Si Yatim Yang Jago Bikin Sate Dan Desain Baju
Sudah genap setahun terakhir ini LAC (Layanan Aqiqoh dan Catering) Yamandiri YP3IS hadir melayani masyarakat khususnya donatur YP3IS. Di LAC Yamandiri ini, semua karyawannya adalah para yatim purna asuh. Seperti Khusnul Ba’diyah, yatim purna asuh YP3IS yang sekarang tercatat sebagai karyawan di LAC Yamandiri YP3IS.
Khusnul Ba’diyah adalah salah satu siswa Pusdiklat Yatim Mandiri YP3IS angkatan 2006-2007, yang lahir di Sidoarjo pada tanggal 12 Desember 1987. Ia sejak masih duduk dibangku
“Saya sangat sedih kalau kangen dengan bapak. Bahkan sering disaat kangen bapak saya menangis. Sedangkan kalau lagi kangen dengan ibu, saya setiap saat bisa pulang ke Sidoarjo,” ujar anak ke 6 dari 8 bersaudara ini kepada MAYA. Tetapi, Khusnul Ba’diyah baru masuk panti asuhan ketika lulus sekolah dasar, tepatnya di Panti Asuhan Masyithoh Porong, hingga lulus SLTP TPI Porong tahun 2004 dan lulus SMK Yapenas Kejapanan Gempol, Sidoarjo.
Ketika lulus SMK itulah ia sempat bimbang, pasalnya Khusnul Ba’diyah mengaku hanya punya dua pilihan. Yakni, melanjutkan kuliah khusus dibidang desainer pakaian, atau ikut kursus juga dibidang modes. “Kemudian pengurus Panti Asuhan Masyithoh, yakni Ummi As’adah, menyarankan saya untuk ikut Pusdiklat Yaman YP3IS. Karena ditempat itu, saya bisa mendapatkan berbagai keterampilan setelah lulus SMK,” kenang gadis ramah ini.
Dan mulai pertengahan 2006, Khusnul Ba’diyah resmi menjadi siswi Pusdiklat Yaman YP3IS. Selain diberikan berbagai macam keterampilan, ia juga diikutkan kursus di Safira Modes Krembangan Bhakti Surabaya oleh YP3IS. “Saya senang sekali bisa ikut kursus dibidang modes, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada YP3IS,” katanya.
Karena saat itu YP3IS kebetulan sedang mendirikan Layanan Aqiqoh dan Catering (LAC) Yamandiri YP3IS, maka Khusnul Ba’diyah pun juga dikaryakan disana. Jadi selain ikut kursus, ia juga ikut aktif membantu LAC Yamandiri YP3IS jika ada pesanan dari konsumen. Setelah hampir setahun kursus modes itu ia selesaikan hingga tingkat mahir, Khusnul Ba’diyah pun saat ini mulai memfokuskan diri untuk berkecimpung di LAC Yamandiri YP3IS. Meskipun bidang yang disukainya, yakni desainer pakaian, dengan pekerjaannya di LAC Yamandiri YP3IS, toh ia tidak terlalu mempermasalahkannya.
“Karena di LAC Yamandiri saya mendapatkan banyak pengalaman, teman dan relasi baru. Selain itu juga menambah wawasan dan ilmu yang tidak pernah saya pelajari sebelumnya,” tegasnya. Karena keseriusan dan kemauan keras untuk terus belajar di LAC Yamandiri YP3IS, ia lantas dipercaya Drs Abd Rokib, Manajer LAC Yamandiri YP3IS, untuk mengelola keuangan di LAC Yamandiri tersebut.
Bahkan, karena dirasa sudah mahir dalam membuat sate, Khusnul Ba’diyah pun lantas diangkat menjadi koordinator khusus untuk pembuatan sate di LAC Yamandiri YP3IS. “Syukur Alhamdulillah, saya dipercaya menjadi koordinator khusus pembuatan sate. Keunggulan produk sate di LAC Yamandiri ini terletak pada kecepatan membuatnya, kebersihannya dan Insyaallah rasanya dijamin enak,” ujar gadis ini sembari tersenyum bangga.
“Untuk itu, kami berharap semoga LAC Yamandiri YP3IS kedepannya nanti bisa bermanfaat khususnya bagi anak purna asuh, lebih jaya, maju dan sejahtera. Tak lupa, kami mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan partisipasi para donatur YP3IS atas pesanan dan kepercayaannya kepada LAC Yamandiri ini,” lanjutnya.
Meski sekarang tengah menekuni bidang makanan, Khusnul Ba’diyah ternyata memiliki cita-cita yang jauh dari pekerjaannya sekarang. Yakni menjadi seorang desainer sekaligus membuka butik. “Ya do’akan saja, Insyaallah keinginan saya tersebut bisa terwujud,” harapnya mengakhiri. (bam)
Kisah
Muhammad Saiful Anam
Panti Asuhan Darul Aitam Muslimat NU Budi Mulia Kecamatan Semen
Mungkin sikap ini yang patut diteladani para anak yatim yang ada dipanti asuhan. Baru beberapa bulan di tahun 2007 ini, Muhammad Saiful Anam, ditinggal sang bapak, Tumijan, yang telah meninggal dunia akibat sakit keras. Ditambah lagi, ia harus tinggal di Panti Asuhan Darul Aitam Muslimat NU Budi Mulia Kecamatan Semen,
“Ketika tahu bapak telah meninggal, saya sangat sedih sekali. Bahkan sampai sehari semalam saya menangis terus meratapi kepergian bapak untuk selama-lamanya,” kenang Muhammad Saiful Anam, ketika ditemui Majalah Yatim di Panti Asuhan Muslimat NU Budi Mulia Kec Semen, Senin (6/8). “Karena bapak adalah tulang punggung di keluarga saya, dan ketika bapak nggak ada, jelas kami sekeluarga harus bergantung pada siapa lagi? Dan bagaimana dengan sekolah saya nantinya, siapa yang harus membayar uang sekolah saya? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang terus menghantui saya waktu itu,” lanjutnya sembari matanya menatap kosong.
Selang beberapa waktu kemudian, Saiful Anam disuruh untuk tinggal di Panti Asuhan Muslimat NU Budi Mulia Kec Semen. Pasalnya, sang ibu, Wiji, sudah tidak sanggup lagi membiayainya sekolah. Jadi mau tidak mau, Saiful Anam harus tinggal dipanti untuk bisa meneruskan sekolahnya. Karena semua biaya hidup dan sekolah, dibiayai oleh panti tersebut.
“Selain itu, saya juga berkeinginan untuk belajar dan memperdalam agama Islam di panti tersebut,” kata Saiful Anam, kelahiran Ngadiluwih,
Karena selain bisa sekolah kembali, ia juga mempunyai banyak memperoleh teman dan juga bisa banyak beribadah mendekatkan diri dengan Allah. “Kegiatan saya dipanti, yakni mulai pagi jam 06.30 sekolah, kemudian pulang sekolah jam 12. Lalu tidur sampai jam 14.00. dan jam 15.00 mulai mengaji hingga pukul 17.00. Setelah itu mandi dan belajar. Sekitar jam 21.00, kami semua tidur,” jelas Saiful Anam.
Sholat
Ketika waktu lomba tiba, Saiful Anam mengaku terus terang, sempat ‘demam panggung’. Sebab, ia baru pertama kali mengikuti sebuah lomba dengan jumlah peserta yang demikian banyak, ditambah lagi adanya penonton yang jumlahnya sama banyaknya. “Apalagi saat ada diatas panggung dan didepan penonton. Tapi syukur Alhamdulillah, saya akhirnya bisa mengatasi rasa itu, dan konsentrasi saat melakukan adzan. Dan Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar,” katanya.
Ketika tiba waktunya untuk mengumumkan pemenang, Saiful Anam tidak menyangka dan sempat terkejut saat namanya disebut oleh dewan juru sebagai pemenang 1 lomba adzan tersebut. “Senangnya bukan main waktu itu. Dapat piala dan uang Rp 10.000,-. Mulai saat itulah saya akhirnya ingin sekali mengikuti lomba-lomba adzan kelak nanti,” ujarnya bangga.
Meskipun saat ini ia masih duduk dibangku kelas 1 SMP, tetapi Saiful Anam mengaku mempunyai cita-cita kelak menjadi pegawai negeri. Karena ia ingin sekali membantu perekonomian keluarganya sepeninggal sang bapak. “Saya punya cita-cita sebagai pegawai negeri. Tetapi, saya lebih suka lagi kalau bisa menjadi tentara. Karena dengan menjadi seorang tentara, bisa terlihat kuat, gagah dan tegap serta berwibawa. Serta membantu meringankan beban ekonomi keluarga saya,” sahutnya.
“Syukur-syukur kalau saya bisa punya rumah sendiri, pastilah ibu saya ajak untuk tinggal bersama dirumah itu. Selain itu juga, saya ingin sekali membantu anak-anak yatim di panti ini, entah membantu apa saja, yang terpenting bisa mengabdi untuk membantu anak yatim,” ujarnya mengakhiri. (bam)
Kebersamaan
Pasar Raya Sri Ratu Kediri
Keikhlasan Yang Datang Dari Hati
Pada prinsipnya, menyumbang itu jangan dilihat dari besar-kecilnya nilai donasi yang diberikan, tetapi yang terpenting adalah keikhlasan yang datang dari hati kita sendiri. Hal itulah yang menjadi landasan para karyawan yang ada di Pasar Raya Sri Ratu
Menurut Rida Budi Marini, Asisten HRD Pasar Raya Sri Ratu Kediri, awalnya tahu YP3IS yakni dari petugas YP3IS yang datang menemuinya, guna mengajak bergabung menjadi donatur di YP3IS. “Untuk kegiatan sosial semacam ini, terus terang saya senang sekali. Dan kebetulan ada tempat atau wadah yang bisa langsung menyumbang,” jelas Rida Budi Marini, yang dipercaya rekan-rekannya untuk menjadi koordinator donatur ditempat tersebut.
“Akhirnya saya jadi tahu banyak tentang YP3IS yang fokus membantu anak yatim. Kalau saya melihat YP3IS, adalah lembaga yang lebih terperinci dan fokus tentang yatim. Saya jadi semakin yakin dan mantap untuk menjadi donatur di YP3IS,” lanjut wanita yang ramah ini.
Ia pun tidak sendirian waktu itu, tetapi 4 orang termasuk Rida yang langsung tercatat menjadi donatur di YP3IS. Setelah itu, Rida mulai secara bertahap mencoba mengenalkan YP3IS ke rekan-rekan kerjanya yang lain dan mengajak untuk bergabung menjadi donatur. Caranya, dengan menaruh Majalah Yatim diatas meja kerjanya. Karena banyaknya karyawan yang keluar masuk ruangan tersebut, dan juga membaca-baca Majalah Yatim, sehingga menarik minat mereka untuk ikut menjadi donatur,
“Mereka pun langsung merespon ajakan saya itu dengan antusias. Mereka langsung bertanya banyak sekali tentang keberadaan lembaga tersebut. Setelah tahu, mereka pun akhirnya ikut bergabung menjadi donatur di YP3IS,” kata Rida.
Menurut Rida Budi Marini, hal yang harus diperhatikan untuk menarik minat teman-temannya adalah, tidak ada unsur pemaksaan agar mereka ikut bergabung menjadi donatur di YP3IS.
“Makanya sampai sekarang yang menjadi donatur di YP3IS sudah tercatat 8 orang karyawan Pasar Raya Sri Ratu Kediri ini,” sambut Indraningsih, salah satu donatur yang ikut mendampingi Rida saat wawancara. Karena jumlah karyawan yang demikian banyak, Rida pun optimis kalau jumlah donatur di Pasar Raya Sri Ratu Kediri ini bisa semakin bertambah kedepannya nanti.(bam)
Potret Panti
Panti Asuhan Al-Jihad Surabaya
Renovasi Asrama Terkendala Dana
Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Jihad, yang terletak di Jalan Jemursari Utara III/9, Surabaya ini, berdiri sejak tahun 2001. Menurut Ketua Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Jihad, Fudlaili, yang pertama berdiri adalah Yayasan Al-Jihad. Yayasan Al-Jihad Surabaya sendiri membawahi beberapa kegiatan, yakni Pondok Pesantren Mahasiswa Putra-Putri, Bimbingan Ibadah Haji/Umroh, Majelis Dzikir Malam Minggu Pahing, Majelis Ta’lim, Taman Pendidikan Al-Quran, Koperasi Pondok Pesantren, CV Karya Al-Jihad dan Panti Asuhan Al-Jihad.
“Yayasan Al-Jihad sendiri, berdiri pada tahun 1996. Dan kemudian pada tahun 2000 Yayasan Al-Jihad mulai berkembang dengan mendirikan beberapa bangunan untuk kepentingan kegiatan di yayasan tersebut,” papar pria kelahiran Sumenep pada tanggal 21 Oktober 1979 ini kepada MAYA.
“Kemudian pada tahun 2001, barulah Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Jihad mulai berdiri. Jadi, Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Jihad adalah dibawah Yayasan Al-Jihad itu sendiri,” lanjutnya.
Pertama kali berdiri, panti asuhan yatim piatu ini hanya menerima sekitar 25 anak asuh baik putra maupun anak asuh putri angkatan pertama. Hampir semuanya adalah anak yatim piatu. Lambat laun, Panti Asuhan yatim piatu Al-Jihad ini mulai berkembang dan jumlah anak asuhnya juga mulai bertambah banyak.
Tercatat, di Panti Asuhan Al-Jihad ini ada 51 anak asuh. “Ke 51 anak asuh tersebut, terdiri dari 36 anak asuh asrama dan 15 anak asuh non asrama. Kebanyakkan anak asuh itu berasal dari berbagai daerah,” ujar Fudlaili. “Asalnya ada yang dari Sumatera, Mojokerto, Lamongan, Gresik, Nganjuk, Ponorogo dan juga dari Surabaya sendiri,” lanjutnya.
Kesemua anak asuh tersebut masih sekolah di tingkat Sekolah Dasar dan tingkat Sekolah Menengah Pertama. Sedangkan dana untuk operasional Panti Asuhan Al-Jihad adalah berasal dari Yayasan Al-Jihad Surabaya. “Dalam artian, donatur tetap khusus untuk Panti Asuhan Al-Jihad masih belum ada. Walaupun ada, tetapi donatur insidentil. Jadi yang ada adalah donatur tetap untuk Yayasan Al-Jihad Surabaya. Nah, setelah dari Yayasan Al-Jihad Surabaya, kemudian dibagikan kebeberapa kegiatan yang ada dibawah yayasan tersebut,” papar Fudlaili.
Kemudian setelah berjalan dua tahun, tepatnya di tahun 2003, anak asuh putra bisa menempati sebuah rumah yang letaknya dibelakang Kantor Yayasan Al-Jihad Surabaya. Sedangkan untuk asrama anak asuh putri, menempati bangunan yang tergolong masih baru tersebut.
Meskipun begitu, rumah untuk asrama anak asuh putra tersebut kondisinya cukup sangat sederhana. Beberapa sudut asrama itu juga nampak kotor dan rapuh, bahkan dindingnya kebanyakkan mengelupas.
“Kondisi inilah yang membuat kami berencana untuk melakukan renovasi asrama khusus anak asuh putra tersebut. Bahkan, kalau memungkinkan, kami Insyaalallah, tidak hanya renovasi tetapi membangun total bangunan asrama tersebut. Yakni bangunan lama dibongkar, digantikan bangunan yang baru,” jelas Fudlaili.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, masih menurut Ketua Panti Asuhan Al-Jihad, Fudlaili, pihaknya memerlukan dana yang tidak sedikit. Sebagai perbandingan, untuk membangun gedung aula dan asrama khusus putri satu lantai beberapa waktu lalu, pihak Yayasan Al-Jihad Surabaya telah menghabiskan dana sekitar kurang lebih Rp 200.000.000,-.
“Untuk itu, Insyaallah kami membutuhkan dana sekitar Rp 150.000.000,- hingga Rp 200.000.000,-, guna merenovasi asrama anak asuh putra tersebut,” kata Fudlaili. Besarnya dana renovasi tersebut, jelas tidak mungkin berasal dari pihak Yayasan Al-Jihad Surabaya ataupun pihak Panti Asuhan Al-Jihad saja. Tetapi juga diharapkan dari para donatur dan peran aktif masyarakat.
Sirah Nabawiyah
Penaklukan Kota Mekkah (Fathu Makkah)
Fathu Makkah ini terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke 8 Hijriyah. Sebabnya adalah karena orang-orang dari Banu Bakar meminta bantuan personil dan senjata kepada para pemimpin Quraisy guna menyerang orang-orang Khuza’ah (yang telah menyatakan diri berpihak kepada kaum Muslimin sesuai perjanjian Hudaibiyah). Permintaan bantuan ini disambut oleh Quraisy dengan mengirim sejumlah militer Quraisy kepada mereka dengan cara menyamar. Kemudian mereka bertemu dengan Banu Bakar disebuah tempat bernama al-Watir lalu mengepung selama semalam Banu Khuza’ah yang tengah tidur dengan tenang. Akhirnya mereka membunuh 20 orang lelaki dari Khuza’ah.
Setelah peristiwa ini, Amer bin Salim al-Khuza’ah bersama 40 orang dari Khuza’ah berangkat dengan menunggang kuda menemui Rasulullah SAW guna melaporkan apa yang baru saja terjadi. Setelah mendengarkan laporan tersebut, Nabi SAW berdiri dengan menyeret selendangnya seraya bersabda: “Aku tidak akan ditolong jika aku tidak membantu Banu Ka’ab sebagaimana aku menolong diriku sendiri”. Quraisy menyesali tindakanya kemudian mengutus Abu Sofyan kepada Rasulullah SAW guna meminta perpanjangan dan perbaruan ‘gencatan senjata’.
Abu Sofyan menemui dan berbicara kepada Rasulullah SAW tetapi beliau tidak menjawab sama sekali. Kemudian Abu Sofyan pergi menemui Abu Bakar meminta bantuan-nya untuk membicarakan persoalan yang dibawanya kepada Rasulullah SAW tetapi Abu Bakar menjawab: “Aku tidak bisa melakukannya”. Ia lalu pergi menemui Umar bin Khathab untuk tujuan yang sama. Umar ra menjawab: “Apa? Aku harus membantumu menghadapi Rasulullah? Demi Allah, sekiranya aku tahu engkau berbuat kesalahan walaupun sebutir pasir, tentu engkau kuperangi”.
Akhirnya Abu Sofyan kembali ke Mekkah tanpa membawa hasil apa-apa. Sementara itu Rasulullah SAW telah melakukan persiapan secara diam-diam seraya berdoa: “Ya Allah, tutuplah mata-mata Quraisy agar mereka tidak melihatku kecuali secara tiba-tiba”. Setelah Nabi SAW mengumpulkan pasukan, beliau berangkat pada Rabu tanggal 10 Ramadhan setelah Ashar. Rasulullah SAW memberitahukan kepada orang-orang Arab disekitar Madinah yang terdiri dari: Suku Aslam, Ghiffar, Mazinah, Jahinah dan lainnya kemudian bertemu dengan mereka semua di Zhahran tempat antara Mekkah dan Madinah.
Jumlah kaum Muslimin mencapai 10.000 orang. Nabi SAW memasuki Mekkah dari dataran tinggi ‘Kida’ dan memerintahkan Khalid bin Walid bersama pasukannya agar memasuki Mekkah dari dataran rendah Kida.
Akhirnya kaum Muslimin memasuki Mekkah sebagaimana diperintahkan Nabi SAW tanpa mendapatkan perlawanan kecuali Khalid bin Walid. Ia menghadapi sejumlah kaum Musyrikin yang diantara mereka terdapat Ikrimah bin Abu Jahal dan Shofyan bin Umaiyah. Khalid memerangi mereka dan berhasil membunuh 24 orang Quraisy dan 4 orang dari Hudzail.
Rasulullah SAW melihat kilatan pedang dari kejauhan kemudian nampak beliau tidak menyukainya. Dikatakan kepadanya bahwa kilatan itu adalah Khalid yang diserang kemudian membalas serangan. Sabda Nabi SAW: “Ketentuan Allah selalu baik”. Kemudian Nabi SAW memasuki Mekkah langsung menuju Ka’bah. Disekitar Ka’bah masih terdapat 360 berhala. Kemudian Nabi SAW menghancurkannya satu persatu dengan sebuah pentungan ditangannya seraya mengucapkan: “Kebenaran telah tiba dan lenyaplah kebatilan. Kebenaran telah tiba dan kebatilan tak akan kembali lagi”. Lalu Rasulullah SAW memerintahkan Bilal untuk mengumandangkan adzan sholat diatas Ka’bah. Kemudian orang-orang berduyun-duyun masuk ke dalam agama Allah. (bam dari sirah nabawiyah)
Doa
Hikmah:
Hari Raya Yang Sebenarnya
Seorang saleh ditanya, “Kapan hari raya Anda?” Ia menjawab, “Bagi kami, hari raya adalah hari:
- Ketika kami tidak bermaksiat kepada Allah;
- Ketika datang kemenangan bagi orang-orang beriman; dan
- Ketika kami kembali kepada hidayah dan bimbingan Allah dan memperbaiki urusan kami.
Bagi kami, hari raya bukanlah untuk orang yang berpakaian baru dan mewah, melainkan untuk orang yang mampu mengamankan diri siksaan neraka. (dari buku Hikmah Dalam Humor Kisah dan Pepatah, hal: 305)
YP3IS Pusat
Manfaatkan Program Bantuan YP3IS
Pada Sabtu (4/8), YP3IS Pusat mengadakan acara kunjungan ke Panti Asuhan Al-Jihad, Jalan Jemursari Utara III/09 Wonocolo,
“Program kunjungan ini memang rutin dilakukan oleh YP3IS, guna menginformasikan kepada pihak panti asuhan tentang program-program bantuan dari YP3IS untuk panti asuhan dan anak asuhnya,” papar Gelombang. Dengan kunjungan ini, diharapkan pihak Panti Asuhan Al-Jihad ini bisa terjalin hubungan erat dengan YP3IS. “Tujuannya, antara YP3IS dan pihak Panti Asuhan Al-Jihad bisa bersama-sama membantu anak-anak yatim, kelak bisa hidup mandiri,” lanjut Gelombang. Karena, bagi anak asuh panti asuhan dengan mengikuti program bantuan tersebut secara maksimal, diharapkan kedepannya nanti anak asuh tersebut siap menuju kemandirian.
Sementara itu, Ketua Panti Asuhan Al-Jihad, Fudlaili, dalam sambutannya, mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan tersebut. “Terus terang kami mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan dan batuan yang telah diberikan donatur YP3IS kepada panti asuhan Al-Jihad ini. Semoga mendapat berkah dari Allah,” sambut Fudlaili.
Dalam kunjungan tersebut, Gelombang juga menyerahkan bantuan gizi dari para donatur YP3IS berupa beras, mie instan, susu dan lain-lainnya. (bam)
Pusdiklat YP3IS
Menumbuhkan Motivasi Purna Asuh
Karena banyaknya anak purna asuh yatim yang belum memiliki motivasi dan keinginan berwirausaha (enterprenuership), maka Pusdiklat Yatim Mandiri YP3IS mengadakan Smartpreneur Seminar pada Ahad (5/8), bertempat di Rumah Makan Biyung, Jalan Raya Gubeng no 44, Surabaya. Menurut staff Pusdiklat YP3IS, Hendy Nurrokhmansyah SS, acara ini juga dilatar belakangi banyaknya donatur yang membutuhkan tambahan pengetahuan dan suntikan motivasi wirausaha (enterprenuership) untuk peningkatan ekonomi mereka.
“Sehingga diharapkan setelah acara ini, dapat terbentuk jiwa enterpreneurship dikalangan anak purna asuh sebagai bekal kemandirian usaha pasca binaan. Sedangkan bagi donatur, diharapkan untuk dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan usahanya,” jelas Hendy. Seminar tersebut dihadiri 24 anak purna asuh dan sekitar 21 donatur dan pengurus panti asuhan.
Sedangkan pada Senin (6/8), Pusdiklat Yaman YP3IS menggelar acara Pra Masa Orientasi bagi siswa Pusdiklat tahun ajaran 2007-2008, di Yayasan Nurul Falah, Jalan Ketintang PTT Timur V,
Yakni, dari Surabaya 31 siswa, Gresik 2 siswa, Sidoarjo 18 siswa, Malang 7 siswa dan Kediri 17 siswa. “Acara ini salah satunya bertujuan untuk menyamakan visi dan misi MEC untuk siswa baru dan membentuk jiwa kepemimpinan dan kemandirian,” ujar Hendy Nurrokhmansyah SS, staff Pusdiklat Yaman. Sedangkan Mohammad Hasyim dalam sambutannya berpesan kepada siswa Pusdiklat untuk mempersiapkan mental dan fisiknya untuk mengikuti semua program kegiatan yang ada di MEC. (bam)
Konsultasi Keluarga
Menghilangkan Sakit Hati Dan Dendam
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Ustadz Hasan yang terhomat, saya adalah seorang mahasiswi. Saya sekarang tinggal di kost daerah
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Seorang Ukhti
Jawaban:
Waalaikumussalam Wr. Wb.
Ukhti, pupuk terus menerus perasaan berdosa seperti itu, sebab dengan begitu anda akan terus menerus peka terhadap kesalahan dan penyakit dendam yang sangat membahayakan itu. Agar anda bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan sama sekali penyakit itu, maka ada beberapa hal yang harus anda perhatikan
- Rasulullah bersabda : “ Sesungguhnya dendam itu bisa menghabiskan kebaikan sebagaimana api membakar kayu bakar “.
- Ketika anda dendam pada orang lain, pasti kebaikan orang itu sirna dihadapan anda, padahal suatu saat sangat bermanfaat pada anda.
- Fahami bahwa menghina orang pasti akan dihina oleh Allah dan manusia, walaupuun tidak seketika.
- Dendam akan membuat sakit hati dan menyebabkan anda stres.
- Tidak ada satupun manusia yang bisa terbebas dari caci makian orang.
- Serahkan sepenuhnya pada Allah yang Maha Mengetahui segalanya.
- Ambil himah dari caci makian atau penghinaan orang. Misalnya :
- Anda koreksi diri, mungkin anda pernah menghina orang, silahkan diingat-ingat. Jika ya, mintalah ampun pada Allah dan minta maaf pada orang yang pernah anda hina.
- Anda berlatih sabar menghadapi apapun sikap dan prilaku seseorang. Latihan sabar itu sungguh akan bemanfaat ketika anda menapaki tingkat atau derajat yang lebih tinggi. Ketika Allah akan mengangkat derajat seseorang, pasti akan diuji.
- Keikhlasan dan kesabaran, pasti orang lain akan mencatat sikap pisitif anda, apalagi anda memaafkan.
- Sikapi dengan rasa kasihan, sehingga dengan demikian anda bisa memintakan ampun pada Allah dan menasehati ( nahi mungkar ).
- Berdoalah pada Allah agar dibersihkan dari penyakit hati.
- Semoga Allah memberikan kekuatan pada anda. Amin.
Konsultasi Agama
Assalaamu'alaikum Wr. Wb.
Ustadz Navis yang saya hormati, saya ingin mendapat penjelasan tentang zakat profesi, yaitu ketentuan zakat profesi itu disertakan dengan emas yang berapa
karat, sih ustadz?
Wassalam,
Donatur, 08883554076.
Jawaban:
Donatur yang saya hormati. Zakat penghasilan atau zakat profesi ( al-mal al-mustafad) adalah zakat yang dikenakan pada setiap pekerjaan atau keahlian profesional tertentu, baik yang dilakukan sendirian maupun bersama dengan orang /lembaga lain, yang mendatangkan penghasilan (uang) halal yang memenuhi nisab (batas minimum untuk wajib zakat). contohmya adalah pejabat, pegawai negeri atau swasta, dokter, konsultan, advokat, dosen, makelar, seniman dan sejennisnya.
Hukum zakat penghasilan berbeda pendapat ulama' fiqh. mayoritas ulama' madzhab empat tidak mewajibkan zakat penghasilan pada saat menerima kecuali sudah mencapai nisab dan setahun (haul). namun para ulama' mutaakhirin seperti Syekh Abdurrahman Hasan, Syekh Muhammad Abu Zahro, Syekh Abdul Wahhab Khallaf, Syekh Yusuf Al Qardlowi, Syekh Wahbah Az-Zuhaili, hasil kajian majma' fiqh dan fatwa MUI nomor 3 tahun 2003 menegaskan bahwa: zakat penghasilan itu hukumnya wajib.
Hal ini mengacu pada pendapat sebgian sahabat ( Ibnu Abbas, Ibnu Masud dan Mu'awiyah), Tabiin ( Az-Zuhri, Al-Hasan Al-Bashri, dan Makhul) juga pendapat Umar bin Abdul Aziz dan beberpa ulama' fiqh lainnya. ( al-fiqh al-islami wa adillatuh. 2/866)
Juga berdasarkan firman Allah SWT: "... ambilah olehmu zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka... ( QS. al-Taubah. 9:103)
dan firman Allah swt: " Hai orang-orang yang beriman! nafkahkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik..." ( QS. al-Baqarah. 2:267)
Juga berdasarkan sebuah hadits shahih riwayat Imam Tirmidzi bahwa Rasulullah SAW bersabda: " Keluarkanlah olehmu sekalian zakat dari harta kamu sekalian". dan hadits dari Abu Hurairah r,a Rasulullah saw bersabda: " Sedekah hanyalah dikelaurkan dari kelebihan/kebutuhan. tangan atas lebih baik daripada tangan dibawah. mulailah (dalam membelanjakan harta) dengan orang yang menjadi tanggung jawabmu". ( HR. Ahmad)
dan juga bisa dijadikan bahan pertimbangan apa yang dijelaskan oleh penulis terkenal dari Messir, Muhammad Ghazali dalam bukunya 'al-islam wal audl' aliqtishadiya': "Sangat tidak logik kalau tidak mewajibkan zakat kpd profesional seperti dokter yang penghasilannya sebulan bisa melebihi penghasilan petani setahun". ( lihat: DR. Yusuf al-Qardlawi. Fiqh Zakat. 866)
Baiklah pengasuh jawab pertanyaan anda:
Zakat penghasilan sebagian ulama’ menyamakan dengan zakat emas yaitu 85 gram ( menurut DR. Yusuf al-Qardlawi) atau 96 gram ( menurut fiqh Syaf’i) dan ukuranya setara dengan emas murni 24 karat. Jadi kalau sekarang harga emas 170.000.- X 85 = 14.450.000,- atau 170.000 X 96= 16.320.000,- dengan demikian jika seorang mendapatkan gaji sebulan 2.000.000,- X 12= 24.000.000,- itu sudah wajib zakat, bias dibayar tiap bulan 2.5% atau diakhir tahun.
Gaji anda yang sudah dibayarkan zakatnya tiap bulan dan setelah diambil zakatnya baru disimpan di bank, maka diakhir tahun tidak harus dikelaurkan zakatnya lagi karena tidak ada zakat ganda dalam satu obyek zakat. Kecuali sisa gaji anda yang sudah dikelaurkan zakatnya itu dikembangkan seperti untuk modal kerja perdagangan, persewaan rumah atau kendaraan, membeli ternak, modal pertanian taua lainnya, maka jika mencapai nisab wajib zakat lagi karena factor obyek zakat lain yaitu perdagangan, peternakan atau pertanian
Donatur, zakat adalah rukun islam yang harus dilaksanakan bagi orang yang mampu, namun pelaksanaanya masih kurang optimal. Maka marilah kita laksanakan zakat agar harta kita bersih, berkah dan bermanfaat. Amiin yaa mujibassailiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar