Rabu, September 30, 2009

MAJALAH YATIM OKTOBER 2009

Kebersamaan Surabaya

Bank Eksekutif Cabang Surabaya

Banyak Kemudahan Menjadi Donatur di Yatim Mandiri

Sudah menjadi kewajiban untuk membantu sesama muslim yang membutuhkan, terutama kepada anak-anak yatim yang tidak mampu. Karena siapa lagi yang bisa membantu mereka selain sesama muslim yang mampu. Berawal dari sinilah karyawan di Bank Eksekutif Cabang Surabaya turut serta bergabung menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri.

Seperti yang telah diungkapkan oleh Wiwik selaku Kasi Admin Kredit Bank Eksekutif Cabang Surabaya, bahwa awal masuknya Yatim Mandiri di bank yang beralamat di Jalan Basuki Rahmat No 17 Surabaya tersebut sekitar tahun 2000 yang lalu. “Kedatangan Yatim Mandiri tersebut langsung direspon positif oleh rekan-rekan di Bank Eksekutif Cabang Surabaya ini. Dari situlah kemudian beberapa temen-temen di sini berkumpul dengan antusias untuk mendengarkan penjelasan tentang lembaga Yatim Mandiri dari ZIS Consultant Yatim Mandiri,” kata Wiwik ketika ditemui MAYA pada Selasa (25/8), di Gedung Bank Eksekutif Cabang Surabaya.

Selain memang sudah kewajiban membantu anak yatim, juga karena profil yang bagus dari Yatim Mandiri dan tujuannya juga baik, yakni mengajak untuk berbuat amal khususnya kepada anak-anak yatim, maka mereka pun kami pun tertarik untuk bergabung menjadi donatur di Yatim Mandiri. “Dan juga menjadi donatur karena memang pada saat itu masih belum ada lembaga sosial lain yang masuk ke Bank Eksekutif Cabang Surabaya ini, dan Yatim Mandiri yang pertama kali datang. Dan di Yatim Mandiri banyak sekali kemudahan yang didapatkan para donaturnya. Diantaranya, adanya fasilitas jemput zakat yang bagi kami sangat penting sekali karena zakat kita ada yang mengkordinir. Kemudian adanya laporan rutin tentang data anak asuh jika mengikuti Program Orang Tua Asuh, program ini juga bagus karena sangat penting bagi kelangsungan pendidikan anak yatim. Yakni adanya jaminan pendidikan yang layak bagi anak yatim. Sehingga kami pun langsung setuju untuk menjadi donatur bagi anak-anak yatim melalui Yatim Mandiri,” terang Wiwik.

Saat itu yang langsung mendaftar menjadi donatur kurang lebih sepuluh orang karyawan Bank Eksekutif Cabang Surabaya. Jumlah itu hampir seluruh bagian di Bank Eksekutif Cabang Surabaya ini tercatat menjadi donatur di Yatim Mandiri.

Sementara itu menurut Indah Setyarini, Analis di Bank Eksekutif, lambat laun jumlah karyawan di Bank Eksekutif Cabang Surabaya yang menjadi donatur pun semakin bertambah. “Meskipun ada beberapa rekan yang keluar karena sudah tidak kerja disini lagi. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena digantikan oleh beberapa karyawan baru yang biasanya langsung ikut mendaftar menjadi donatur di Yatim Mandiri. Ada juga dua orang mantan karyawan yang sudah tidak kerja lagi disini tetapi masih tetap aktif menjadi donatur tetap hingga sekarang. Bahkan mayoritas karyawan di Bank Eksekutif Cabang Surabaya ini tercatat menjadi donatur di Yatim Mandiri, dan juga hampir seluruhnya mengikuti program Orang Tua Asuh selain zakat rutin tiap bulan,” terang Indah Setyarini.

Sedangkan Tuti Mardiah, Wakil Pimpinan Cabang Bank Eksekutif, menjelaskan tentang cara mengajak rekan-rekannya yang lain untuk menjadi donatur di Yatim Mandiri. “Yakni dengan cara memberikan mereka Majalah Yatim untuk sekedar dibaca. Biasanya dari situlah timbul ketertarikan mereka untuk turut serta mendaftar menjadi donatur bagi anak-anak yatim. Selain itu, karena memang karyawan di Bank Eksekutif Cabang Surabaya ini pada dasarnya memiliki jiwa sosial yang tinggi dan sangat mudah sekali diajak untuk berbuat sosial, ya seperti menyantuni anak-anak yatim. Sehingga kami pun tidak merasa kesulitan dalam mengajak rekan-rekan yang lain untuk menjadi donatur di Yatim Mandiri,” jelas Tuti Mardiah.(bam)


Konsultasi Kesehatan

Alergi Cuaca Dingin

Saya ibu rumah tangga berusia 29 tahun. Saya mempunyai masalah alergi cuaca dingin sejak usia 10 tahun hingga sekarang. Jika sedang cuaca dingin atau bepergian ke tempat yang berhawa dingin, alergi itu kambuh dengan muncul gatal-gatal pada badan saya, diikuti dengan rasa panas pada sekujur tubuh. Hal ini sangat mengganggu aktivitas saya, meskipun alergi ini hanya muncul ketika cuaca dingin.

Yang ingin saya tanyakan:

  1. Bagaimana cara mengatasi alergi dingin ini?
  2. Apa obatnya untuk menghilangkan gatal-gatal dan rasa panas pada badan akibat alergi dingin tersebut?
  3. Apakah alergi dingin ini bisa disembuhkan, sehingga tidak timbul lagi ketika cuaca dingin?

Demikian atas jawaban dari dr Rahmania, saya ucapkan terima kasih.

Wassalam

Ninda, Surabaya.-

Jawaban:

Wa'alaikum salam WR.WB

Yang terhormat Ibu Ninda

Setelah membaca surat yang ditunjukan kepada saya melalui MAYA, terlebih dulu saya akan menjelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan alergi atau reaksi hypersensitivitas.

Reaksi hypersensitivitas yang terjadi pada kondisi ibu yaitu akibat tubuh merespon secara langsung terhadap paparan rasa dingin tersebut, sehingga memicu salah satu sel darah putih untuk mengeluarkan zat-zat antara lain: Histamin yaitu zat yang dapat menyebabkan gatal - gatal dikulit. Keadaan ini dikenal dengan nama cold urticaria.

Cold urticaria mempunyai gejala antara lain kemerahan, gatal dan bengkak pada kulit. Pada keadaan yang sistemik dapat terjadi pusing, panas dan berdebar-debar. Cara mengatasi reaksi alergi tersebut dengan jalan menghindari paparan rasa dingin tersebut dan meningkatkan daya tahan tubuh karena stamina yang baik berperan meningkatkan daya tahan tubuh untuk mengatasi reaksi alergi. Saat ini ada beberapa terapi sintomatik dari golongan anti histamin yang sederhana (seperti CTM) sampai yang canggih. Juga dapat digunakan kortisteroid (sesuai anjuran dokter).

Selaras dengan hal tersebut diatas saya akan menjawab pertayaan ibu :

1. Cara mengatasi alergi tersebut adalah dengan jalan menghindari cuaca dingin. Meningkatkan stamina dengan olahraga seperti lari pagi, senam aerobic, bersepeda dan lain-lain secara rutin. Hal ini sangat penting karena kekebalan tubuh kita terhadap alergi sangat dipengaruhi stamina tubuh kita. Hindarilah: stress fisik (istirahat yang cukup) dan stress psikis.

2. Obat yang umum dikomsumsi adalah anti histamin dari yang sederhana (seperti CTM) sampai lebih canggih (Loratadine, desloratadine cetirizine atau levocetirizine, dan lain-lain) bila kondisi berlanjut konsultasi pada dokter spesialis kulit, barang kali membutuhkan obat lain. Untuk panas badan dapat menggunakan golongan parastamol.

3. Alergi dingin tidak bisa disembuhkan tapi bisa "sembuh". Semakin jarang terpapar oleh pemicunya tubuh tidak bereaksi lagi terhadap pemicu tersebut.

Demikian penjelasan dari saya semoga ALLAH SWT melindungi kesehatan ibu.


Kisah

Mohammad Khoirul Huda

Berhasil Ranking I Sejak Kelas I Hingga V Berkat Tekun Belajar

Meskipun berstatus yatim dan saat ini usianya masih menginjak 12 tahun, tetapi prestasinya tergolong cukup lumayan. Prestasi pemilik nama lengkap Mohammad Khoirul Huda ini diantaranya mampu mempertahankan ranking I mulai kelas I hingga kelas V MI di Mojokerto, sampai menjadi juara pada beberapa lomba yang telah diikutinya.

Seperti yang telah dituturkan oleh Ithma Sholehah, selaku pengasuh Panti Asuhan Rahmat tentang sosok Mohammad Khoirul Huda ketika diwawancarai MAYA pada Kamis (27/8), bahwa ia merasa bersimpati ketika ayah anak tersebut, yang bernama Slamet Riadi meninggal dunia karena sakit. “Kebetulan saya adalah guru MI-nya, sehingga ketika ayahnya meninggal dunia saya pun tertarik untuk mengajaknya tinggal di Panti Asuhan Rahmat, Mojoanyar, Mojokerto. Saya bersimpati dengan Mohammad Khorul Huda karena selain anaknya cukup berprestasi juga sikap dan tingkah lakunya baik dan cenderung pendiam, mudah untuk dibina. Tempat tinggalnya juga dekat dengan Panti Asuhan Rahmat, Mojoanyar, Mojokerto ini sehingga ia bisa sewaktu-waktu pulang kerumahnya,” terang Ithma Sholehah sembari didampingi oleh Mohammad Khoirul Huda.

Selain itu, anak kelahiran Mojokerto 6 Januari 1997 dan sekarang duduk dikelas VI MI tersebut terancam putus sekolah karena ibunya, yang bernama Lilik Mufidah, sudah tidak bisa lagi membiayai sekolahnya. Lantas Ithma Sholehah pun mengajaknya untuk tinggal di Panti Asuhan Rahmat, Mojoanyar, Mojokerto saat ia kelas V MI Suhadaq, Banjar, Puri, Mojokerto. Sebab dengan tinggal di panti bisa meringankan beban keluarganya, karena semua kebutuhan hidup dan pendidikan Mohammad Khoirul Huda ditanggung oleh pihak panti asuhan.

Ketika tinggal dipanti, ia yang cenderung anak yang penurut dan pendiam, pun melakukan semua kegiatan yang diadakan oleh panti meski adaptasi dengan lingkungan cenderung lambat. “Tetapi lama-kelamaan ia pun bisa bersosialisasi dengan teman-temannya sesama panti. Hingga sekarang pun tingkah lakunya cukup baik. Ia rajin dan tekun belajar agama dan pelajaran sekolah, serta mengikuti semua kegiatan yang diadakan panti ini. Dan ia juga sangat toleransi dengan sesama teman-teman di pantinya. Bahkan sikap Mohammad Khoirul Huda ini pun lain dibandingkan teman-temannya. Ia cenderung penurut dan disiplin selama tinggal dipanti,” kata wanita kelahiran Mojokerto pada tanggal 8 April 1969 ini.

Kegiatan anak yang bercita-cita menjadi guru ini, selama dipanti meliputi: sholat berjamaah lima waktu, tartil, setelah Ashar mengaji, sampai menjelang Magrib, setelah sholat berjamaah lalu belajar pelajaran sekolah, nonton televisi sebentar lalu istirahat, terus paginya sholat Dhuha dan langsung sekolah. Mohammad Khoirul Huda juga aktif diikutkan berbagai lomba oleh pengasuhnya tersebut diantaranya lomba Al-Quran terjemahan, Pildacil, lomba mata pelajaran bidang studi umum, puisi, cerdas cermat dan menulis kaligrafi.

Sewaktu mengikuti lomba Al-Quran terjemahan yang diadakan oleh BKPRMI Kabupaten Mojokerto tahun 2008, Mohammad Khoirul Huda melakukan persiapan hampir setengah bulan. “Yakni dengan dibimbing seorang ustadz yang khusus memberikan materi-materi tentang terjemahan Al-Quran. Dan pembimbingnya pun juga menugasinya untuk terus belajar dan menghafal materi yang telah diberikan. Persiapannya tersebut memakan waktu hampir setengah bulan. Dan alhamdulillah akhirnya Mohammad Khoirul Huda bisa berhasil menjadi juara III,” ujar Ithma Sholehah.

Lantas lomba Pildacil yang diadakan oleh Departemen Agama Mojokerto tahun 2008, Mohammad Khoirul Huda dapat meraih juara II. Persiapan lomba Pildacil itu memakan waktu sekitar satu minggu, dan latihannya dilakukan disekolah saat jam istirahat. Mulai latihan intonasi saat dipanggung, gaya bicaranya hingga materi yang akan disampaikan dalam lomba tersebut.

Sementara itu untuk lomba mata pelajaran bidang studi umum yang meliputi pelajaran IPA, Matematika dan Bahasa Indonesia, tingkat Kecamatan Mojokerto tahun 2009 berhasil dimenanginya dengan menjadi juara I.

Sedangkan prestasi di sekolahnya yang selalu ranking I sejak kelas I hingga kelas V, diperolehnya dengan belajar secara tekun dan bersungguh-sungguh. “Kalau anak-anak yang lain khan kalau belajar kadang banyak bercanda, main-main atau malah kadang sering tertidur. Tapi Mohammad Khoirul Huda tidak demikian, meski belajar hanya sehari sekali sewaktu malam, tetapi dilakukannya dengan sungguh-sungguh. Malah terkadang sebelum berangkat sekolah, ia sempatkan untuk belajar sebentar,” kata Ithma Sholehah mengakhiri.(bam)

Kebersamaan Jakarta

PT. Asuransi Jiwa Nusantara, Jakarta

Dipilih Karena Banyak Kemudahan Dalam Menyalurkan ZIS

Selain memiliki program-program bagus dan bertujuan untuk membantu dan memandirikan anak-anak yatim yang kurang mampu, juga banyaknya kemudahan dalam menyalurkan ZIS bagi donaturnya, membuat karyawan di PT Asuransi Jiwa Nusantara, Jakarta ini bersedia bergabung dengan Yatim Mandiri.

Seperti yang diungkapkan oleh Ferdian Saladin, selaku Staff HRD di PT Asuransi Jiwa Nusantara, Jakarta, bahwa kemudahan yang didapat donatur Yatim Mandiri diantaranya adalah adanya fasilitas jemput ZIS. “Dengan fasilitas ini donatur merasa sangat terbantu, karena ditengah-tengah kesibukan pekerjaan sehari-hari, ada yang mampu mengkordinir serta menjemput zakat rutin kita tiap bulan, yakni petugas ZIS Consultant Yatim Mandiri. Tak hanya itu, kita juga bisa menentukan tanggal pengambilan donasinya,” kata Ferdian Saladin ketika diwawancarai MAYA pada Jumat (28/8).

Selain itu, pembayaran ZIS donatur Yatim Mandiri juga bisa dilakukan melalui transfer bank. Hal ini juga turut membantu donaturnya dalam memberikan alternative pilihan cara menyalurkan zakat rutinnya tiap bulan. “Daya tarik lainnya yakni, Yayasan Yatim Mandiri adalah lembaga amil zakat yang resmi. Karena telah mempunyai badan hukum. Biasanya, bagi mereka yang mengerti hal ini akan langsung tertarik untuk menjadi donatur tetapnya,” ujar Ferdian Saladin.

Pria kelahiran Jakarta pada tanggal 2 Agustus 1977 ini lantas menceritakan proses masuknya Yatim Mandiri ke perusahaan yang beralamat di Jalan Basuki Rahmat No 12B, Jakarta tersebut. “Yakni berawal sekitar bulan Juli 2009, ada ZIS Consultant Yatim Mandiri yang memberikan proposal untuk menjadi donatur bagi anak-anak yatim yang kurang mampu melalui Yayasan Yatim Mandiri. Selain proposal juga diberikan brosur dan Majalah Yatim untuk saya baca. Lantas saya pun mencoba menawarkan ke rekan-rekan yang lain. Ternyata mereka merespon positif dan alhamdulillah mereka langsung tertarik, meski hingga saat ini masih tiga orang yang telah tercatat menjadi donatur,” terang Ferdian Saladin.

Masih menurut Ferdian Saladin, respon positif dari rekan-rekannya tersebut dibuktikan dengan permintaan pemotongan gaji langsung tiap bulan untuk ZIS mereka. “Karena kebetulan saya dibagian Staff HRD yang mengurusi karyawan dan gaji mereka, sehingga atas permintaan karyawan yang mendaftar menjadi donatur di Yatim Mandiri agar pembayaran ZIS-nya dilakukan oleh saya dengan mekanisme potong gaji langsung di awal bulan,” papar Ferdian Saladin.

Oleh karena itulah Ferdian Saladin melihat prospek Yatim Mandiri kedepannya nanti di PT Asuransi Jiwa Nusantara, Jakarta ini masih cukup potensial. “Saya optimis jumlah karyawan yang ikut menjadi donatur di Yatim Mandiri akan bertambah banyak. Dan semoga kedepannya nanti Yatim Mandiri menjadi berkembang lebih besar lagi dan anak-anak yatim yang disantuni serta dibina bisa lebih banyak, serta bisa mendatangkan berkah bagi donatur dan anak yatimnya,” harapnya.(bam)

Panti Asuhan Yanuba, Pasuruan

Guru Yatim Mandiri Bikin Anak-Anak Semangat dan Rajin Belajar

Bantuan guru panti dari Yatim Mandiri sangat besar manfaatnya bagi anak-anak yatim di panti asuhan Yanuba, Pasuruan, karena mereka bisa meningkatkan kualitas belajar, sehingga perkembangan pendidikannya pun semakin meningkat.

Hal itu diutarakan oleh pengasuh panti asuhan Yanuba, Pasuruan, H Abdul Halim Jasim. Menurutnya, anak-anak yatim asuhannya menjadi semakin bersemangat dan tekun dalam belajar sejak adanya guru bantuan Yatim Mandiri. “Cara belajarnya juga jelas dan terprogram karena adanya guru bantu tersebut,” kata H Abdul Halim Jasim, ketika diwawancarai MAYA, Selasa (25/8).

Selain itu, panti asuhan di Desa Podokaton, Bayeman, Gondangwetan, Pasuruan, ini merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan guru tersebut. “Sebab, panti sudah tidak lagi mengeluarkan honor untuk guru tersebut, karena honornya telah diberikan oleh Yatim Mandiri. Hal ini yang saya rasakan sangat meringankan beban panti asuhan Yanuba,” ujar H Abdul Halim Jasim.

Untuk saat ini bantuan guru panti yang telah diterima oleh panti asuhan Yanuba adalah satu orang guru, yang mengajarkan tentang Al-Quran dan kitab-kitab fikih. Sedangkan waktu belajarnya sehari tiga kali, yakni dimulai pukul 12.30 hingga 14.00, lalu dilanjutkan jam 15.30 sampai 17.00 yang semuanya mengajarkan tentang Al-Quran. Lantas jam 19.30 hingga 21.00 mengajarkan tentang kitab-kitab fikih.

“Sedangkan yang dimaksud dengan cara belajar anak asuh yang jelas dan terprogram ialah dikarenakan guru bantu tersebut telah mendapat pembinaan rutin yang diadakan oleh Yatim Mandiri tentang kiat-kiat serta pengetahuan bagaimana mengajar anak asuh yang lebih baik dan benar serta lebih efektif, sehingga pelajaran tersebut dapat lebih diserap dan dimengerti oleh anak-anak, serta anak-anak tidak cepat bosan dalam belajar,” urai H Abdul Halim Jasim.

Sebelum ada guru bantu dari Yatim Mandiri, anak asuh dipanti asuhan Yanuba ini memang telah memiliki guru panti sendiri. Tapi guru panti tersebut masih belum mendapat pembinaan dan pengetahuan tentang kiat-kiat mengajar yang lebih efektif dari Yatim Mandiri. “Karena telah memiliki kiat-kiat dan pengetahuan mengajar yang baru dan lebih efektif tersebut dari hasil pembinaan yang diprogram oleh Yatim Mandiri itulah, membuat anak asuh menjadi lebih baik lagi dan bersemangat dalam belajar,” terang H Abdul Halim Jasim.

Selain mendapat bantuan guru, panti asuhan juga mendapatkan Bantuan Dana Pendidikan, Uang Saku Yatim dan bantuan Al-Quran terjemahan dari Yatim Mandiri.(bam)


Bicara Uang

Kereta bawah tanah

Oleh: Iman Supriyono, Strategic Finance Specialist pada SNF Consulting, www.snfconsulting.com

Dari arena sebuah pameran dagang Bangkok, tujuan saya selanjutnay adalah Charoen Krung Road. Ada seseorang kawan yang janji saya temui di sana. Berdasarkan peta kota yang saya pegang, perjalanan bisa ditempuh naik sky train alias kereta api layang dari stasiun Ratchathewi menuju stasiun Sala Daeng. Dari Sala Daeng perjalanan kemudian dilanjutkan dengan kereta bawah tanah. Dari Sala Daeng, kereta bawah tanah yang di bangkok disebut MRT (mass rapid transit) akan menuju stasiun Hua Lamphong. Berdasarkan peta, dari stasiun sub way ini, Charoen Krung Road bisa dijangkau dengan jalan kaki.

Sebenarnya, dari lokasi pameran dagang perjalanan bisa ditempuh naik taksi. Lagi pula di Bangkok saya raskan ongkos taksi murah sekali. Lebih murah dari pada taksi di Jakarta atau Surabaya. Tapi memang saya pingin fasilitas transportasi publik di negeri yang pemerintahannya berbentuk kerajaan konstitusional ini.

Menginjakkan kaki di stasiun kereta layang yang di Bangkok dikenal dengan nama BTS ini, suasananya tidak jauh berbeda dengan stasiun serupa di Singapura. Pintu peron yang buka tutupnya otomatis dengan kartu elektrik, denah jaringan kereta yang sistematis, peta lokasi detail sekitar stasiun, orang orang yang rapi menunggu kereta, suasana interior kereta, papan petunjuk di dalam kereta, pemberitahuan melalui sound system setiap akan berhendi di sebuah stasiun, semuanya mirip mirip dengan singapura. Standard. Kalaupun beda, di Bangkok tulisan dan pemberitahuan disampaikan menggunakan bahasa dan tulisan Thai yang diikuti dengan bahasa Inggris. Di Singapura, disamping bahasa inggris, papan informasi dan suara dari sound system menambahkan bahasa Melayu, Mandarin dan India sesuai dengan demografi warga kota. Ratchathewi-Siam-Ratchadamri sudah terlewati pun terlewati.

“Next station Sala Daeng”. Begitu mendengar pengumuman ini dari sund system kereta, saya pun segera berdiri mendekati pintu. Beberapa saat kemudian kereta memperlambat lajunya.

“Sala Daeng”. Mendengar nama stasiun tujuan ini disebut, sayapun segera turun dari kereta. Selanjutnya saya turun ke lantai dasar dan kemudian turun lagi menuju stasiun bawah tanah. Eskalator mempermudah perjalan menuju kedalaman sekitar 30-40 meter di bawah tanah.

Di stasisun BTS saya kembali merasakan suasana yang bisa disebut sama persis dengan stasiun stasiun bawah tanah di Singapura. Sistem tiket yang elektrik otomatis, Ruangan stasiun sejuk berpendingin udara, dinding dinding stasiun yang dipenuhi dengan finishing stainless steel warna perak mengkilat, deretan pintu pintu stasiun yang tembus ke pintu kereta, dan lingkungan yang serba bersih rapi.

Setelah beberapa menit menunggu, kereta pun datang. Saya pun segera naik menikmati perjanan. Transportasi publik khas kota modern yang cepat, bebas macet, aman dan murah. Inilah yang menjadikan masyarakat lebih gemar bepergian dengan kendaran umum dari pada naik motor atau mobil pribadi. Lebih praktis, lebih irit, lebih ramah lingkungan.

♦♦♦♦♦

Pembaca yang budiman, kita memiliki kebutuhan bermacam macam. Sementara itu, sumber daya finansial yang kita miliki terbatas. Kalau Anda seorang pegawai, tiap bulan Anda mendapatkan gaji tertentu. Jika Anda pengusaha, Anda pun tidak bisa suka suka mengambil uang bisnis untuk keperluan pribadi. Bahkan uang bisnis yang akan diambil untuk keperluan operasional usaha pun juga harus diatur sedemikian rupa. Ada batasan batasan dalam memenuhi berbagai macam kebutuhan.

Mana yang harus kita prioritaskan? Mana yang terlebih dahulu dibeli? Mana yang bisa kita tunda atau bahkan tidak perlu kita beli sama sekali? Ini adalah pertanyaan sangat penting dalam pengelolaan uang. Keputusan yang tepat akan mengakibatkan kemajuan dan prestasi jangka pendek maupun jangka panjang. Sebaliknya, salah mengambil keputusan bisa berakibat fatal baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Maka….apa yang dilakukan oleh kota Bangkok bisa menjadi teladan. Keputusan pemerintah setempat untuk membangun jaringan kereta api layang maupun bawah tanah adalah investasi yang tepat. Membandingkan kota kota besar dunia, kita akan menjumpai bahwa fsilitas transportsi publik yang baik adalah sesuatu yang sangat menentukan.

Untuk di Asia Tenggara, Singapura adalah kiblat dalam hal ini. Sistem kereta api layang dan bawah tananya menjangkau seluruh penjuru kota. Bahkan ke bandara pun cukup naik kereta dengan ongkos super murah. Bus kotanya berpendingin udara. Tiket bus kota dan kereta listrik terintegrasi. Sebuah kartu prabayar bisa dipakai untuk naik bus dan kereta ke mana saja. Pembayaran dengan kartu prabayar juga makin menyenangkan karena taripnya jauh lebih murah dibanding pembayaran dengan uang tunai.

Ada sekitar 150 kota besar dunia yang sudah memilik jaringan kereta layang atau bawah tanah yang sering disebut dengan nama nama MRT (mass rapid transport), sub way, sky train, LRT (light rapid transport) atau Metro ini. Di samping Singapura, Kuala Lumpur adalah kota di negeri tetangga yang juga sudah memiliki jaringan kereta seperti ini.

Bagaimana Indonesia? Jakarta sebagai kota yang jauh lebih besar dibanding Singapura, Kuala Lumpur maupun Bangkok justru tertinggal. Padahal, mestinya Jakarta jauh lebih ekonomis untuk investasi MRT ini. Penduduk jakarta ada sekitar 10 juta. Jauh lebih besar dari penduduk Singapura yang hanya sekitar 4 juta. Singapura hanya setara dengan Surabaya. Maka…..mestinya, bagi Jakarta, membangun MRT jauh lebih urgen dari pada Singapura, Kuala Lumpur maupun Bangkok.

Nah, karena hingga kini Jakarta tidak ada tanda tanda membangun MRT, yang terjadi adalah kemacetan lalu lintas sepanjang hari di Jakarta. Saya pernah merasakan betapa stressnya mengemudikan kendaraan di Jakarta. Kemacetan yang seolah tiada akhir terjadi sepanjang hari. Sementara itu, transportasi publiknya juga sangat parah. Bus kota jelek dan panas tanpa AC. Keberadaan Busway yang diharapkan menjadi solusi ternyata juga masih jauh dari harapan.

Coba renungkan. Berapa ribu ton bahan bakar terbuang tiap hari di jakarta. Padahal kita membelinya dengan devisa dari luar negeri. Belum lagi bila dihitung berapa jam waktu warga jakarta yang hilang. Milayaran rupiah terbuang begitu saja tiap hari. Semuanya hanya gara gara kesalahan prioritas pebelian.

Prioritas? Betul. Kalau dihitng secara finansial, PDB Indonesia jauh lebih tinggi dibanding Singapura, Malaysia, maupun Bangkok. Artinya, kita ada kemampuan untuk membangun MRT. Dengan penduduk jakarta yang lebih dari dua kali penduduk Singapura, hitung hitungan investasi akan lebih cepat balik modal. Menarik.

Pembaca yang budiman, jangan sampai kesalahan jakarta kita ikuti dalam kehidupan finansial keseharian. Kita harus tahu mana mana priorits dan mana mana yang bisa ditunda. Bagi jakarta, membangun MRT adalah prioritas yang tidak bisa ditunda. Menundanya akan berakibat kerugian finansial yang lebih besar. Maka….tentukan apa prioritas finansial Anda. Kebutuhan yang urgen harus diperjuangkan untuk dipenuhi dengan sekuat tenaga. Bahkan untuknya, mungkin kita harus “mengencangkan ikat pinggang” dan “puasa”. Menahan pembelian kebutuhan kebutuhan lain untuk memfokuskan diri pada prioritas utama. Apa prioritas Anda? Apa “kereta bawah tanah” Anda?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar