Si Yatim Yang Ingin Jadi Sekretaris
Sejak kecil, gadis ini telah menyandang status yatim. Dan Ironisnya, hingga saat ini ia mengaku tidak mengetahui wajah bapaknya. Meski begitu, rasa memiliki bapak itu tetap ia simpan dalam lubuk hatinya yang paling dalam dan bertekad untuk belajar dengan rajin dan tekun agar kelak bisa berguna bagi dirinya, ibu dan masyarakat.
Gadis manis ini bernama lengkap Tanti Ariska, yang lahir di Sidoarjo pada tanggal 20 Oktober 1994. Anak tunggal ini memiliki bapaknya bernama Sutono dan sang ibu Eni Purwati. Bapaknya yang kerja swasta tersebut meninggal dunia ketika ia masih kecil. “Saya waktu itu tidak tahu kalau bapak sudah meninggal, karena saya masih kecil. Dan lagi, ibu saya juga tidak pernah cerita kalau tentang bagaimana bapak meninggal. Ibu cuma bilang kalau bapak telah meninggal, gitu aja,” kata Tanti Ariska ketika ditemui MAYA pada Senin (29/6).
Tragisnya lagi, sang ibu tidak mempunyai satu pun foto kenangan bapaknya sewaktu masih hiudp. “Sampai sekarang pun, saya juga tidak mengetahui wajah dan bentuk fisik bapak meskipun hanya dalam bentuk foto, karena kata ibu bapak tidak pernah difoto. Jadi ibu tidak mempunyai satupun kenang-kenangan foto bapak yang disimpan,” tutur Tanti Ariska sembari kedua matanya menerawang kosong.
Praktis, sejak saat itulah peran sang ibunya pun berganti menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga. Baik itu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari maupun untuk berusaha membiayai sekolah anak semata wayangnya, Tanti Ariska. “Saya sebenarnya merasa kasihan sekali dengan ibu yang harus banting tulang setiap hari dengan bekerja di sebuah pabrik kerupuk di daerah Sidoarjo. Dari situlah tumbuh tekad saya dari hati untuk kelak bisa membahagiakan ibu saya. Mungkin saat ini yang dapat saya lakukan adalah berusaha dengan belajar dengan rajin dan tekun agar kelak ilmu yang sudah saya dapat dapat berguna bagi diri saya, ibu dan masyarakat,” tekad gadis yang saat ini telah lulus Mts Ngaban, Sidoarjo ini.
Tetapi situasi tersebut tidak berlangsung lama. Ketika Tanti Ariska duduk dibangku sekolah kelas II Mts Ngaban, Sidoarjo, sekitar tahun 2007, ibunya sudah tidak sanggup lagi untuk membiayai sekolahnya. Dikarenakan sang ibu harus berhenti bekerja di pabrik kerupuk.
“Kemudian ibu menyuruh saya untuk masuk ke Panti Asuhan Al Muttahidin di Balongdowo, Candi Sidoarjo, yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal kami. Alasan ibu, adalah agar saya bisa tetap terus melanjutkan sekolah. Karena hanya dengan tinggal dipanti asuhan itulah, beban ibu bisa lebih ringan. Sebab biaya hidup sehari-hari dan biaya sekolah semuanya ditanggung oleh pihak Panti Asuhan Al Muttahidin,” terangnya.
Tanti Ariska pun merasa senang setelah tinggal di Panti Asuhan Al Muttahidin. Sebab, menurut pengakuan gadis yang bercita-cita menjadi guru Bahasa Inggris ini, dengan tinggal dipanti ia mempunyai banyak teman. Sekaligus bisa memperdalam ajaran agama. “Yang utama, saya bisa tetap meneruskan sekolah saya hingga tingkat yang lebih tinggi. Untuk itulah saya sangat bersyukur dan berterima kasih sekali bisa tinggal di Panti Asuhan Al Muttahidin ini,” kata Tanti Ariska.
Semua kegiatan dipanti ia ikuti dengan tekun, karena Tanti Ariska benar-benar ingin menuntut ilmu agama agar kelak bisa berguna untuk masa depannya. “Kegiatan saya dipanti dimulai saat bangun pagi untuk sholat Subuh bersama, lalu mengaji hingga sekitar jam 06.00. persiapan sekolah dan berangkat sekolah. Pulang sekolah sekitar pukul 12.30 dan langsung istirahat. Nanti sekitar pukul 15.00 sholat Ashar bersama dilanjutkan dengan piket membersihkan lingkungan panti asuhan, setelah itu mengaji. Setelah sholat Magrib berjamaah dilanjutkan dengan mengaji hingga menjelang sholat Isya’. Setelah itu disambung dengan makan malan dan belajar pelajaran sekolah hingga pukul 21.00, kemudian istirahat,” runtutnya.
Ketekunannya dalam belajar disekolah dan pelajaran agama dipanti inilah membuat ia bisa meraih ranking ke IV disekolahnya. Tak hanya itu, ia juga mulai mengikuti berbagai lomba yang mewakili sekolahnya. Diantaranya adalah lomba pidato antar sekolahan se-Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo pada tahun 2008 yang lalu. “Saat persiapan menjelang lomba pidato tersebut, saya sempat diliputi rasa takut kalah, dikarenakan pesertanya yang ikut adalah para siswa yang ada diberbagai sekolah se-Kecamatan Tanggulangin. Tetapi oleh ibu guru saya disekolah, saya diberi motivasi untuk tidak takut dan berusaha sebaik-baiknya. Tak hanya itu, Pak Ahmad Zaini, selaku pengasuh Panti Asuhan Al Muttahidin, juga turut serta membantu saya dalam membuat naskah pidato dengan tema Jauhi Narkoba yang akan diperlombakan,” kenanganya.
Dan syukur alhamdulillah, berkat dukungan pihak sekolahnya dan para pengasuh Panti Asuhan Al Muttahidin, Tanti Ariska berhasil dinobatkan sebagai juara II pada lomba pidato tersebut. Padahal, menurut pengakuannya, baru kali ini ia mengikuti lomba pidato. Selain itu, lomba drum band antar sekolah yang diadakan pada tahun 2007 juga pernah diikutinya, dan berhasil meraih juara I.
Selepas lulus Mts Ma’arif Ngaban, Sidoarjo ini, Tanti Ariska mempunyai keinginan untuk melanjutkan sekolah ke PGRI III. “Dan setelah lulus, kalau ada biaya, saya ingin melanjutkan kuliah. Kalaupun tidak bisa kuliah, saya ingin langsung bekerja saja dikantoran sebagai sekretaris ataupun bagian administrasi. Sebab pekerjaan tersebut sesuai dengan pelajaran yang diajarkan di PGRI III,” ujarnya mengakhiri.(bam)
Potret Masyarakat Jelang Ramadhan
Ramadhan telah tiba. Bulan mulia, penuh berkah dan ampunan. Sayang masih banyak dari kita yang menyambutnya dengan sesuatu yang tidak dicontohkan agama. Bagaimana seharusnya menyambut Ramadhan? Khususnya mempersiapkan materi dan menggunakannya di bulan Ramadhan.
Setiap waktu-waktu yang kita lewati masing-masing mempunyai kelebihan dan keutamaan yang berbeda, maka kita harus bisa memperlakukannya secara proposional dan cerdas. Termasuk dalam menyiapkan kedatangan bulan suci Ramadan yang banyak mempunyai keutamaan.
Nah, persiapan menjelang bulan istimewa ini bagi umat muslim selain persiapan fisik adalah, persiapan materi atau finansial. Persiapan materi atau financial yang dimaksud bukan untuk membeli kebutuhan lebaran yang mewah dan mahal. Tetapi lebih untuk menopang ibadah zakat, infaq dan sodaqoh selama Ramadhan.
Karena di dalam Ramadan adalah bulan diwajibkannya puasa, dianjurkan memperbanyak amalan sunnah, dianjurkannya memperbanyak memberikan santunan, serta memperbanyak membaca Al-Quran. Disamping itu bulan Ramadan adalah bulan pengendalian diri dari syahwat perut, dari hawa nafsu serta pengendalian anggota tubuh dari hal-hal yang dapat mengurangi nilai puasa.
Tapi, yang nampak di masyarakat saat ini sangatlah berbeda. Mereka masih mengartikan bahwa persiapan materi dalam menyambut bulan Ramadhan, adalah menyiapkan finansial untuk keperluan duniawi. Seperti membeli atau membuat makanan dengan bermacam-macam menu untuk berbuka puasa maupun makan sahur, melebihi hari-hari biasanya. Selain itu juga untuk membeli sepatu, baju yang mahal-mahal dan lainnya yang serba baru. Karena sudah menjadi kebiasaan masyarakat, kalau Idul Fitri identik dengan barang-barang yang serba baru.
Tanpa disadari, kebiasaan masyarakat inilah yang memicu naiknya harga bahan-bahan pokok termasuk sayur-mayur, dan barang-barang lainnya dipasar-pasar. Coba tengok pasar-pasar tradisional di Surabaya seperti pasar Keputran, para pedagangnya seakan kompak berencana menaikkan harga bahan pokok dan sayur-mayur menghadapi Ramadhan. Hal ini dikarenakan jumlah permintaan atau pembeli yang meningkat tajam dibanding bulan lainnya.
Seperti yang diungkapkan Toha, penjual daging dipasar Keputran, yang selalu rutin menaikkan harga daging di bulan Ramadhan. “Biasanya, harganya terus naik menjelang bulan puasa. Seperti tahun kemarin saja, harga daging sapi yang Rp 45 ribu perkilo naik menjadi Rp 55 ribu perkilo. Daging ayam dari Rp 22 ribu perkilo naik jadi Rp 27 ribu perkilonya. Naiknya harga ini karena banyaknya permintaan dari konsumen,” ujar Toha kepada MAYA pada Senin (29/6).
“Untuk bulan puasa tahun ini, harga daging sapi sekarang saja sudah Rp 48 ribu perkilo, kemungkinan naik dikisaran Rp 58 ribu hingga Rp 59 ribu perkilonya. Sedangkan daging ayam sekarang Rp 20 ribu perkilo, mungkin naik sekitar Rp 5 ribu menjadi Rp 25 ribu perkilonya,” lanjutnya.
Tindakkan yang sama juga dilakukan oleh Marsini, pedangang bahan pokok. Sudah menjadi kebiasaan kalau harga bahan pokok selalu naik tajam dibulan Ramadhan karena meningkatnya permintaan dari pembeli. Untuk telur perkilonya sekarang Rp 12 ribu, kemungkinan menjelang puasa harganya naik sekitar Rp 1000 – Rp 2000 perkilonya. Begitu juga dengan minyak goreng, sekarang perkilonya Rp 9 ribu, kemungkinan naik menjadi Rp 10 ribu hingga Rp 11 ribu perkilogram. Gula pasir Rp 8 ribu perkilo, juga akan mengalami kenaikkan dikisaran Rp 9 ribu hingga Rp 9.500 perkilo. “Memang sih banyak pembeli yang mengeluh, tapi mau gimana lagi, tiap bulan puasa selalu naik kok harganya,” ungkap Marsini.
Langkah untuk menaikkan harga dalam menghadapi bulan puasa juga dilakukan oleh Wati, pedagang cabe di pasar Keputran Surabaya. “Kemungkinan naiknya sampai sekitar Rp 5 ribu hingga Rp 8 ribu perkilo, dari harga cabe sekarang yang masih Rp 16 ribu perkilo,” kata ibu satu anak ini.
Selain menaikkan harga, hampir rata-rata pedagang tersebut juga melipatgandakan jumlah stok barang dagangannya hingga 70% sampai 90% selama bulan puasa. “Ya itulah, meski harganya naik, toh jumlah pembelinya juga semakin meningkat dibanding bulan-bulan lainnya. Sehingga memaksa kami untuk memperbanyak stok,” jelas Marsini.
Sementara itu, di mall-mall yang ada di Surabaya seperti Tunjungan Plaza, Delta Plaza, Royal Plaza, toko kue maupun toko-toko sepatu yang ada di Jalan Praban, biasanya selalu diserbu oleh masyarakat setiap kali Ramadhan.
Padahal seharusnya umat Islam harus berpacu dengan berbelanja pahala selama bulan Ramadhan. Karena di bulan istimewa itu tersedia banyak “discount” pula. Dalam buku Puasa Bersama Rasulullah disebutkan, jika melakukan amal kebajikan dalam bentuk apapun (termasuk menyantuni anak yatim), disamakan pahalanya dengan amal wajib yang dilakukan, sama seperti mengerjakan 70 buah amal wajib. Dan yang lebih istimewa lagi, di 10 malam terakhir dibulan Ramadhan terdapat “door prize”. Yakni malam Lailatul Qodar, yang segala amal kebaikkan pada malam itu lebih bernilai daripada 1000 bulan. Dan juga, jika berbuka puasa atau sahur, makanlah secukupnya, tanpa terkesan berlebihan ataupun kekenyangan.
Kita juga harus mencontoh tindakkan Rasulullah SAW selama Ramadhan, yakni dengan senantiasa memperbanyak ibadah dan amal kebajikan, termasuk infaq, sedekah dan menyantuni fakir miskin dan anak yatim. Sebagaimana di sebutkan dalam Shahih Bukhari, bahwa Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan beliau sangat dermawan di bulan Ramadhan ketika dikunjungi Malaikat Jibril. Rasulullah bersabda: “Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan ramadhan.” Dan beliau juga bersabda : “Barangsiapa memberi makan untuk berbuka puasa, maka pahalanya sama dengan pahala orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpusa itu sendiri.”(HR. Ahmad dan Tirmidzi).
Dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Adalah Rasulullah SAW orang yang paling dermawan adalah berinfaq, dan adalah lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan. “(HR.Bukhari)
Untuk itu sangat dianjurkan memberikan santunan kepada orang lain, betapapun kecilnya. Pahala yang sangat besar akan didapat oleh orang yang tidak punya, manakala ia memberi kepada orang lain yang berpuasa, sekalipun cuma sebuah kurma ataupun seteguk air. Dengan melakukan hal demikian, insyaallah Ramadhan kita akan membawa berkah berupa peningkatan nilai keislaman, kekuatan iman dan keamanan, serta merebaknya kedermawanan.(bam)
Konsultasi Kesehatan
Oleh dr. Rahmania A Lawu Sp.PK (Dokter RSU Haji Surabaya)
Dampak AC Bagi Anak
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Yang terhormat dr Rahmania. Saya mempunyai seorang anak perempuan berusia 2 tahun. Sejak usia 1,5 tahun anak saya terbiasa tidur malam dengan memakai AC, tetapi dengan temperatur 23 derajat celcius. Alhamdulillah, sampai saat ini anak saya dalam keadaan sehat. Tetapi, saya khawatir jika memakai AC terus menerus akan berakibat buruk terhadap kesehatan kami sekeluarga terutama buah hati kami.
Yang saya tanyakan:
- Apakah dampak dari penggunaan AC bagi kesehatan buah hati kami?
- Apakah berbahaya jika dari usia balita sudah memakai AC?
Demikian pertanyaan saya, atas jawaban dokter saya mengucapkan banyak terima kasih.
Wassalam,
Hany, Jember.-
Jawaban
Waasalamu’alaikum Wr. Wb.
Ibu Hany yang terhormat.
Setelah membaca
Menurut saya penguunaan AC tidak sampai berpengaruh buruk bagi penggunanya. Justru pada cuaca yang panas dapat membuat istirahat kita lebih optimal (tidur lebih nyenyak) sehingga dapat meningkatkan kesehatan tubuh.
Namun demikian beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu:
1. Suhu AC yang tepat untuk iklim tropis harus terjaga, yaitu 21-25 derajat celcius. Suhu yang terlalu dingin dapat menyebabkan kekeringan kulit terutama pada anak balita.
2. Penggunaan AC jangan terus-menerus (sebaiknya pada saat tidur saja) karena penggunaan AC terus menerus juga dapat menyebabkan kekeringan kulit.
3. Blower (fan speed) pada AC sebaiknya tidak di setel terlalu kencang (paling rendah saja) karena dapat menyebabkan debu-debu berterbangan yang dapat memicu batuk-batuk alergi.
Dari hal-hal tersebut diatas dapat saya jawab:
1. Penggunaan AC bagi kesehatan dapat berpengaruh baik maupun buruk tergantung dari cara kita mengaturnya.
2. Penggunaan AC pada usia balita tidak berbahaya dengan pengaturan suhu dan fan speed yang benar. Juga tidak terus menerus dipakai. Jangan lupa sering minum air putih untuk menjaga kelembaban kulit dan kesehatan tenggorokan.
Demikian penjelasan saya, semoga Allah SWT melindungi kesehatan ibu sekeluarga.
Kebersamaan Sidoarjo
PT Wijaya Panca Sentosa
Tertarik Karena Rutin Jemput Donasi
Harta yang kita dapat hingga saat ini adalah bukan semuanya milik kita.
Menurut Nurul Herawati, karyawan bagian penerimaan barang di PT Wijaya Panca Sentosa, awal masuknya Yatim Mandiri Cabang Sidoarjo ke perusahaan pembuatan mie tersebut adalah sekitar dua tahun yang lalu. “
Tetapi, kedatangan Yatim Mandiri tersebut awalnya direspon biasa-biasa saja oleh para karyawan di PT Wijaya Panca Sentosa. “Rekan-rekan sepertinya tidak tertarik dengan Yatim Mandiri. Karena, sebagian besar karyawan telah menjadi donatur di sebuah yayasan yang lain. Sehingga saat itu hanya
Nah ternyata, beberapa waktu kemudian, yayasan tersebut seperti macet. Yakni sudah tidak lagi mengambil donasi ke sebagian karyawan diperusahaan tersebut. “Sedangkan saya melihat Yatim Mandiri tetap rutin mengambil donasi ke karyawan yang lain. Maka saya mengusulkan, bahwa karyawan yang menjadi donatur disebuah yayasan yang lain tersebut untuk dialihkan menjadi donatur di Yatim Mandiri. Karena Yatim Mandiri bisa secara rutin mengkordinir dan mengambil donasi ke kami,” terangnya.
Setelah disetujui, maka sejak saat itu jumlah donatur Yatim Mandiri di PT Wijaya Panca Sentosa bertambah. Tercatat hingga saat ini total 55 orang karyawan yang menjadi donatur tetap bagi anak-anak yatim melalui Yatim Mandiri Cabang Sidoarjo.
Masih menurut Nurul Herawati, rekan-rekannya tertarik untuk beralih ke Yatim Mandiri karena lembaga ini dapat secara rutin mengambil donasi mereka. Dan para karyawan di PT Wijaya Panca Sentosa juga mendapatkan Majalah Yatim tiap bulannya. “Tetapi kekurangannya Majalah Yatim, yakni isinya terlalu disingkat-singkat dan kurang detail. Seperti misalnya masalah zakat, itu dalam membahasnya terlalu singkat, kurang detail, gitu,” kritik Nurul Herawati.
Sementara itu, untuk mengajak rekan-rekannya yang lain agar juga peduli dan ikut menyantuni anak-anak yatim dengan melalui Yatim Mandiri, Nurul Herawati melakukannya dengan cara persuasif. “Kebetulan, saya dekat dengan rekan-rekan disini, sehingga saya dapat dengan mudah menawari mereka satu-persatu secara lesan untuk ikut menjadi donatur di yatim mandiri. Alhamdulillah, biasanya mereka langsung bersedia menjadi donatur untuk anak-anak yatim tersebut,” ujarnya mengakhiri.(bam)
Potret Mojokerto
Panti Ar Rohmah, Mojokerto
Panti Merasa Diperhatikan
Meskipun baru menjalin mitra dengan Yatim Mandiri, tapi hal tersebut merupakan berkah tersendiri bagi Panti Asuhan Ar Rohmah yang terletak di Bancang II, Wates Magersari, Mojokerto. Karena selain merasa diperhatikan, panti ini juga baru saja mendapat Bantuan Uang Saku Yatim dari Yatim Mandiri Cabang Mojokerto.
Seperti yang diungkapkan KH Abdul Hafid Muslich, selaku pengasuh Panti Asuhan Ar Rohmah, bantuan dari uang saku yatim tersebut langsung disimpan terlebih dahulu ke rekening khusus milik panti. “Dan sewaktu-waktu kalau ada keperluan yang mendesak atau tidak terduga, uang tersebut bisa kita keluarkan. Seperti misalnya untuk membeli sepatu, uang bulanan, uang ujian dan biaya yang berkaitan dengan keperluan anak asuh,” jelas KH Abdul Hafid Muslich ketika diwawancarai MAYA pada Jumat, (3/7).
Karena pada masa-masa sekarang ini, banyak sekali kebutuhan panti yang harus segera dipenuhi. Diantaranya, untuk membayar biaya pendaftaran masuk sekolah para anak asuh dan biaya rutin lainnya. “Itu belum termasuk untuk biaya operasional panti dan biaya hidup semua anak asuh yang ada di Panti Asuhan Ar Rohmah ini,” kata pria kelahiran Demak pada tanggal 6 Juli 1951 ini.
Dalam sebulan, Panti Asuhan Ar Rohmah bisa menghabiskan dana lebih dari Rp 3 Juta untuk menutupi biaya operasional, biaya hidup sehari-hari dan biaya pendidikan anak asuhnya. “Nah, dana sebesar itu belum termasuk biaya pendaftaran sekolah para anak asuh, karena bulan ini termasuk tahun ajaran baru untuk sekolah mereka. Plus biaya buku dan lain-lainnya. Kemarin saja kami habis mengeluarkan uang sebesar Rp 6 Juta untuk keperluan pendaftaran sekolah tahun ajaran baru para anak asuh,” ujar KH Abdul Hafid Muslich.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Panti Asuhan Ar Rohmah ini hanya mengandalkan sumbangan spontanitas atau insidentil dari masyarakat, yang tidak dapat dipastikan waktunya. “
Oleh karena itu, Panti Asuhan Ar Rohmah merasa sangat terbantu setelah menjalin mitra dengan Yatim Mandiri. “Untuk itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Yatim Mandiri yang telah bersedia membantu dan memperhatikan Panti Asuhan Ar Rohmah ini,” kata KH Abdul Hafid Muslich.
Lebih lanjut KH Abdul Hafid Muslich menceritakan awal berdirinya Panti Asuhan Ar Rohmah yang dimulai sekitar tahun 1993 yang lalu. “Pada Awal-awal berdirinya panti ini ada sekitar 10 – 20 anak asuh. Mereka berasal dari berbagai daerah, ada yang dari Jepara, Kudus, Gresik dan Mojokerto. Lantas lambat laun, banyak anak asuh yang mulai berdatangan ke Panti Asuhan Ar Rohmah ini. Meskipun ada juga yang keluar dari panti dengan berbagai alasan,” ujar KH Abdul Hafid Muslich. Sehingga sampai sekarang tercatat sekitar 40 anak asuh yang ada di Panti Asuhan Ar Rohmah ini, baik yang asrama maupun yang non asrama.(bam)
Kebersamaan Jakarta
UNITRANS INDONUSA UTAMA
Tertarik Program Memandirikan Yatim
Program-program yang ditawarkan oleh Yatim Mandiri, yang kesemuanya bertujuan untuk membantu dan memandirikan anak-anak yatim, ternyata menarik minat para karyawan di Unitrans Indonusa Utama untuk bergabung menjadi donatur tetapnya.
Seperti yang diungkapkan Rahmat Pujawari, selaku Costoumer Service di Unitrans Indonusa Utama, bahwa masuknya Yatim Mandiri di perusahaan yang beralamat di Jalan Jatinegara Kaum No. 5, Pulogadung, Jakarta Timur tersebut, berawal sekitar bulan Juni 2009 yang lalu. “Saat itu ada petugas dari Yatim Mandiri yang datang ke kantor Unitrans Indonusa Utama ini, untuk menawari menjadi donatur bagi anak-anak yatim yang tidak mampu. Karena menurut saya ini tawaran tersebut sangat baik dan mulia, maka saya tertarik untuk bergabung menjadi donatur di Yatim Mandiri,” terang Rahmat Pujawari ketika diwawancarai MAYA pada Sabtu, (4/6).
Ternyata hadirnya Yatim Mandiri tersebut, direspon positif oleh rekan-rekan di perusahaan ini. “Mereka menyambut positif adanya lembaga yang fokus untuk membantu dan memandirikan anak-anak yatim yang tidak mampu. Terbukti saat itu langsung ada sekitar tiga orang yang turut mendaftar menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri
Kemudian dalam hitungan hari, Yatim Mandiri pun mulai berkembang di Unitrans Indonusa Utama. “Yang awalnya tiga orang yang menjadi donatur, kini tercatat sekitar 9 orang karyawan yang bergabung menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri. Padahal Yatim Mandiri baru masuk pada bulan Juni lalu. Saya rasa perkembangan Yatim Mandiri kedepannya nanti, insyaallah akan lebih bagus lagi,” jelas Rahmat Pujawari.
Mereka tertarik untuk menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri selain program-programnya yang bagus, juga adanya pilihan jumlah donasi bagi donaturnya. “Nilai donasi yang ditawarkan tersebut, semuanya bisa terjangkau oleh donaturnya dan tidak memberatkan. Sehingga rekan-rekan di Unitrans Indonusa Utama ini tidak ragu untuk mendonasikan sebagian penghasilannya ke Yatim Mandiri,” katanya.
Selain itu, masih menurut Rahmat Pujawari, di Yatim Mandiri juga ada laporan keuangannya yang jelas dan lengkap. Serta, jika mengikuti Program Orang Tua Asuh, donaturnya juga diberikan data dan laporan tentang perkembangan anak asuh. “Dari situlah, kami tertarik untuk menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri,” ujarnya.
Rahmat Pujawari lantas memberikan penjelasan tentang cara mengajak rekan-rekannya yang lain untuk ikut peduli dan menyantuni anak-anak yatim dengan melalui Yatim Mandiri. “Yakni, saya berikan penjelasan tentang pentingnya kita peduli dan membantu anak-anak yatim, yang penjelasannya telah ada di Majalah Yatim. Dan syukur alhamdulillah, biasanya mereka bisa mengerti dan langsung tertarik untuk menjadi donatur di Yatim Mandiri,” ungkapnya.
Konsultasi Finansial
Oleh Iman Supriyono
Uang Kembalian Pengemis
Pengemis. Anda akan menemui dan menemuinya. Di perempatan jalan, bus kota, datang ke rumah rumah, pasar, masjid, tempat wisata, dan dimanapun. Bahkan dalam suatu kesempatan, Anda bisa didatangi lebih dari satu pengemis. Satu orang datang Anda beri....tidak lama kemudian menyusul pengemis kedua, ketiga, dan seterusnya.
Bila Anda memiliki uang receh, Anda tentu tidak kesulitan untuk sedikit berbagai rejeki kepada mereka. Tetapi, bagaimana kalau kebetulan Anda tidak memiliki persediaan uagn receh? Sementara Anda juga punya keinginan kuat untuk bebagi rejeki? Bagaimana caranya? Katakan, misalnya Anda memiliki uang sepuluh ribuan. Sementara Anda Anda ingin memberi lima ratus rupiah saja kepada tiap tiap pengemis.
Ada dua kemungkinan. Pertama, Anda membatalkan keinginan untuk memberi. Kalau ada lima pengemis masing-masing diberi sepuluh ribuan, Anda harus merelakan lima puluh ribu. Belum lagi kalau tiap hari Anda harus ketemu dengan para pengemis seperti ini. Lima puluh ribu untuk “satu sesi” akan terasa berat. Bagaimana kalau tiap hari? Tentu akan sangat memberatkan. Maka, mungkin cara terpraktis adalah tidak jadi memberi. Beri isyarat tangan bahwa Anda tidak memberi. Lebih manis dengan sedikit senyuman. Cukup. Tapi, dengan demikian Anda tidak jadi berbagi.
Alternatif kedua: memberi. Merelakan sepuluh ribu untuk seorang pengemis? Lima puluh ribu untuk lima pengemis? Tidak. Anda punya alternatif lain. Bagaimana? Anda bisa minta uang kembali alias susuk dalam bahasa jawa. Uang kembali? Kayak di supermarket? Betul. Anda bisa minta uang kembali alias susuk kepada mereka para pengemis.
Bukan omong kosong. Saya sudah berkali-kali mempraktekaannya. Para pengemis itu juga manusia biasa seperti kita. Punya hasrat berkomunikasi. Punya kebutuhan bersosialisasi. Maka Anda harus menyampaikannya dengan bahasa yang komunikatif. Tawarkan dengan bahasa komunikasi yang enak. Anda akan memberi uang kepada pengemis, tetapi tidak ada uang kecil. Sampaikan bahwa sebenarnya Anda sangat ingin untuk memberinya. Tawarkan bahwa Anda akan jadi memberi kalau ada uang kembalinya. Sebut uang kembali yang Anda inginkan. Beres!
Sebenarnya, para pengemispun terbantu dengan cara ini. Tentu tidak praktis membawa uang receh dengan nilai puluhan ribu. Akan sangat mudah bisa misalnya ia bisa menukar uang recehnya dengan uang puluhan ribu. Nah, ketika Anda minta susuk puluhan ribu yang Anda berikan, secara tidak langsung mereka sudah tertolong. Memudahkan.
uuu
Aurat. Dalam Islam, ini adalah istilah fikih untuk menyebut bagian tubuh yang harus ditutup. Seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan bagi wanita. Anggota tubuh dari pusat ke lutut bagi pria. Setiap muslim dan muslimah dewasa wajib menutupnya kecuali kepada orang orang yang dikecualikan. Suami atau istri, saudara, ayah atau ibu adalah bebarapa perkecualian itu.
Dulu, tidak banyak orang yang peduli terhadap aurat yang ini. Khususnya pada kalangan muslimah. Sedikit orang yang memakai pakaian penutup aurat. Kini, jilbab dan pakaian yang menutup aurat telah menjadi trend. Bahkan banyak orang yang kaya raya karena sukses berbisnis busana yang memenuhi kriteria ini. Masyarakat luas mengenal merek merek dannis, ataqi, annida, dan sebagainya. Bahkan para artis pun tidak ketinggalan turut mempromosikan keberadaan pakaian pentutup aurat ini.
Apa hubungannya uang dengan aurat? Ooww...erat sekali. Banyak orang yang menjadikan uang sebagai aurat. Maksudnya? Uang dijadikan sebuah rahasia. Coba saja. Tanyakan kepada orang orang di sekitar Anda tentang gaji mereka. Maka, Anda akan menjumpai banyak orang yang merahasiakan jumlah gajinya. Atau bahkan Anda tidak cukup keberanian untuk menanyakan tentang yang satu ini. Takut dianggap tidak sopan karena menanyakan sesuatu yang mestinya rahasia. Menanyakan aurat.
Bahkan ada yang lebih hebat lagi. Ada suami yang merahasiakan kepada istrinya berapa uang yang diperoleh dari pekerjaanya tiap bulan. Dan aja juga yang sebaliknya, ada istri yang merahasiakan kepada suaminya tentang berapa uang yang dimilikinya. Suami istri secara finansial berperilaku seperti kawan indekos. Kawan yang hanya sharing kamar. He he he...jangan jangan Anda termasuk yang seperti ini.
Pembaca yang budiman. Sebagaimana kita rasakan, uang adalah sesuatu yang hampir hampir tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Kenapa demikian? Tidak lain adalah fungsi uang sebagai alat tukar. Uang sebagai pengukur nilai kemanfaatan sebuah barang atau jasa. Karena tiap saat kita membutuhkan barang atau jasa dari orang lain dan sebaliknya, maka kemudian tiap saat pula kita harus menilainya dengan uang. Kebutuhan kita yang dipenuhi orang lain kita bayar dengan uang sebagai alat penilainya. Sebaliknya, kebutuhan orang lain yang kita penuhi juga dibayar dengan menggunakan uang sabagai alat ukurnya. Mudah sekali. Bayangkan seandainya tidak ada uang.
Begitu sentralnya perannya dalam kehidupan modern ini, maka uang bisa berpengaruh dalam dua hal. Jika kita pintar dalam mendayagunakannya, uang akan menjadi alat bantu luar biasa untuk menggapai prestasi dunia akherat. Sebaliknya, di tangan orang yang tidak pintar mendayagunakannya, uang akan menjadi penghambat. Bahkan di tangan orang seperti ini, uang menjadi mala petaka. Bukan karena uangnya, tetapi karena ketidakpintaran si pemakainya.
Dengan demikian, maka kita perlu terus menerus mempelajari dan meningkatkan kehalian kita dalam mendayagunakan uang sebagai sarana untuk mencapai keberhasilan dunia akhirat. Pertanyaan berikutnya, bisakah kita mempelajari uang dengan baik sambil kita tetap merahasiakannya? Bisakah kita belajar uang sambil terus menganggapnya tabu untuk dibicarakan? Bisakah kita memupuk keahlian dalam mengelola uang semantara kita tetap berat untuk berbicara secara terbukan kepada orang lain karena uang kita anggap sebagai aurat? Jawabnya tentu sangat jelas: tidak bisa. Mana mungkin kita bisa belajar sesuatu tanpa membicarakannya? Bukankah ilmu itu ada kalau dibicarakan? Lisan maupun tulisan!
Maka, kisah tentang susuk pengemis tadi menjadi pelajaran menarik. Niat untuk berbuat baik dengan berbagi rejeki tetap terlaksana. Yang diberi senang, yang memberi pun senang. Paling tidak si pemberi tidak mengeluarkan pengorbanan yang jauh dari nilai yang umum. Memberi kepada pengemis dengan uang pecahan Rp 100, 500, atau Rp 1000 adalah sesuatu yang wajar. Si pemberi maupun si pengemis sudah sama sama memahaminya sebagai sebuah keumuman. Memberi tiap pengemis dengan lembaran uang sepuluh ribuan tentu butuh pengorbanan tinggi. Penemispun amat sangat jarang menrimanya.
Membicarakan uang kembali dengan pengemis memiliki nilai strategis lain. Anda akan belajar membicarakan uang. Melatih diri untuk berbicara tanpa beban tentang masalah uang. Dengan cara ini maka terbukalah kesempatan untuk mempelajari uang lebih lanjut. Mempelajari uang untuk meningkatkan kemampuan Anda dalam mendayagunakannya guna mencapai tujuan mulia dalam hidup. Kemuliaan duna akhirat. Ayo!
RSI SAKINAH MOJOKERTO telp/sms : +6285648280307
BalasHapus