandiri Jakarta.
Seperti yang diungkapkan oleh Imam Zakarsih, selaku Ketua Panti Sosial Anak Asuh Nurul Jannah, bahwa pantinya menyambut baik dengan kehadiran Yatim Mandiri di Jakarta ini. “Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Nurul Jannah merasa sangat terbantu dengan kehadiran Yatim Mandiri Jakarta. Karena selain tujuan dari Yatim mandiri yang fokus membantu dan memberdayakan anak-anak yatim juga program-program yang dimiliki Yatim Mandiri sangat bermanfaat bagi anak-anak yatim yang ada dipanti asuhan-panti asuhan,” ujar Imam Zakarsih saat diwawancarai MAYA pada Selasa (12/5).
“Selain itu, kami juga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan uang saku sekolah anak yatim dari yatim mandiri yang telah kami terima. Setelah mendapat bantuan uang saku sekolah anak yatim dari Yatim Mandiri, kami merasa sangat terbantu sekali dan dapat meringankan beban kami sebagai pengasuh panti. Tentunya hal ini bisa berkelanjutan, tidak yang pertama dan yang terakhir tetapi bisa berkesinambungan, bisa sarring dan kerjasama yang baik,” sambungnya.
Lebih lanjut Imam Zarkasih menjelaskan cara penyaluran Bantuan Uang Saku Yatim tersebut yang diberikan kepada anak yatim yang ada di Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Nurul Jannah. “Kami menyalurkannya ke anak-anak asuh kami dengan cara demikian, anak-anak yang didalam asrama kita absen satu-satu, kalau absennya memenuhi syarat, yakni selalu hadir dalam jamaah, rajin belajarnya, kebersihannya, sudah mau membebaskan mulutnya dari kata-kata yang tidak senonoh, tidak terkena sanksi dari panti dan syarat-syarat lainnya, maka bantuan uang saku tersebut akan kami berikan langsung kepada anak tersebut. Sementara anak asuh yang memiliki sanksi dari panti sosial anak asuh Nurul Jannah tetap mendapatkan tetapi jumlah lebih kecil dari anak asuh yang tidak terkena sanksi dan rajin beribadah,” jelas pria kelahiran Lamongan pada tanggal 12 Januari 1956 ini.
Memang di Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Nurul Jannah ini menerapkan sanksi bagi anak asuhnya yang terbukti melanggar aturan dipanti tersebut. “Kami memberikan sanksi kepada anak asuh dengan cara mendidik, yakni dengan memberikan hukuman membersihkan kamar mandi, membersihkan halaman, mencuci pakaian, mencatat beberapa
Kemudian Imam Zarkasih menceritakan tentang berdirinya Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Nurul Jannah, yakni pada tanggal 2 Februari 1987 tersebut. “Pada saat itu, ibu-ibu majelis taklim dari Klender mengingnkan agar anak-anaknya bisa ditampung dan didik keagamaannya di Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Nurul Jannah. Kemudian didirikanlah Madrasah Diniyah yang menampung ratusan anak yang terdiri dari lima kelas. Perjalanan selanjutnya lahirlah panti sosial anak asuh nurul Jannah ini. Awalnya jumlah anak asuh yang ada di Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Nurul Jannah ini ada 4 anak asuh,” ujarnya.
Lalu dari tahun ke tahun jumlah anak asuhnya semakin bertambah banyak, sehingga ada sebagian anak asuh yang akhirnya tidak dapat ditampung di Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Nurul Jannah, sehingga mereka sekarang tinggal dirumahnya masing-masing. “Jumlah anak asuh yang non asrama tersebut adalah 60 anak asuh. Sedangkan yang tinggal diasrama adalah berjumlah 52 anak asuh. Sehingga total keseluruhan anak asuh di Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Nurul Jannah ini berjumlah 112 anak asuh. Mereka berasal dari wilayah sekitar DKI Jakarta, tangerang, Yogyakarta, Bekasi, Indramayu, Bogor, Tuban dan Surabaya. Untuk wilayah DKI Jakarta berasal dari daerah Pondok Kopi, Pondok Kelapa, Kampung Melayu, Pasar Rebo dan Kampung Makassar,” jelas Imam Zakarsih.
Anak asuh yang non asrama tersebut setiap hari Sabtu dan Ahad diwajibkan datang ke panti untuk belajar bersama dengan anak asuh yang tinggal diasrama. Mereka belajar agama, pidato, musik, matematika dan pelajaran sekolah lainnya. Sedangkan kegiatan belajar anak asuh yang diasrama dilakukan setiap hari, selain itu juga mengerjakan kegiatan yang diadakan oleh Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Nurul Jannah tersebut.
“Lantas pada tahun 2004 oleh departemen agama disahkan menjadi pondok pesantren. Sehingga seluruh anak asuhnya mulai tingkat SD, SMP, SMA bisa bersekolah di Nurul jannah ini. Dan alhamdulillah semua anak asuh di Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Nurul Jannah ini mendapat bantuan BOS dari pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu dana untuk operasional panti tersebut mayoritas berasal dari bantuan masyarakat. Sedangkan untuk mengelola panti ini dalam sebulan menghabiskan dana kurang lebih Rp 8,6 juta hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup anak asuh yang tinggal diasrama, yakni sebanyak 52 anak. “Itu belum termasuk kebutuhan belajar anak asuh kami yang berjumlah 112 anak. Kalau ditotal keseluruhannya termasuk dengan kebutuhan belajar anak asuh dalam sebulan bisa sekitar Rp 16 Juta. Tapi syukur alhamdulillah, selama ini kami masih bisa memenuhi kebutuhan semua anak asuh kami, meskipun harus dengan kerja keras dan kesabaran, insyaallah dapat tercukupi semuanya. Itu pun kami telah di bantu oleh pemerintah DKI Jakarta untuk berobat secara gratis diseluruh rumah sakit yang ada di DKI Jakarta. Jadi kami merasa sangat terbantu dibidang kesehatan,” terang Imam Zarkasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar