Kamis, Juni 04, 2009

MAJALAH YATIM EDISI MEI 2008

Profil
Mohammad Nadif
Jangan Pernah Berhenti Belajar

Keinginannya untuk dapat melanjutkan kuliah akhirnya terpenuhi, setelah diterima di MEC (Mandiri Enterpreneur Center) YP3IS, Jurusan Akuntansi, sejak tahun 2007 lalu. Pemuda bernama lengkap Mohammad Nadif ini, sejak masih tinggal di Pasuruan memang memiliki keinginan untuk tetap terus menempuh pendidikan sekolah.

“Bagi saya, untuk terus menimba ilmu itu suatu hal yang sangat penting. Jadi kita jangan pernah berhenti belajar. Kita kalau tidak punya ilmu pasti akan sibuk mengejar suatu pekerjaan tersebut, sedangkan kalau kita mempunyai ilmu yang lebih tinggi, dapat dipastikan pekerjaan itu akan datang dengan sendirinya. Jadi saya akan tetap terus belajar sampai kapanpun. Hal tersebut sudah terencana sejak dulu,” tekad pemuda kelahiran Pasuruan pada 15 Januari 1987, ketika ditemui MAYA diruang kerjanya yang nyaman tersebut.

Untuk itu, Mohammad Nadif mengucapkan banyak terima kasih dan bangga bisa diterima kuliah gratis di MEC YP3IS. Meski untuk sampai ke MEC dari Pasuruan, seorang diri tanpa didampingi keluarga, toh tidak melunturkan semangat bekerja keras untuk bisa tetap sekolah dan hidup mandiri. Kedepannya nanti, selepas lulus dari MEC ia ingin melanjutkan sekolah bahasa Inggris ataupun Komputer. “Karena saya berpikiran saat ini hingga kedepan nanti komputer dan bahasa Inggris sangatlah dibutuhkan. Setelah itu saya ingin membuat usaha sendiri, yakni membuka studio foto dan membuka khursus bahasa Inggris,” ujar anak keenam dari delapan bersaudara tersebut.

Tetapi untuk mewujudkan itu semua, harus didukung oleh kerja keras dan giat menabung. Dan Mohammad Nadif pun memulainya dari sekarang, yakni dengan cara bekerja terlebih dahulu. Dan beberapa waktu lalu, ia berhasil diterima bekerja di Institute of Tanggung Rentang.

“Untuk sekarang, tidak perlu terlalu memikirkan ‘urusan perut’. Entah bagaimana caranya, yang penting harus bisa menabung. Dan syukur Alhamdulillah, Allah mendengar doa dan keinginan saya, karena saya sekarang telah diterima kerja di Institue of Tanggung Renteng (ITR),” terang alumni SD Krapyak Rejo (Inpres) Pasuruan tersebut. Di perusahaan yang terletak di Wisma Dharmala, Jalan Panglima Sudiarman No 101-103, Mohammad Nadif diangkat menjadi staff Operasional.

“Kelak penghasilan saya dari bekerja di sini, saya gunakan sebagian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari baik ketika masih kuliah di MEC maupun kelak selepas dari MEC. Sebagian lagi saya berikan untuk membantu ibu di Pasuruan, dan sisanya untuk ditabung,” harap pemuda yang berkeinginan kelak bisa menunaikan haji bersama sang ibu.(bam)


Kisah

Yeni Permitasari

Rajin Ikut Lomba

Meskipun sejak duduk dibangku sekolah dasar kelas VI telah berstatus anak yatim, tapi toh tekadnya untuk bisa terus belajar dan berprestasi tetap membara dalam dirinya dan dijadikan cambuk untuk terus bisa menjadi orang yang sukses dunia dan akherat.

Yeni Permitasari, nama lengkap gadis kelahiran Pati, Jawa Tengah, pada tanggal 14 Desember 1990 ini. Gadis murah senyum ini, sejak kelas II SMP Negeri I Balong Bendo telah tinggal di Panti Asuhan Aisyiyah Balong Bendo hingga saat ini, kelas III SMK Pemuda, Krian.

Ketika mulai tinggal di panti asuhan penerima Dana Bantuan Pendidikan YP3IS sebesar Rp 3.402.000 tersebut, Yeni Permitasari telah banyak mengikuti berbagai lomba. Mulai dari lomba membaca puisi, lomba kaligrafi, lomba memasak hingga lomba desain koran. Lomba tersebut diadakan dari tingkat antar kelas disekolahnya baik SMP maupun SMK, sampai tingkat Propinsi Jawa Timur.

“Kalau lomba kaligrafi tingkat Kecamatan Krian, Alhamdulillah saya meraih juara II, saat itu saya kelas III SMK. Sedangkan lomba memasak antar remaja Muhammadiyah, berhasil meraih juara III ketika saya masih kelas II SMK. Selain itu saya juga mengikuti lomba kaligrafi se-Jawa Timur, saat kelas II SMK,” terang gadis yang hobi memasak nasi goreng ini, ketika ditemui MAYA, Senin (31/3), di Panti Asuhan Aisyiyah, Balong Bendo.

Sedangkan lomba yang diadakan antar kelas, yakni lomba kaligrafi ketika masih kelas II SMK berhasil meraih juara II. Dan juara I, juga lomba kaligrafi antar kelas, ketika Yeni Permitasari kelas III SMK, serta juara I lomba desain koran antar kelas di SMK Pemuda, Krian. Baginya, status anak yatim itu bukan dijadikan halangan atau alasan untuk tidak dapat berprestasi. Bahkan Yeni Permitasari rela meninggalkan kampung halamannya di Pati, Jawa Tengah, hingga tinggal di Panti Asuhan Aisyiyah, balong Bendo, demi untuk bisa melanjutkan sekolahnya ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

“Ya, sejak bapak (Kastawi) meninggal dunia karena sakit, ibulah yang harus banting tulang memenuhi kebutuhan keluarga kami. Mulai dari biaya hidup sehari-hari hingga biaya sekolah. Hal inilah yang membuat saya berfikir untuk meringankan beban ibu tersebut dengan tinggal bersama paman di Mojokerto, yang bersedia untuk membiayai sekolah saya,” ujar gadis yang senang menonton film horor ini sembari membetulkan letak duduknya.

Keyakinannya inilah yang membuat tekadnya semakin kuat untuk meninggalkan ibu (Suparni) dan adik-adiknya. Karena menurut Yeni Permitasari, dengan penghasilan ibunya yang bekerja sebagai buruh tani, jelas tidak akan sanggup membiayainya untuk meneruskan sekolah hingga lulus SMA.

“Kalau saya terus tinggal di Pati, saya tidak akan bisa melanjutkan sekolah lagi. Bahkan, mungkin saya hanya bisa sekolah setamat SD saja, karena ibu sudah tidak mampu lagi untuk membiayai sekolah saya. Karena saya juga adalah anak pertama, jelas saya akan menggantikan posisi ibu saya kelak untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga kami. Untuk itu saya harus punya pendidikan yang tinggi dan mempunyai keterampilan dan keahlian untuk menunjang mencari pekerjaan,” ujarnya.

Akhirnya, mulai kelas VI SD hingga kelas II SMP Negeri I Balong Bendo, Krian, Yeni Permitasari tinggal dan dibiayai oleh seorang pamannya (Samsi) di Perum Japan Raya Mojokerto. Kemudian menginjak SMP, Yeni Permitasari mempunyai seorang teman yang tinggalnya di Panti Asuhan Aisyiyah, Balong Bendo tersebut. Gadis murah senyum ini bahkan mulai sering bertandang ke panti penerima bantuan guru dari YP3IS untuk sekedar bermain.

Dari situlah, ia mulai tertarik dengan lingkungan dan kehidupan di panti asuhan ini. Bahkan banyak anak asuhnya yang berstatus sama dengannya, yakni sebagai anak yatim. Selain itu, dipanti yang pernah menjadi tempat pembinaan guru panti YP3IS, ajaran agama sangat ditanamkan kepada anak asuhnya.

“Tak hanya itu, dengan tinggal dipanti, biaya sekolah hingga lulus SMK dan biaya hidup sehari-hari ditanggung pihak Panti Asuhan Aisyiyah. Tujuan saya juga ingin memeluk Islam yang sepenuhnya, bukan yang setengah-setengah,” terangnya.

Selama dipanti, Yeni Permitasari merasakan banyak perubahan dalam dirinya, yakni perubahan menuju kebaikkan. Ia pun bisa menjalankan shalat lima waktu, bisa mengaji dan belajar dengan tenang.

Kedepannya nanti, selepas lulus SMK, gadis ini sangat mendambakan untuk bisa melanjutkan kuliah. Itupun kalau ada biaya, jika tidak ada biaya kuliah, ia ingin bekerja terlebih dahulu. “Karena untuk bisa membiayai kuliah, jalan satu-satunya saya harus bekerja terlebih dahulu. Serta menabung sebagian hasil kerja saya untuk biaya kuliah lagi,” ujarnya.

“Selain itu, Kalau Allah mengijinkan, saya ingin bisa memiliki restoran yang menu utamanya nasi goreng. Sebab saya memang senang dengan memasak sejak kecil hingga disekarang ini. Dengan mempunyai keahlian memasak, Insyaallah, saya bisa mendapat penghasilan dari usaha membuka restoran tersebut. Dan satu hal lagi yang saya dambakan sejak masih kecil hingga sekarang, yakni bisa menunaikan ibadah haji,” lanjutnya mengakhiri.(bam)


Berkah

H. Suwarno SH

Panitera/Sekretaris Pengadilan Agama Kota Kediri

Sering Dapat Rejeki Tak Terduga

Tidak rugi kalau mengeluarkan sebagian dari penghasilan selama sebulan bekerja, untuk menyantuni anak-anak yatim yang sangat membutuhkan. Yang pasti, banyak sekali berkah yang akan didapat dari Allah setelahnya. Itulah pendapat yang diutarakan H. Suwarno SH, mengenai berkah menyantuni anak yatim di panti asuhan. “Jadi tiap bulan penghasilan saya akan langsung sisihkan sebagian untuk anak-anak yatim. Filosofi saya, kalau harta kita tidak dikeluarkan, maka itu akan semakin memberatkan kita sendiri. Jadi kalau ingin hidup enak menurut saya, yakni keluarkan harta kita untuk membantu anak yatim. Kalau hal tersebut tidak dipakai, ya kita akan rugi sendiri tidak mendapat berkah dari Allah,” papar pria kelahiran Bangkalan pada tanggal 14 Oktober 1958 ini, ketika ditemui MAYA Sabtu (5/4), dirumahnya.

Lebih lanjut H. Suwarno menuturkan, sudah sejak lama ia melakukan kebiasaan untuk peduli terhadap nasib anak-anak yatim dan juga pendidikannya. Pasalnya ia sangat yakin, kalau semua yang didapatnya selama didunia ini adalah dari pemberian Allah, yang sewaktu-waktu bisa diambil kembali oleh-Nya. “Bahkan saya punya pengalaman, kalau penghasilan kita sebagian tidak dikeluarkan untuk anak yatim, maka Allah itu menciptakan suatu kondisi seperti akan mengambil kembali harta pemberian-Nya tersebut. Contohnya, ketika kita tidak menyisihkan penghasilan untuk anak yatim, pasti ada saja kejadian entah itu seperti anak sakit, sehingga membutuhkan berobat ke dokter. Dan terkadang nilainya untuk biaya berobat tersebut, yakni sebesar ketika kita menyantuni anak yatim. Jadi khan, kadang-kadang saya merasa sayang untuk berhenti mengeluarkan sebagian harta kita untuk anak yatim,” jelas Ketua Silahturahmi Keluarga Madura (SUKMA), kota Kediri, yang berdiri sejak 15 Februari 2008.

Dan awalnya, ia sempat pula mencari-cari sebuah lembaga yang mengurusi khusus anak-anak yatim dan amanah, untuk menyalurkan sebagian dari penghasilannya, saat pertama kali bertugas di kota Kediri.

“Begitu saya bertemu dengan YP3IS, saya langsung tertarik untuk ikut menjadi donatur bagi anak-anak yatim. Dan saya juga langsung ikut program orang tua asuh dengan mengambil satu orang anak. Lalu tak lama kemudian, istri saya juga saya ikutkan untuk menjadi donatur di YP3IS Cabang Kediri tersebut, dengan mengambil satu anak asuh juga. Kemudian menyusul anak saya yang perempuan juga saya ikutkan menjadi donatur YP3IS, juga mengambil satu anak asuh,” ujar bapak enam anak yang juga menjabat Panitera/Sekretaris Pengadilan Agama Kota Kediri tersebut.

Sejak saat itulah H Suwarno rutin mengeluarkan 10% dari penghasilannya selama sebulan bekerja untuk disalurkan kepada anak-anak yatim melalui YP3IS Cabang Kediri. “Karena ikut peduli dan menyantuni anak yatim tersebut sudah ada didalam Al-Quran, sehingga kebiasaan itu harus ditumbuhkan kepada setiap umat muslim,” himbaunya. Bahkan tak hanya wajib mengeluarkan 10% dari penghasilannya untuk anak yatim, H Suwarno juga mempunyai target untuk menaikkannya menjadi sepertiga dari pendapatannya untuk anak-anak yatim. Meski dalam prakteknya cukup memberatkan, karena harus menghidupi satu istri dengan enam anak, toh ia berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi targetnya tersebut.

Menjadi donatur untuk anak yatim tak hanya dilakukannya dirumah, dikantornya pun H Suwarno juga mengajak atasannya, yakni Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Agama Kota Kediri, guna bergabung menjadi donatur anak-anak yatim melalui YP3IS Cabang Kediri. “Selain itu saya juga berusaha untuk mengajak teman-teman sesama dari Madura untuk menjadi donatur bagi anak yatim di YP3IS. Sekecil apapun yang mereka keluarkan, saya akan merasa sangat senang sekali,” jelasnya.

Karena ia sangat yakin kalau mau peduli dan menyantuni anak yatim tersebut, Allah akan memberikah berkah yang kadang-kadang tidak diduga sebelumnya. “Dengan menyantuni anak-anak yatim, saya merasakan ganti dari Allah itu hanya berselang sekitar dua hari setelah kita mengeluarkan sebagian harta kita untuk anak yatim, hal ini yang saya nilai sangat luar biasa sekali. Kadang-kadang begitu kita mengeluarkan untuk anak yatim itu ya, tak lama kemudian langsung diganti oleh Allah. Cuma kadang-kadang sifat manusia itu, sudah tahu manfaat menyantuni anak yatim seperti itu, kok ya masih ada orang yang merasa berat untuk mengeluarkan sebagian penghasilannya untuk membantu anak yatim. Padahal menurut saya, sangat disayangkan kalau sampai kita tidak mengeluarkan sebagian penghasilan kita untuk mereka,” kata H Suwarno.

Dan berkah dari Allah itu dapat ia rasakan setelah menjadi donatur di YP3IS. Ketika itu salah satu anaknya yang tinggal dan kuliah di Madura meminta uang untuk biaya kuliah.

Dan secara bersamaan, satu anaknya lagi yang juga tinggal dan kuliah di kota lainnya meminta uang untuk membeli buku. Belum lagi ia harus memenuhi kebutuhan istri dan anak yang lain tinggal bersamanya di Kediri. Padahal menurut pengakuan H Suwarno, gaji perbulannya sekitar Rp 3 Juta, jelas sangat pas-pasan sekali, dan hal ini tidak membuatnya merasa khawatir memenuhi kebutuhan keluarganya, dengan tetap menyantuni anak yatim. “Syukur Alhamdulillah, tidak begitu lama, ada saja rejeki yang tiba-tiba datang. Sehingga saya bisa memenuhi kebutuhan keluarga saya,” kenangnya. Tak berhenti sampai disitu, berkah yang lain pun sudah menantinya tanpa ia duga sebelumnya. Yakni, ketika H Suwarno beberapa waktu lalu dipanggil pimpinannya ke Surabaya untuk urusan pekerjaan. Dan ia pun lantas berangkat ke Surabaya.

“Sesampainya di Surabaya, syukur Alhamdulillah, ternyata saya diberitahu pimpinan akan mendapatkan jatah sebuah mobil dinas. Itu khan salah satu pemicu, kalau kita selalu peduli terhadap nasib anak-anak yatim. Jadi orang itu kalau ingin mendapat berkah dan rahmat dari Allah itu, perhatikan saja hal-hal seperti menyantuni anak yatim, jangan malah ditinggalkan, pasti ada hal-hal yang tidak kita duga sebelumnya,” kata pria yang baru setahun bertugas di Kediri ini. H Suwarno juga merasa bersyukur dengan hadirnya YP3IS di Kediri, karena lembaga tersebut merupakan penjembatan antara masyarakat yang ingin membantu, dengan anak-anak yatim yang membutuhkan bantuan. “Saya berharap kepada YP3IS Cabang Kediri, teruslah gali potensi di Kediri, Insyaallah bagus kok. Jadi rugi kalau ada yang menolak petugas dari YP3IS. Saya juga ingin berpesan kepada masyarakat, bagi yang sudah menjadi donatur untuk anak yatim, jangan berhenti sampai disitu saja, coba kita tingkatkan lagi nilai donasi kita. Sedangkan yang belum menjadi donatur, segera mungkin mendaftarkan diri melalui YP3IS, karena berkah dari Allah sudah menunggu kita,” harapnya.(bam)


Rihat

Menuju Sukses Hakiki

Pada Kamis (20/3), Q-Sukses Management mengadakan pelatihan untuk para trainer dan calon trainer bertema Muslim Trainer Energize Forum, bertempat di Ruang Auditorium Indosat, Jalan Kayun, Surabaya. Acara tersebut menghadirkan pembicara Ir Heru SS MM, yakni Direktur Q-Sukses Management Indonesia.

Dalam paparannya, Heru SS banyak memberikan motivasi dan strategi menuju sukses, dihadapan sekitar 100 peserta. “Mari kita memotivasi diri kita untuk menjadi sukses, karena Allah memberikan banyak kesempatan kepada kita untuk bisa menjadi sukses,” kata penulis buku Mapping: Inspirasi Qur-ani – Strategi Sukses Hakiki.

Menurutnya, potensi negeri ini berupa sumber daya manusia dan alamnya merupakan modal utama untuk sukses. Potensi tersebut hendaknya disyukuri, diberdayakan bersinergi untuk dapat meraih peluang.

“Banyak peluang dan tantangan pada bangsa kita, janganlah kita terlena. Mari kita tampilkan prestasi dan buang rasa frustasi. Kedepankan persamaan, toleransi perbedaan. Rangkul segala potensi dan jalin sinergi. Hilangkan kemubadziran, bangun kekuatan,” ujar Heru SS.

“Agar dalam menuju sukses yang hakiki tersebut tidak salah jalan, maka hendaknya kita membaca, memahami dan menginspirasi dari Al-Quran. Karena, Al-Quran adalah full inspiring bagi umatnya,” lanjutnya. Acara tersebut diakhiri dengan pendeklarasian Asosiasi Trainer Muslim (ATM) Indonesia.(bam)

Humor

Apakah Sebanding…!

Ada seseorang pembeli burung Kakaktua. Dia lalu mengajari burung itu untuk mengulangi kata ‘Biduni Syak’ (tidak diragukan lagi).

Setelah Kakaktua itu bisa menirukan kalimat yang diajarkan, dia membawa burung itu kepasar untuk dijual. Datanglah seseorang yang ingin membelinya. Calon pembeli ini menanyakan harganya.

Pemilik burung menjawab: “Harganya lima puluh ribu rupiah.”

Calon pembeli lantas berkata kepada burung itu: “Apa kamu sebanding dengan harga itu?”

Dengan cepat burung itu menyahut: “Biduni Syak (tidak diragukan lagi).”

Pembeli sangat senang, lalu dia segera membelinya. Akan tetapi setiap kali pembeli tadi berkata pada burung itu, burung itu hanya menyahut ‘Biduni Syak’. Sehingga orang itu kesal dan berkata: “Alangkah bodohnya aku karena telah membelimu.”

Burung itu lantas menyahut: “Biduni Syak (tidak diragukan lagi).” (dari buku Humor orang-orang cerdik & Bijak, Abdurrahman Bakar, hal: 4)

Konsultasi Agama

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz Navis yang terhormat, saya adalah ibu rumah tangga dengan satu orang anak. Saya ingin menanyakan:

  1. Saya tidak hafal masa haid saya karena tidak teratur, tapi bila di pakaian dalam saya ada seperti darah putih dan bercak warna cokelat, apakah kita tidak boleh shalat?
  2. Hal-hal apa saja yang bisa membatalkan shalat bagi wanita?

Demikian pertanyaan dari saya. Dan saya tunggu jawaban dari Ustadz, terima kasih.

Sri W.

Surabaya

Jawaban:

Ibu Sri yang saya hormati. Haidl atau menstruasi adalah darah yang keluar dari puncak rahim wanita dalam keadan sehat tidak karena sakit atau melahirkan, pada maasa tertentu. Ketika Rasulullah ditanya tentang darah haidl beliau menjawab: Itu sesuatu yang sudah ditentukan oleh Allah SWT kepada wanita banati Adam. Dari penjelasan diatas dapat pengasuh jelasakan pertanyaan anda:

1. Untuk mengetahu darah haidl dapat diketahui dengan dua cara, pertama, dengan jenis darah atau warna darah. Dijelaskan bahwa darah haidl itu warnamya kehitam-hitaman kemudian kemerah-merahan, samapi kekuning-kungan lalu stelah itu bersih. Atau bisa melalui analisa medis dari seorang dokter yang ahli bahwa darah yang keluar itu darah menstruasi atau bukan. Yang kedua, dengan cara mengetahui waktu keluarnya. Dari hasil penelitian Imam Syafi'I disimpulkan bahwa waktu keluarnya darah haidl itu sehari semalam, biasanya 6/7 hari dan paling banyak itu 15 hari. Jika keluar diluar itu maka termasuk darah istihadlah. Ibu Sri W. Untuk mennetukan masa haidl anda yang tidak teratur. Maka jika keluar darah lebih dari 15 hari atau warna darah tidak seperti biasanya ketika ibu keluar darah haidl, maka itu darah istihadlah. Bagi orang yang istihadlah tetap wajib shalat dengan cara mandi haidl dulu kemudian setiap waktu harus membersihkan, menggunakan pembalut, wudlu' dan segera shalat, walaupun pada saat shalat keluar darah tidak batal shalatnya karena termasuk dawam al hadats ( orang yang tidak bisa suci). Dan shalatnya sah tidak harus diqadla'.

2. Hal-hal yang dapat membatalkan shalat bagi wanita adalah: 1. makan dan minum dengan sengaja. 2. berbicara yang sengaja diluar kemaslahatan shalat. 3. bergerak yang banyak sampai 3X berturut-turut. 4. meninggalkan rukun atau syarat shalat dengan sengaja dan tanpa udzur. lebih jelas ibu bisa tanya pada ustadzah terdekat sehingga tidak salah faham. Wallahu a'lam bisshawab

Afwan. tahadduts binnikmah laa fakhr. beberpa bulan yang lalu al hamdulillah saya sudah menyelesaikan program S2 konsentrasi hukum Islam. jadi kalau mau ditulis lengkap nama saya: H. Abdurrahman Navis, Lc. M.HI. syukron

Konsultasi Keluarga

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz Hasan yang saya hormati. Saya wanita berusia 25 tahun dan belum menikah. Saya sangat tersiksa dan hati saya tidak pernah tenang selama hidup ini. Berbagai cara saya coba untuk bisa tulus menyayangi ibu saya. Sejak berusia 3 bulan sampai saya tamat SD, saya diasuh oleh nenek dari pihak ibu. Pas mau SMP saya baru tinggal dengan ibu dan ayah tiri saya. Nenek pun tak tahu siapa ayah kandung saya, dan saya pun tak berani bertanya pada ibu.

Sejak saya tinggal bersama ibu itulah penderitaan lahir batin dimulai. Ibu saya selalu menyiksa saya.

Bahkan yang lebih menyakitkan lagi, kata-kata kasar ibu pada saat marah selalu menyebut saya anak haram, anak sial, dan banyak lagi. Penderitaan itu terus saya rasakan sampai kuliah. Sudah besar pun saya masih sering menerima pukulan ibu. Saya hanya bisa bersabar, karena saya ingin menyelesaikan studi saya. Ayah tiri saya cuek melihat keadaan tersebut.

Singkat kata, akhirnya setelah lulus kuliah, alhamdulillah saya langsung diterima kerja di sebuah perusahaan swasta. Penghasilan saya terus meningkat, dan saya walau masih gadis sudah bisa beli rumah dan mobil. Sejak saya mandiri dan penghasilan saya bagus, kini ibu sangat baik sekali dan berubah 360 derajat. Nah, saat ini justru saya sangat dendam pada ibu saya. Di depan ibu, muka saya manis kadang juga sinis, tapi hati saya sebenarnya sangat benci. Ayah tiri saya kini sudah pensiun, jadi ibu sering minta uang pada saya. Saya sih selalu ngasih, tapi hati saya tidak ikhlas. Intinya saya benci dan sangat dendam pada ibu.

Tapi, saya ingin sekali mencoba untuk bisa sayang dengan tulus dan ingin seperti teman-teman saya, bisa berpelukan dengan ibu, bisa curhat sama ibu. Hal itu belum pernah saya lakukan. Bahkan Hari Raya Idul Fitri saja saya hanya cium tangan, itu pun hati saya masih saja tidak ikhlas.

Saya tahu menyimpan benci dan dendam adalah salah, tapi rasa itu tidak pernah bisa saya hilangkan. Ada dua kata yang selalu terngiang di telinga saya, yaitu saat ibu saya bilang bahwa saya anak haram dan anak sial.

Yang ingin saya tanyakan kepada Ustadz Hasan:

  1. Apakah saya termasuk anak durhaka, dengan perlakuan saya sekarang kepada ibu saya?
  2. Saya ingin jadi anak yang berbakti pada ibu, tapi selalu tidak bisa, karena saya masih ingat dan sakit hati dengan siksaan ibu yang dahulu. Saya harus bagaimana, Ustadz?

Terima kasih atas jawaban Ustadz, semoga Allah memberikan petunjuk bagi saya melalui jawaban Ustadz.

Wassalam,

Ari.-

Jawaban:

Waalaikumussalam Wr. Wb.

Saudariku, tidak satupun manusia yang tidak punya persoalan, baik pribadi, keluarga atau lainnya. Tidak semua orang bisa menyikapi persoalan dengan baik. Ada yang menjadikan persoalan, sebagai ladang ilmu. Dia terus-menerus mencari hikmah atau pelajaran dari selurus proses yang terkait dengan persoalan itu. Dia menjadi dewasa dan tidak gampang sedih apalagi stres. Tapi ada juga yang tidak siap dan menjadi sengsara dengan bermunculannya persoalan. Syetan terus-menerus berupaya untuk menghancurkan kehidupan menusia, dia ingin menjerumuskannya kejurang kenistaan. Dia tidak rela jika ada manusia yang tetap enjoy ketika dirundung masalah.

Saudariku, jangan sedikitpun merenungi masa lalu tanpa kesudahan. Jadikan masa lalu yang positif untuk dikembangkan, masa lalu yang negatif untuk diambil pelajaran. Apapun yang terjadi pada diri anda, apalagi yang sama sekali tidak anda ketahui, misalnya tentang bapak, jangan menyebabkan hidup tidak indah. Fahami bahwa Allah yang menciptakan manusia, cukuplah Allah sebagai tempat bertanya, mengadu dan kembali. Berhati-hatilah dengan menyelinapnya syetan kedalam hati.

Saudariku, sadari bahwa Allah telah begitu banyak memberikan kemudahan pada anda. Kondisi yang anda alami selalu dalam perhatian sang Pencipta yang selalu menyayangi hamba-Nya. Kesabaran anda telah dibalas oleh Allah dengan balasan yang begitu banyak. Keadaan seperti itu menjadikan syetan mengubah strateginya, yaitu menjerumuskan anda dengan meniupkan perasaan dendam yang bisa menjurus pada sikap durhaka. Itulah penyakit hati. Tentu akan banyak lagi penyakit hati yang akan muncul yang diakibatkan oleh dendam itu. Alangkah gembiranya syetan, yang ternyata perubahan strateginya membuahkan keberhasilan.

Saudariku, akan halnya pertanyaan anda :

  1. Ya. sikap anda seperti itu adalah sikap durhaka. Dan ingat, syetan akan membisiki anda dengan terus mengingatkan perilaku ibu yang tidak wajar. Saudariku, masing-masing orang akan diminta pertanggung jawaban atas perbuatannya. Bersikaplah baik terhadap siapapun yang menyakiti anda, senyumlah terhadap orang yang bermuka masam terhadap anda. Janganlah membalas dengan balasan yang tidak baik, tetapi balaslah dengan balasan yang sebaik mungkin, Allah pasti akan membalas kebaikan anda.
  2. Keinginan anda sesuai dengan perintah Allah. Lakukan, pasti Allah akan memberikan kekuatan dan memberikan hidayah. Agar bisa mendapatkannya, maka :
    1. Perbanyak dzikir, istighfar (meminta ampun pada Allah untuk diri sendiri dan orang tua). Berdoalah agar diberi hidayah.
    2. Fahami bahwa ingatan anda akan perilaku ibu yang tidak baik adalah bagian dari bisikan-bisikan syetan yang harus anda hindari. Mintalah perlindungan pada Allah dengan memperbanyak “TAAWWUDZ a’udzu billahi minassyaithonirrojim ”
    3. Baca doa: “Ya Allah, satukan hati kami dan damaikan diantara kami.“ “Tanamkan rasa saling menyayangi diantara kami.“

Semoga Allah memberikan hidayah pada anda dan orang tua anda. Amin

Siroh

Utusan Tsaqif Menyatakan Masuk Islam

Ibnu Ishaq meriwayatkan bahwa Nabi SAW sampai di Madinah dari perjalanan ke Tabuk pada bulan Ramadhan. Pada bulan ini juga utusan Tsaqif datang menemui Rasululullah SAW. Sebelumnya mereka telah berunding dan memutuskan bahwa mereka tidak punya kesanggupan untuk menghadapi orang-orang Arab disekitar mereka. Mereka semua telah berbai’at dan menyatakan diri masuk Islam.

Kemudian mereka mengirim beberapa utusan yang dipimpin oleh Kinanah bin Abdu Yalil. Menjelang masuk kota Madinah mereka ditemui oleh Mughirah bin Syu’bah mengajarkan bagaimana cara mengucapkan salam ketika bertemu Rasulullah SAW, tetapi mereka tidak melakukannya bahkan tetap menggunakan cara jahiliyah ketika mereka menemui Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW kemudian menempatkan utusan Tsaqif ini di masjid dan membangun sebuah kemah untuk mereka supaya dapat mendengarkan Al-Qur’an dan melihat orang-orang melaksanakan shalat. Utusan ini tinggal di Madinah selama beberapa hari.

Berkali-kali mereka menemui Rasulullah SAW. Demikian pula Rasulullah SAW datang berkali-kali menemui mereka guna menyampaikan ajaran Islam kepada mereka. Ibnu Sa’ad meriwayatkan bahwa Nabi SAW mendatangi mereka setiap malam setelah shalat Isya’. Nabi SAW berdiri dihadapan mereka menyampaikan penjelasan sampai kedua kaki beliau letih.

Utsman bin Abil ‘Ash adalah orang yang paling muda diantara utusan Tsaqif tersebut. Apabila mereka pergi ke majelis Rasulullah SAW , ia ditinggal dikemah. Bila utusan itu kembali, ia kembali menemui Rasulullah SAW dan bertanya tentang agama serta minta dibacakan Al-Quran. Berkali-kali Utsman bin Abil Ash datang belajar kepada Rasulullah SAW sampai benar-benar memahami Islam. Jika ditemukannya Rasulullah SAW sedang tidur maka ia menemui Abu Bakar. Apa yang dilakukan ini tidak diberitahukan kepada teman-temannya sehingga Rasulullah SAW merasa kagum dan mencintainya.

Akhirnya, Islam merasuk kedalam hati mereka. Sebelum menyatakan diri masuk Islam, Kinanah bin Abdu Yalil bertanya kepada Rasulullah Saw: “Bagaimana tentang zina, sesungguhnya kami adalah kaum yang suka bepergian sehingga kami tidak bisa lepas darinya?”

Nabi SAW menjawab: “Zina adalah haram, Allah telah berfirman: “Janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya ia adalah perbuatan yang keji dan jalan yang nista”.

Mereka bertanya lagi: “Bagaimana tentang riba? Sesungguhnya seluruh harta kami berasal dari riba?”

Nabi SAW menjawab: “Kalian hanya boleh mengambil pokok harta kalian, sesungguhnya Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman”.

Mereka bertanya lagi: “Bagaimana tentang khamar? Sesungguhnya ia adalah perasan dari buah-buahan hasil pertanian kami yang tidak dapat kami elakkan?” Nabi SAW menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkannya”. Mereka juga meminta agar dibebaskan dari kewajiban shalat.

Lalu Nabi SAW menjawab: “Tanpa shalat, agama tidak mempunyai kebaikan apapun juga”.

Mereka juga meminta agar berhala yang mereka sembah dibiarkan selama 3 tahun, baru kemudian boleh dihancurkan. Namun Rasulullah SAW menolak permintaan tersebut.

Kemudian mereka meminta tenggang waktu setahun, tetapi Rasulullah SAW tetap menolak untuk memberikan tenggang waktu bagi penghancuran berhala tersebut.

Kemudian mereka berkata kepada Rasulullah SAW: “Kalau begitu, kamulah yang menghancurkannya. Kami tidak akan menghancurkannya selama-lamanya”.

Rasulullah SAW menjawab: “Aku akan mengutus orang yang akan menghancurkannya”.

Akhirnya mereka berpamitan kepada Rasulullah SAW, mereka diijinkan pergi oleh Nabi SAW dengan diiringi penghormatan dan do’a pelepasan. Utsman bin Abil Ash ditunjuk oleh Nabi SAW sebagai Amir mereka mengingat kesungguhannya dalam ber-Islam. Sebelum pergi ia telah mempelajari beberapa surat dalam Al-Quran.

Setelah keberangkatan mereka, Rasulullah SAW memberangkatkan rombongan dibawah pimpinan Khalid bin Walid, diantara rombongan terdapat Mughirah bin Syu’bah dan Abu Sofyan bin Harb, guna menghancurkan berhala yang bernama Lata.

Ketika berhala itu dihancurkan, orang-orang wanita Tsaqif keluar seraya menangis menyesali dan meratapi berhala itu. Ketika Mughirah memukul berhala itu dengan kampaknya, Abi Sofyan meledek: “Aduh, kasihan kamu”, seraya menirukan ratapan wanita-wanitaTsaqif terhadap berhala itu.

Ibnu Sa’ad berkata didalam Thabaqat-nya meriwayatkan dari Mughirah ra: Kemudian Tsaqif masuk Islam. Aku tidak mengetahui kabilah Arab yang lebih kuat keislamannya dari Tsaqif.

Berikut ini adalah beberapa pelajaran dan hukum yang dapat kita ambil dari peristiwa tersebut:

  1. Boleh menempatkan orang musyrik kedalam masjid jika diharapkan ke-Islamannya.
  2. Perlakukan yang baik terhadap para utusan dan orang-orang yang meminta keamanan.
  3. Orang yang berhak memegang kepemimpinan adalah orang yang paling mengerti Al-Quran.
  4. Kewajiban menghancurkan berhala

(dari sirah nabawiyah hal: 416)

Doa

Syukur

Rabbi auzi’nii an asykura ni’matakallatii an-‘amta ‘alayya wa ‘alaa waa lidayya wa an-a’mala shaalihan tardhaahu wa adkhilnii birahmatika fii ‘ibaadikashshaalihiin.

Artinya:

Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan pada ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu kedalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih.(QS, an-Naml, 27:19) (dari buku Doa, Dr Miftah Faridl, hal:65)

Hikmah

Permohonan Si Kaya dan Si Miskin

Nabi Musa AS memiliki ummat yang jumlahnya sangat banyak dan umur mereka panjang-panjang. Mereka ada yang kaya dan juga ada yang miskin. Suatu hari ada seorang yang miskin datang menghadap Nabi Musa AS. Ia begitu miskinnya pakaiannya compang-camping dan sangat lusuh berdebu.

Si miskin itu kemudian berkata kepada Baginda Musa AS: "Ya Nabiullah, tolong sampaikan kepada Allah SWT permohonanku ini, agar Allah SWT menjadikan aku orang yang kaya.

Nabi Musa AS tersenyum dan berkata kepada orang itu: "Saudaraku, banyak-banyaklah kamu bersyukur kepada Allah SWT.

Si miskin itu agak terkejut dan kesal, lalu ia berkata: “Bagaimana aku mau banyak bersyukur, aku makan pun jarang. Dan pakaian yang aku gunakan pun hanya satu lembar ini saja!” Akhirnya si miskin itu pulang tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya.

Beberapa waktu kemudian seorang kaya datang menghadap Nabi Musa AS. Orang tersebut bersih badannya juga rapi pakaiannya.

Si kaya itu berkata kepada Nabi Musa AS: "Wahai Nabiullah, tolong sampaikan kepada Allah SWT permohonanku ini agar dijadikannya aku ini seorang yang miskin, terkadang aku merasa terganggu dengan hartaku itu.”

Nabi Musa AS pun tersenyum, lalu ia berkata: "Wahai saudaraku, janganlah kamu bersyukur kepada Allah SWT.”

Lantas si kaya menjawab: “Ya Nabiullah, bagaimana aku tidak bersyukur kepada Allah SWT, Allah SWT telah memberiku mata yang dengannya aku dapat melihat. Telinga yang dengannya aku dapat mendengar. Allah SWT telah memberiku tangan yang dengannya aku dapat bekerja dan telah memberiku kaki yang dengannya aku dapat berjalan, bagaimana mungkin aku tidak mensyukurinya?" Akhirnya si kaya itu pun pulang ke rumahnya.

Kemudian yang terjadi adalah, si kaya itu semakin Allah SWT tambah kekayaannya karena ia selalu bersyukur. Sementara itu si miskin menjadi bertambah miskin. Allah SWT mengambil semua kenikmatan-Nya sehingga si miskin itu tidak memiliki selembar pakaianpun yang melekat di tubuhnya. Ini semua karena ia tidak mau bersyukur kepada Allah SWT.(dari 1001 Kisah teladan)


Kebersamaan

PT YEKAPE Surabaya

Yang Penting Keikhlasannya

Sudah kewajiban umat muslim untuk saling tolong-menolong kepada orang yang membutuhkan, terutama para anak yatim yang ingin melanjutkan sekolah demi masa depannya agar bisa hidup mandiri. Berangkat dari sinilah, karyawan PT YEKAPE Surabaya tertarik bergabung dengan YP3IS untuk sama-sama mempersiapkan masa depan anak yatim.

“Lebih tertarik yatim, karena membantu anak yatim itu sudah menjadi kewajiban sesama muslim. Kalau bukan kita, siapa lagi yang mau menolong mereka. Daripada mereka ditolong oleh orang-orang yang tidak jelas asal-usulnya serta mempunyai maksud-maksud yang tidak baik, khan kasihan mereka,” terang Ir Rinto Azhar, karyawan di bagian Arsitek Perencanaan, kepada MAYA, Kamis (3/4), diruang kerjanya.

Masih menurut pria kelahiran Surabaya pada tanggal 19 Juni 1960 ini, ketertarikannya dengan YP3IS dikarenakan lembaga tersebut benar-benar fokus untuk membantu anak yatim. Sehingga, ketika YP3IS masuk ke PT YEKAPE Surabaya pada tahun 1995, Rinto pun langsung bersedia bergabung dengan YP3IS untuk menjadi donatur bagi anak yatim. Tak hanya itu, bapak dua anak ini juga langsung ikut program Orang Tua Asuh YP3IS, dengan mengangkat satu anak asuh.

“Awalnya, hanya saya yang menjadi donatur. Sedangkan untuk program Orang Tua Asuh saya mengangkat satu anak asuh, karena saya harus menyesuaikan dengan penghasilan saya saat itu,” kata Rinto Azhar. Dan ketika penghasilannya bertambah lagi, Rinto pun lantas mengangkat satu anak asuh lagi, sehingga menjadi orang tua asuh untuk dua anak asuh.

Setelah itu ia mulai mengajak rekan-rekan yang di PT YEKAPE Surabaya untuk turut memikirkan nasib anak–anak yatim yang sangat membutuhkan pertolongan tersebut. “Hampir tiap hari saya menawari mereka, agar turut serta membantu anak-anak yatim yang sangat membutuhkan bantuan tersebut. Dan syukur Alhamdulillah, respon karyawan sini sangat baik dalam menyambut YP3IS. Sehingga lambat laun jumlah donatur di perusahaan ini semakin bertambah dengan cara getok tular,” jelasnya.

Tanpa mengalami kesulitan serta atas kesadaran para karyawan PT YEKAPE Surabaya, jumlah donaturnya pun meningkat menjadi 16 orang hingga sekarang. Bahkan untuk mempermudah dan lebih efisien dalam menarik donasi karyawan diperusahaan pembangunan perumahan tersebut, pendapatan mereka perbulan langsung dipotong staff bagian penggajian untuk didonasikan ke YP3IS.

“Kalau tidak dengan cara begitu, saya pasti mengalami kesulitan untuk menarik donasi mereka, sebab ada sebagian karyawan yang tiap harinya dilapangan. Kalau dengan cara potong gaji langsung, itu lebih mudah dan efisien. Yang paling penting, diawalnya saya meminta mereka keikhlasannya,” kata Rinto.

“Jika dihitung-hitung selama sebulan sekali kita menyisihkan untuk anak yatim itu tidak seberapa dibandingkan dengan penghasilan kita bekerja tiap bulannya. Ibaratnya, daripada uang tersebut dibelikan rokok, khan cepat habis dan kita tidak memperoleh pahala, khan lebih baik uang tersebut digunakan untuk membantu orang lain yang membutuhkan, yakni anak-anak yatim,” lanjutnya. Masih menurut Rinto, banyak alternatif yang diberikan YP3IS kepada donaturnya, dengan menyesuaikan tingkat kemampuan masing-masing donatur.

“Program di YP3IS itu saya nilai sangat bagus, karena memberikan banyak pilihan, yakni kalau tidak kuat membiayai anak asuh yang tingkat SMA, ya kita bisa mengangkat anak asuh yang tingkat SMP. Dan juga kalau tidak kuat mengangkat anak asuh tingkat SMP, ya mari kita bantu anak yatim paling tidak tingkat sekolah dasar. Yang terpenting, kita ikhlas membantunya,” papar Rinto Azhar.(bam)


Humor

Malam Tak terlupakan

Ada seseorang menginap disebuah hotel, akan tetapi ia tidak bisa tidur karena banyaknya serangga dihotel itu. Pagi harinya, dia berkata kepada direktur hotel: “Hotelmu tidak bersih, tidak pantas dibuat menginap.”

Setelah itu, dia bersama direktur hotel mengecek kamar. Akan tetapi, tidak ditemukan serangga kecuali seekor yang sudah mati diatas ranjang.

Direktur hotel berkata kepada orang itu: “Saya tidak menemukan serangga kecuali hanya seekor yang sudah mati.”

Orang itu berkata: “Betul, tapi anda tidak melihat puluhan teman-temannya yang dating melawat.” (dari buku humor orang-orang cerdik & bijak, hal: 6)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar