Ir Jamil Azzaini MM
Energi Positif Menuju Hidup Sukses Mulia
Hidup anda ingin dipenuhi dengan keberuntungan dan bisa menuju hidup yang sukses mulia? Maka perbanyaklah mengeluarkan energy positif yang ada pada diri anda untuk orang banyak, niscaya keberuntungan dan sukses mulia akan menyertai anda.
Itulah inti dari materi yang disampaikan inspirator sukses mulia, Jamil Azzaini pada acara Halal Bihalal Donatur Yatim Mandiri yang diadakan pada Ahad, 4 Oktober 2009, bertempat di Convention Hall B Gramedia Expo, Jalan Basuki Rahmat 93-105 Surabaya. Acara tersebut dihadiri sekitar 700 donatur dari Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, serta seluruh Kepala Cabang dan staff Yatim Mandiri Semarang, Madiun, Mojokerto, Tuban, Jember, Kediri, Pasuruan, Gresik, Sidoarjo dan Surabaya.
Hidup seperti apa yang anda inginkan? Menurut survey Jamil Azzaini, yang banyak dipilih adalah hidup sukses mulia. Cara menuju hidup sukses mulia yakni dengan penggabungan expert, asset dan energy positif. Ketiganya harus sama-sama diterapkan. “Sebenarnya keberuntungan itu bisa dipelajari dan musibah juga bisa dihindari. Alam bekerja dengan sempurna, dengan prinsip-prinsip alamnya,” kata penulis tiga buku best seller di Gramedia ini.
Lalu Jamil Azzaini memformulasikan energy positif sebagai Hukum Kekekalan Energi. Yakni, apa yang anda usahakan sama dengan apa yang anda hasilkan. “Misalnya, usaha = 100, lalu Cuma mendapat balasan ucapan terima kasih, yang katakanlah valuasinya = 10. Apakah alam tidak adil, sehingga usaha = 100, tapi Cuma mendapat hasil = 10? Ternyata tidak, alam sangatlah adil. Hasil usaha bisa langsung dan bisa tidak langsung diterima. Yang tidak langsung itu disebut sebagai tabungan energy yang disimpan di alam,” terang lulusan S-2 Magister Management Agrobisnis, IPB ini.
Contoh tabungan energy yang positif adalah aktifitas-aktifitas sosial, menyebarkan ilmu gratis, mengurus organisasi yang bertujuan positif. Sedangakan korupsi adalah contoh sempurna tabungan energy negative. “Alam tidak pernah ingkar janji. Jangan khawatir jika anda deposit energy positif, maka anda tidak akan mendapatkan hasil secara langsung. Tapi anda juga harus berhati-hati, karena jika anda menabung energy negative, maka andalah yang akan mencairkan energy negative itu sendiri, bukan orang lain. Karena setiap orang memiliki kode unik dan frekuensi sendiri-sendiri dan tidak mungkin tertukar dengan yang lainnya. Tabungan energy ini tidak pernah hilang,” ujar penulis buku best seller Tuhan, Inilah Proposal Hidupku.
Karena, semakin banyak energy positif yang dilakukan seseorang, maka sesungguhnya ia telah menabung begitu banyak kebaikan yang justru akan kembali kepada dirinya. Begitupun sebaliknya, semakin banyak energy negative yang ditebar seseorang, maka ia sesungguhnya sedang menanti keburukan yang pasti suatu saat dialaminya.
Masih menurut pria kelahiran Purworejo Jawa Tengah, 09 Agustus 1968 ini, bahwa energy positif dapat diwujudkan dengan banyak cara. Senyum salah satunya. Juga sapaan lembut sepulang kerja kepada anak dan istri. Namun, energy positif yang besar adalah ketika kita mengajarkan ilmu. “Makanya ketika saya sedang mengisi training sangat senang karena ketika saya mengajarkan ilmu yang hadir lebih dari 600 orang, maka saya akan mendapat kiriman energy positif dari 600 orang tersebut,” jelas pria yang telah memberikan training di seluruh Indonesia, Brunai Darussalam, Hongkong, Makao dan Philipina ini.
Tabungan energy dapat cair dalam bentuk Harta, Tahta, Kata dan Cinta. Dalam bentuk Kata misalnya, anak menjadi bandel dan tidak nurut. “Bisa jadi hal tersebut merupakan pencairan tabungan negative anda dan tabungan positif anda kurang. Lalu contoh pencairan tabungan energy positif harta adalah tiba-tiba ada yang memberikan rejeki ke anda atas kebaikan anda di masa lalu walau anda tidak meminta untuk dibayar,” papar inspirator dan trainer di hampir seluruh perbankan di Indonesia.
Tabungan energy berlaku universal, yakni untuk agama apa saja. Disarankan tabungan energy positif dilakukan dalam kerangka spiritual, baik dalam bekerja bisnis, maupun kegiatan lain yang bersifat positif. “Ingin untung, perbanyak energy positif. Perbanyak energy positif ditempat usaha, dirumah, di keluarga, kapanpun dan dimanapun anda berada,” pesan Jamil Azzaini.
Lalu ada orang yang licik tapi cepat naik jabatan, sedangkan orang baik dan jujur malah tersingkir. Menurut Jamil Azzaini, hal ini dikarenakan ada konsep ‘Ujian’ dalam hukum Kekekalan Energi. Bentuk dari DP (down payment) energi positif. “Itulah sebabnya mengapa orang yang tetap istiqomah dan baik mendapatkan hasil yang baik di akhir. Karena ia tidak dianugerahi DP tabungan energy positif yang harus dibayar lunas. Tapi ia selalu menabung energy positifnya. Tebarlah energy positif, maka hasil tabungan energy akan cair sehingga anda menjadi sukses dan mulia,” jelas Jamil Azzaini.
Jadi bagi orang yang menghalalkan segala cara untuk bisa berhasil, berarti dia sedang menabung energy negative. Suatu saat akan cair dalam berbagai bentuk seperti sakit-sakitan, keluarga yang berantakan, anak yang nakal dan yang lainnya. Keberuntungan adalah bentuk pencairan energy positif. Begitupun sebaliknya, kemalangan merupakan bentuk pencairan energy negative. “Agar tetap mendapat energy positif, maka yang harus dipikirkan terus adalah memberi, bukan menerima,” ujarnya.(bam)
Berkah
Robby Dharmawan
Pengusaha SPBU di Kediri
Omset Penjualan di SPBU-nya Meningkat 50%
Omset penjualan BBM di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Untuk Umum) miliknya meningkat hingga 50% setelah ia memutuskan untuk ikut serta peduli dan membantu anak-anak yatim yang kurang mampu melalui Yatim Mandiri Cabang Kediri.
Pria pemilik nama lengkap Robby Dharmawan ini lalu menceritakan perjalanan hidupnya setelah lulus kuliah hingga menjadi pengusaha SPBU, serta berkah yang diperolehnya dari Allah setelah menjadi donatur rutin dan ikut program Orang Tua Asuh di Yatim Mandiri
Robby Dharmawan berhasil menyelesaikan studinya pada tahun 1998 yang lalu di Universitas Malang Kucekwara dengan mengambil Jurusan Akuntansi. Ia lantas membantu kedua orang tuanya yang kebetulan menjadi seorang petani. “Tapi itu tidak berlangsung lama, karena selalu mengalami kegagalan. Akhirnya saya mencoba membantu di perusahaan kontraktor milik abah saya, di PT Graha Multi Tunggal. Diperusahaan tersebut saya menangani perumahan untuk para purnawirawan. Yakni mereka yang belum punya rumah mendaftar ke saya untuk dibuatkan rumah. Nah, uang muka atau down payment pembangunan rumah tersebut adalah dari ASABRI, yaitu dibiayai oleh negara,” terang Robby Dharmawan ketika diwawancarai MAYA pada Selasa (6/10).
Setelah menghabiskan tiga tahun berkecimpung di perusahaan kontraktor milik keluarga tersebut, pria kelahiran Kediri pada tanggal 20 Juli 1974 ini, lalu
diberi modal usaha oleh orang tuanya untuk mendirikan sebuah SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Untuk Umum). “Kenapa memilih SPBU? Karena memang sejak lama saya ingin sekali memiliki SPBU sendiri. Dan pada tahun 2005, SPBU saya itu pun mulai beroperasi dengan menggunakan 4 mesin dan mempekerjakan 15 orang karyawan, yang lokasinya di Jalan Raya Kediri – Kertosono Km 10,” jelas Robby Dharmawan.
Kemudian sekitar dua tahun yang lalu, salah seorang ZIS Consultant Yatim Mandiri Cabang Kediri datang menawarinya untuk bergabung menjadi donatur bagi anak-anak yatim yang kurang mampu melalui Yatim Mandiri. “Setelah saya mengetahui banyak informasi tentang Yatim Mandiri, program-programnya serta tujuannya yang mulia, yakni membantu anak-anak yatim yang membutuhkan, maka saya pun tertarik untuk menjadi donaturnya. Selain itu, karena saya dulu juga dari orang yang tidak mampu, maka saya juga bisa merasakan bagaimana sulitnya anak yatim yang kurang mampu tersebut berusaha memenuhi kebutuhannya. Saya juga ikut program Orang Tua Asuh,” katanya.
Begitu menjadi donatur di Yatim Mandiri, Robby Dharmawan mengaku mendapatkan banyak berkah dari Allah. “Salah satunya yakni Allah telah memberikan kelancaran dalam hal pekerjaan. Karena saya bekerja dalam bidang SPBU, kendala utamanya adalah masalah pengiriman. Kalau pengirimannya tidak lancar khan otomatis jualannya juga tidak lancar. Dan Alhamdulillah selama ini Allah telah memberikan kelancaran dalam hal pengiriman BBM tersebut, sehingga jualan saya juga ikut lancar,” ujarnya.
Bahkan omset pendapatan di SPBU-nya pun juga semakin meningkat sekitar 50% dibandingkan tahun lalu. “Kalau tahun lalu rata-rata menghabiskan BBM sekitar 8 ton, kini meningkat menjadi rata-rata sekitar 12 ton BBM,” ungkapnya. Dari situlah rejekinya terus mengalir lancar. Apalagi kalau ada pengumuman tiba-tiba harga BBM naik, maka dapat dipastikan keuntungannya pun semakin meningkat. “Seperti yang pernah terjadi, ketika itu tiba-tiba pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM, wah hal ini yang bagi pemilik SPBU adalah rejeki tersendiri. Karena saya order BBM tersebut khan tidak tahu kapan BBM naik. Nah ketika saya telah order BBM dengan harga yang biasanya, tiba-tiba ada pengumuman BBM naik, ya jelas harga jual di SPBU juga ikut naik yang otomatis keutungan SPBU juga semakin berlipat, tergantung kita telah terlanjur order berapa ton BBM saat itu dengan harga yang lama,” ceritanya.
Meski begitu, ia juga mengaku pernah mengalami kerugian ketika secara tiba-tiba pula pemerintah mengumumkan penurunan harga BBM. Karena harga order BBM lebih tinggi daripada harga jual BBM di SPBU. “Saat itu serentak diseluruh SPBU mengalami kerugian. Meskipun begitu syukur Alhamdulillah kerugian saya tidak terlalu besar dibandingkan kerugian pemilik SPBU lainnya yang rata-rata cukup besar,” katanya.
Tak hanya itu, Robby Dharmawan juga mengaku mendapatkan berkah dari Allah kesehatan jasmani dan rohani, baik itu dirinya sendiri maupun seluruh keluarganya.(bam)
Kebersamaan Jakarta
PT Hexindo Adiperkasa Tbk
Tertarik Karena Fasilitas Jemput Donasi
Fasilitas layanan jemput donasi dari Yatim Mandiri ternyata menarik minat para karyawan di PT Hexindo Adiperkasa Tbk ini untuk bergabung menjadi donatur tetap bagi anak-anak yatim yang kurang mampu melalui Yatim Mandiri Cabang Jakarta.
Sekitar tiga bulan yang lalu Yatim Mandiri Cabang Jakarta mencoba masuk ke PT Hexindo Adiperkasa Tbk yang bertempat di Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Kambing II Kav. I – II No.33 Jakarta ini, untuk mengajak para karyawannya menjadi donatur tetap bagi anak-anak yatim. “Ketika itu, datang salah satu ZIS Consultant Yatim Mandiri ke PT Hexindo Adiperkasa untuk menawarkan menjadi donatur bagi anak-anak yatim yang kurang mampu dipanti-panti asuhan yang ada di Jakarta melalui Yatim Mandiri Cabang Jakarta. Dari situlah dijelaskan panjang lebar dan detail tentang profil Yatim Mandiri, tujuan serta program-programnya dalam menyantuni, membina dan memberdayakan anak-anak yatim yang kurang mampu. Dan kami juga diberi Majalah Yatim untuk sekedar kami baca,” kata Sandy, selaku staff di PT Hexindo Adiperkasa Tbk, ketika diwawancarai MAYA pada Rabo (7/10).
Karena menurutnya Yatim Mandiri adalah lembaga yang cukup baik dan telah memiliki badan hukum yang resmi, membuat mereka percaya dan yakin akan keamanahan Yatim Mandiri dalam mengelola dana dari para donaturnya. “Sehingga kami mantap untuk menyalurkan ZIS kami ke Yatim Mandiri. Awal kedatangan Yatim Mandiri di PT Hexindo Adiperkasa, Jakarta ini disambut positif oleh rekan-rekan disini. Terbukti sudah ada tiga orang yang langsung mendaftar menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri tersebut,” ujarnya.
Selain itu juga adanya fasilitas jemput donasi membuat para donaturnya semakin mudah dalam menyalurkan ZIS rutinnya tiap bulan melalui Yatim Mandiri. “Sehingga kami tidak terlalu ribet dalam menyalurkan zakat rutin tiap bulan. Karena sudah dikordinir dan langsung dijemput oleh ZIS Consultant Yatim Mandiri. Pelayanan jemput donasi inilah yang saya nilai sangat mempermudah para donatur untuk berzakat,” terang Sandy.
Tak hanya itu, tujuan dari Yatim Mandiri dirasa pria kelahiran Jakarta pada tanggal 25 Juni 1979 ini cukup bagus. “Karena selain bertujuan untuk membantu anak-anak yatim juga untuk memberdayakan mereka hingga mandiri. Jadi anak-anak yatim tersebut tidak lagi bergantung kepada keluarga dan orang lain, mereka bisa lebih mandiri kedepannya nanti,” ujar Sandy.
Dari situlah Sandy mencoba untuk mengajak rekan-rekannya yang lain di PT Hexindo Adiperkasa Tbk yang belum menjadi donatur untuk lebih peduli lagi dengan anak-anak yatim yang kurang mampu dengan menjadi donatur di Yatim Mandiri. “Yakni dengan cara memberikan Majalah Yatim kepada rekan-rekan yang lain sembari mengajak langsung untuk menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri,” jelasnya.
Usahanya tersebut ternyata membuahkan hasil, dengan semakin bertambahnya jumlah donatur Yatim Mandiri di perusahaan agen alat-alat berat merek Hitachi seperti Excavators, Wheel Loaders, Articulated Dump Trucks, Rigid Dump Trucks, Track Mounted Screens dan Track Mounted Crushers ini. “Alhamdulillah karena jiwa sosial yang tinggi dari rekan-rekan di PT Hexindo Adiperkasa, Jakarta ini, ajakan kami pun disambut positif oleh mereka. Sehingga jumlah donatur tetap Yatim Mandiri di PT Hexindo Adiperkasa, Jakarta ini pun semakin bertambah. Tercatat hingga saat ini 11 orang karyawan PT Hexindo Adiperkasa, Jakarta yang menjadi donatur bagi anak-anak yatim,” kata Sandy mengakhiri.(bam)
Bicara Uang
Oleh Iman Supriyono
Cabang Sendiri atau Waralaba?
Pertanyaan ini muncul saat saya mengasuh sebuah acara talk show di sebuah radio FM. Pertanyaan ini sangat relevan untuk Anda yang memiliki usaha ritel. Yang dimaksud dengan ritel adalah usaha yang sebagian besar pembelinya adalah pengguna akhir (end user) seperti restoran, salon kecantikan, apotek, air minum isi ulang, lembaga bimbingan belajar, toko sepatu eceran, minimarket, dan sebagainya.
Untuk berkembang, sebuah usaha ritel membutuhkan pengembangan cakupan wilayah. Makin luas wilayah, makin banyak pula prospek konsumennya. Makin banyak prospek konsumen, makin besar pulalah peluang untuk mendapatkan omset yang lebih besar. Maka menambah luas wilayah sebuah keharusan untuk berkembang.
Dalam konteks pengembangan usaha ritel, akhir akhir ini waralaba menjadi sangat populer. Pameran, media masa, buku, dan outlet waralaba yang menyebar bahkan sampai ke
♦♦♦♦
Waralaba atau franchise pada dasarnya adalah transaksi sewa menyewa. Mirip dengan sewa rumah atau sewa mobil. Bedanya, sewa rumah atau sewa mobil obyek yang disewakan adalah barang barang fisik. Anda dengan mudah bisa memegang, melihat, tinggal, tidur, mandi, makan dan sebagainya di rumah yang Anda sewa pada waktu tertentu. Demikian juga, Anda bisa memegang, mengemudikan, atau menaiki mobil yang Anda sewa pada waktu yang tertentu pula. Terhadap rumah atau mobil yang bisa Anda manfatkan selama periode waktu tetentu ini, Anda berkewajiban untuk membayar harga yang telah disepakati.
Sebagaimana layaknya sewa menyewa, bila menyewa merek melalui mekanisme waralaba, Anda juga memiliki hak pakai untuk periode tertentu. Terhadap hak pakai ini, Anda berkewajibasn untuk membayar ongkos sewanya dengan jumlah dan cara pembayaran tertentu yang telah disepakati. Bedanya, obyek sewa dalam waralaba lebih bersifat non fisik. Yang disewa adalah merek, potensi pelanggan, tata cara berbisnis, prosedur operasional beserta segala sesuatu yang terkait dengannya.
Dalam sewa rumah atau mobil, manfaat yang diinginkan oleh penyewa sudah bisa dirasakan sejak terjadinya transaksi. Luas rumah, luas tanah, jumlah kamar, kualitas lantai, keindahan taman, strategis dan tidaknya lokasi sudah langsung bisa dirasakan pada saat awal periode transaksi dan relatif tidak akan berubah hingga akhir periode transaksi. Warna cat, volume cc mesin, tarikan mesin, dan kemewahan penampilan mobi sudah langsung bisa dirsakan pada saat terjadi transaksi dan relatif tidak akan terjadi perubahan hingga berakhirnya masa sewa.
Dalam transaksi sewa menyewa merek yang bernama waralaba, apa yang diharapkan akan diteriam oleh penyewa tidak bisa dirasakan begitu terjadi transaksi. Sebagaimana yang diharapkan oleh pebisnis apapun, laba adalah juga menjadi harapan dasar dari seorang penyewa merek melalui waralaba. Jadi sebenarnya, seorang berani membayar untuk transaksi waralaba karena ia berharap akan mendapatkan laba. Dengan laba ini, seorang penyewa merek dalam waralaba tidak saja menerima kembali apa yang sudah dibayarkannya sebagai ongkos sewa, tetapi bahkan meriima lebih dari itu. Inilah yang menjadi harapan terpenting seroang penyewa merek dalam transaksi waralaba atau yang biasa disebut franchisee alias terwaralaba.
♦♦♦♦
Bagi Anda para pebisnis ritel, waralaba adalah salah satu cara yang bisa dipakai untuk mengembangkan usaha. Pertanyaannya, kapan pakai waralaba, kapan membangun outlet sendiri? Yang paling harus diperhatikan pedoman bahwa bisnis adalah sesuatu yang bersifat jangka panjang. Jangka paling panjang dalam konteks orang beriman adalah hari akhirat. Jadi, bisnis harus selalu dikerjakan dengan orientasi untuk tetap tumbuh dan berkembang. Bahkan ketika Anda telah meninggal pun, bisnis harus tetap tumbuh dan berkembangan. Harapannya, di negri abadi, Anda akan tetap mendapatakan kiriman pahala amal jariyah dari bisnis yang telah Anda rintis sebagai amal ibadah yang terus menerus bermanfaat bagi sesama.
Dalam al Qur’an, salah satu syarat kehalalan transaksi adalah antarodlin. Terjadi adanya saling ridlo antara pihak pihak yang bertransaksi. Dalam konteks waralaba, pemilik merek atau franchisor alias pewaralaba ridlo dengan uang yang diterimanya sebagai biaya sewa, sebaliknya juga, terwaralaba juga ridlo dengan merek yang disewanya. Keridloan ini tidak bolah hanya terjadi pada saat transaksi, tetapi juga harus tetap ridlo dalam jangka panjang sampai kapanpun. Keridloan yang berefek sampai hari akhir. Jangan sampai si franchisee tidak ridlo karena ternyata merek yang disewanya tidak mampu mengangkat omset penjualan dan usahanya rugi. Kerugian akan memangkas habis keridloan si terwaralaba.
Dalam konteks keridloan jangka panjang ini, seorang pemilik merek harus telah menguji mereknya dengan membuka outlet sendiri dan terbukti berhasil. Berapa outlet harus dibuka sebelum mewaralabakan? Secara bisnis memang tidak ada pedoman
Jika ini terjadi, keahlian Anda dalam membuka dan mengelola outlet baru rata rata mampu menghasilkan laba 40% pertahun dan mengandung risiko 30% gagal. Anda harus menjelaskan baik potensi laba maupun risiko gagal dengan jelas kepada calon penyewa. Dengan demikian, terwaralaba akan mengetahui apa-apa yang seharusnya diketahui oleh seorang calon penyewa. Inilah salah satu kondisi yang harus terpenuhi untuk mencapai keridloan jangka panjang.
Katakan bukti keberhasilan dan risiko ini sudah menarik banyak minat orang untuk menjadi terwaralaba dengan membayar ongkos sewa tertentu. Apakah dengan demkian Anda langsung menerima tawaran itu? Tidak. Anda harus melihat dulu kemampuan Anda dalam memperoleh uang pinjaman (dari bank atau lainnya). Jika saja Anda punya akses pinjaman Rp 100 juta dan harus membayar margin (dalam istilah bank konvensional disebut bunga)Rp 10 juta pertahun selama masa peminjaman, adalah rugi jika Anda mewaralabakan peluang bisnis ini. Jika Anda meminjam bank, tiap tahun Anda punya sisa laba Rp 30 juta. Artinya, dalam waktu tidak sampai 4 tahun utang Anda sudah lunas dan outlet 100% menjadi milik sendiri. Tentu saja Anda sendirilah yang berhak menimkati laba itu.
Bagaimana kalau tidak punya akses utang? Waralaba adalah salah satu cara untuk tetam menangkap peluang walaupun Anda tidak punya akses pinjaan karena alasan agunana ataupun lainnya. Memang hasilnya tidak sebaik dibandingkan seandainya dikerjakan sendiri. Tetapi, outlet yang muncul dimana mana juga menjadi sesuatu yang bagus untuk penguatan merek.
Yang harus diwaspadai, terwaralaba yang rugi akan tidak ridlo dan menjadi kampanye buruk bagi merek Anda. Inilah peluang dan risiko yang harus disikapi dengan cermat. Untuk lebih cermat, Anda harus belajar dari pengalmaan orang lain. Pada tulisan yang akan datang, Insya Allah saya akan mengajak Anda belajar dari pengalaman McDonalds, KFC, Pizza Hut, dan Starbucks sebagai jawara jawara waralaba dunia. Semangat!
Konsultasi Kesehatan
Takut Jarum Suntik
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
dr Rahmania yang saya hormati. Saya wanita berusia 22 tahun. Saya ingin sekali melakukan general check up (tes gula darah, kolesterol, dan lain-lain) serta donor darah secara rutin. Di samping karena ingin mengetahui hasilnya, tetapi juga untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dan yang jadi permasalahannya adalah, saya ini orang takut dengan jarum suntik.
Pertanyaan saya:
- Apakah ada alternatif atau cara lain bagi orang (saya) yang ingin mengetahui dan menjaga kesehatan (melalui general check up dan donor darah) bagi orang yang takut atau paranoid dengan jarum suntik?
- Dan dari umur berapa seseorang mulai dianjurkan untuk melakukan check up atau donor darah?
Demikian pertanyaan saya, atas jawaban dokter saya ucapkan terima kasih.
Wassalam Wr. Wb.
Hamba Allah
Surabaya
Jawaban:
Waallaikumsalam Wr. Wb.
Hamba Allah yang berbahagia.
Setelah membaca surat yang anda tujukan kepada saya melalui MAYA, saya akan menjelaskan beberapa hal mengenai general check up dan donor darah secara ringkas.
General check up pada umumnya dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan fisik biasanya dilakukan secara lengkap mulai pemeriksaan nadi, suhu, tekanan darah, kemudian mata, THT, jantung, dll. Pemeriksaan penunjang dilakukan melalui pemeriksaan darah, urine lengkap, rontgen, dll. Dapat juga dilakukan pemeriksaan tambahan yaitu rekam jantung (ECG), treadmill, pap smear (bagi yang sudah menikah). Bagi seseorang yang telah dewasa seyogyanya dilakukan general check up secara rutin.
Mengenai donor darah, pada usia anda sudah dapat dilakukan 3 bulan sekali dimana darahnya diambil melalui vena dengan jarum suntik kemudian ditampung dengan kantong khusus.
Terkait dengan hal tersebut diatas, saya akan menjawab pertanyaan anda:
1. Apabila anda takut jarum suntik, check up kesehatan yang dapat dilakukan adalah sebatas pemeriksaan fisik, rekam jantung (ECG), dan rontgen. Untuk general check up dan donor darah tentu harus menggunakan jarum suntik.
2. Seseorang dianjurkan melakukan general check up adalah setelah dewasa atau secara rutin dilakukan setelah berumur 30 tahun, walaupun tidak ada batasan yang baku mengenai usia. Donor darah untuk pemula boleh dilakukan setelah berumur 17 tahun dan sebelum berumur 60 tahun. Bagi yang sudah rutin donor darah, boleh dilakukan sampai usia 65 tahun.
Demikian jawaban dari saya semoga bermanfaat.
Potret Semarang
Panti Asuhan Annur Budi Utomo, Semarang
BDP Meningkatkan Prestasi Yatim
Sejak bergabung dengan Yatim Mandiri Cabang Semarang pada awal tahun 2009 dan telah mendapatkan beberapa bantuan, diantaranya Bantuan Dana Pendidikan, semangat dan prestasi belajar anak-anak yatim di Panti Asuhan Annur Budi Utomo, Semarang ini menjadi semakin meningkat.
Seperti yang diungkapkan Agus Salim, selaku Pengasuh Panti Asuhan Annur Budi Utomo Semarang, bahwa anak asuhnya menjadi lebih termotivasi untuk giat belajar setelah Yatim Mandiri memberikan Bantuan Dana Pendidikan kepada mereka. “Prestasi anak-anak asuh yang mendapatkan Bantuan Dana Pendidikan rata-rata mendapatkan rangking 10 besar disekolahnya masing-masing. Sebelum mendapat bantuan dari Yatim Mandiri, hampir tidak ada yang meraih ranking 10 besar disekolahnya. Hal ini disebabkan mereka termotivasi untuk belajar dengan rajin dikarenakan telah memiliki peralatan sekolah yang memadai, yang dibeli dari bantuan Yatim Mandiri tersebut,” terang Agus Salim ketika diwawancarai MAYA pada Rabo (30/9).
Agus Salim juga menambahkan, dengan adanya Bantuan Dana Pendidikan, hal ini menandakan bahwa anak-anak yatim tersebut tidak “sendirian”. “Dalam arti anak-anak asuh tersebut masih mempunyai orang tua, yakni para donatur atau Orang Tua Asuh, yang mau peduli terhadap nasib dan pendidikan mereka,” kata pria kelahiran Demak pada tanggal 16 Juni 1982 ini.
Pada semester ini, sebanyak 9 anak yatim di Panti Asuhan Annur Budi Utomo, Semarang telah mendapatkan Bantuan Dana Pendidikan dari Yatim Mandiri Cabang Semarang. Selain itu BDP Yatim, panti ini juga telah menerima bantuan Uang Saku Yatim. “Untuk bantuan uang saku yatim yang diterima Panti Asuhan Annur Budi Utomo sebesar Rp 500 ribu langsung kita bagi rata ke anak-anak. Tetapi untuk penggunaannya masih dikelola oleh pengasuhnya. Jadi uang saku tersebut digunakan hanya untuk yang memang benar-benar saat itu sedang membutuhkan,” jelas Agus Salim.
“Alhamdulillah bantuan yang telah diberikan oleh Yatim Mandiri Cabang Semarang ini sangat besar manfaatnya bagi anak-anak asuh kami. Kami juga merasa sangat terbantu dengan hadirnya Yatim Mandiri yang telah bersedia untuk menyalurkan sebagian bantuan dari donaturnya untuk diberikan kepada Panti Asuhan Annur Budi Utomo. Saya selaku pengasuh panti mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan oleh para donatur Yatim Mandiri,” lanjutnya.
Agus Salim lantas menceritakan profil Panti Asuhan Annur Budi Utomo, Semarang. “Awal berdirinya panti ini yaitu pada tahun 2007. Saat itu kami telah menampung sebanyak 21 anak asuh yang berasal dari daerah Temanggung, Solo, Sragen, Kendal, Demak dan daerah lainnya disekitar Semarang. Seiring berjalannya waktu, jumlah anak asuh yang ada di Panti Asuhan Annur Budi Utomo ini pun semakin bertambah. Tercatat hingga saat ini sekitar 87 anak asuh, yang terdiri dari tingkat Sekolah Dasar, SMP hingga SMA. Sedangkan pendidikan non formalnya, anak-anak kami ajarkan pendidikan seperti yang ada di pesantren,” jelasnya.
Sementara itu, biaya operasional Panti Asuhan Annur Budi Utomo Semarang ini menurut Agus Salim dalam sebulan menelan dana kurang lebih Rp 7 Juta, termasuk biaya pendidikan, makan, kebutuhan sehari-hari ke 87 anak asuh dan kebutuhan panti lainnya. “Dana sebesar itu didapat dari bantuan donatur tetap dan tidak tetap Panti Asuhan Annur Budi Utomo ini. Meskipun bantuan yang kami dapat banyak keterbatasannya, tetapi keterbatasan tersebut tidak menjadi penghalang kita untuk maju,” kata Agus Salim.(bam)
Gerai
GAJAH TINGGALKAN GADING
Oleh: Moch. Hasyim
Sudah menjadi sunnatullah bahwa manusia hidup akan meninggalkan jejak. Diinginkan atau tidak, diharapkan atau tidak jejak pasti akan mengiringi kehidupannya. Lihatlah ketetapan Allah : Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh) (QS: Yasin : 12 ). Kalau dalam pepatah kita dikatakan, Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, dan manusia mati meninggalkan jasa.
Jejak hidup manusia ada yang baik dan ada yang buruk., Jejak buruk sebagai akibat dari perbuatan yang menyimpang dari aturan. Baik aturan Tuhan, aturan negara maupun aturan adat. Jejak buruk selalu memberikan dampak kerugian bagi siapa saja. Terutama bagi yang punya jejak.
Sedangkan jejak kehidupan yang baik ada dua. Ada yang bersifat sementara dan ada yang abadi. Semua perbuatan baik orang-orang yang tidak bertauhid kepada Allah akan berjejak sementara. Jejak baik mereka hanya sebatas umur dunia. George Washington sebagai pendiri Negara Amerika Serikat atau Mahatma Gandhi sebagai tokoh perubahan India akan dikenang oleh warganya sepanjang dunia ini belum kiamat. Begitu datang hari kiamat terputuslah jejak itu. Termasuk di bagian ini adalah jejak orang-orang yang berlaku riak, ujub dan takabbur, bahkan jejak baik mereka akan berubah menjadi jejak buruk dihadapan Allah.
Jejak hidup abadi hanya akan dihasilkan oleh orang-orang mukmin yang berlaku ikhlas. Perbuatannya hanya mencari ridho Allah sedangkan jejaknya akan harum sampai ke akhirat di hadapanNya, akan turut menambah berat timbangan amalnya.
Sekarang kita sedang menjalani kehidupan ini, sedang membangun jejak. Aneka profesi sedang kita jalani, kita sebagai guru, kita sebagai pedagang, kita sebagai pegawai, kita sebagai politisi, kita sebagai pengemban dakwah, dan yang lainnya.
Jejak apa yang sedang kita bangun ? Jejak buruk atau jejak baik, jejak baik sementara atau jejak baik abadi ? Pertanyan ini penting untuk dilontarkan. Karena di era kehidupan yang serba minta dinilai atau dihargai ini sangat sulit menentukan sikap untuk bisa membangun jejak baik yang abadi. Guru mengajar harus dihargai dengan nilai materi yang jelas, pegawai harus dihitung dan dihargai dengan nilai materi yang ditentukan, politisi harus diimbali dengan nilai materi yang besar, makin besar beban kerja yang diterima harus berkonsekuensi dengan nilai materi yang lebih besar. Setiap hasil kerja minta diakui oleh sesama manusianya. Begitu sulitnya menemukan titik nilai keikhlasan, ya masih titiknya saja, apalagi garis jejak keikhlasannya.
Kalau Yayasan Yatim Mandiri sudah membangun 13 sentral kemanfaatan untuk anak-anak yatim, atau lembaga dakwah ANU telah membangun sentral dakwah di seantaro nusantara, atau si Fulan telah berdakwah sekian tahun, sudahkah berarti telah membangun jejak baik yang abadi ? Sungguh sangat sombong kalau kita sudah berani mengklaim demikian. Betapa tidak, Karena keikhlasan itu hanya satu jalurnya, yaitu kepada Allah SWT. Kita sesama manusai tidak akan mampu manilai pasti keikhlasan itu. Keikhlasan tidak pernah terungkap sebagaimana batalnya sedakah yang disebut-sebut. Begitu pula keikhlasan tidak meNgenal batas pengorbanan. Makin banyak berkorban dengan dasar ikhlas, makin luas jejak abadinya.
Bagaimana dengan jejak kita selanjutnya ? Adakah jejak kita akan berkorelasi positif dengan timbangan amal yang akan kita hadapi dihadapan Sang Pencipta yang Maha cepat hisabnya ? Kuncinya hanya satu, HATI KITA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar