Tampilkan postingan dengan label EDISI JUNI 2008. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EDISI JUNI 2008. Tampilkan semua postingan

Jumat, Juni 05, 2009

MAJALAH YATIM EDISI JUNI 2009

Rihat
Bahaya Narkoba Dan Seks Bebas

Kampanye anti narkoba dan seks bebas saat ini harus gencar dilakukan pada masyarakat. Karena tingkat pemakai narkoba dan pelaku seks bebas dari tahun ketahun bukan malah menurun, tetapi semakin meningkat dengan pesat. Mengingat resiko bahaya yang harus ditanggung oleh pengguna narkoba dan seks bebas, maka masyarakat perlu mengetahui tentang seluk beluk narkoba dan seks bebas. Setelah mengetahui, diharapkan untuk dapat dihindari ataupun dicegah sejak dini.

Hal ini terungkap dalam seminar yang bertema Stop Narkoba Dan Seks Bebas yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Narkotika Profensi dan Badan Narkotika Kota Surabaya bekerja sama dengan Jawa Pos. Seminar tersebut menghadirkan pembicara dr Soetjipto SpKJ, selaku Kepala Psikiatri Poli Rumatan Metahon Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya, dan dr Silvi W Lestari, selaku konsultan seksologi. Acara yang dihadiri aktifis anti narkoba dari GRANAT, sejumlah guru dan anak sekolah itu berlangsung pada hari Sabtu (25/4) di Ruang Seminar Gedung DBL Arena, Surabaya.

Dalam materinya, dr Soetjipto SpKJ yang banyak membahas tentang bahaya narkoba, menjelaskan narkoba (singkatan dari Narkotika Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan atau zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral atau diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Dan yang termasuk jenis narkotika adalah tanaman papaver, opium, morfin, kokain, tanaman ganja.

“Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis.

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan,” jelas dr Soetjipto.

Sedangkan psikotropika menurut dr Soetjipto SpKJ adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku. “Zat yang termasuk psikotropika diantaranya ialah Sedatin, Rohypnol, Magadon, Valium, Mandarax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, dan lain sebagainya. Dan bahan adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfin atau kokain yang dapat mengganggu sistim syaraf pusat, seperti alkohol yang mengandung ethyl etanol, bahan pelarut berupa zat organik yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Seperti misalnya lem atau perekat, aceton, ether, dan lain-lainnya,” terangnya.

Sementara itu dari efeknya narkoba bisa dibedakan menjadi tiga, yang pertama Depresan, yaitu menekan system syaraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional tubuh sehingga pemakai merasa tenang, bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri. Bila kelebihan dosis bisa mengakibatkan kematian. Jenis narkoba depresan antara lain opioda, dan berbagai turunannya seperti morphin dan heroin. Contoh yang populer sekarang adalah putaw.

“Efek yang kedua adalah Stimulan, yakni merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran. Contoh stimulant seperti cafein, kokain, amphetamin. Dan yang sekarang lagi trend dan sering dipakai adalah Shabu-shabu dan Ekstasi. Sedangkan efek narkoba ketiga ialah Halusinogen, efek utamanya adalah mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi. Halusinogen contohnya yakni marijuana,” kata dr Soetjipto SpKJ.

Masih menurut dr Soetjipto, dampak penyalahgunaan narkoba sangat besar sekali bahayanya. Karena bila narkoba digunakan secara terus-menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.

“Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang,” ujarnya.

Dampak fisik penyalahgunaan narkoba diantaranya adalah gangguan pada system syaraf, seperti kejang-kejang, halusinasi dan gangguan kesadaran. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah, gangguan pada kulit dan paru-paru. Sering sakit kepala, mual-mual, muntah, diare, suhu tubuh meningkat dan sulit tidur.

“Bahkan juga mengalami gangguan pada kesehatan reproduksi serta gangguan fungsi seksual. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, resikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya. Dan penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal jika terjadi over dosis, yakni mengkonsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya, yang bisa berakibat kematian,” jelas dr Soetjipto SpKJ.

Sedangkan dampak psikis dari penyalahgunaan narkoba diantaranya adalah lamban dalam bekerja, ceroboh, sering tegang dan gelisah, hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga, sulit konsentrasi, cenderung menyakiti diri dan perasaan tidak aman.

“Selain itu penyalahgunaan narkoba juga mengakibatkan dampak sosial, seperti gangguan mental, melakukan perbuatan asusila, merepotkan dan menjadi beban keluarga dan masa depan suram,” sambungnya.

Masih menurut dr Soetjipto SpKJ, penyalahgunaan narkoba saat ini cenderung banyak dilakukan oleh kalangan remaja. Karena masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya.

“Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja,” kata dr Soetjipto SpKJ.

Dan masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. “Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa,” ujarnya.

Ada banyak cara yang masih bisa dilakukan untuk mencegah remaja menyalahgunakan narkoba sekaligus membantu remaja yang sudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba tersebut. “Yang pertama tingkat Primer, yakni sebelum penyalahgunaan terjadi. Biasanya dilakukan dalam bentuk pendidikan, menyebarkan informasi tentang bahaya narkoba, pendekatan melalui keluarga dan lain-lain. Yang kedua tingkat Sekunder, yakni pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya penyembuhan. Fase ini meliputi, fase penerimaan awal antara 1-3 hari dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mental. Kemudian dilanjutkan dengan fase detoksifikasi dan terapi komplikasi medik yang berlangsung antara 1-3 minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap,” katanya.

Dan yang ketiga adalah tingkat Tertier, yaitu upaya untuk merehabilitasi mereka yang sudah memakai dan dalam proses penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri atas fase stabilisasi, antara 3-12 bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke masyarakat.

“Serta fase sosialiasi dalam masyarakat, agar mantan penyalahguna narkoba mampu mengembangkan kehidupan yang bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan konseling, membuat kelompok-kelompok dukungan, mengembangkan kegiatan alternatif, dan lain-lain,” ujar dr Soetjipto SpKJ.

Bahaya Seks Bebas

Sementara itu dr Silvi W Lestari selaku konsultan seksologi menerangkan tentang bahaya seks bebas. “Yang dimaksud dengan seks bebas adalah hubungan seks yang dilakukan secara pra nikah atau tanpa melalui proses pernikahan, dan biasanya sering dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Bahkan akhir-akhir ini yang jadi trend adalah seks bebas yang dilakukan oleh orang yang telah menikah secara resmi dan melakukan hubungan seks selain dengan pasangannya,” terang perempuan kelahiran Semarang pada tanggal 2 Desember 1976 ini.

Yang penting diketahui akibat dari prilaku seks bebas selain kehamilan yang tidak diinginkan,

adalah adanya gangguan kesehatan dengan terjangkitnya berbagai macam penyakit yang sangat berbahaya. “Diantaranya yakni terjangkit penyakit keputihan, tertular virus HIV, herpes, sifilis dan berbagai penyakit kelamin lainnya,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Selain itu, penyakit yang banyak terjadi dimasyarakat saat ini adalah GO (ghonorhoe). Penderitanya bisa saja tidak mengalami keluhan. Tapi, hal itu justru semakin meningkatkan penyebaran penyakit tersebut. Penyakit GO ini terdiri dari tiga golongan, yakni subklinis, kronis dan akut. Untuk golongan subklinis dan kronis, tidak menimbulkan gejala serta keluhan pada penderita.

“Sedangkan golongan GO akut akan menampakkan gejala seperti sulit buang air kecil atau sakit pada ujung kemaluan. Pada pria biasanya gejalanya nampak. Berbeda dengan wanita, sering kali tidak menampakkan gejala yang jelas. Paling-paling hanya timbul keputihan atau anyang-anyang. Bahkan GO yang sudah parah bisa menyebabkan hilangnya kesuburan, baik wanita maupun pria. Karena saluran sperma dan indung telur menjadi tersumbat oleh kuman GO,” jelas dr Silvi W Lestari.
Untuk itu, peran orang tua dan guru sangat penting untuk menjelaskan tentang pendidikan seks, atau minimal pendidikan kesehatan reproduksi dirumah maupun disekolah-sekolah, namun bukan pendidikan seks secara vulgar. “Mengajarkan ataupun menjelaskan pendidikan seks kepada anak itu hendaknya dilakukan sejak dini. Atau saat anak masih kelas III sekolah dasar. Ajarkan yang mudah dimengerti dulu oleh anak. Selain itu pendidikan agama juga penting untuk membentengi anak dari perbuatan-perbuatan yang melanggar norma agama,” kata konsultan seksologi yang kini sedang menyelesaikan program Doktor Biologi Reproduksi di Universitas Indonesia ini.

“Dan juga pendidikan kesehatan reproduksi di kalangan remaja bukan hanya memberikan pengetahuan tentang organ reproduksi, tetapi bahaya akibat pergaulan bebas, seperti penyakit menular seksual dan sebagainya. Dengan demikian, anak-anak remaja ini bisa terhindar dari percobaan melakukan seks bebas,” sambungnya.

Masih menurut pengasuh rubrik Seks Sehat di Majalah Popular ini , jika anak telah tumbuh remaja, maka sebagai orang tua harus memahami bahwa hormon atau daya rangsang anak remaja akan sangat besar. Untuk itu orang tua harus mulai memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksinya. “Yang utama adalah timbulkan rasa keterbukaan kepada anak yang telah beranjak dewasa. Karena dengan sikap terbuka dari orang tua diharapkan anak tersebut mau terbuka pula jika mengalami masalah dalam dirinya. Tanpa harus si anak tersebut mencari tahu sendiri,” terang dr Silvi W Lestari.

Sebab, jika anak mencari tahu sendiri yang dikhawatirkan adalah mencari tahu ditempat atau orang yang salah. Seperti misalnya, mencari tahu sendiri dengan membuka situs-situs porno diinternet. Hal ini bisa menimbulkan remaja tersebut menjadi kecanduan terhadap pornografi yang bisa berakibat fatal terhadap prilakunya. “Kalau curhat dengan teman yang salah, ia bisa dijerumuskan ketindakkan yang membahayakan anak itu sendiri,” ujarnya mengakhiri.(bam)

Berkah

H. Hirjaya Zusa SH

Director PT Jaya Label

Perusahaannya Berkembang Dengan Pesat

Setelah menjadi donatur bagi anak-anak yatim di Yayasan Yatim Mandiri, ia mengaku mendapatkan banyak berkah dari Allah. Diantaranya adalah berkah kesehatan, rejeki, perusahaannya yang semakin berkembang hingga berkah keluarga yang harmonis.

Seperti yang diungkapkan pria pemilik nama lengkap H. Hirjaya Zusa SH, bahwa awal ia bergabung dengan Yatim Mandiri, yakni sekitar dua tahun yang lalu dan itu pun secara kebetulan. “Awalnya waktu saya datang di kantor pajak untuk menemui klien saya, sewaktu menunggu klien saya diruang tunggu itulah secara kebetulan ada petugas dari Yatim Mandiri. Kemudian saya ngobrol banyak dengan petugas Yatim Mandiri mengenai lembaga tersebut dan tentang anak-anak yatim. Dari informasi petugas Yatim Mandiri itulah saya lalu tertarik untuk bergabung menjadi donatur bagi anak-anak yatim,” kata H Hirjaya Zusa SH saat ditemui MAYA diruang kerjanya pada Rabo (29/4).

Ketertarikkannya untuk menjadi donatur tetap bagi anak-anak yatim di Yatim Mandiri dikarenakan lembaga tersebut memang benar-benar fokus membantu dan memberdayakan anak-anak yatim. “Selain itu, karena anak yatim itu khan tanggung jawab kita, bahkan agama mengajarkan untuk membantu anak-anak yatim yang tidak mampu, siapa lagi kalau bukan kita yang membantu mereka. Yang penting kita ikhlas dalam menyantuni anak yatim,” ujar pria kelahiran Aceh Timur pada tanggal 1 Oktober 1968 ini.

Setelah itu, dalam pertemuan selanjutnya dengan petugas dari Yatim Mandiri, H Hirjaya Zusa SH ditawari untuk mengikuti program Orang Tua Asuh di Yatim Mandiri yang bertujuan untuk membantu biaya pendidikan anak-anak yatim. “Saya pun langsung menyambut baik tawaran tersebut dan bersedia mengikuti Program Orang Tua Asuh dengan membantu 40 anak yatim,” katanya tanpa bermaksud riya’.

“Karena memang saya ingin membantu pendidikan mereka. Yang namanya pendidikan itu khan memang diperlukan oleh setiap orang, tidak terkecuali anak-anak yatim. dalam artian pendidikan itu khan untuk menunjang masa depan anak-anak yatim. kalau anak yatim siapa yang memperhatikan pendidikan mereka kalau buka kita. Untuk itu pendidikan bagi anak yatim sangat penting guna bekal mereka untuk bisa hidup mandiri,” tegas bapak dua anak ini ramah.

“Saya juga merasa bahwa anak-anak yatim itu adalah tanggung jawab saya. Saya merantau dari Aceh ke Surabaya sekitar tahun 1994 dan awalnya bekerja sebagai sales door to door sampai bisa mendirikan perusahaan pada tahun 1999 hingga sebesar sekarang adalah karena campur tangan Allah serta doa dari anak-anak yatim. Untuk itu saya harus berbakti dan mengabdi kepada anak-anak yatim,” sambungnya.

Masih menurut H Hirjaya Zusa SH, setelah menjadi donatur di Yatim Mandiri ia merasakan banyak berkah yang didapatnya dari Allah. Diantaranya yakni berkah kesehatan jasmani dan rohani, memiliki keluarga yang harmonis serta diberikan anak-anak yang patuh kepada kedua orang tua dan agama. “Kemudian saya juga diberi Allah ketenangan dalam menjalan hidup ini dan lebih percaya diri. Dalam artian menghadapi situasi atau apapun saya itu lebih percaya diri. Contohnya gini, sekarang krisis global sedang melanda dunia, alhamdulillah kok saya itu merasa tidak tersentuh sama sekali dengan krisis global tersebut. Saya merasa ini adalah berkat doa dari anak-anak yatim tersebut serta berkah dari Allah yang telah diberikan kepada saya,” jelas H Hirjaya Zusa SH.

Bahkan karena tidak mengalami gangguan krisis global itulah perusahaannya yang bernama PT Label Jaya yang bergerak dalam bidang barcoding specialist printing label dan sticker ini semakin berkembang dengan pesat. “Alhamdulillah kondisi perusahaan stabil dan bahkan cenderung untuk terus naik omsetnya dan lebih berkembang lagi. Dan alhamdulillah tahun ini saya ingin menambah lagi dua unit mesin produksi dan juga memperluas kantor,” katanya.

Tak hanya itu, berkah dari Allah yang selalu ia ingat hingga saat ini adalah bisa menunaikan ibadah haji tanpa harus menunggu lama. “Ceritanya begini, biasanya khan kalau naik haji harus mendaftar dulu lalu menunggu sekitar 3 sampai 4 tahun kemudian baru berangkat. Tetapi waktu itu, setelah saya mengundang kenduri anak-anak yatim untuk mendoakan saya agar bisa naik haji. Dan syukur alhamdulillah saya bisa langsung berangkat naik haji kemarin tanpa harus menunggu lagi beberapa tahun. Ini yang tidak saya sangka-sangka sebelumnya, bisa secepat ini. Padahal waktu itu saya diberitahu bahwa kuota naik haji saat itu sudah penuh,” ujar H Hirjaya Zusa SH.

“Dan syukur alhamdulillah ini merupakan berkah dari Allah yang diberikan kepada saya agar bisa menunaikan ibadah haji. Jadi saya berfikir ini adalah hasil dari ibadah saya kepada Allah dan juga membantu anak-anak yatim sehingga syukur alhamdulillah Allah memberikan banyak berkah kepada saya,” sambungnya.

Kedepannya nanti H Hirjaya Zusa SH berharap perusahaannya bisa semakin berkembang dengan pesat dan menjadi besar, serta anaknya kelak bisa meneruskan perusahaannya tersebut. “Dan tentunya juga insyaallah nilai donasi saya juga akan saya tingkatkan,” ujarnya mengakhiri. (bam)


Subhanallah

Keajaiban Dalam Rahim Ibu

Awalnya Hanya Bersel Satu

Makhluk hidup bersel satu yang tak terhitung jumlahnya mendiami bumi kita. Semua makhluk bersel satu ini berkembang biak dengan membelah diri, dan membentuk salinan yang sama seperti diri mereka sendiri ketika pembelahan ini terjadi. Embrio yang berkembang dalam rahim ibu juga memulai hidupnya sebagai makhluk bersel satu, dan sel ini memperbanyak diri dengan cara membelah diri, dengan kata lain membuat salinan dirinya sendiri. Dalam kondisi ini, tanpa adanya perencanaan khusus, sel-sel yang akan membentuk bayi yang belum lahir ini akan memiliki bentuk yang sama. Dan apabila ini terjadi, maka yang akhirnya muncul bukanlah wujud manusia, melainkan gumpalan daging tak berbentuk. Tapi ini tidaklah terjadi karena sel-sel tersebut membelah dan memperbanyak diri bukan tanpa pengawasan.

Sel yang Sama Membentuk Organ yang Berbeda

Sperma dan sel telur bertemu, dan kemudian bersatu membentuk sel tunggal yang disebut zigot. Satu sel tunggal ini merupakan cikal-bakal manusia. Sel tunggal ini kemudian membelah dan memperbanyak diri. Beberapa minggu setelah penyatuan sperma dan telur ini, sel-sel yang terbentuk mulai tumbuh berbeda satu sama lain dengan mengikuti perintah rahasia yang diberikan kepada mereka. Sungguh sebuah keajaiban besar: sel-sel tanpa kecerdasan ini mulai membentuk organ dalam, rangka, dan otak.

Sel-sel otak mulai terbentuk pada dua celah kecil di salah satu ujung embrio. Sel-sel otak akan berkembang biak dengan cepat di sini. Sebagai hasilnya, bayi akan memiliki sekitar sepuluh milyar sel otak. Ketika pembentukan sel-sel otak tengah berlangsung, seratus ribu sel baru ditambahkan pada kumpulan sel ini setiap menitnya.

Masing-masing sel baru yang terbentuk berperilaku seolah-olah tahu di mana ia harus menempatkan diri, dan dengan sel mana saja ia harus membuat sambungan. Setiap sel menemukan tempatnya masing-masing. Dari jumlah kemungkinan sambungan yang tak terbatas, ia mampu menyambungkan diri dengan sel yang tepat. Terdapat seratus trilyun sambungan dalam otak manusia. Agar sel-sel otak dapat membuat trilyunan sambungan ini dengan tepat, mereka harus menunjukkan kecerdasan yang jauh melebihi tingkat kecerdasan manusia. Padahal sel tidak memiliki kecerdasan sama sekali.

Bahkan tidak hanya sel otak, setiap sel yang membelah dan memperbanyak diri pada embrio pergi dari tempat pertama kali ia terbentuk, dan langsung menuju ke titik yang harus ia tempati. Setiap sel menemukan tempat yang telah ditetapkan untuknya, dan dengan sel manapun mereka harus membentuk sambungan, mereka akan mengerjakannya.

Lalu, siapakah yang menjadikan sel-sel yang tak memiliki akal pikiran tersebut mengikuti rencana cerdas ini? Profesor Cevat Babuna, mantan dekan Fakultas Kedokteran, Ginekologi dan Kebidanan, Universitas Istanbul, Turki, berkomentar:

Bagaimana semua sel yang sama persis ini bergerak menuju tempat yang sama sekali berbeda, seolah-olah mereka secara mendadak menerima perintah dari suatu tempat, dan berusaha agar benar-benar terbentuk organ-organ yang sungguh berbeda? Hal ini jelas menunjukkan bahwa sel yang identik ini, yang tidak mengetahui apa yang akan mereka kerjakan, yang memiliki genetika dan DNA yang sama, tiba-tiba menerima perintah dari suatu tempat, sebagian dari mereka membentuk otak, sebagian membentuk hati, dan sebagian yang lain membentuk organ yang lain lagi.

Proses pembentukan dalam rahim ibu berlangsung terus tanpa henti. Sejumlah sel yang mengalami perubahan, tiba-tiba saja mulai mengembang dan mengkerut. Setelah itu, ratusan ribu sel ini berdatangan dan kemudian saling bergabung membentuk jantung. Organ ini akan terus-menerus berdenyut seumur hidup.

Hal yang serupa terjadi pada pembentukan pembuluh darah. Sel-sel pembuluh darah bergabung satu sama lain dan membentuk sambungan di antara mereka. Bagaimana sel-sel ini mengetahui bahwa mereka harus membentuk pembuluh darah, dan bagaimana mereka melakukannya? Ini adalah satu di antara beragam pertanyaan yang belum terpecahkan oleh ilmu pengetahuan.

Sel-sel pembuluh ini akhirnya berhasil membuat sistem tabung yang sempurna, tanpa retakan atau lubang padanya. Permukaan bagian dalam pembuluh darah ini mulus bagaikan dibuat oleh tangan yang ahli. Sistem pembuluh darah yang sempurna tersebut akan mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh bayi. Jaringan pembuluh darah memiliki panjang lebih dari empat puluh ribu kilometer. Ini hampir menyamai panjang keliling bumi.

Perkembangan dalam perut ibu berlangsung tanpa henti. Pada minggu kelima tangan dan kaki embrio mulai terlihat. Benjolan ini sebentar lagi akan menjadi lengan. Beberapa sel kemudian mulai membentuk tangan. Tetapi sebentar lagi, sebagian dari sel-sel pembentuk tangan embrio tersebut akan melakukan sesuatu yang mengejutkan. Ribuan sel ini melakukan bunuh diri massal.

Mengapa sel-sel ini membunuh diri mereka sendiri? Kematian ini memiliki tujuan yang amat penting. Bangkai-bangkai sel yang mati di sepanjang garis tertentu ini diperlukan untuk pembentukan jari-jemari tangan. Sel-sel lain memakan sel-sel mati tersebut, akibatnya celah-celah kosong terbentuk di daerah ini. Celah-celah kosong tersebut adalah celah di antara jari-jari kita.

Akan tetapi, mengapa ribuan sel mengorbankan dirinya seperti ini? Bagaimana dapat terjadi, sebuah sel membunuh dirinya sendiri agar bayi dapat memiliki jari-jari pada saatnya nanti? Bagaimana sel tersebut tahu bahwa kematiannya adalah untuk tujuan tertentu? Semua ini sekali lagi menunjukkan bahwa semua sel penyusun manusia ini diberi petunjuk oleh Allah.

Pada tahap ini, sejumlah sel mulai membentuk kaki. Sel-sel tersebut tidak mengetahui bahwa embrio akan harus berjalan di dunia luar. Tapi mereka tetap saja membuat kaki dan telapaknya untuk embrio.

Ketika embrio berumur empat minggu, dua lubang terbentuk pada bagian wajahnya, masing-masing terletak pada tiap sisi kepala embrio. Mata akan terbentuk di kedua lubang ini pada minggu keenam. Sel-sel tersebut bekerja dalam sebuah perencanaan yang sulit dipercaya selama beberapa bulan, dan satu demi satu membentuk bagian-bagian berbeda yang menyusun mata. Sebagian sel membentuk kornea, sebagian pupil, dan sebagian yang lain membentuk lensa. Masing-masing sel berhenti ketika mencapai batas akhir dari daerah yang harus dibentuknya. Pada akhirnya, mata, yang mengandung empat puluh komponen yang berbeda, terbentuk dengan sempurna tanpa cacat.

Dengan cara demikian, mata yang diakui sebagai kamera paling sempurna di dunia, muncul menjadi ada dari sebuah ketiadaan di dalam perut ibu. Perlu dipahami bahwa manusia yang bakal lahir ini akan membuka matanya ke dunia yang berwarna-warni, dan mata yang sesuai untuk tugas ini telah dibuat.

Suara di dunia luar yang akan didengar oleh bayi yang belum lahir juga telah diperhitungkan dalam pembentukan seorang manusia dalam rahim. Telinga yang akan mendengarkan segala suara tersebut juga dibentuk dalam perut ibu. Sel-sel tersebut membentuk alat penerima suara terbaik di dunia.

Semua uraian ini mengingatkan kita bahwa penglihatan dan pendengaran adalah nikmat besar yang Allah berikan kepada kita. Allah menerangkan hal ini dalam Alquran sebagaimana berikut:

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. An-Nahl, 16:78)

Penciptaan Kedua

Berbagai peristiwa yang telah dikisahkan dalam tulisan ini dialami oleh semua orang di dunia. Setiap manusia dipancarkan ke rahim sebagai sebuah sel sperma yang kemudian bersatu dengan sel telur, dan kemudian memulai kehidupan sebagai sel tunggal. Semua ini terjadi karena adanya kondisi yang secara khusus diciptakan di tempat tersebut. Bahkan sebelum manusia mulai mengetahui keberadaan dirinya sendiri, Allah telah memberi bentuk pada tubuh mereka, dan menciptakan manusia normal dari sebuah sel tunggal.

Adalah kewajiban bagi setiap orang di dunia untuk merenungkan kenyataan ini. Dan kewajiban Anda adalah untuk memikirkan bagaimana anda lahir ke dunia ini, dan kemudian bersyukur kepada Allah.

Jangan lupa bahwa Tuhan kita, yang telah menciptakan tubuh kita sekali, akan mencipta kita lagi setelah kematian kita, dan akan mempertanyakan segala nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Hal ini amatlah mudah bagi-Nya.

Mereka yang melupakan penciptaan diri mereka sendiri dan mengingkari kehidupan akhirat, benar-benar telah tertipu. Allah berfirman tentang orang-orang ini dalam Alquran:

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata. Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya pada kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.” (QS. Yaasiin, 36:77-79). (bam dari harunyahya.com)


Konsultasi Kesehatan

Seputar Penyakit Epilepsi

Assalamualaikum Wr. Wb

Saya mempunyai keponakkan laki-laki, sekarang umurnya 19 tahun. Waktu sekolah SD sekitar umur 8 tahun, keponakkan saya ini sering kejang dan mengeluarkan busa dari mulutnya. Setelah dirujuk ke dokter syaraf didiagnosa gejala epilepsi atau bahasa jawanya penyakit ayan.

Mendengar diagnosa dokter seperti itu jelas keluarga kami merasa terpukul sekali, apalagi memikirkan masa depannya, keponakkan saya itu laki-laki yang nantinya akan memiliki keluarga dan tanggung jawab yang lebih.

Terus sama dokternya diterapi obat, semacam obat penenang, sampai terakhir pemakaian obatnya kelas 1 SMP. Sejak mengkonsumsi obat itu sudah tidak pernah kejang lagi hingga sekarang ditunjang dengan berbagai larangan dan pantangan yang kadang terasa terlalu over protektif dari keluarga kami seperti tidak boleh berolahraga yang terlalu lama, tidak boleh renang, tidak boleh dekat kompor dan lain sebagainya.

Tapi meskipun tidak kambuh lagi kami merasakan kekhawatiran, karena saya pernah membaca artikel kalau penyakit epilepsi bisa sembuh hanya melalui operasi.

Yang saya tanyakan:

  1. Apa sebenarnya penyebab penyakit epilepsi karena medis bilang itu bukan penyakit turunan?
  2. Apakah penyakit yang masih dinyatakan sebagai gejala epilepsi jika ditangani lewat pengobatan bisa sembuh total?
  3. Mengingat penyakit keponakkan saya sudah lama tidak pernah kambuh lagi, apa bisa disimpulkan bahwa dia telah sembuh total?

Demikian pertanyaan saya, atas jawaban dokter saya mengucapkan banyak terima kasih.

Sri Handayani

Jawaban

Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Ibu Sri handayani yang kami hormati, salam bahagia untuk ibu sekeluarga.

Setelah membaca surat ibu, terlebih dahulu saya akan menjelaskan beberap hal mengenai epilepsi.

Epilepsi didefinisikan sebagai suatu sindrom yang ditandai oleh gangguan fungsi otak yang bersifat sementara dan paroksismal, yang memberi tanda berupa gangguan, atau kehilangan kesadaran, gangguan motorik, sensorik, psikologik, dan sistem otonom, serta bersifat episodik. Ada juga pendapat bahwa epilepsi adalah kejang yang berulang (lebih dari satu kali dalam kurun waktu 6 bulan sampai dengan 1 tahun)

Adapun penyebab epilepsi dibagi dalam 2 kelompok besar yaitu, idiopatik (tidak diketahui penyebabnya) dan sekunder yaitu dengan beberapa penyebab seperti, penyakit-penyakit metabolisme, tumor otak, keturunan, dan lain-lain. Untuk keturunan, prosentasenya sangat kecil, yaitu 1%.

Pengobatan epilepsi sangat tergantung penyebabnya. Untuk kelompok idiopatik pada umumnya sembuh dengan minum obat seumur hidup. Untuk yang sekunder ada yang sembuh total setelah diobati penyebab utamanya (misalnya pada penderita tumor otak, dioperasi tumornya).

Sejalan dengan pernyataan diatas, saya menjawab pertanyaan ibu:

1. Penyebab penyakit epilepsi yaitu bisa idiopatik (tidak diketahui penyebabnya) dan sekunder (dengan berbagai pencetus).

2. Kesembuhan dari penyakit epilepsi tergantung dari penyebabnya dan respon terhadap pengobatan. Ada beberapa kasus yang dapat sembuh total sehingga gejala epilepsinya tidak muncul lagi. Ada juga kasus yang “sembuh” (perlu pengobatan seumur hidup).

3. Untuk menentukan apakah keponakan ibu sudah sembuh total, harus dikonsultasikan pada dokter spesialis syaraf. Dokter spesialis syaraf akan melakukan pemeriksaan neurologis dan pemeriksaan elektroencephalografi (EEG).

Demikian jawaban dari saya semoga bermanfaat.


Kebersamaan

PT. CNI Semarang

Peduli Nasib Anak Yatim

Nasib anak-anak yatim yang kurang mampu, khususnya yang ada di kota Semarang, yang akhirnya menarik minat para karyawan PT CNI Semarang untuk turut peduli dan membantu mereka dengan bergabung menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri.

Seperti yang diungkapkan oleh Heru Kundaryanto, selaku staff di PT CNI Semarang, bahwa anak-anak yatim tersebut perlu mendapat bantuan dan support dari masayarakat yang mampu. “Karena siapa lagi yang bersedia membantu pendidikan mereka, kalau tidak kita ini,” ujar Heru Kundaryanto ketika diwawancarai MAYA, pada Jumat (1/5).

Lalu ia menceritakan tentang awal masuknya Yatim Mandiri di PT CNI Semarang yang terjadi sekitar tiga bulan yang lalu tersebut. “Awalnya, saya mendapat informasi banyak tentang Yayasan Yatim Mandiri dari petugas yatim Mandiri Cabang Semarang. Diantaranya tentang berbagai program yang bertujuan membantu serta memberdayakan anak-anak yatim yang ada di panti asuhan, membantu pendidikan anak-anak yatim dan lain sebagainya. Dan petugas Yatim mandiri tersebut juga menjelaskan bahwa masih banyak anak-anak yatim yang harus dibantu atau disuport,” terang pria kelahiran Banyumas pada tanggal 1 Oktober 1977 ini.

Setelah mendapat banyak informasi tentang Yayasan Yatim Mandiri dan program-programnya yang semuanya bertujuan untuk membantu dan memberdayakan anak-anak yatim, Heru Kundaryanto pun lantas ditawari oleh petugas Yatim Mandiri untuk turut mensupport dengan menjadi donatur tetap. “Dan saya pun langsung tertarik dengan lembaga ini dan menyambut baik tawaran untuk menjadi donatur di Yatim Mandiri, karena siapa lagi yang membantu pendidikan anak-anak yatim yang kurang mampu, kalau tidak kita ini. Meskipun dimulai dengan nilai donasi yang tidak seberapa, tapi kapan lagi kalau tidak sekarang kita peduli dan membantu anak-anak yatim. yang terpenting kita ikhlas dalam membantu mereka, toh tujuannya juga mulia yakni demi anak-anak yatim,” katanya.

Kemudian setelah itu, rekan-rekannya di PT CNI Semarang pun mengetahui tentang keberadaan Yatim Mandiri dan langsung direspon positif oleh mereka. “Ternyata rekan-rekan juga menaruh kepedulian yang besar terhadap nasib anak-anak yatim. Untuk itu, mereka pun langsung bergabung menjadi donatur tetap di yatim mandiri,” lanjutnya.

Masih menurut Heru Kundaryanto, bahwa perkembangan Yatim Mandiri di PT CNI Semarang kedepannya nanti sangat bagus. Hal ini dibuktikan dengan turut bergabungnya enam orang karyawan PT CNI Semarang untuk menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri, padahal lembaga ini baru tiga bulan masuk ke perusahaan tersebut. “Dan insyaallah, jumlah tersebut masih bisa terus bertambah, karena ada beberapa orang karyawan yang berniat untuk menjadi donatur tetap juga di Yatim mandiri,” kata Heru Kundaryanto optimis.

Ia lantas menjelaskan cara mengajak rekan-rekannya yang lain untuk turut peduli dan membantu pendidikan anak-anak yatim yang kurang mampu dengan menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri. Yakni dengan cara memberikan Majalah Yatim. Menurutnya, dengan membaca Majalah Yatim tersebut, diharapkan rekan-rekannya mendapatkan informasi nyang lengkap tentang Yatim Mandiri dan program-programnya yang bertujuan untuk membantu dan memberdayakan anak-anak yatim. “Selain itu, saya mengajak mereka dengan cara simple saja sih. Saya hanya menyampaikan kepada mereka, bahwa sebagai umat Islam, anak-anak yatim adalah tanggung jawab kita bersama. Kemudian saya beritahu kepada mereka bahwa ini ada kesempatan untuk membantu anak-anak yatim tersebut dengan melalui yatim mandiri. Mumpung banyak kemudahan membantu anak-anak yatim melalui yatim mandiri, yakni donasi kita bisa dijemput langsung oleh petugas yatim mandiri. Yang terpenting disini adalah tidak adanya unsur paksaan, jadi semampunya dan seikhlasnya,” terang Heru Kundaryanto.

“Dan alhamdulillah, dari situlah biasanya rekan-rekan di PT CNI Semarang ini akan tergerak hatinya untuk membantu anak-anak yatim dengan menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri,” sambungnya.

Tak hanya itu, ia juga mengaku berusaha mengajak rekan-rekannya yang ada di PT CNI Jakarta dan kota-kota lainnya dengan cara mengirimkan e-mail pemberitahuan untuk menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri. “Diharapkan mereka akan ikut serta menjadi donatur di Yatim Mandiri, karena akan semakin banyak lagi anak yatim yang dapat dibantu,” ujarnya mengakhiri.(bam)

Humor

Dua Pembohong

Seorang penjual obat berdiri dihadapan kerumunan orang banyak. Sambil memegang botol dia berkata, “Cairan yang ada didalam botol ini dapat memperpanjang umur, namanya adalah air kehidupan. Lihat, saya masih tetap kuat dan sehat meskipun umur saya sudah 400 tahun.”

Salah seorang penonton ingin memastikan kebenaran ucapannya itu. Dia bertanya kepada anak yang membantu penjual tersebut, “Apa betul orang ini sudah berumur 400 tahun?”

Anak itu menjawab, “Saya tidak tahu secara pasti, saya bekerja bersamanya baru 200 tahun.” (bam dari humor orang cerdik dan bijak. Hal:26)


Kebersamaan Jakarta

PT Astra Internasional Tbk.

Kantor Pusat Auto 2000 Jakarta

Respek Kepada Yatim Mandiri Yang Fokus Membantu Anak Yatim

Karena respek terhadap keberadaan Yatim Mandiri yang fokus membantu dan memberdayakan anak-anak yatim yang kurang mampu, membuat para karyawan Kantor Pusat Auto 2000 Jakarta yang beralamat di Jalan Gaya Motor III/3 Sunter II Jakarta Utara ini, dibawah PT Astra Internasional Tbk ini, untuk bergabung menjadi donatur tetap bagi anak yatim dengan melalui Yatim Mandiri.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Sunariyani, staff bagian logistis di Kantor Pusat Auto 2000 Jakarta, bahwa Yayasan Yatim Mandiri juga memiliki program-program yang jelas dan bertujuan untuk membantu anak-anak yatim yang kurang mampu. “Selain itu, lembaga ini juga sangat jelas, terus kualitas laporan keuangannya juga jelas. Dan rutin tiap bulan diberi kwitansi donasi dan majalah. Hal inilah yang membuat rekan-rekan di Kantor Pusat Auto 2000 Jakarta tertarik untuk menjadi donatur di Yatim Mandiri. Sehingga tercatat hingga saat ini sekitar lebih dari 20 orang karyawan di Kantor Pusat Auto 2000 Jakarta ini yang menjadi donatur aktif di yatim Mandiri,” terang Sunariyani ketika diwawancarai MAYA pada Senin (11/5).

Ibu tiga anak ini lantas menceritakan awal masuknya Yatim Mandiri di Kantor Pusat Auto 2000 Jakarta, sekitar tahun 2003 yang lalu. “Awalnya sewaktu saya masih dinas di Surabaya, tidak sengaja mendapati Majalah Yatim milik Yayasan Yatim Mandiri. Lalu saya baca-baca isi dari Majalah Yatim tersebut, kok menarik sekali isinya. Lalu saya baca juga profil tentang Yayasan Yatim Mandiri dan tentang anak-anak yatim yang tidak mampu,” ujar wanita kelahiran Jogyakarta pada tanggal 23 April 1974 ini.

Dari situlah, ia lantas tertarik untuk bergabung dengan Yatim Mandiri dan berniat untuk menjadi donatur tetap bagi anak-anak yatim yang kurang mampu. “Dan saya pun yakin aja bahwa lembaga ini memang benar-benar cocok untuk menyalurkan zakat, infaq dan shodaqoh saya, maka mulai sekitar bulan Mei tahun 2002, saya pun menjadi donatur tetap bagi anak-anak yatim melalui Yatim Mandiri,” kata Sunariyani.

Kemudian setelah balik ke Jakarta, Sunariyani pun mencoba mengenalkan Yatim Mandiri ke rekan-rekannya yang ada di Kantor Pusat Auto 2000 Jakarta. “Setelah saya bisa merasakan nikmatnya beramal melalui Yatim Mandiri, saya lantas mulai mengajak rekan-rekan yang belum menjadi donatur untuk segera menjadi donatur bagi anak-anak yatim yang ada dipanti asuhan-panti asuhan. Dan alhamdulillah, rekan-rekan di Kantor Pusat Auto 2000 Jakarta ini merespon baik dengan adanya Yatim Mandiri. Terbukti begitu saya perkenalkan Majalah Yatim sekitar tahun 2003, mereka langsung bersedia untuk menjadi donatur tetap bagi anak-anak yatim yang kurang mampu tersebut. Tercatat sekitar 3 – 4 orang karyawan yang menjadi donatur di Yatim Mandiri waktu itu,” jelasnya.

Dan donasi dari karyawan di Kantor Pusat Auto 2000 Jakarta ini biasanya dikirim ke Yatim Mandiri Pusat melalui transfer bank. Setelah Yatim Mandiri membuka kantor di Jakarta, praktis donasi mereka pun dijemput langsung oleh petugas Yatim Mandiri Jakarta. “Saya sangat gembira dan bersyukur Yatim Mandiri akhirnya membuka kantor di Jakarta. Karena selain dekat dengan kami yang ada di Jakarta juga doansi kami bisa langsung dijemput oleh petugas Yatim Mandiri Jakarta,” kata Sunariyani.

Cara mengajak rekan-rekannya pun awalnya dilakukan Sunariyani hanya dengan bercerita dan berkirim e-mail tentang Yatim Mandiri dan pentingnya membantu dan menyantuni anak-anak yatim. “Karena akhir-akhir ini Yatim Mandiri sering memberikan banyak majalah yatim kepada saya, maka majalah tersebut langsung saya sebar atau saya berikan ke rekan-rekan yang belum menjadi donatur untuk sekedar mereka baca. Dari sekedar membaca itulah insyaallah mereka akan tahu banyak tentang Majalah Yatim dan pentingnya menyantuni anak-anak yatim. Dan insyaallah hati mereka akan tergerak dan bersedia turut serta untuk bergabung menjadi donatur tetap bagi anak-anak yatim melalui Yatim Mandiri,” jelasnya.

“Jadi Majalah Yatim tersebut saya sebar ke rekan-rekan yang belum jadi donatur, seperti misalnya saya sebar 10 eksemplar Majalah Yatim dan bisa kembali 1 orang saja untuk bersedia mendaftar menjadi donatur tetap di Yatim Mandiri, saya sudah alhamdulillah sekali,” sambungnya.

Selain itu, Sunariyani juga berniat untuk mengenalkan Yatim Mandiri di seluruh karyawan yang bekerja di perusahaan dibawah PT Astra Internasional Tbk dan mengajak mereka untuk menjadi donatur bagi anak-anak yatim. “Karena memang PT Astra Internasional Tbk ini memiliki perusahaan yang banyak sekali, selain Auto 2000. Jadi insyaallah para karyawan di Astra group yang lain tersebut bisa ikut juga menjadi donatur untuk membantu anak-anak yatim melalui Yatim Mandiri,” ujarnya mengakhiri.(bam)


Potret

Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Nurul Jannah

Panti Merasa Terbantu Dengan Kehadiran Yatim Mandiri

Banyak manfaat yang bisa diterima oleh anak-anak asuh dan panti asuhan setelah menjalin mitra dengan Yatim Mandiri. Karena Yatim Mandiri memiliki program-program yang bertujuan untuk membantu dan memberdayakan anak-anak asuh yang ada dipanti asuhan. Seperti yang dirasakan oleh Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Nurul Jannah yang terletak di Jalan Malaka III Nomer 84, Klender, Jakarta Timur, yang baru-baru ini menerima Bantuan Uang Saku Sekolah Yatim dari Yatim Mandiri Jakarta.

Seperti yang diungkapkan oleh Imam Zakarsih, selaku Ketua Panti Sosial Anak Asuh Nurul Jannah, bahwa pantinya menyambut baik dengan kehadiran Yatim Mandiri di Jakarta ini. “Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Nurul Jannah merasa sangat terbantu dengan kehadiran Yatim Mandiri Jakarta. Karena selain tujuan dari Yatim mandiri yang fokus membantu dan memberdayakan anak-anak yatim juga program-program yang dimiliki Yatim Mandiri sangat bermanfaat bagi anak-anak yatim yang ada dipanti asuhan-panti asuhan,” ujar Imam Zakarsih saat diwawancarai MAYA pada Selasa (12/5).

“Selain itu, kami juga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan uang saku sekolah anak yatim dari yatim mandiri yang telah kami terima. Setelah mendapat bantuan uang saku sekolah anak yatim dari Yatim Mandiri, kami merasa sangat terbantu sekali dan dapat meringankan beban kami sebagai pengasuh panti. Tentunya hal ini bisa berkelanjutan, tidak yang pertama dan yang terakhir tetapi bisa berkesinambungan, bisa sarring dan kerjasama yang baik,” sambungnya.

Lebih lanjut Imam Zarkasih menjelaskan cara penyaluran Bantuan Uang Saku Yatim tersebut yang diberikan kepada anak yatim yang ada di Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Nurul Jannah. “Kami menyalurkannya ke anak-anak asuh kami dengan cara demikian, anak-anak yang didalam asrama kita absen satu-satu, kalau absennya memenuhi syarat, yakni selalu hadir dalam jamaah, rajin belajarnya, kebersihannya, sudah mau membebaskan mulutnya dari kata-kata yang tidak senonoh, tidak terkena sanksi dari panti dan syarat-syarat lainnya, maka bantuan uang saku tersebut akan kami berikan langsung kepada anak tersebut. Sementara anak asuh yang memiliki sanksi dari panti sosial anak asuh Nurul Jannah tetap mendapatkan tetapi jumlah lebih kecil dari anak asuh yang tidak terkena sanksi dan rajin beribadah,” jelas pria kelahiran Lamongan pada tanggal 12 Januari 1956 ini.

Memang di Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Nurul Jannah ini menerapkan sanksi bagi anak asuhnya yang terbukti melanggar aturan dipanti tersebut. “Kami memberikan sanksi kepada anak asuh dengan cara mendidik, yakni dengan memberikan hukuman membersihkan kamar mandi, membersihkan halaman, mencuci pakaian, mencatat beberapa surat dari Al-Quran dan lainnya. Jadi tidak ada sanksi-sanksi yang dapat menyakiti badan secara langsung kepada anak asuh,” kata Imam Zarkasih.

Kemudian Imam Zarkasih menceritakan tentang berdirinya Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Nurul Jannah, yakni pada tanggal 2 Februari 1987 tersebut. “Pada saat itu, ibu-ibu majelis taklim dari Klender mengingnkan agar anak-anaknya bisa ditampung dan didik keagamaannya di Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Nurul Jannah. Kemudian didirikanlah Madrasah Diniyah yang menampung ratusan anak yang terdiri dari lima kelas. Perjalanan selanjutnya lahirlah panti sosial anak asuh nurul Jannah ini. Awalnya jumlah anak asuh yang ada di Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Nurul Jannah ini ada 4 anak asuh,” ujarnya.

Lalu dari tahun ke tahun jumlah anak asuhnya semakin bertambah banyak, sehingga ada sebagian anak asuh yang akhirnya tidak dapat ditampung di Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Nurul Jannah, sehingga mereka sekarang tinggal dirumahnya masing-masing. “Jumlah anak asuh yang non asrama tersebut adalah 60 anak asuh. Sedangkan yang tinggal diasrama adalah berjumlah 52 anak asuh. Sehingga total keseluruhan anak asuh di Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Nurul Jannah ini berjumlah 112 anak asuh. Mereka berasal dari wilayah sekitar DKI Jakarta, tangerang, Yogyakarta, Bekasi, Indramayu, Bogor, Tuban dan Surabaya. Untuk wilayah DKI Jakarta berasal dari daerah Pondok Kopi, Pondok Kelapa, Kampung Melayu, Pasar Rebo dan Kampung Makassar,” jelas Imam Zakarsih.

Anak asuh yang non asrama tersebut setiap hari Sabtu dan Ahad diwajibkan datang ke panti untuk belajar bersama dengan anak asuh yang tinggal diasrama. Mereka belajar agama, pidato, musik, matematika dan pelajaran sekolah lainnya. Sedangkan kegiatan belajar anak asuh yang diasrama dilakukan setiap hari, selain itu juga mengerjakan kegiatan yang diadakan oleh Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Nurul Jannah tersebut.

Lantas pada tahun 2004 oleh departemen agama disahkan menjadi pondok pesantren. Sehingga seluruh anak asuhnya mulai tingkat SD, SMP, SMA bisa bersekolah di Nurul jannah ini. Dan alhamdulillah semua anak asuh di Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Nurul Jannah ini mendapat bantuan BOS dari pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu dana untuk operasional panti tersebut mayoritas berasal dari bantuan masyarakat. Sedangkan untuk mengelola panti ini dalam sebulan menghabiskan dana kurang lebih Rp 8,6 juta hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup anak asuh yang tinggal diasrama, yakni sebanyak 52 anak. “Itu belum termasuk kebutuhan belajar anak asuh kami yang berjumlah 112 anak. Kalau ditotal keseluruhannya termasuk dengan kebutuhan belajar anak asuh dalam sebulan bisa sekitar Rp 16 Juta. Tapi syukur alhamdulillah, selama ini kami masih bisa memenuhi kebutuhan semua anak asuh kami, meskipun harus dengan kerja keras dan kesabaran, insyaallah dapat tercukupi semuanya. Itu pun kami telah di bantu oleh pemerintah DKI Jakarta untuk berobat secara gratis diseluruh rumah sakit yang ada di DKI Jakarta. Jadi kami merasa sangat terbantu dibidang kesehatan,” terang Imam Zarkasih.

Imam Zarkasih juga menyarankan agar Yatim Mandiri bisa mengajukan dana ke dalam dan luar negeri secara eksklusif kepada orang-orang yang merasa sulit untuk memberikan uangnya dan kepada orang-orang yang tidak tahu harus kemana memberikan uangnya. “Dengan mengajukan proposal yang lengkap dengan program-program Yatim Mandiri yang bertujuan membantu anak yatim, insyallah mereka segera tergugah hatinya untuk membantu anak-anak yatim yang tidak mampu,” ujarnya mengakhiri.(bam)

Kamis, Juni 04, 2009

MAJALAH YATIM EDISI JUNI 2008

Berkah
Ria Okta Susanti
Menjalani Hidup Jadi Lebih Tenang

Banyak berkah yang didapatnya setelah ia bergabung menjadi donatur YP3IS untuk membantu anak-anak yatim yang ada dipanti asuhan, khususnya di Sidoarjo dan sekitarnya. Diantaranya, yakni menjalani hidup menjadi lebih tenang dan keluarganya yang tetap harmonis, serta ditambah lagi sekarang sedang mengandung anak ketiga.

Awalnya, wanita bernama lengkap Ria Okta Susanti ini, mendapat cobaan dari Allah, yakni anak pertamanya meninggal dunia saat masih didalam kandungan yang berusia delapan bulan. Kemudian selang empat bulan kemudian ia hamil lagi anak keduanya.

Dari situlah Ria Okta Susanti mempunyai keinginan untuk melakukan doa bersama anak-anak yatim dipanti asuhan, agar bayi yang sedang dikandungnya tersebut diberi Allah keselamatan dan kesehatan ketika sudah lahir. “Kemudian kakak saya menyarankan untuk menghubungi YP3IS agar dicarikan anak yatim dan tempat melakukan doa bersama tersebut,” terang Ria Okta Susanti ketika ditemui MAYA Rabo (7/5), dirumahnya.

“Lalu oleh petugas dari YP3IS, kami sekeluarga diajak di sebuah panti asuhan untuk melakukan doa bersama anak-anak yatim yang ada di panti tersebut. Dan sekaligus pada saat itu, tahun 2006, saya juga langsung bergabung dengan YP3IS untuk menjadi donatur,” lanjut wanita kelahiran Surabaya pada tanggal 21 Oktober 1981 ini ramah.

Ria Okta Susanti mengaku tertarik bergabung menjadi donatur YP3IS Cabang Sidoarjo disebabkan, ia ingin ikut peduli terhadap nasib anak-anak yatim tersebut. “Saya tertarik menjadi donatur YP3IS untuk anak-anak yatim yang ada di panti asuhan-panti asuhan karena saya ingin membantu anak-anak yatim agar dapat tetap sekolah untuk bekal menuju kemandirian mereka sendiri,” ujar wanita yang tinggal di Perum Puri Surya Jaya Nagoya, Gedangan, Sidoarjo, tersebut.

Dan setelah Ria Okta Susanti bergabung menjadi donatur anak yatim melalui YP3IS, banyak berkah yang ia dapatkan. Yakni anak keduanya bisa lahir dengan selamat dan sehat. “Syukur Alhamdulillah, saya mendapatkan berkah sangat banyak dari Allah, salah satunya yakni, anak kedua saya lahir dengan selamat dan sehat,” terang Ria Okta Susanti sembari tersenyum.

Sedangkan berkah yang lainnya, yaitu keluarganya hingga saat ini tetap harmonis dan selalu diberikan kesehatan oleh Allah. “Alhamdulillah, keluarga saya baik-baik saja, orang Jawa bilang ‘adem ayem’. Dan juga saya menjalani hidup ini menjadi lebih tenang, dan Alhamdulillah tidak terlalu banyak masalah, bahkan hampir tidak ada masalah yang terlalu berat. Terus ketika ibu saya sakit, lalu dengan berdoa kepada Allah, dan Alhamdulillah bisa cepat sembuh dan sehat selalu. Dan suami saya yang bekerja di Telkomsel, juga lancar-lancar saja,” jelasnya.

Tak hanya itu, keinginannya untuk bisa mempunyai anak lagi dengan selang waktu setahun setelah melahirkan pun, dikabulkan oleh Allah. Yakni, saat sekarang ia sedang mengandung anak ketiganya. “Alhamdulillah, oleh Allah saya diberi anak kembali yang sekarang sedang saya kandung ini. Dan ini pun juga memang keinginan saya sejak awal, kalau saya ingin hamil lagi selang satu tahun setelah anak kedua saya lahir. Dan Allah pun mendengar keinginan saya, yang tepat setahun setelah kelahiran anak kedua, saya hamil lagi anak ketiga,” ujar Ria Okta Susanti tersebut.

Selain berkah yang didapatnya setelah menjadi donatur di YP3IS Cabang Sidoarjo, Ria Okta Susanti juga mengaku banyak kemudahan yang diberikan YP3IS kepadanya. “Dengan adanya lembaga seperti YP3IS yang sudah amanah dan profesional mengelola dana dari masyarakat untuk membantu anak-anak yatim, saya menjadi lebih mudah dan lebih jelas untuk bersodaqoh secara rutin dan saya juga lebih mudah merencanakan untuk menyisihkan sebagian penghasilan kami guna dizakatkan. Karena, kalau tidak secara rutin begini khan, terkadang sering lupanya,” terangnya.

Tak hanya itu, kemudahan yang ia peroleh dari YP3IS Cabang Sidoarjo, yakni ketika ia dan keluarganya membutuhkan seorang guru mengaji, Ria Okta Susanti pun langsung mengontak YP3IS Cabang Sidoarjo. “Dan Alhamdulillah, YP3IS langsung mengirimkan staffnya yang bernama Muslich untuk mengajari mengaji langsung dirumah saya, selama hampir setahun, yang seminggunya dua kali pertemuan. Dan Alhamdulillah, keluarga saya bisa mengaji hingga saat ini,” jelas Ria Okta Susanti.

Kedepannya nanti, Ria Okta Susanti mempunyai keinginan untuk bisa menunaikan ibadah haji bersama keluarga dan kedua orang tuanya. “Keinginan saya kedepannya nanti yang utama, keluarga dan orang tua saya selalu diberi kesehatan oleh Allah. Terus saya juga berkeinginan untuk dapat menunaikan ibadah haji bersama keluarga dan orang tua saya,” sambungnya.

Selain menjadi donatur tetap, Ria Okta Susanti juga mengikuti program OTA (Orang Tua Asuh) YP3IS, dengan mengangkat satu anak asuh.(bam)


Konsultasi Agama

Hukum Perkawinan Beda Agama

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Saya istri berumur 27 tahun, beragama Islam, telah memiliki 2 orang putri yang masih balita dan bersuamikan seorang Nasrani. Pertanyaan saya:

  1. Apakah menurut pandangan Islam perkawinan saya sah? Kalau tidak sah, apa yang harus saya lakukan, mengingat anak-anak usianya makin bertambah dan saya tidak ingin berpisah.
  2. Bagaimana riwayat Islam yang sebenarnya, supaya saya bisa menceritakan dan meyakinkan suami agar percaya dengan Islam?
  3. Doa apa yang harus saya baca agar bisa menggerakkan hati suami saya supaya bisa masuk Islam?

Sebelumnya saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih, dan saya mohon bantuan Ustadz Navis agar masalah saya bisa selesai.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

NN

Sidoarjo

Jawaban:

Walaikumsalam Warahmatullahiwabarkatuh.

Ibu NN yang saya hormati. Maaf sebelumnya, pertanyaan ibu termasuk terlambat, kenapa baru ditanyakan sekarang kok tidak ditanyakan sebelum terjadi pernikahan dulu? Karena apa yang ibu lakukan termasuk masalah yang besar dan prinsip dalam kehidupan ibu, bukan hanya menyangkut kehidupan dunia tapi juga di akhirat nanti.

Baiklah pengasuh jawab pertanyaan ibu sesuai prinsip ajaran Islam, walaupun itu tidak menyenangkan ibu dan agar ibu segera mengambil sikap. "Katakanlah kebenaran walaupun itu pahit":

1. Sebenarnya menurut ajaran Islam, seorang wanita muslimah tidak sah dan haram menikah dengan lelaki non muslim, agama apa saja, baik ahli kitab atau bukan ahli kitab, termasuk dengan lelaki beragama Nasrani. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT surat al-Baqarah : Ayat 221, “… Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita muslimah) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu…”.

Syeikh Muhammad ‘Ali Asshabuniy menjelaskan bahwa, ayat tersebut menunjukkan diharamkannya bagi para wali wanita menikahkan seorang wanita muslimah dengan lelaki non muslim. Yang dimaksud non muslim itu adalah setiap orang yang tidak beragama Islam yaitu orang yang memeluk agama Yahudi, Nasrani, Watsani dan sebagainya atau orang murtad, mereka itu haram dinikahkan dengan wanita muslimah. (Tafsir Ayaat Ahkam : 1/289) Dari penjelasan diatas, ibu dapat memahami bahwa pernikahan ibu dengan suami beragama Nasrani itu tidak sah. Apa yang harus ibu lakukan? Ada dua pilihan: pertama, berusaha sekuat tenaga dengan segala macam cara yang baik agar 'suami' ibu bisa masuk Islam dengan tulus, kemudian lakukanlah pernikahan yang sah sesuai tata cara Islam. Yang kedua, jika suami ibu tidak mau masuk Islam dan tidak ada harapan untuk bisa masuk Islam, demi keselamatan akidah ibu dan terhindar dari perbuatan dosa, hendaknya ibu berpisah. Memang berat bu apalagi anak sudah dua, tapi ibu pertimbangkan lebih berat mana ibu celaka di akhirat atau harus berkorban di dunia?

2. Ibu bisa melihat apa yang menjadi kendala suami tidak mau masuk Islam? Dari situ bisa dijelaskan sesuai dengan kemauannya. Kalau kita jelaskan tentu banyak sekali, karena ajaran Islam itu universal syamil wa kamil, tapi ibu bisa menceritakan sedikit demi sedikit tentang kebaikan ajaran Islam yang ibu ketahui baik itu masalah akidah, hukum atau akhlaq.

3. Setiap kali selesai shalat ibu membaca kalimat thayibah (bacaan yang baik dari Al-Quran dan Dzikir) kemudian berdoalah sesuai kemampuan ibu dengan bahasa ibu sendiri bermohon kepada Allah agar suami ibu dibuka hatinya dan mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Kalau Rasulullah mendoakan orang agar mendapatkan hidayah dengan lafadz: " Allahummahdi qaumii fainnahum laa ya'lamuun".

Semoga Allah memberi jalan keluar yang baik dari persolan ibu, suami dapat hidayah dan dapat mengarungi mahligai rumah tangga yang bahagia, sejahtera dan di ridhoii oleh Allah SWT. Amiin yaa mujibasailiin

Konsultasi Keluarga

Hubungan Tanpa Restu Orang Tua

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz Hasan yang terhormat, saya gadis 28 tahun ingin curhat. Saya mempunyai pacar selama kurang lebih 4 tahun. Dan orang tua saya merestui, sampai akhirnya saya dilamar. Tapi berhubung pacar saya belum punya pekerjaan tetap, pihak keluarga saya belum memberi jawaban apa pun atas lamaran itu dengan sangat lama. Sampai pada akhirnya, saya dan pacar saya khilaf telah melakukan hubungan suami-istri yang tidak seharusnya kami lakukan. Begitu keluarga saya tahu hal itu, mereka marah besar dan datang ke rumah pacar saya. Anehnya, keluarga saya tidak menikahkan kami, padahal pacar saya siap untuk bertanggung jawab. Keluarga saya malah memutuskan lamaran dan menyuruh saya melupakan pacar saya dan mencari pria lain yang hidupnya sudah berkecukupan.

Yang jadi pertanyaan saya:

  1. Apa yang sebaiknya saya lakukan? Apa harus menuruti orang tua saya mencari laki-laki lain atau menikah sendiri dengan pacar saya? Karena saya telah khilaf berzina dengan dia.
  2. Apa saya tidak semakin berdosa, jika saya menentang orang tua saya dan menikah sendiri dengan wali hakim?
  3. Apa yang harus saya lakukan untuk mendapat restu dari keluarga saya menikah dengan pacar saya? Padahal saya dan pacar saya sudah minta maaf tapi keluarga saya tidak bisa memaafkan kesalahan saya dan berniat menghancurkan hidup pacar saya.

Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas tanggapan Ustadz, dan mohon bantuannya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Minah

Jombang

Jawaban:

Saudari Minah, saya ikut prihatin dengan apa yang menimpa pada anda. Sungguh persoalan anda sering dianggap menimbulkan dilematis. Memang dibutuhkan kekuatan lahiriyah dan batiniyah, termasuk juga pengetahuan atau ilmu untuk mengatasi semuanya. Ketidakmengertian dalam mengambil sikap dengan cepat dan tepat banyak menimbulkan kejadian-kejadian yang sungguh sangat tidak diharapkan.

Saudari Minah, tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya. Ketika anda ada masalah dan membiarkan terus berlarut-larut tanpa ada kejelasan, apalagi itu urusan cinta, maka syetan akan sangat bergembira dan bersenang-senang mengaduk-aduk perasaan anda sampai anda masuk kedalam jurang. Bersegeralah untuk mencari ilmunya setiap anda dihadapkan pada masalah apa saja.

Apa yang anda ceritakan, sesungguhnya ada beberapa hal yang anda harus perhatikan :

Urusan menikah itu adalah urusan yang ada kaitannya dengan urusan keluarga, dalam hal ini termasuk bapak dan ibu anda. Ketika anda memutuskan memilih seseorang untuk menjadi suami, fahami bahwa keluarga anda akan ikut terpengaruh atau mempengaruhi, karena itu anda harus berfikir jauh ketika memutuskan calon pasangan hidup. Pertimbangan ibu bapak dan anggota keluarga lain sangat penting.

Anda punya pertimbangan dan bapak ibu anda punya pertimbangan, musyawarahkan dengan baik. Apa alasan anda memilih dan apa alasan bapak-ibu menolak. Apakah agama menjadi pijakan untuk menentukannya. Jika tidak, maka semua harus dengan kesadaran hati mau menjadikan agama sebagai tempat pijakan. Jika tidak, maka emosi cinta anda yang menonjol dan tentu kedua orang tua juga punya emosi tersendiri untuk menolaknya. Jika sudah seperti itu, maka tidak ada yang menang kecuali syetan.

[17.32] Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. Rasul bersabda: “Janganlah berduaan dengan lawan jenis, karena yang ketiga adalah syetan”

Kembalilah kepada Allah dengan memperbanyak Istighar, karena Istighfar yang sungguh-sungguh, Allah akan memberikan jalan keluar semua yang anda hadapi.

Adapun pertanyaan anda:

Setelah anda memohon ampun pada Allah, maka lakukan solat istikhoroh (untuk mencari tahu yang terbaik yang harus anda lakukan). Jika menurut jawaban istikhoroh adalah baik maka silakan teruskan. Minta bantuan pada kerabat untuk pendekatan pada ibu-bapak. Anda juga bisa mengurus ke KUA dan ceritakan keinginan anda, Insyaallah masalah anda akan ada jalan keluarnya. Biasanya bapak-ibu akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Jika jawaban Istikhoroh tidak baik, maka anda tidak boleh teruskan. Anda harus tetap baik dengan orang tua. Persoalan menikah dengan wali hakim bisa saja dilakukan, KUA atau pengadilan agama nanti yang akan memutuskan (lihat proses no 1).

Berdoalah kepada Allah terus menerus, karena tidak ada yang bisa menghalangi niatan seseorang kecuali Allah. Anda punya rencana, bapak-ibu anda punya rencana, Allah punya rencana tersendiri. Yang berjalan adalah rencana Allah. Lakukan taqorrub (mendekatkan diri kepada Allah) terus menerus.

Semoga Allah memberi hidayah pada anda dan keluarga semua. Amiin.

YP3IS Pusat

Pelatihan Pencerahan Hati

Pada Jumat hingga Minggu (18-20/4) YP3IS mengadakan pelatihan bertema Pencerahan Hati, bertempat di Villa Alamanda, Trawas, Mojokerto. Pelatihan yang diikuti 46 karyawan YP3IS, juga dihadiri Ketua YP3IS Mohammad Hasyim dan Direktur YP3IS Zakariya. Sedangkan trainernya berasal dari team Nurul Falah, yakni Drs Hasan Sadzili dan Ir Bimo Wahyu.

Dalam materinya Hasan Sadzili mengungkapkan bahwa umat muslim harus menjahui penyakit hati, berupa sifat sombong, iri dengki, berburuk sangka, fitnah, hasut dan lainnya. “Penyakit hati tersebut dilarang oleh Allah, karena bisa merusak hubungan antar sesama manusia,” papar pengasuh Pesantren Virtual Nurul Falah tersebut.

Dan penyakit hati yang timbul dalam diri seseorang tersebut adalah perbuatan setan. Setan memang tugasnya untuk menggoda manusia agar menjahui segala perintah Allah. “Waspadalah, setan akan menggoda manusia dari berbagai arah, yakni depan, belakang, kiri, kanan, atas dan bawah. Untuk itu kita hendaknya selalu ingat kepada Allah,” ujar Hasan Sadzili.

Selain pemberian materi, dalam pelatihan tersebut juga diberikan berbagai permainan yang bertujuan untuk melatih kebersamaan antar peserta yang berasal dari karyawan YP3IS Surabaya, Sidoarjo, Kediri, Gresik, Malang, Jember dan staff MEC-YP3IS.(bam)

Siroh

Berita Masuk Islamnya Adi Bin Hatim

Adi bin Hatim, putra Hatim yang terkenal sangat dermawan, adalah seorang Nashrani yang sangat disegani oleh kaumnya. Ia berhak mengambil seperempat barang rampasan perang yang berhasil dijarah oleh kaumnya (tradisi yang berlaku dikalangan orang-orang Arab pada waktu itu). Setelah mendengar Rasulullah SAW dan da’wahnya, dia tidak menyukai da’wah Rasulullah SAW dan meninggalkan kaumnya kemudian bergabung dengan orang-orang Nashrani di Syam.

Adi menuturkan kisahnya: Kemudian aku lebih membenci keberadaanku disana ketimbang kebencianku kepada Rasulullah SAW, lalu aku putuskan lebih baik aku pergi menemuinya, kalau ia seorang raja atau pendusta niscaya aku dapat mengetahuinya dan jika ia seorang yang benar (Nabi) maka aku harus mengikutinya.

Kemudian aku berangkat hingga aku berada dihadapan Rasulullah SAW di Madinah. Aku menemui beliau ketika beliau berada di masjidnya lalu aku ucapkan salam kepadanya. Beliau bertanya: “Siapa anda?” Aku jawab: “Adi bin Hatim!”

Rasulullah SAW kemudian berdiri dan membawaku kerumahnya. Demi Allah ketika beliau membawaku kerumah tiba-tiba ada seorang perempuan tua dan lemah yang mencegatnya kemudian beliau pun berhenti lama sekali kepada wanita yang mengajukan keperluannya kepada beliau itu. Menyaksikan hal ini aku berkata didalam hati: “Demi Allah, ini bukan gaya seorang raja.”

Setelah itu, Rasulullah SAW berjalan lagi membawaku. Ketika membawaku masuk kedalam rumahnya, beliau mengambil sebuah bantal dari kulit yang sangat sederhana kemudian melemparkannya kepadaku seraya berkata: Duduklah diatasnya! Aku jawab: Anda sajalah! Kemudian aku pun duduk diatas bantal itu sedangkan beliau sendiri duduk diatas tanah.

Didalam hati aku berkata: Demi Allah, ini bukan perilaku seorang raja. Kemudian beliau berkata: Wahai Adi bin Hatim apakah engkau mengetahui Ilah selain Allah? Aku jawab: Ya benar demikian.

Beliau bertanya lagi: Tidakkah engkau seorang yang beragama? Aku jawab: Ya benar demikian.

Beliau bertanya lagi: Tidakkah engkau memungut seperempat dari barang rampasan yang diperoleh kaummu? Aku jawab: Ya benar demikian.

Beliau kemudian berkomentar: Sesungguhnya hal itu tidak dihalalkan oleh Agamamu. Aku jawab: Demi Allah, memang dilarang.

Selanjutnya beliau berkata: Wahai Adi bin Hatim, barangkali engkau memeluk agama ini (Islam) karena melihat kemiskinan dikalangan pemeluknya. Demi Allah sebentar lagi harta kekayaan akan berlimpah ruah kepada mereka (kaum Muslim) sehingga tidak ada lagi orang yang mau mengambilnya. Barangkali engkau masih enggan memeluk agama ini (Islam) karena banyaknya musuh mereka dan sedikitnya jumlah mereka. Demi Allah, sebentar lagi engkau akan mendengar seorang wanita yang pergi dari Qadisiah menunggang ontanya kerumah ini tanpa rasa takut. Barangkali engkau masih enggan memeluk agama ini karena kerajaan dan kekuasaan masih berada ditangan orang-orang selain mereka. Demi Allah, sebentar lagi engkau akan mendengar tentang istana-istana putih dari Babilonia jatuh ketangan mereka (kaum Muslimin). Adi berkata: Kemudian akupun masuk Islam.

Adi berkata: Kemudian aku telah menyaksikan dua hal yang disebutkan Rasulullah SAW diatas: Wanita (yang pergi dari Qadisiah ke Madinah sendirian tanpa takut, sebagaimana yang diramalkan Nabi SAW) dan aku sendiri ikut dalam pasukan pertama penyerbuan harta kekayaan Kisra. Aku bersumpah kepada Allah, hal ketiga yang dijanjikan Nabi SAW pasti akan terbukti.

Beberapa Ibrah

Didalam kisah ini terdapat analisis yang mendalam bahkan gambaran yang sangat jelas tentang pribadi Nabi SAW. Kepribadian yang nampak secara jelas bagi Adi bin Hatim: Bersih dari segala kotoran kepemimpinan, kerajaan, ambisi kekuasaan atau kesombongan. Kepribadian yang tidak menampakkan sisi lain kecuali sebagai seorang Rasul dari Penguasa alam semesta kepada semua umat manusia.

Marilah kita renungkan sejenak karakteristik yang diungkapkan oleh Adi bin Hatim ketika menggambarkan kepribadian Nabi SAW yang kemudian menjadi sebab keimanannya. Adi menuturkan: “Demi Allah, ketika beliau membawaku kerumah tiba-tiba ada seorang wanita tua dan lemah mencegatnya kemudian beliau pun berhenti lama sekali kepada wanita yang mengajukan keperluannya kepada beliau itu. Menyaksikan hal ini aku berkata didalam hati: Demi Allah, ini bukan gaya seorang raja.”

Memang benar, seorang raja atau seorang yang berambisi kepemimpinan dan kemegahan dunia tidak akan dapat bersabar melakukan hal tersebut. Tetapi bagi Rasulullah SAW, hal itu sudah menjadi tabiat dan kepribadiannya disetiap keadaan dan waktu. Beliau tidak pernah berbeda dari para sahabatnya dalam suatu majlis. Kehidupan dan pola hidupnya pun tidak pernah mengungguli taraf hidup orang-orang fakir dan miskin. Beliau tidak pernah makan diatas piring sama sekali. Beliau tidak pernah berpangku tangan sementara para sahabatnya menekuni pekerjaan. Demikianlah kepribadian Nabi SAW hingga beliau meninggalkan dunia yang fana ini. Semua itu tidak lain hanyalah merupakan kenabian yang dikaruniakan Allah kepadanya.

Adi berkata: “Ketika membawaku masuk kedalam rumahnya, beliau mengambil sebuah bantal dari kulit yang sangat sederhana, kemudian melemparkannya kepadaku seraya berkata: Duduklah diatasnya!..... Kemudian aku duduk diatas bantal itu sedangkan beliau sendiri duduk diatas tanah!.... Lalu aku berkata didalam hati: Demi Allah, ini bukan perilaku seorang raja.”

Barangkali Adi sebagai orang yang mempunyai kedudukan tinggi ditengah kaumnya mengira akan mendapatkan isi rumah Rasulullah SAW sebagaimana perabotan rumahnya yang megah, tetapi ia dikejutkan oleh keadaan yang sebaliknya. Lebih terkejut lagi setelah ia menyaksikan Rasulullah SAW duduk diatas tanah kering dihadapannya. Ia tidak menyaksikan sama sekali tanda-tanda kemegahan dan kemewahan duniawi didalam rumah Rasulullah SAW, sebagaimana yang dibayangkan sebelumnya!.... Kesaksian ini merupakan jawaban telak bagi mereka yang menuduh Rasulullah SAW berdakwah hanya untuk merebut kekuasaan dan kekayaan.

Selanjutnya Adi mengungkapkan pembicaraan Nabi SAW tentang masa depan Islam dan kaum Muslimin. Sabda Nabi kepadanya: “Sebentar lagi harta kekayaan akan melimpah ruah kepada kaum Muslimin sehingga tidak ada lagi yang mau mengambilnya.”

“Ramalan” Rasulullah SAW ini telah terbukti kebenarannya di zaman Umar bin Abdul Aziz. Dimasa pemerintahannya, Umar bin Abdul Aziz pernah mengutus para petugas untuk memungut harta zakat kemudian membagikannya kepada para mustahiq-nya diseantero Afrika tetapi para petugas tersebut terpaksa membawa kembali harta zakat itu karena tidak menemukan orang-orang yang berhak menerimanya, sehingga harta tersebut dipakai untuk membeli budak-budak belian kemudian dimerdekakan.

Adi bin Hatim telah mendapatkan tanda-tanda kenabian yang benar didalam gaya hidup dan kehidupan Nabi SAW, sebagaimana ia juga mendapatkannya didalam pembicaraan beliau. Selanjutnya ia mendapatkan bukti kebenaran ucapan Nabi SAW didalam peristiwa-peristiwa sejarah, sehingga semuanya itu menjadi sebab dan penguat keislamannya serta mendorongnya untuk melepaskan segala bentuk pola hidup dan kehidupannya.(bam dari sirah nabawiyah, hal: 424)

Doa

Bersih Dari Nifak, Riya, Dusta Dan Lain-lain

Allaahumma thahhir qalbii minannifaaqi, wa ‘amalii minarriyaa;i, wa lisaanii minal kadzibi, wa ‘ainayya minal khiyaanati, fa’innaka ta’lamu khaa’inatal a’yuni wa maa tukhfishshuduur.

Artinya:

Ya Allah, sucikanlah hatiku dari nifak, amalanku dari riya, lidahku dari dusta, mataku dari khianat. Engkaulah yang mengetahui segala khianat mata (mata yang khianat) dan segala waswas atau segala yang disembunyikan oleh dada-dada manusia.(dari buku Doa, Dr Miftah Faridl, hal: 263)

Hikmah

Antara Munafik dan Yang Beriman

Hatim al-Asham berkata, “Seorang munafik memenuhi kebutuhan keduniaannya dengan rakus, menolak dengan diliputi oleh keragu-raguan, dan berinfak untuk mencari popularitas dan pujian (riya). Sementara itu, orang yang beriman memenuhi segala kebutuhannya dengan berhati-hati, berpedoman pada Sunnah, dan berinfak dengan ikhlas penuh ketaatan.”(bam dari Hikmah Dalam Humor Kisah dan Pepatah, A Aziz Salim Basyarahil, hal: 289)

Sifat-sifat Munafik

  1. Tidak berpendirian tetap dan jelas.
  2. Tidak dapat dipercaya sama sekali.
  3. Ucapan-ucapannya bohong, dusta.
  4. Sumpah dan janjiannya tidak ditepati.
  5. Amal ibadahnya riya’ (mencari pujian).
  6. Suka bergaul dengan orang yang memusuhi Islam.
  7. Selalu curiga terhadap kegiatan Islam.
  8. Suka berbuat kerusakan.
  9. Enggan berdakwah atau berjihad.
  10. Lebih takut kepada manusia daripada takut kepada Allah.
  11. Tidak suka berhukum kepada Al-Quran.
  12. Mencari keuntungan pribadi saja. (bam dari Hikmah Dalam Humor Kisah dan Pepatah, A Aziz Salim Basyarahil, hal: 179)

Humor

Singa di Bawah Pohon

Ada seekor kera kecil diatas pohon dan singa sedang menunggu dibawahnya. Singa berkata kepada kera, “Turun! Kita main sama-sama.”

Kera menjawab, “Apa aku bodoh! Jika aku turun, kamu pasti memakanku. Aku tidak akan turun kecuali mulut dan kedua tanganmu diikat.”

Singa meminta kepada teman-temannya untuk mengikatnya. Tatkala singa sudah diikat, kera mulai mendekati singa tersebut dalam keadaan gemetar.

Singa bertanya, “Kenapa kamu gemetar?”

Kera menjawab, “Pasti ini reaksi spontanitas tubuhku, karena aku akan merasakan daging singa untuk pertama kalinya.”(bam dari Humor Orang-orang Cerdik & Bijak, hal: 9)

Kenapa Menyelamatkanku...?

Suatu hari al-Hajjaj turun ke laut untuk berenang. Akan tetapi beberapa saat kemudian, dia kelelahan sehingga mulai tenggelam. Pada saat itu ada seorang ulama yang melihatnya mulai tenggelam. Ulama tersebut terkenal sangat memusuhi al-Hajjaj, akan tetapi dia membuka pakaiannya dan dengan cepat melompat ke laut untuk menyelamatkannya. Setelah behasil diselamatkan dan al-Hajjaj mulai sadar, dia kaget karena yang menyelamatkannya adalah orang yang sangat memusuhinya. Al-Hajjaj berkata padanya dengan maksud basa-basi dan kagum, “Orang-orang mengatakan bahwa kamu memusuhiku.”

Ulama berkata, “Betul, Demi Allah!”

Dalam keadaan kagum al-Hajjaj berkata, “Kalau begitu, kenapa menyelamatkanku, dan tidak membiarkanku tenggelam saja?”

Ulama berkata, “Demi Allah, saya takut kamu tenggelam dan mati syahid.”(bam dari Humor Orang-orang Cerdik & Bijak, hal: 115)

YP3IS Pusat

Inspirasi Sukses Berbasis Al-Fatihah

Semua orang pasti ingin dan mendambakan sukses, sukses yang hakiki dalam makna kebahagiaan dunia dan akherat. Sukses menyertai dalam setiap langkah hidup manusia di dunia untuk akhirnya bermuara pada kesuksesan di akhirat. Itulah yang diungkapkan trainer Ir H Heru SS MM, dalam pelatihan yang diadakan YP3IS untuk donaturnya, pada Ahad (27/4), di Auditorium Gedung Indosat Jalan Kayun Surabaya.

Dalam pelatihan bertema Inspiring Success By Al-Fatihah (Inspirasi Sukses Berbasis Surat Al-Fatihah) tersebut, Heru menjelaskan bahwa pelajaran Al Qur’an, dari wahyu pertama ”Iqro” yang menjadi kerangka dalam membaca kehidupan, Al Fatihah membuka jalan sukses dan harus menjadi komitmen dalam menjalani kehidupan. Al Baqaroh langkah awal menjalani kehidupan penuh berkah kebaikan taqwa. Perjalanan kehidupan adalah ujian dan perjuangan mencapai kesuksesan kebahagiaan yang hakiki dengan panduan dan penjabaran Al Qur’an dan Tuntunan sunnah Rasul, bergerak dengan iman, islam dan ihsan.

Kemenangan didapatkan karena pertolongan Allah tasbih dan istigfar senantiasa terhujam dalam ucapan dan tindakan sukses hingga akhirnya seluruh langkah terwujud dalam keihklasan yang terangkum dalam al ihklas. Al Falaq dan annas menutup dengan perlindungan total,” papar penulis buku Mapping dan Total Management Berbasis Al-Fatihah.

“Insya Allah dengan ihtiar, orang yang memiliki visi, misi dan mendayagunakan potensinya, berani mengambil peluang sukses dengan motivasi kuat, yang diraih dengan strategi jitu dan gerak terbaiklah, kesuksesan akan dapat diraih olehnya. Mari bergerak lebih sukseskan diri dengan berkomitmen pada Al Fatihah yang kita ucapkan berulang, minimal 17 kali dalam sehari,” sambungnya.

Pelatihan yang dipadati sekitar 300 donatur YP3IS tersebut, dihadiri juga oleh Pembina, Pengawas, Pengurus, Direktur YP3IS Zakariya SAg dan seluruh staff YP3IS, serta Forum Donatur YP3IS.(bam)

Kebersamaan Kediri

Bank Perkreditan Rakyat Nusumma Kedung Waru Tulungagung

Masyarakat Tulungagung Peduli Yatim

Beramal sembari menambah ilmu dan wawasan tentang keislaman, serta ikut peduli terhadap nasib anak-anak yatim yang tinggal dipanti asuhan-panti asuhan. Itulah yang mendasari para karyawan dari BPR (Bank Perkreditan Rakyat) Nusumma Kedung Waru Tulungagung, bergabung menjadi donatur bagi anak yatim melalui YP3IS Cabang Kediri.

Seperti yang diungkapkan Nurul Idawati, yang menjabat Kabag Operasional di BPR Nusumma Kedung Waru, bahwa ketika YP3IS Cabang Kediri pertama kali datang kekantornya, dirinya mengaku langsung tertarik untuk ikut bergabung menjadi donatur.

“Alhamdulillah ada tawaran jadi donatur untuk anak-anak yatim dari YP3IS. Dan menjadi donatur di YP3IS ada nilai plusnya, yakni beramal lalu kita mendapat Majalah Yatim, yang isinya sangat bermanfaat sekali bagi para pembacanya. Karena dengan membaca Majalah Yatim, kita dapat menambah ilmu dan wawasan,” ujar ibu dengan tiga anak ini, ketika diwawancarai MAYA Rabo (30/4), melalui telpon.

Bahkan respon rekan-rekannya yang lain pun juga sangat antusias dengan kedatangan YP3IS tersebut. Buktinya, tak beberapa lama kemudian sudah ada tujuh orang karyawan BPR Nusumma Kedung Waru Tulungagung, yang ikut peduli terhadap nasib anak-anak yatim dengan bergabung menjadi donatur di YP3IS. “Teman-teman disini memang sangat peduli sekali terhadap nasib dan pendidikan anak-anak yatim yang ada dipanti-panti asuhan yang ada di kota Kediri dan sekitarnya,” jelas Nurul Idawati.

Para karyawan yang berkantor di Jalan Pahlawan 4A, Kedung Waru, Tulungagung ini, merasa lebih mudah beramal melalui YP3IS. Pasalnya, YP3IS melalui petugasnya secara rutin datang ke kantor Bank Perkreditan Rakyat Nusumma Kedung Waru Tulungagung, untuk menjemput donasi dari donaturnya.

“Selain menjemput donasi dari donaturnya, petugas dari YP3IS Cabang Kediri juga sekaligus menyerahkan Majalah Yatim untuk donaturnya juga. Sehingga lambat laun jumlah donatur YP3IS di BPR Nusumma Kedung Waru Tulungagung, menjadi sembilan orang,” terang Nurul Idawati.

Bahkan tak hanya sebatas karyawan BPR saja yang berminat menjadi donatur bagi anak-anak yatim yang ada dipanti asuhan di kota Kediri dan sekitarnya. Menurut pengakuan Nurul Idawati, nasabah BRP Nusumma Kedung Waru Tulungagung pun juga berminat bergabung menjadi donatur di YP3IS Cabang Kediri.

“Meskipun sekarang masih ada satu donatur dari nasabah BPR, tetapi Insyaallah, jumlah itu kedepannya nanti akan terus bertambah. Karena, kepedulian masyarakat Tulungagung, khususnya nasabah BPR Nusumma Kedung Waru Tulungagung, terhadap anak yatim sangat besar,” tuturnya. Karena Nurul Idawati sering memberikan Majalah Yatim kepada nasabahnya untuk sekedar dibaca oleh mereka. Dan juga selalu meletakkan beberapa eksemplar Majalah Yatim diatas meja kerjanya, dengan tujuan dibaca ketika nasabah tersebut sedang menunggu.

“Karena tujuan saya, ingin mengajak mereka untuk ikut peduli terhadap nasib anak-anak yatim serta membantu pendidikan mereka sampai mandiri,” jelas Nurul Idawati. Dan diluar dugaannya, cara tersebut ternyata malah mendapat respon yang sangat positif dari nasabah dan karyawan BPR Nusumma Kedung Waru. “Dan alhamdulillah, mungkin karena kepedulian mereka terhadap anak yatim sangat besar, mereka biasanya langsung antusias dan Insyaallah akan segera menjadi donatur bagi anak-anak yatim tersebut,” lanjutnya.

Melihat antusiasme yang cukup besar rekan-rekan sekantornya dan masyarakat Tulungagung, khususnya nasabah BPR Nusumma Kedung Waru, dalam membantu pendidikan anak-anak yatim, Nurul Idawati semakin bersemangat untuk terus mengajak menjadi donatur bagi anak yatim yang ada dipanti asuhan.

“Harapan kedepannya nanti, Insyaallah YP3IS bisa berkembang ke seluruh kota dan desa-desa. Dengan adanya YP3IS, panti asuhan-panti asuhanyang ada di Kediri dan sekitarnya, dapat rutin mendapat bantuan dari YP3IS, khususnya para anak-anak yatimnya. Agar mereka bisa terus sekolah hingga tamat SMA, dan Insyaallah hingga bisa mandiri,” harapnya.(bam)