Nur Ainy Fardana S.Psi,M.Si
Dosen Fakultas Psikologi UNAIR Surabaya
Membangun Kreatifitas Anak Sejak Dini
Memiliki buah hati yang kreatif adalah keinginan para orang tua. Masalahnya, kreatifitas dapat tumbuh dengan melalui suatu proses. Dan proses tersebut sangat membutuhkan keterlibatan orang tua, yang sangat berperan penting dalam menentukan baik-buruknya masa depan si buah hati.
Oleh karena itu, untuk menciptakan anak yang kreatif tidak semudah yang dibayangkan. Butuh kerja keras, berkelanjutan dan kesabaran lebih untuk melalui tahapan-tahapan yang sesuai dengan perkembangan kemampuan berfikir si anak tersebut.
Hal ini seperti yang diungkapkan Nur Ainy Fardana S.Psi,M.Si, selaku Dosen Fakultas Psikologi UNAIR Surabaya, bahwa kreatifitas itu dapat tumbuh disebabkan adanya dorongan-dorongan dari luar dan juga karena keinginan si anak itu sendiri. “Dorongan dari luar itu misalnya orang tua harus bisa memfasilitasi si anak untuk mencoba hal-hal yang baru. Jadi misalnya, orang tua membiarkan anak untuk mencoba hal-hal baru tanpa menghalang-halanginya dengan ancaman-ancaman atau ketakutan-ketakutan. Hal ini bertujuan agar muncul keberanian dan kreatifitas pada diri buah hati kita,” kata Nur Ainy Fardana kepada MAYA ketika ditemui pada Kamis (2/3), di Fakultas Psikologi UNAIR
Nur Ainy Fardana kemudian mencontohkan ketika anak ingin mencoba atau belajar untuk menaiki atau memanjat, ataupun sedang mencoba menciptakan sesuatu yang baru dengan barang-barang milik orang tua, maka si orang tua tersebut tidak dengan serta-merta melarangnya.
“Jangan pula orang tua langsung memarahi si anak tersebut. Tetapi pahamilah dulu bahwa hal itu adalah bagian dari inovasi anak untuk melahirkan hal-hal yang baru, dan itu termasuk kreatifitas si anak,” ujar Ketua Pusat Terapan Psikologi Pendidikan ini.
Apalagi jika si anak melakukan kesalahan, hendaknya pula orang tua tidak langsung memarahinya. Pasalnya, jika orang tua langsung memarahi si buah hatinya, maka orang tua akan langsung memasung kreatifitas dan kecerdasan si anak itu sendiri. “Hal tersebut akan mengakibatkan anak akan merasa itu salah dan tidak dihargai, dan kalau itu sudah terjadi otomatis dorongan anak untuk melakukan aktifitas yang kreatif menjadi berkurang,” terang wanita yang juga berprofesi sebagai Konsultan Pendidikan Anak Usia Dini tersebut.
Masih menurut Nur Ainy Fardana S.Psi,M,Si ini, jika pemasungan atau penghambatan kreatifitas pada anak tersebut terjadi secara akumulasi atau terus-menerus, maka bahayanya akan semakin besar bagi perkembangan si anak. “Hal itu bisa mengakibatkan, yang pertama anak akan merasa tidak dihargai. Kedua, anak akan merasa tidak kompeten. Dan yang ketiga, si anak akan merasa bahwa akan ada konsekuensi-konsekuensi yang membuat konsep dirinya menjadi buruk. Misalnya dianggap anak nakal, anak lancang. Dan akibat yang keempat yakni munculnya rasa bersalah yang berlebih-lebihan pada si anak,” ujarnya.
Nur Ainy Fardana kemudian memberikan contoh kasus, yakni ketika si anak ingin minum susu. Lantas ia ingin berimprovisasi dengan keinginan mencampur-campurkannya dengan yang lain-lainnya. “Maksud si anak, ia ingin mengetahui akibatnya kalau susu tersebut dicampur dengan sesuatu tersebut. Lalu ketika orang tua tahu dan langsung memarahi, maka muncullah rasa bersalah anak. Dan dampaknya akan lebih panjang lagi jika si orang tua terus-menerus memarahinya. Dampaknya akan mengganggu perkembangan kepribadian si anak, ia akan cenderung anak yang peragu, takut, kurang percaya diri, cepat merasa bersalah, yakni seperti kalau ada sesuatu yang salah bahwa itu adalah akibat dari dirinya,” terangnya.
Untuk itu, sebaiknya bagi orang tua jika mengetahui buah hatinya melakukan kesalahan, yang perlu dilakukan adalah, yang pertama orang tua harus memahami bahwa si anak sedang pada masa pencarian hal-hal yang bersifat baru bagi dirinya. “Ia akan selalu bergerak aktif kesana-kemari, segala macam dimasukin, segala macam ditarik dan orang tua harus memahami itu,” kata Nur Ainy Fardana.
Yang kedua yakni, orang tua harus menciptakan kondisi lingkungan yang aman pada anak. Karena kondisi anak pada dasarnya selalu ingin tahu, sehingga jangan menaruh anak didekat benda-benda yang beresiko seperti dekat kompor, sumur. Dan yang terpenting orang tua harus selalu mengawasi si anak tersebut.
“Sedangkan yang ketiga adalah, orang tua harus memfasilitasi anak dengan aktifitas-aktifitas yang membuat dia bisa bergerak aktif. Misalkan diajak main keluar, bermain bersama dan si anak harus melakukan sendiri. Jadi tidak si orang tua yang melakukan. Seperti anak main mobil-mobilan, orang tua harus membiarkan anak memainkannya sendiri. Bukan orang tua yang harus memainkan mobil itu atau menyuruh anak harus kesini, harus belok
Kisah
Annisa Fitria Rahma
Ranking 1 Mulai Kelas VI SD Hingga Kelas 1 SMA
Ketekunan dan kesungguh-sungguhannya dalam belajar membuatnya bisa meraih prestasi meskipun ia menyandang status yatim. Prestasi yang diraih gadis bernama lengkap Annisa Fitria Rahma tersebut, ialah selalu ranking 1 mulai kelas VI SD hingga kelas I SMA.
Gadis kelahiran Jombang pada tanggal 13 Juni 1993 ini menyandang status yatim sejak duduk di bangku
Akhirnya datang tawaran kepada ibunya yang bernama Muhayaroh, untuk menjadi TKI di negara Brunei Darussalam sebagai guru mengaji. Dan ibunya pun langsung menerima tawaran untuk menjadi TKI tersebut. “Karena waktu itu kesempatan satu-satunya untuk dapat penghasilan ya jadi TKI yang bekerja sebagai guru mengaji di Brunei Darussalam. Saat ibu memutuskan untuk berangkat saya pun jadi sedih karena harus berpisah dengan ibu, padahal saya baru saja berpisah dengan bapak. Tapi mau bagaimana lagi, dan akhirnya ibu berangkat ke
Sementara Annisa Fitria Rahma harus dititipkan ke Panti Asuhan Bani Ya’qub yang ada di
Ketika pertama kali tinggal di Panti Asuhan Bani Ya’qub, ia masih merasa sangat sedih karena harus hidup berjauhan dengan ibunya, dan lagi masih belum mempunyai teman di panti tersebut. “Hampir tiap hari saya terus menangis. Namun teman-teman yang tinggal dipanti ini memberikan semangat kepada saya untuk tetap ikhlas dan tabah serta belajar sungguh-sungguh selama berada di Panti Asuhan Bani Ya’qub ini,” katanya.
Hari-harinya selama tinggal dipanti asuhan diisinya dengan belajar serta mengikuti semua yang diajarkan oleh para pengasuh Panti Asuhan Bani Ya’qub. “Karena bagaimanapun juga, saya bisa tinggal, makan dan sekolah adalah dibiayai oleh panti ini. Sehingga saya pun harus patuh kepada para pengasuh. Dan saya pun mulai bisa sedikit demi sedikit merasa ikhlas jauh dari ibu yang bekerja sebagai guru mengaji di
Hingga akhirnya Annisa Fitria Rahma menerima kabar sang ibu pulang kembali ke Jombang saat ia masih duduk di bangku kelas
Tiga tahun kemudian, setelah penyakit jantung ibunya dinyatakan sudah sembuh, sang ibu pun lantas memutuskan untuk bekerja kembali ke Brunei Darussalamam sebagai guru mengaji. “Keputusan tersebut sempat membuat saya kembali sedih karena harus berpisah lagi dengan ibu. Tetapi keputusan tersebut sudah bulat, sehingga saya pun harus ikhlas menerimanya. Dan saya harus kembali lagi ke Panti Asuhan Bani Ya’qub untuk melanjutkan sekolah saya di kelas 6 Sekolah Dasar,” katanya.
Sejak saat itulah ia pun bertekad untuk tekun dan rajin belajar agar kelak ilmu yang telah diperoleh bisa berguna bagi masa depannya dan juga bisa membantu keluarga dan Panti Asuhan Bani Ya’qub. “Karena sudah saling kenal sebelumnya dengan teman-teman panti, saya pun tidak terlalu sulit untuk menyesuaikan lagi ketika kembali lagi ke panti ini. Disini enaknya itu, semuanya menganggap seperti keluarga sendiri termasuk dengan para pengasuhnya, saling membantu jika ada yang membutuhkan serta saling memberikan semangat. Saya pun merasa betah untuk tinggal dipanti ini,” ujarnya sembari tersenyum.
Karena ketekunan dan kesungguhannya dalam belajar itulah, Anissa Fitria Rahma pun mempunyai prastasi yang cukup lumayan disekolahnya. Yakni selalu menempati ranking pertama mulai kelas 6 Sekolah Dasar hingga kelas 1 SMA ini. “Saya bisa ranking 1 terus ya dengan tekun belajar. Yakni sehabis mandi sore, saya kembali belajar sebentar untuk mengulangi pelajaran yang diajarkan hari itu disekolah. Dan malamnya mulai jam 20.00 sampai jam 22.00 harus fokus dan kosentrasi belajar dengan sungguh-sungguh untuk mengerjakan PR sekolah dan belajar pelajaran untuk besok. Ini saya lakukan tiap hari kecuali hari Sabtu,” jelas gadis yang bercita-cita menjadi perawat ini.
Annisa Fitria Rahma juga punya cara untuk mengatasi kebosanan dalam belajar sehari-hari. Yakni dengan sesekali belajar bersama adik-adiknya yang ada di Panti Asuhan Bani Ya’qub. “Sekalian membantu adik-adik dalam belajar jika mereka tidak tahu soal pelajaran. Selain itu yang penting, saat disekolah kita juga harus fokus dan konsentrasi yang sungguh-sungguh dalam memperhatikan pelajaran yang diajarkan oleh guru. Berusaha untuk memahami, karena dengan memahami maka insya Allah pelajaran tersebut akan lebih mudah dikerjakan,” tegasnya.
Kedepannya nanti selepas lulus SMA, Annisa Fitria Rahma berencana untuk mengikuti tes program beasiswa di UNAIR dan IAIN. Karena dengan mengikuti program beasiswa, ia bisa meneruskan kuliah tanpa harus terbebani dengan biaya kuliah. “Kalaupun tidak bisa, ya ingin mengikuti kursus bahasa Inggris agar kelak bisa membuka kursus bahasa Inggris sendiri,” ujarnya mengakhiri.(bam)
Subhanallah
Stres Dan Depresi: Akibat Tidak Menjalankan Agama
"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta..." (QS. Thaahaa, 20:124)
"Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. " (QS. Al An'aam, 6:125)
Keengganan orang-orang yang jauh dari agama untuk taat kepada Allah menyebabkan mereka terus-menerus menderita perasaan tidak nyaman, khawatir dan stres. Akibatnya, mereka terkena berbagai ragam penyakit kejiwaan yang mewujud pada keadaan raga mereka. Tubuh mereka lebih cepat mengalami kerusakan, dan mereka mengalami penuaan yang cepat dan melemah.
Sebaliknya, karena orang-orang beriman sehat secara kejiwaan, mereka tidak terkena stres, atau berkecil hati, dan jasmani mereka senantiasa prima dan sehat. Pengaruh baik akibat ketundukan mereka kepada Allah, tawakal mereka kepada-Nya dan kepribadian kokoh mereka, kemampuan melihat kebaikan dalam segala hal, dan ridha dengan apa yang terjadi sembari berharap akan janji-Nya, tercermin dalam penampilan raga mereka. Hal ini tentu saja dialami oleh mereka yang menjalani hidupnya sesuai ajaran Al Qur'an, dan yang benar-benar memahami agama. Tentu saja mereka pun dapat menderita sakit dan pada akhirnya mengalami penuaan, namun proses alamiah ini tidak disertai dengan kerusakan pada sisi kejiwaan sebagaimana yang dialami oleh selainnya.
Stres dan depresi, yang dianggap sebagai penyakit zaman kita, tidak hanya berbahaya secara kejiwaan, tapi juga mewujud dalam berbagai kerusakan tubuh. Gangguan umum yang terkait dengan stres dan depresi adalah beberapa bentuk penyakit kejiwaan, ketergantungan pada obat terlarang, gangguan tidur, gangguan pada kulit, perut dan tekanan darah, pilek, migrain (sakit kepala berdenyut yang terjadi pada salah satu sisi kepala dan umumnya disertai mual dan gangguan penglihatan), sejumlah penyakit tulang, ketidakseimbangan ginjal, kesulitan bernapas, alergi, serangan jantung dan pembengkakan otak. Tentu saja stres dan depresi bukanlah satu-satunya penyebab semua ini, namun secara ilmiah telah dibuktikan bahwa penyebab gangguan-gangguan kesehatan semacam itu biasanya bersifat kejiwaan.
Stres, yang menimpa begitu banyak orang, adalah suatu keadaan batin yang diliputi kekhawatiran akibat perasaan seperti takut, tidak aman, ledakan perasaan yang berlebihan, cemas dan berbagai tekanan lainnya, yang merusak keseimbangan tubuh. Ketika seseorang menderita stres, tubuhnya bereaksi dan membangkitkan tanda bahaya, sehingga memicu terjadinya beragam reaksi biokimia di dalam tubuh: Kadar adrenalin dalam aliran darah meningkat; penggunaan energi dan reaksi tubuh mencapai titik tertinggi; gula, kolesterol dan asam-asam lemak tersalurkan ke dalam aliran darah; tekanan darah meningkat dan denyutnya mengalami percepatan. Ketika glukosa tersalurkan ke otak, kadar kolesterol naik, dan semua ini memunculkan masalah bagi tubuh.
Oleh karena stres yang parah, khususnya, mengubah fungsi-fungsi normal tubuh, hal ini dapat berakibat sangat buruk. Akibat stres, kadar adrenalin dan kortisol di dalam tubuh meningkat di atas batas normal. Peningkatan kadar kortisol dalam rentang waktu lama berujung pada kemunculan dini gangguan-gangguan seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, luka pada permukaan dalam dinding saluran pencernaan, penyakit pernapasan, eksim dan psoriasis (sejenis penyakit kulit yang ditandai oleh pembentukan bintik-bintik atau daerah berwarna kemerahan pada kulit, yang tertutupi oleh lapisan tanduk berwarna perak). Kadar kortisol yang tinggi dapat berdampak pada terbunuhnya sel-sel otak. Sejumlah gangguan akibat stres digambarkan dalam sebuah sumber sebagaimana berikut:
Terdapat kaitan penting antara stres dan tegang (penegangan), serta rasa sakit yang ditimbulkannya. Penegangan yang diakibatkan stres berdampak pada penyempitan pembuluh darah nadi, gangguan pada aliran darah ke daerah-daerah tertentu di kepala dan penurunan jumlah darah yang mengalir ke daerah tersebut. Jika suatu jaringan mengalami kekurangan darah hal ini akan langsung berakibat pada rasa sakit, sebab suatu jaringan yang di satu sisi mengalami penegangan mungkin sedang membutuhkan darah dalam jumlah banyak dan di sisi lain telah mendapatkan pasokan darah dalam jumlah yang kurang akan merangsang ujung-ujung saraf penerima rasa sakit. Di saat yang sama zat-zat seperti adrenalin dan norepinefrin, yang mempengaruhi sistem saraf selama stres berlangsung, juga dikeluarkan. Hal ini secara langsung atau tidak langsung meningkatkan dan mempercepat penegangan otot. Demikianlah, rasa sakit berakibat pada penegangan, penegangan pada kecemasan, dan kecemasan memperparah rasa sakit.
Akan tetapi, salah satu dampak paling merusak dari stres adalah serangan jantung. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang agresif, khawatir, cemas, tidak sabar, dengki, suka memusuhi dan mudah tersinggung memiliki peluang terkena serangan jantung jauh lebih besar daripada orang yang tidak memiliki kecenderungan sifat-sifat tersebut.
Alasannya adalah bahwa rangsangan berlebihan pada sistem saraf simpatetik (yakni sistem saraf yang mengatur percepatan denyut jantung, perluasan bronkia, penghambatan otot-otot halus sistem pencernaan makanan, dan sebagainya), yang dimulai oleh hipotalamus, juga mengakibatkan pengeluaran insulin yang berlebihan, sehingga menyebabkan penimbunan kadar insulin dalam darah. Ini adalah permasalahan yang teramat penting. Sebab, tak satu pun keadaan yang berujung pada penyakit jantung koroner memainkan peran yang sedemikian paling penting dan sedemikian berbahaya sebagaimana kelebihan insulin dalam darah.
Terdapat kaitan erat antara stres dan sistem kekebalan tubuh. Stres kejiwaan memiliki dampak penting pada sistem kekebalan dan berujung pada kerusakannya. Saat dilanda stres, otak meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh, yang melemahkan sistem kekebalan. Atau dengan kata lain, terdapat hubungan langsung antara otak, sistem kekebalan tubuh dan hormon.
Pengkajian terhadap stres kejiwaan atau stres raga telah mengungkap bahwa selama stres berat berlangsung terjadi penurunan pada daya kekebalan yang berkaitan dengan keseimbangan hormonal. Diketahui bahwa kemunculan dan kemampuan bertahan dari banyak penyakit termasuk kanker terkait dengan stres.
Singkatnya, stres merusak keseimbangan alamiah dalam diri manusia. Mengalami keadaan yang tidak normal ini secara terus-menerus akan merusak kesehatan tubuh, dan berdampak pada beragam gangguan fungsi tubuh.
- Cemas dan Panik: Suatu perasaan yang menyebabkan peristiwa tidak terkendali
- Mengeluarkan keringat yang semakin lama semakin banyak
- Perubahan suara: Berbicara secara gagap dan gugup
- Aktif yang berlebihan: Pengeluaran energi yang tiba-tiba, pengendalian diabetik yang lemah
- Kesulitan tidur: Mimpi buruk
- Penyakit kulit: Bercak, bintik-bintik, jerawat, demam, eksim dan psoriasis
- Gangguan saluran pencernaan: Salah cerna, mual, luka pada permukaan dalam dinding saluran pencernaan
- Penegangan otot: gigi yang bergesekan atau terkunci, rasa sakit sedikit tapi terus-menerus pada rahang, punggung, leher dan pundak
- Infeksi berintensitas rendah: pilek, dan sebagainya.
- Migrain
- Denyut jantung dengan kecepatan yang tidak wajar, rasa sakit pada dada, tekanan darah tinggi
- Ketidakseimbangan ginjal, menahan air
- Gangguan pernapasan, pendek napas
- Alergi
- Sakit pada persendian
- Mulut dan tenggorokan kering
- Serangan jantung
- Melemahnya sistem kekebalan
- Pengecilan di bagian otak
- Perasaan bersalah dan hilangnya percaya diri
- Bingung, ketidakmampuan menganalisa secara benar, kemampuan berpikir yang rendah, daya ingat yang lemah
- Rasa putus asa yang besar, meyakini bahwa segalanya berlangsung buruk
- Kesulitan melakukan gerak atau diam, memukul-mukul dengan irama tetap
- Ketidakmampuan memusatkan perhatian atau kesulitan melakukannya
- Mudah tersinggung dan sangat peka
- Bersikap yang tidak sesuai dengan akal sehat
- Perasaan tidak berdaya atau tidak berpengharapan
- Kehilangan atau peningkatan nafsu
Kenyataan bahwa mereka yang tidak mengikuti nilai-nilai ajaran agama mengalami "stres" dinyatakan oleh Allah dalam Al Qur'an :
"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta..." (QS. Thaahaa, 20:124)
Dalam sebuah ayat lain, Allah telah menyatakan bahwa
" … hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja…" (QS. At Taubah, 9:118)
Kehidupan yang "gelap dan sempit" ini, atau stres, nama yang diberikan di masa kini, adalah akibat ketidakmampuan orang-orang tak beriman untuk menaati nilai-nilai akhlak yang diajarkan agama. Kini, para dokter menyatakan bahwa jiwa yang tenang, damai dan penuh percaya diri sangatlah penting dalam melindungi pengaruh stres. Kepribadian yang tenang dan damai hanya dimungkinkan dengan menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an . Sungguh, telah dinyatakan dalam banyak Al Qur'an bahwa Allah akan memberikan "ketenangan" dalam diri orang-orang beriman. (Al Qur'an , 2:248, 9:26, 40, 48:4, 18) Janji Tuhan kita terhadap orang-orang beriman telah dinyatakan sebagaimana berikut:
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS, An Nahl, 16: 97) (bam dari harunyahya.com)
Konsultasi Kesehatan
Sakit Kepala Karena Migrain
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Bu dr Sri Redjeki yang terhormat, saya bujang usia 27 tahun. Tiga bulan terakhir ini sering kali saya merasakan sakit kepala (migrain) secara tiba-tiba, terlebih ketika bangun dari tidur. Biasanya, kalau pas datang migrainnya, cukup minum kopi sudah hilang sakitnya, dan kebetulan memang saya peng-kopi berat (coffeeholic). Pernah saya bawa ke dokter, dan menurutnya kalau tidak segera ditangani dengan cermat bisa menjurus ke infeksi. Padahal, sebenarnya, saya anti dengan obat-obatan.
Pertanyaan saya:
1. Apakah sebenarnya penyebab sakit kepala tersebut?
2. Adakah solusi lain yang tak mengharuskan untuk mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi sakit kepala tersebut?
3. Apakah benar keterangan dokter tadi, bahwa migrain yang keseringan bisa menyebabkan infeksi? Dan, infeksi apakah itu?
Demikian keluhan saya, Bu Dokter, mohon penjelasan. Terima kasih.
Wassalam,
Dwi, Sidoarjo.-
Jawaban:
Assalamualaikum,Wr.Wb. Mas Dwi yang dirahmati Allah SWT, sakit kepala memang bermacam-macam.
Kebetulan sakit kepala yang diderita ini adalah jenis yang migraen, menusuk-nusuk yang datang hampir tiap bangun tidur. Seharusnya orang bangun tidur ada dalam keadaan fresh alias segar bugar oleh karena badan sudah diistirahatkan. Namun yang terjadi malah sakit kepala, berarti ada sesuatu yang tidak benar dalam badan anda.
1.Penyebab sakit kepala sangat banyak :
a. Trauma: jatuh, terantuk benda keras, tertimpa benda dan lain-lain dimana
ada trauma dikepala.
b. Infeksi : Masuknya kuman maupun virus yang menyebabkan infeksi di
daerah kepala, meningitis/radang selaput otak maupun encephalitis/radang
di otak sendiri. Bagaimana kuman atau virus bisa masuk kepala, jawabnya
mula-mula infeksi ditempat lain disekitar kepala, misalnya pilek yang
berkepanjangan, sinusitis, radang telinga yg kronis dan lain-lain.
c. Adanya pertumbuhan yang tidak wajar didalam otak ataupun selaputnya
misalnya kista atau tumor dan lain-lain akan memberikan rasa sakit kepala
yang terus-menerus.
d. Kelainan pembuluh darah di otak.
e. Tekanan darah yang tidak normal: hypotensi maupun hypertensi juga akan
memberi sakit kepala yang datang dan pergi.
2. Untuk mengatasi sakit kepala yang datang terus menerus seperti mas Dwi rasakan ya harus diteliti dengan lengkap apa penyebabnya, setelah tahu penyebabnya barulah diupayakan solusinya. Apakah bisa tanpa obat-obatan? Jelas tergantung dari penyebabnya.
Kalau mas merasa enak dengan minum kopi tetapi esok hari sakit kepala masih datang lagi ya itu bukan penanggulangan. Hanya sementara saja sifatnya.
3. Apakah sakit kepala mas Dwi akan menjadi infeksi saya juga tidak bisa menduganya, sekali lagi harus diketahui dengan jelas apa penyebab sakit kepala tersebut. Yang dapat saya sarankan adalah anda segera periksa ke dokter ahli syaraf di rumah sakit, nanti akan diperiksa dengan lengkap keadaan anda.
Bagaimanapun sakit kepala memang sangat mengganggu dan penyebabnya juga sangat banyak dari yang ringan sampai yang berat. Maka saran saya segera ke dokter ahli syaraf untuk segera mendapat penanganan agar tidak terlambat. Demikian yang bisa saya jawab semoga bermanfaat.
Wass, Wr. Wb.
Potret
Panti Asuhan Al-Hikmah, Bangil
BDP Digunakan Untuk Beli Buku Pelajaran Dan Bimbingan Belajar
Anak Asuh
Banyak sudah bantuan yang diterima Panti Asuhan Al-Hikmah ini setelah menjalin mitra dengan Yatim Mandiri. Diantaranya adalah Bantuan Dana Pendidikan Yatim, Bantuan Uang Saku Yatim dan Bantuan Hewan Qurban. Seperti yang diungkapkan oleh Pembina Panti Asuhan Al-Hikmah, Hasyim Ashari, bahwa panti asuhan yang berdiri sejak tahun 1982 ini merasa sangat terbantu dengan adanya Yatim Mandiri Cabang Pasuruan. “Karena meringankan beban kami sebagai pengasuh Panti Asuhan Al-Hikmah ini,” kata Hasyim Ashari ketika diwawancarai MAYA pada Senin (30/3).
Panti asuhan yang awal berdirinya mempunyai lebih dari 200 anak asuh baik asrama maupun non asrama ini, sekarang berkurang menjadi 125 anak asuh. Berkurangnya anak asuh di panti asuhan yang terletak di Jalan Kemaden No 725, Desa Kresikan, Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini ada beragam alasan. “Salah satunya ada yang memang sudah purna asuh,” ujar pria kelahiran 16 Mei 1978 ini.
Masih menurut Hasyim Ashari, kemudian setelah menjalin mitra dengan Yatim Mandiri, Panti Asuhan Al-Hikmah pun lantas mendapatkan Bantuan Dana Pendidikan untuk anak yatim dari Yatim Mandiri. Untuk Bantuan Dana Pendidikan Yatim Periode ke-17 kemarin, Panti Asuhan Al-Hikmah mendapatkan bantuan sebesar Rp 4.540.500 untuk 23 anak yatimnya. “Cara menyalurkannya yakni, setelah mendapat bantuan BDP dari Yatim Mandiri kami pun langsung menyerahkan bantuan tersebut ke anak asuh kami. Anak asuh yang tidak tinggal di asrama, kami datangi langsung kekeluarganya lantas kami terangkan bahwa ini ada bantuan pendidikan dari Yatim Mandiri untuk anak yatim tersebut. Atau kalau ada acara di Panti Asuhan Al Hikmah ini, kami akan undang keluarga mereka setelah itu kami bagikan bantuan Dana Pendidikan tersebut saat itu juga ke anak-anak,” jelas Hasyim Ashari.
Sedangkan untuk anak asuh yang tinggal di asrama, dana bantuan pendidikan dari Yatim Mandiri tersebut dikelola oleh pengasuh Panti Asuhan Al-Hikmah. “Bantuan Dana Pendidikan dari Yatim Mandiri itu kami pergunakan untuk membeli buku-buku pelajaran anak asuh, untuk bimbingan belajar anak-anak dan lain sebagainya. Bantuan Dana Pendidikan dari Yatim Mandiri ini sangat membantu Panti Asuhan Al Hikmah ini, kami sangat senang dengan bantuan tersebut, khususnya bantuan pendidikan anak asuh. Kami merasa sangat terbantu sekali, karena sebelum mendapat bantuan dana pendidikan dari yatim mandiri, kami sendiri yang mengupayakan keperluan pendidikan anak asuh, mulai dari biaya sekolah, biaya buku pelajaran, buku tulis, bimbingan belajar dan lain-lainnya. Bantuan Yatim Mandiri tersebut sangat meringankan beban kami selaku pengasuh panti asuhan,” terangnya.
Selain Dana Bantuan Pendidikan Yatim, Panti Asuhan Al-Hikmah juga menerima bantuan Uang Saku Yatim dari Yatim Mandiri. Dan cara menyalurkan uang saku yatim itu pun sama seperti menyalurkan BDP kepada anak asuhnya. “Yakni setelah dari yatim mandiri, bantuan tersebut kami kelola dan kami atur penyalurannya ke anak-anak yatim. Jadi tidak langsung saat itu juga kami serahkan semua ke anak-anak, bisa langsung habis nanti bantuan tersebut. Khan mereka masih belum bisa mengelola dan mengaturnya, untuk itu kami yang mengelolanya, dan secara bertahap kami serahkan ke anak-anak. Sedangkan yang non asrama, bantuan tersebut kami serahkan langsung ke keluarganya untuk dikelola,” kata Hasyim Ashari.
Tak hanya itu, Panti Asuhan Al-Hikmah pada Idul Qurban kemarin juga menerima bantuan hewan qurban dari Yatim Mandiri. Untuk itu Hasyim Ashari sangat bersyukur bisa menjalin kerjasama dengan Yatim Mandiri, karena Panti Asuhan Al-Hikmah banyak menerima bantuan dari Yatim Mandiri. “Kedepannya nanti kami selaku pengasuh Panti Asuhan Al Hikmah ingin sekali mendapatkan bantuan guru panti dari yatim mandiri. Untuk itu, saat ini kami telah mengajukan bantuan guru panti tersebut ke Yatim Mandiri Cabang Pasuruan. Semoga Panti Asuhan Al Hikmah ini dapat secepatnya mendapatkan bantuan guru panti tersebut,” ujarnya mengakhiri.(bam)
Kebersamaan
Asuransi Jiwa Bumi Putra, Mojokerto
Yang Penting Ikhlas Membantu Yatim
Karena Yatim Mandiri adalah lembaga yang fokus dan sasarannya lebih jelas, yakni membantu dan menyantuni anak-anak yatim dipanti asuhan-panti asuhan, dengan memperhatikan pendidikan yatim, maka para karyawan Asuransi Jiwa Bumi Putra, Mojokerto pun akhirnya turut bergabung menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri.
Seperti yang diungkapkan Hj Ade Kaniati, selaku karyawan Asuransi Jiwa Bumi Putra, Mojokerto, bahwa pendidikan bagi anak yatim sangat penting artinya. “Dengan memiliki pendidikan yang cukup, diharapkan anak yatim tersebut dapat hidup lebih mandiri dengan memanfaatkan dan mempergunakan dengan baik pendidikan yang dimilikinya tanpa harus bergantung kepada orang lain,” kata Hj Ade Kaniati saat diwawancarai MAYA pada Kamis (2/4).
Wanita kelahiran Mojokerto pada tanggal 4 April 1961 ini lantas menceritakan awal masuknya Yatim Mandiri Cabang Mojokerto ke Asuransi Jiwa Bumi Putra, Mojokerto. “Yakni sekitar bulan Januari 2009 kemarin ada petugas Yatim Mandiri yang datang kekantor untuk meminta bergabung menjadi donatur tetap bagi anak-anak yatim. Setelah ia menjelaskan tentang Yatim Mandiri, saya pun langsung tertarik untuk bergabung menjadi donatur bagi anak-anak yatim melalui Yatim mandiri tersebut,” ujar Hj Ade Kaniati.
Selain Ade Kaniati, ternyata rekan-rekannya yang lain juga merespon positif kehadiran Yatim Mandiri di Asuransi Jiwa Bumi Putra, Mojokerto ini, dan banyak yang berminat untuk ikut mendaftar menjadi donatur tetap. “Buktinya, setelah Yatim Mandiri datang ke Asuransi Jiwa Bumi Putra ini mereka langsung turut serta menjadi donatur tetapnya. Tercatat saat itu sekitar 18 karyawan yang mendaftar menjadi donatur tetap di Yatim mandiri,” ujar wanita kelahiran Mojokerto pada tanggal 4 April 1961 ini.
Dan perkembangan Yatim Mandiri di Asuransi Jiwa Bumi Putra, Mojokerto ini ternyata cukup bagus. Bukti pertumbuhannya yang sangat pesat tersebut adalah, yang awalnya baru sekitar 18 orang yang turut jadi donaturnya, hingga awal bulan April 2009 ini tercatat lebih dari 30 orang karyawan yang bergabung di Yatim Mandiri. “Hal ini sangat membanggakan sekali, bahwa karyawan Asuransi Jiwa Bumi Putra ini memiiliki hati yang mulia dalam membantu anak-anak yatim yang kurang mampu. Mereka mau menyisihkan sedikit dari penghasilannya untuk membantu pendidikan dan kebutuhan anak yatim melalui Yatim Mandiri Cabang Mojokerto ini,” jelas Hj Ade Kaniati.
Masih menurut Hj Ade Kaniati, bahwa ia mempunyai cara tersendiri dalam mengajak rekan-rekannya yang lain untuk bergabung menjadi donatur bagi anak-anak yatim tersebut. “Yakni dengan mengajak secara langsung satu-persatu dari mereka. Saya jelaskan kepada mereka bahwa dengan menyantuni anak yatim berarti kita juga menabung untuk diakherat nanti. Dan insyaallah kalau kita ikhlas membantu anak yatim, Allah akan melipatgandakan pahala kita,” terangnya.
Selain itu, Hj Ade Kaniati juga mengutarakan kepada rekan-rekannya untuk memanfaatkan fasilitas jemput donasi. “Mumpung dikantor ada yang menjemput donasi kita, kalau dirumah khan kita bisa lupa dengan kesibukkan mengurus keluarga. Sedangkan kalau donasinya dijemput dikantor dan kolektif seperti ini khan lebih enak, mudah dan efisien bagi kita,” lanjutnya.
Dan alhamdulillah, karena rekan-rekannya di Asuransi Jiwa Bumi Putra ini pada dasarnya memiliki jiwa sosial yang tinggi, sehingga begitu diajak secara langsung, insyaallah mereka akan bersedia menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri. “Meskipun jumlah donasinya tidak terlalu besar tapi yang terpenting ialah kita ikhlas membantu anak-anak yatim yang kurang mampu tersebut,” ujarnya mengakhiri.(bam)
Humor
Ini Penipuan
Seorang terdakwa berdiri didepan hakim dengan dakwaan penipuan perdagangan.
Hakim berkata kepadanya, “Terbukti bahwa kaleng racun serangga yang kamu jual isinya hanya air, ini penipuan.”
Terdakwa berkata, “Barangsiapa yang mengatakan bahwa air itu bukan racun serangga, maka coba datangkan serangga kemudian tenggelamkan kedalam air, anda akan lihat bahwa serangga itu mati dengan cepat.” (bam dari Humor Orang Cerdik & Bijak, hal:8)
Berkah
M. Syam A. Faisal
Branch Manager BCA Finance Cabang Kediri
Target Penjualan Naik Hingga 110%
Banyak berkah setelah ia memutuskan untuk bergabung menjadi donatur tetap guna membantu anak-anak yatim yang ada di panti asuhan-panti asuhan melalui Yatim Mandiri. Diantaranya, yakni target penjualan yang dibebankan perusahaan dapat dipenuhinya, bahkan dilampauinya hingga 110% dari target.
Pria bernama lengkap M. Syam A. Faisal lantas menceritakan awal sebelum ia bergabung menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri. “Awalnya saat masih di Jakarta, yakni sekitar tahun 2004 lalu bapak saya yang berprofesi sebagai Polisi, meninggal dunia. Dan sebelum meninggal itu, bapak sempat pesan kepada saya untuk selalu membantu anak-anak yatim yang kurang mampu. Dari pesan itulah akhirnya saya tiap bulan rutin menyisihkan sebagian penghasilan saya untuk anak yatim, dan saat itu kebetulan saya masih bekerja sebagai marketing,” kata M. Syam A. Faisal ketika diwawancarai MAYA pada Selasa (7/4).
Kemudian ketika ia dipindah ke Kediri pada bulan September tahun 2007 yang lalu, M.Syam A.Faisal pun kebingungan guna menyalurkan sebagian penghasilannya untuk anak-anak yatim yang ada di Kediri. “Lalu ada teman saya yang memberikan Majalah Yatim kepada saya. Setelah saya baca isi dari Majalah Yatim tersebut saya langsung tertarik untuk turut serta bergabung menjadi donatur tetap bagi anak-anak yatim yang ada di Kediri. Alhamdulillah ternyata Allah telah membantu saya menemukan lembaga yang tepat untuk menyalurkan sebagian dari penghasilan saya tersebut, yakni ke Yatim Mandiri Cabang Kediri,” ujar pria kelahiran Jakarta pada tanggal 21 Mei 1977 ini.
Dari situ, ia lantas mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang keberadaan Yatim Mandiri. “Saya lantas kontak dengan Pak Mudzakir, selaku Kepala Cabang Yatim Mandiri Kediri. Disitu saya mendapatkan banyak informasi yang saya butuhkan serta program-program tentang Yatim Mandiri Cabang Kediri. Saya pun menjadi semakin mantap dengan Yatim Mandiri setelah mendengar penjelasan tersebut. Dan akhirnya saat itu juga, sekitar akhir tahun 2007, saya pun langsung ikut mendaftar menjadi donatur bagi anak-anak yatim melalui Yatim Mandiri,” terang pria yang sekarang menjabat Branch Manager BCA Finance Cabang Kediri tersebut.
Keluarganya juga merespon positif keikutsertaan M.Syam A.Faisal dalam menjadi donatur bagi anak-anak yatim melalui Yatim Mandiri. Bahkan keluarganya pun dengan antusias ingin turut bergabung menjadi donatur juga di Yatim Mandiri.
Selain menjadi donatur tetap, M. Syam A. Faisal juga ikut program Orang Tua Asuh di Yatim Mandiri, yakni dengan mengambil dua orang anak asuh. “Saya ingin membantu mereka, insyaallah hingga mereka bisa hidup mandiri, tanpa bergantung kepada orang lain, dan bisa berguna untuk orang lain,” kata suami dari Riska Mariana ini.
Masih menurut M. Syam A. Faisal, bahwa ia lebih memilih bergabung dengan Yatim Mandiri dikarenakan lembaga tersebut sangat profesional dalam mengelola donasi dari para donaturnya. “Laporan keluar masuknya keuangan pun jelas, serta ada audit keuangan. Dan juga Yatim Mandiri fokus atau tepat sasarannya, yakni memang lembaga yang membantu anak-anak yatim hingga mereka bisa mandiri. Selain itu, ada fasilitas jemput donasi bagi donaturnya, ini yang saya suka. Alhamdulillah, karena ditengah-tengah kesibukkan saya sehari-hari, Yatim Mandiri bisa langsung datang menjemput donasi saya. Hal inilah yang memudahkan saya dalam membantu anak-anak yatim melalui Yatim Mandiri,” terangnya.
Setelah menjadi donatur di Yatim Mandiri, ia mengaku mendapatkan banyak berkah dari Allah. Diantaranya, M. Syam A. Faisal diberi oleh Allah kelancaran dalam urusan pekerjaannya. “Yakni target yang dibebankan perusahaan kepada saya alhamdulillah tercapai dengan baik. Karena pada saat sebelum saya di Kediri, angka penjualan di kota Kediri ini sangat kurang sekali. Dan saat saya pindah ke Kediri ini dan langsung bergabung dengan Yatim Mandiri, alhamdulillah penjualan perusahaan terus meningkat,” kata bapak dua anak ini.
Padahal waktu itu banyak orang yang tidak menduga bahwa angka penjualan perusahaan di daerah Kediri tersebut bisa meningkat pesat hingga 110 % dari target yang dibebankan perusahaan setelah ia berada di Kediri. “Dan kemudian saya pun mendapat reward dari perusahaan, atas kinerja saya yang dapat melampaui target yang dibebankan oleh perusahaan tersebut,” ujar M. Syam A. Faisal.
Setelah itu, ia lantas diberi kepercayaan oleh perusahaannya untuk mengikuti tes promosi kenaikkan jabatan. M. Syam A. Faisal pun mempersiapkan segala sesuatunya guna menghadapi tes tersebut. “Karena saya selalu teringat pesan bapak saya untuk selalu membantu anak-anak yatim, maka malamnya sebelum tes keesokkan harinya, saya mengadakan pengajian dengan mengundang anak-anak yatim dirumah saya. Dan alhamdulillah berkat doa anak-anak yatim dan berkah dari Allah, saya pun bisa mengikuti tes tersebut dengan lancar. Dan sekarang sudah dipercaya perusahaan untuk menduduki posisi Kepala Cabang di Kediri ini,” jelasnya.
Selain diberi berkah kelancaran dalam urusan pekerjaan, M. Syam A. Faisal juga mengaku mendapatkan juga berkah kesehatan dari Allah. Karena alhamdulillah hingga saat ini kondisi kesehatannya sangat baik sekali. “Meskipun sakit ya tidak terlalu serius sakitnya. Sakitnya ringan-ringan saja, begitu minum obat, alhamdulillah langsung sembuh. Dan Allah juga memberikan kesehatan juga kepada keluarga kami,” sambungnya.
Kemudian, Allah juga memberikan berkah kelancaran rejeki kepada M. Syam A. Faisal. “Karena dulu ketika saya masih menjadi tenaga marketing, yang penghasilannya cukup pas-pasan, saya tetap berusaha untuk menyisihkan penghasilan saya tersebut untuk anak yatim hingga sekarang. Dan alhamdulillah meskipun begitu saya selalu tidak merasa kekurangan, dan syukur alhamdulillah rejeki itu selalu saja saya terima,” tegasnya.
Untuk itu, kedepannya nanti ia berharap teman-teman yang belum bergabung menjadi donatur untuk anak-anak yatim, dapat segera turut serta membantu anak yatim dengan menjadi donatur di Yatim Mandiri.(bam)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar